Apa Perbedaan Job Posting dan Job Description? Ini Tips Membuatnya

Jessica Dima
8 Min Read
Published:
July 3, 2024
Updated:
July 3, 2024

Saat ingin apply kerja maupun di job fair, pasti ada Job posting vs job description, serupa tapi tak sama. Coba deh berpikir sejenak, apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar dua hal tadi? Kemungkinan besar jawabannya adalah informasi mengenai lowongan pekerjaan.

Banyak orang sering menyamakan antara job posting dan job description. Padahal, fungsi dan peran keduanya sebenarnya berbeda. Kalau kamu tengah berupaya melamar ke beberapa pekerjaan, wajib banget nih memahami perbedaan di antara job posting dan job description.

Biar tidak bingung, Tim Belajarlagi sudah menyiapkan ulasan mengenai job posting vs job description. Ada juga tips ringkas buat menyiapkan diri sebaik mungkin sebelum melamar kerja. Simak baik-baik, ya!

Apa itu job posting?

Secara umum, job posting adalah serangkaian kegiatan untuk mempublikasikan atau menayangkan lowongan pekerjaan yang tengah dibuka dalam perusahaan. Publikasi tersebut biasanya dilakukan lewat iklan lowongan kerja dan muncul pada beberapa platform tertentu.

Dengan melakukan job posting, perusahaan berharap dapat memperoleh calon karyawan yang sesuai kriteria. Nah, job posting ini tidak bisa sembarangan. Guna mendapatkan kandidat yang berkualitas, tentu saja job posting yang perusahaan buat harus baik dan jelas.

Job posting tidak hanya sekadar berisi syarat untuk para pelamar, melainkan juga garis besar profil perusahaan, lokasi, sampai tahapan seleksi. Intinya, kredibilitas perusahaan sangat bergantung pula dari job posting yang dicantumkan. Logikanya, kamu tentu pasti ragu melamar ke pekerjaan dengan informasi lowongan kurang jelas, ‘kan?

Baca Juga: Tips Jitu Agar Langsung Diterima Kerja Saat Interview

Perbedaan Job posting vs job description

Apa sekarang kamu sudah punya bayangan tentang job posting vs job description? Secara umum, job posting adalah info lowongan yang di dalamnya memuat job description. Jadi, job description sebenarnya adalah bagian dari job posting yang biasanya perusahaan cantumkan untuk memberikan info mengenai posisi tertentu.

Agar lebih mudah memahami perbedaan job posting vs job description, yuk cermati masing-masing penjelasannya berikut ini:

Job posting

Melansir dari My HR Partner, job posting dapat berperan juga sebagai media pemasaran untuk mengenalkan perusahaan ke lebih banyak orang. Melalui informasi lowongan kerja, perusahaan bukan cuma menarik calon karyawan. Dengan job posting, banyak pelamar kerja kemudian ingin lebih mengenal perusahaan.

Contoh Job Posting Social Media Specialist Freelance
Contoh Job Posting Social Media Specialist Freelance

Tentu saja karena tujuannya untuk memperoleh karyawan baru, job posting ini harus dibuat sebaik mungkin. Terutama jika itu menyangkut pengembangan citra perusahaan sehingga kandidat yang tersaring benar-benar berkualitas.

Job posting harus ditulis sesuai dengan brand voice juga. Isinya mesti ringkas, jelas, dan menawarkan ajakan untuk melamar. Informasi yang mesti ada dalam job posting antara lain:

  • Judul atau posisi pekerjaan
  • Deskripsi singkat perusahaan
  • Deskripsi posisi pekerjaan (tanggung jawab dan peran)
  • Ketentuan, syarat, maupun kualifikasi yang dicari
  • Manfaat atau benefit yang ditawarkan ke calon karyawan
  • Bisa ditambahkan gambaran budaya kerja perusahaan (misalnya: jam kerja fleksibel, hybrid ataupun remote, dan lain-lain)
  • Instruksi cara melamar beserta batas mengirimkan lamaran

Job posting yang ditulis dengan baik sangat penting untuk menciptakan kesan pertama yang baik bagi para pencari kerja. Bayangkan bagaimana rasanya jika kamu membaca job posting yang menarik dan berkualitas. Pasti akan muncul dorongan hati seperti: “Ah, aku mesti melamar ke sini!” atau “Perusahaan ini sepertinya cocok untukku!”.

