Panggilan kerja palsu semakin merebak di tengah banyaknya masyarakat yang sulit mendapatkan pekerjaan. Scammer memanfaatkan kondisi ini dengan menyebarkan panggilan kerja palsu dengan mencatut nama perusahan besar secara random yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Bagi orang yang sedang mencari kerja, surat tawaran ini mungkin menarik untuk dijajal. Tak jarang pencari kerja langsung mengiyakan tawaran tersebut tanpa mengulik lebih jauh tentang posisi, jobdesc, dan perusahaan yang dituju. Akibatnya, banyak pencari kerja yang harus menanggung kerugian baik dari segi waktu, materi hingga finansial.
Supaya Teman Belajar tidak mengalami hal serupa, berikut tim Belajarlagi rangkumkan 10+ ciri-ciri panggilan kerja palsu yang bisa dihindari!
Ciri-ciri Panggilan Kerja Palsu
Sudah banyak korban panggilan kerja palsu yang speak up di media sosial. Namun bukan berarti masalah tersebut berhenti karena ada juga yang masih terperangkap di lubang yang sama. Untuk itu, ketahui cara mengenali panggilan kerja palsu yang sudah Tim Belajarlagi rangkumkan berikut ini.
1. Panggilan Interview Kerja Meski Kamu Tidak Pernah Melamarnya
Secara umum, panggilan interview kerja dilakukan setelah kamu melamar pekerjaan dan lolos proses screening dokumen persyaratan .
Namun pada kasus panggilan kerja palsu, scammer bisa secara random mengirimkan undangan interview pada banyak pencari kerja.
Di satu sisi hal ini sangat mencurigakan, tapi ada juga yang merasa bahagia karena mereka bisa langsung diundang meskipun tidak melamar dan mengirimkan banyak dokumen.
2. Kualifikasi yang Dibutuhkan dan Deskripsi Pekerjaan Tidak Jelas
Bagi perusahaan yang benar-benar mencari SDM yang tepat, mereka akan memberikan informasi terkait kualifikasi dan deskripsi pekerjaan sedetail mungkin.
Tapi pada kasus loker fiktif, 2 hal penting ini malah diabaikan. Mereka seringkali membahas informasi yang tidak perlu, yang tidak berkaitan dengan proses rekrutmen.
3. Kandidat Diminta Membayar untuk Proses Rekrutmen
Ciri-ciri yang ketiga inilah yang sering membuat banyak pencari kerja merasa ditipu karena mereka kehilangan uang setelah dijanjikan reimburse oleh perusahaan bodong.
Dalam surat panggilan kerja palsu yang disebarkan, kandidat diminta untuk membayarkan sejumlah uang sebelum dan setelah proses rekrutmen. Padahal sudah pasti uang yang diberikan korban ini hanya akan masuk ke kantong penipu.
Perusahaan resmi tidak meminta bayaran untuk proses rekrutmen dan malah ada yang memberikan uang transportasi bagi kandidat yang bersedia datang onsite untuk interview.
4. Struktur Undangan yang Aneh
Seringkali panggilan kerja palsu yang tersebar di Internet mencatut nama-nama perusahaan besar. Hal ini dilakukan untuk menarik minat calon korban supaya mereka bisa segera mendaftar.
Padahal jika diamati, panggilan interview palsu ini memiliki struktur yang berbeda dari panggilan interview asli. Mulai dari banyaknya kata yang typo, isi yang tidak spesifik mengarah ke kandidat, hingga menggunakan logo digital tanpa cap atau stemple resmi dari perusahaan.
5. Terlalu Cepat Menawarkan Offering Letter
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, proses rekrutmen calon pegawai biasanya melalui beberapa tahapan. Sebut saja pengiriman berkas, screening berkas, interview, dan ada beberapa memerlukan FGD atau MCU, tahap interview akhir, dan pemberian offering letter sebelum kandidat dinyatakan sah diterima.
Namun pada kasus panggilan kerja fiktif, kandidat yang bahkan belum melalui interview bisa diberi offering letter secara cuma-cuma. Hal ini bertujuan supaya kandidat tergiur dengan gaji yang ditawarkan.
6. Menjanjikan Gaji yang Sangat Besar dan Tidak Sebanding dengan Job Desc
Menyinggung masalah gaji, panggilan kerja palsu hampir selalu memberikan iming-iming gaji besar hingga puluhan juta. Padahal jika dipikir secara logika, nilai tersebut jumlahnya terlalu besar untuk jobdesc yang “tidak seberapa.”
Baca juga: 15+ Pekerjaan yang Gajinya Besar di Indonesia
7. Kamu Sulit Menemukan Informasi tentang Perusahaan Tersebut
Perusahaan dengan track record jelas tidak ragu untuk memberikan informasi seperti alamat kantor, sosial media, alamat website, hingga sejarah perusahaan ke kandidat interview. Tetapi bagi panggilan kerja palsu, informasi penting ini justru disembunyikan dan bahkan si pengirim tidak bisa menjelaskan secara jelas siapa mereka.
Kandidat pun akan kesulitan melacak keberadaan perusahaan secara online maupun offline karena informasi yang ditulis di kop hingga isi panggilan kerja tersebut adalah palsu.
8. Menggunakan Domain Email dan Nomor yang Mencurigakan
Jika Teman Belajar mendapatkan panggilan kerja yang mengatasnamakan dari perusahaan-perusahaan besar, hal pertama yang bisa dilakukan adalah cek kop suratnya.
