Sebagai pengusaha baru, mungkin membutuhkan berbagai contoh company profile yang baik. Salah satu langkah penting yang perlu dipersiapkan adalah menyusun company profile yang mampu merepresentasikan identitas perusahaan secara jelas.
Company profile adalah dokumen atau konten informasi yang berisi gambaran umum mengenai sebuah perusahaan. Informasi yang disampaikan biasanya mencakup identitas bisnis, bidang usaha, serta nilai yang ingin ditonjolkan kepada publik.
Saat ini, company profile banyak ditemukan dalam bentuk digital melalui website atau platform online. Namun, pemanfaatannya telah dilakukan sejak lama dengan berbagai media, seperti buku, brosur, hingga materi cetak lainnya.
Tujuan utama pembuatan company profile adalah untuk membangun dan memperkuat branding perusahaan. Melalui company profile yang disusun dengan baik, diharapkan calon konsumen maupun mitra bisnis tertarik untuk mengenal perusahaan lebih jauh dan memberikan perhatian terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.
Contoh Company Profile E-Commerce
1. Shopee

Company profile Shopee disusun dengan pendekatan naratif kronologis, bukan deskriptif panjang. Shopee tidak membuka halaman profil dengan paragraf visi–misi yang berat, melainkan langsung mengajak pembaca melihat perjalanan perusahaan dari awal berdiri hingga berkembang.
Konten Shopee juga sangat visual-driven. Alih-alih menulis penjelasan panjang, Shopee menggunakan foto kegiatan, tim, dan momen penting perusahaan. Teks hanya berfungsi sebagai penjelas singkat dari visual tersebut.
Bahasa yang digunakan cenderung informatif dan netral, tanpa banyak istilah teknis e-commerce. Setiap poin perjalanan hanya dijelaskan dalam 1–2 kalimat, cukup untuk memberi konteks tanpa membuat pembaca lelah.
Selain itu, Shopee tidak mencampuradukkan semua informasi di satu halaman. Detail produk, fitur, dan layanan e-commerce tidak dijelaskan di company profile, melainkan diarahkan ke halaman lain. Hal ini membuat profil perusahaan tetap fokus pada identitas dan perjalanan brand.
2. Tokopedia

Company profile Tokopedia memperkenalkan perusahaan sebagai platform teknologi yang menghubungkan penjual dan pembeli di seluruh Indonesia. Tokopedia menegaskan perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital, khususnya bagi pelaku UMKM.
Pada bagian selanjutnya, Tokopedia menjelaskan latar belakang pendirian perusahaan dan visi untuk menciptakan pemerataan ekonomi melalui teknologi. Narasi ini menjadi fondasi dari arah bisnis Tokopedia hingga saat ini.
Tokopedia kemudian menggambarkan perkembangan platformnya menjadi ekosistem digital yang mencakup berbagai layanan pendukung transaksi online. Penjelasan ini menekankan bagaimana Tokopedia terus memperluas peran, tidak hanya sebagai marketplace, tetapi juga sebagai bagian dari solusi bisnis digital.
Company profile ini juga menampilkan skala dan dampak Tokopedia melalui jangkauan pengguna dan penjual di seluruh Indonesia. Informasi tersebut memperkuat posisi Tokopedia sebagai salah satu pemain utama e-commerce nasional.
Di bagian akhir, Tokopedia menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sebagai bagian dari ekosistem GoTo.
3. Lazada

Halaman About Lazada membuka dengan perkenalan bahwa Lazada Group adalah platform e-commerce terkemuka di Asia Tenggara, hadir di enam negara: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Lazada menghubungkan wilayah yang luas ini melalui teknologi, jaringan logistik, dan sistem pembayaran yang kuat, serta bertujuan untuk melayani 300 juta pelanggan pada tahun 2030.
Selanjutnya Lazada menampilkan pilar utama bisnisnya:
- Logistik
- Teknologi
- Pembayaran
Di bagian Our Business, Lazada memperkenalkan tiga elemen utama operasinya:
- LazMall
- Lazada Marketplace
- Cross-Border
- Company profile Lazada
4. blibli