Job description

Sekarang mari beralih ke apa itu job description. Menurut My HR Partner, arti job description adalah deskripsi pekerjaan tentang daftar keterampilan, kualifikasi, hingga ruang lingkup suatu pekerjaan. Job description juga harus menggambarkan peran dan tanggung jawab seseorang dalam posisi pekerjaan tertentu secara jelas.

contoh job description
Contoh job description

Hal-hal yang termuat dalam job description antara lain:

  • Judul dan peran pekerjaan
  • Relasi pelaporan dalam pekerjaan, contoh: siapa yang jadi atasan langsungnya
  • Posisi pekerjaan dalam struktur perusahaan
  • Tujuan umum pekerjaan
  • Tugas dan tanggung jawab pekerjaan
  • Keterampilan teknis dan kompetensi yang diperlukan
  • Keterampilan non teknis (atau disebut juga soft skill)
  • Syarat khusus dalam pekerjaan (misalnya: siap untuk dinas ke luar kota)
  • Risiko pekerjaan (jika ada, misalnya: kemungkinan terkena paparan bahan radioaktif)

Job description adalah menjadi bagian dokumen HR yang menjadi panduan bagi karyawan dalam bekerja. Deskripsi kerja ini juga pasti akan dicantumkan ketika perusahaan memasang informasi lowongan kerja.

Lalu, mengapa sih perusahaan harus memiliki job description yang jelas? Setidaknya ada dua alasan penting:

  • Agar ada ekspektasi jelas dalam bekerja. Ketika karyawan ataupun calon karyawan membaca deskripsi kerja, gambaran mengenai ekspektasi perusahaan pun terlihat. Dengan begitu, karyawan jadi paham bagaimana harus bekerja dan bagaimana mesti memperkaya kompetensinya.
  • Sebagai acuan dalam pengembangan karyawan. Saat karyawan sudah menduduki posisi pekerjaan tertentu, bisa jadi keterampilan dan kompetensinya belum maksimal. Adanya deskripsi kerja akan menjadi acuan bagi perusahaan untuk meningkatkan kompetensi karyawan.

Baca Juga: Rahasia Membuat CV Terbaik, Ampuh buat Pikat Hati HRD!

Bagaimana cara membuat job posting yang menarik?

Dari penjelasan di atas, mulai paham ya perbedaan job posting vs job description. Nah, salah satu aspek terpenting dalam proses rekrutmen karyawan ada pada pembuatan job posting. Informasi lowongan pekerjaan yang dibuat asal-asalan jelas tidak akan mendatangkan pelamar yang berkualitas.

Kamu sendiri pasti setidaknya bisa membedakan mana lowongan yang menarik dan mana lowongan yang kurang meyakinkan. Berikut beberapa hal yang biasanya perusahaan lakukan untuk membuat job posting:

cara membuat job posting

1. Judul memikat

Untuk menarik perhatian para pencari kerja, sering kali perusahaan butuh membuat judul lowongan yang memikat. Beberapa lowongan kerja yang dipublikasikan di media sosial (misalnya Instagram ataupun LinkedIn) kini terlihat punya judul menarik, terutama jika bidang kerjanya termasuk industri kreatif.

Namun, penggunaan judul yang menarik ini juga harus mempertimbangkan beberapa hal. Mulai dari platform menaruh lowongan, target usia pekerja yang dicari, hingga posisi yang ditawarkan. Contoh: lowongan untuk posisi tinggi seperti eksekutif sepertinya lebih membutuhkan judul yang formal saja.

Meski judul lowongan bisa dibuat kreatif agar menarik, bukan berarti bisa sembarangan. Judul dalam job posting tetap harus ringkas dan jelas. Tujuannya agar para pencari kerja pun mudah memahaminya.

2. Pengantar dan profil yang cukup

Sebelum menuliskan deskripsi pekerjaan, job posting sebaiknya juga memuat pengantar serta profil perusahaan yang cukup. Poin pengantar tersebut bisa dibuat agak persuasif, misalnya: “Tertarik bekerja dalam ekosistem yang membuat Anda bertumbuh?” Dari situ, bisa lanjut ke profil singkat perusahaan secara umum.

Informasi mengenai perusahaan yang bisa ditampilkan antara lain nama perusahaan, industri, lokasi kerja, value atau visi, serta budaya kerja. Pemberian profil perusahaan secara singkat dapat menjadi gambaran bagi para pencari kerja. Apalagi jika perusahaan tersebut masih dalam skala kecil sampai menengah sehingga belum banyak orang tahu.

Pencantuman lokasi juga dinilai amat penting karena ini akan menjadi bahan pertimbangan bagi pelamar kerja. Perusahaan yang menawarkan sistem kerja work from anywhere ataupun remote pun perlu menuliskannya di job posting. Zaman sekarang sistem kerja fleksibel seperti ini tentu menarik untuk anak muda.

Baca Juga: Persiapan Penting Sebelum Melamar Pekerjaan

3. Posisi dan deskripsi pekerjaan jelas

Selanjutnya, job posting harus menjelaskan posisi sekaligus deskripsi pekerjaan serinci mungkin. Tanpa deskripsi pekerjaan yang jelas, kemungkinan besar akan banyak pencari kerja yang melewatkan lowongan tersebut. Dalam deskripsi itu, harus ada peran dan tanggung jawab dalam ruang lingkup kerja nantinya.