Sebab dalam kop surat tertulis informasi penting berupa alamat email dan nomor telepon yang bisa jadi cara ampuh untuk membedakan apakah ini panggilan kerja palsu palsu atau asli.
Perusahaan besar biasanya menggunakan domain email yang mencerminkan perusahaan mereka, misalnya xxx@perusahaan.com, bukan sekedar domain Gmail, Yahoo, atau lainnya yang mengindikasikan bahwa email tersebut milik individu.
Nomor telepon perusahaan resmi juga menggunakan nomor call center khusus bukan nomor seluler biasa.
9. Menyebarkan Daftar Nama Kandidat Lain
Panggilan kerja bersifat pribadi sehingga kamu hanya bisa menemukan data dirimu di situ. Berbeda dengan panggilan kerja palsu yang bisa secara gamblang menaruh lampiran berisi seluruh nama kandidat.
10. Memberikan Ancaman Jika Kamu Menolak Bergabung
Bagi kandidat yang sudah terlanjur merespon, mereka mungkin akan diberi tekanan untuk segera memutuskan secepat mungkin. Penipu dengan ulung akan mendesak kandidat untuk segera bergabung.
Jika kamu memberikan ketidakpastian, mereka akan memaksa dengan dalih waktu yang diberikan terbatas atau jika kamu menolak akan segera diberikan ke kandidat lain.
Perusahaan yang sah tidak akan berlaku gegabah seperti ini. Mereka akan memberikan ruang dan waktu yang cukup bagi kandidat untuk menentukan pilihannya.
11. Meminta Data Pribadi yang Tidak Perlu
Kasus penipuan panggilan kerja palsu yang terlihat sepele padahal dampaknya besar adalah meminta data pribadi yang tidak perlu. Penipu biasa meminta data pribadi yang sangat sensitif, seperti NIK, nomor kartu ATM, pin, password, atau informasi penting lainnya dengan alasan untuk melengkapi dokumen administrasi interview.
Di balik akal-akalan ini, penipu bisa saja memanfaatkannya untuk melakukan transaksi secara ilegal. Sebab perusahaan resmi tidak ada yang meminta data pribadi serinci itu.
12. Cara Berkomunikasi yang Tidak Profesional
Perbedaan mencolok antara panggilan kerja palsu dan asli adalah dari segi komunikasi. Panggilan kerja palsu menggunakan bahasa yang tidak baku sehingga tata bahasanya salah dan sering typo. Berbeda dengan panggilan kerja asli yang biasanya sudah mengikuti SOP sehingga isi suratnya tampak profesional.
Tips Mencari Lowongan Kerja yang Aman
Selain panggilan kerja palsu, ada juga lowongan kerja palsu yang tersebar di dunia maya. Supaya terhindar dari loker palsu, Teman Belajar lagi perlu memperhatikan beberapa poin penting di bawah ini!
1. Cari Pekerjaan di Platform Resmi
Ada banyak platform rekrutmen online terpercaya yang sudah dimanfaatkan banyak perusahaan untuk merekrut kandidat karyawan. Platform penyedia informasi loker biasanya sudah dilengkapi dengan fitur pendukung yang bisa memudahkan calon kandidat mengirim berkas-berkas mereka.
Selain platform pihak ketiga, perusahaan resmi kebanyakan sudah memiliki website dengan halaman khusus karir. Teman Belajar bisa memantau posisi mana yang membutuhkan karyawan baru dan rincian loker di perusahaan tersebut.
2. Hubungi Perusahaan Langsung
Jika Teman Belajar mendapatkan surat panggilan kerja terlihat mencurigakan, jangan ragu untuk menghubungi perusahaan langsung.
Hubungi nomor telepon atau alamat email perusahaan resmi yang dicatut di surat interview untuk menanyakan keaslian surat tersebut.
3. Teliti Deskripsi Loker yang Tersebar di Internet
Hati-hati jika Teman Belajar menemukan lowongan pekerjaan yang disebarkan di Google, media sosial, atau bahkan yang disebarkan di aplikasi chatting seperti Whatsapp dan Telegram.
Sebelum mendaftar, Teman Belajar perlu membaca dengan detail deskripsi loker tersebut. Periksa latar belakang perusahaan dan deskripsi pekerjaan yang ditawarkan. Jika memuat banyak indikasi loker palsu, segera hentikan proses pendaftaran.
4. Jangan Lanjutkan Proses Rekrutmen Jika Terlihat Mencurigakan
Beberapa ciri loker fiktif yang bisa dihindari adalah permintaan pembayaran di awal, komunikasi yang tidak profesional, proses wawancara yang tidak biasa, dan adanya tekanan untuk segera bertindak cepat.
Teman Belajar berhak tidak melanjutkan proses rekrutmen tersebut jika mendapati salah satu atau semua tanda di atas.
5. Jangan Terburu-buru Dalam Mengambil Keputusan
Apapun kondisinya, jangan pernah terburu-buru dalam mengambil keputusan apalagi masalah pekerjaan. Sebab sudah banyak modus penipuan yang menggunakan cara membuka lowongan pekerjaan dengan syarat yang mudah namun memberikan janji selangit.
Ambil waktu untuk memverifikasi keaslian suatu lowongan kerja sebelum Teman Belajar menyesal karena sudah terjerumus dalam aktivitas penipuan yang merugikan.
Baca juga: 15 Contoh Surat Panggilan Interview Bahasa Inggris
Contoh Panggilan Kerja Palsu yang Sudah Tersebar
1. Contoh Panggilan Kerja Palsu PT. Adaro Energy Indonesia

2. Contoh Panggilan Kerja Palsu PT. Freeport Indonesia

3. Contoh Panggilan Kerja Palsu PT. INKA

4. Contoh Panggilan Kerja Palsu PT. Kalimantan Prima Persada

5. Contoh panggilan kerja palsu PT. Pertamina

6. Contoh panggilan kerja palsu Siloam Hospital

7. Contoh panggilan kerja palsu PT. Telkom Akses Indonesia

8. Contoh panggilan kerja palsu PT. POS Indonesia

9. Contoh panggilan kerja palsu Wilmar Group


Baca juga: Cara Menolak Panggilan Interview yang Baik dan Sopan
Tetap Waspada Sembari Tingkatkan Kompetensi Diri
Jangan berputus asa jika Teman Belajar pernah menerima panggilan kerja palsu dari perusahaan impian. Sebab masih terbuka peluang kerja di perusahaan resmi yang benar-benar kredibel untuk kamu ke depannya.
Kuncinya adalah jangan pernah berhenti untuk mengasah skill dan tingkatkan kompetensi diri dengan mengikuti sertifikasi profesi yang diakui secara nasional dan internasional. Bisa dibilang dengan memiliki sertifikasi profesi, Teman Belajar bisa meraih kesempatan untuk mendapatkan karir yang lebih maksimal.
Salah satu penyedia program sertifikasi yang resmi diakui BNSP hingga internasional adalah CertiHub by Belajarlagi.
CertiHub by Belajarlagi menawarkan dua jenis sertifikasi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Pertama, sertifikasi nasional dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang berstandar nasional di bidang Digital Marketing, Microsoft Office, dan Human Resources. Kedua, program sertifikasi internasional yang diakui secara global, seperti Microsoft Office Specialist dari Microsoft, Digital Marketing Associate dari Meta, Project Management Ready dari Project Management Institute (PMI), serta berbagai sertifikasi dari Adobe dan Autodesk.
Raih kesempatan mendapatkan karir impian bersama CertiHub by Belajarlagi!