Selain deskripsi, perusahaan juga perlu memasukkan syarat atau kriteria akan keterampilan dan kompetensi. Bahkan, syarat tersebut sebaiknya ditulis dengan spesifik pula. Contoh: untuk lowongan senior content writer, perusahaan dapat mencantumkan kriteria terampil dalam menulis artikel SEO minimal 3 tahun.

Jika ada tambahan keterampilan non teknis, dapat juga dimasukkan. Misalnya, kandidat harus memiliki soft skill tertentu seperti kepemimpinan, manajemen waktu, problem solving, dan lain-lain.

4. Alasan harus melamar

Pada langkah selanjutnya ini, perusahaan akan menonjolkan keunggulan bekerja di sana untuk menarik minat para pelamar. Para pencari kerja harus menemukan alasan kuat mengapa mereka perlu mencoba melamar ke perusahaan tersebut.

Dalam hal ini, kebanyakan perusahaan menuliskan berbagai manfaat atau benefit yang ditawarkan. Mulai dari sistem kerja, prospek karier, budaya kerja, hingga bisa juga kisaran gaji. Fasilitas dasar juga butuh dicantumkan, misalnya BPJS kesehatan, asuransi kesehatan, tunjangan, dan lain-lain. 

Baca Juga: Manfaat Perencanaan Karir untuk Masa Depan

5. Tambahkan alur proses rekrutmen

Hal terakhir yang tidak kalah penting dalam job posting adalah memberikan informasi mengenai garis besar proses rekrutmen. Tidak banyak perusahaan menuliskan hal ini dalam job posting, padahal sebenarnya sangat perlu. Tujuannya agar kandidat karyawan memiliki gambaran mengenai alur rekrutmen sehingga dapat menyiapkan diri lebih baik.

Selain itu, banyaknya perusahaan yang meng-”ghosting” kandidat juga menjadi pertimbangan para pelamar, lho. Dengan adanya alur proses rekrutmen yang jelas dan transparan sejak awal, setidaknya itu dapat menumbuhkan rasa percaya di diri para pencari kerja.

6. Responi pelamar

Begitu job posting terpublikasikan, biasanya perusahaan akan menerima beberapa lamaran dari para pencari kerja. Jika job posting tersebut dibuat dengan baik dan efektif, tentu lamaran yang masuk pun pasti banyak.

Tantangan terbesar bagi perusahaan adalah meresponi lamaran yang masuk. Meski tidak mungkin membalas satu per satu lamaran, ada baiknya perusahaan tetap menjawab pertanyaan dari pelamar. Hal ini perlu dilakukan agar para pelamar pun merasa dihargai perusahaan.

Jika perlu, perihal lolos atau tidaknya kandidat karyawan pun mesti diinformasikan secara personal. Jadi, para pelamar kerja tidak terkesan “digantung” oleh perusahaan.

Baca Juga: Management Trainee: Pengertian, Tugas, dan Tipsnya (2024)

Persiapkan dirimu sebaik mungkin!

Jika kamu menemukan job posting dengan job description yang menarik dan relevan dengan minatmu, tentu kamu pasti akan langsung melamar ke situ. Pertanyaannya, sudahkah kamu membekali diri dengan cukup baik?

Yuk, perlengkapi dirimu dengan skill terbaik mulai sekarang! Seperti kamu tahu, perkembangan teknologi zaman sekarang menuntutmu untuk punya digital skill yang bagus pula. Salah satu jenis pekerjaan yang paling banyak diminati adalah di bidang digital marketing.

kursus online

Belajarlagi dapat menjadi platform terbaik untuk mempelajari dan melatih skill digital. Mulai dari Bootcamp Fullstack Digital Marketing, Mini Bootcamp Copywriting, Bootcamp Social Media Organic, SEO Bootcamp, dan lain-lain.

Untuk informasi selengkapnya mengenai digital skill tadi, kamu bisa langsung mengeceknya di website Belajarlagi. Ikuti terus update-nya biar nggak ketinggalan mengikuti kelas-kelas serunya!

Kesimpulan

Job posting vs job description letak perbedaannya ada pada fungsi dan perannya. Informasi seputar lowongan pekerjaan merupakan arti dari job posting, sementara job description adalah lebih ke informasi seputar deskripsi pekerjaan secara rinci.

Memahami job posting yang baik akan membantumu dalam menentukan lowongan pekerjaan mana yang hendak kamu lamar. Jadi, pastikan cermati setiap job posting sebaik mungkin, ya!

#
Karir
Belajarlagi author:

Jessica Dima

Freelance SEO content writer yang 5+ berpengalaman menulis artikel dengan berbagai topik: pekerjaan, gaya hidup, edukasi, dan kesehatan mental. Selain SEO, ia mempunyai passion khusus pada storytelling.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.