Company profile Blibli disajikan sebagai cerita tentang ekosistem bisnis, bukan sekadar pengenalan perusahaan. Sejak awal halaman, Blibli langsung memposisikan diri sebagai platform perdagangan omnichannel yang menghubungkan pengalaman belanja online dan offline dalam satu ekosistem.
Alur penyampaiannya berfokus pada perjalanan dan perkembangan perusahaan. Blibli menampilkan milestone penting sejak awal berdiri hingga ekspansi layanan, seperti penguatan logistik, pengembangan layanan omnichannel, dan integrasi bisnis travel. Informasi disusun berurutan sehingga pembaca bisa memahami bagaimana Blibli berkembang dari waktu ke waktu.
Alih-alih menjelaskan fitur marketplace secara teknis, Blibli lebih banyak menyoroti kapabilitas dan skala bisnisnya. Penekanan diberikan pada infrastruktur, layanan pendukung, serta peran Blibli dalam mendukung konsumen, merchant, dan partner bisnis.
Blibli juga menyisipkan nilai-nilai perusahaan sebagai bagian dari narasi, bukan sebagai daftar terpisah yang panjang. Nilai ini diperlihatkan melalui pendekatan layanan dan inovasi yang mereka kembangkan, sehingga terasa relevan dengan aktivitas bisnisnya.
Di bagian akhir, company profile Blibli mengarahkan perhatian ke ekosistem yang lebih luas, termasuk layanan untuk bisnis dan mitra. Ini menegaskan bahwa Blibli tidak hanya berfokus pada konsumen akhir, tetapi juga pada kerja sama jangka panjang dengan berbagai pihak.
Baca juga: 15 Contoh Website dari Berbagai Jenis Bisnis dan Perusahaan
Contoh Company Profile Sederhana
1. Gojek

Company profile Gojek tidak dipenuhi penjelasan panjang tentang sejarah perusahaan. Gojek lebih memilih menyampaikan pesan utama sejak awal: siapa mereka dan dampak apa yang mereka berikan. Informasi disusun ringkas dan dipisahkan dalam beberapa section pendek, sehingga mudah dipindai.
Gojek juga tidak menjelaskan setiap produk secara detail di halaman company profile. Sebagian besar detail produk diarahkan ke halaman terpisah, sehingga profil perusahaan tetap ringan dan fokus pada positioning brand.
2. Ruang Guru

Company profile Ruangguru menggunakan bahasa yang sangat lugas dan edukatif. Alih-alih menampilkan jargon bisnis, Ruangguru menjelaskan misinya dengan kalimat pendek dan mudah dipahami oleh semua kalangan.
Struktur kontennya juga ringkas. Ruangguru hanya menampilkan informasi inti seperti tujuan perusahaan, solusi yang ditawarkan, dan dampaknya di dunia pendidikan, tanpa penjabaran teknis berlebihan.
3. Kopi Kenangan

Company profile Kopi Kenangan cenderung singkat dan minim teks. Informasi perusahaan disampaikan dalam beberapa paragraf pendek tanpa detail operasional yang kompleks.
Kopi Kenangan lebih mengandalkan storytelling ringan dan visual untuk menyampaikan identitas brand, sehingga teks company profile berfungsi sebagai pendukung, bukan pusat utama informasi.
4. Belajarlagi

Company profile Belajarlagi fokus pada penjelasan singkat mengenai apa yang mereka lakukan dan siapa target audiensnya. Informasi disampaikan secara to the point tanpa sejarah panjang atau struktur organisasi yang kompleks.
Belajarlagi juga mengarahkan pengguna langsung ke solusi dan program yang ditawarkan, sehingga company profile berfungsi sebagai pengantar sebelum pengguna mengeksplorasi layanan lebih lanjut.
Contoh Company Profile Perusahaan B2B
1. Mekari

Profile perusahaan yang dikembangkan Mekari tampil profesional dan langsung menonjolkan posisinya sebagai penyedia solusi software bisnis di Indonesia. Pada bagian paling atas halaman, Mekari menampilkan headline yang menegaskan perannya dalam membantu bisnis mengelola operasional secara lebih efisien melalui teknologi.
Saat scroll ke bawah, Mekari memperkenalkan profil singkat perusahaan beserta penjelasan mengenai apa yang mereka lakukan. Mekari menjelaskan bahwa mereka menyediakan berbagai produk SaaS untuk kebutuhan HR, akuntansi, pajak, dan manajemen bisnis lainnya.
Uniknya, Mekari tidak menjelaskan produknya secara panjang lebar di satu tempat. Mereka justru menyisipkan tautan ke masing-masing produk seperti Talenta, Jurnal, Klikpajak, dan Qontak. Dengan begitu, company profile juga berfungsi sebagai navigasi utama ke halaman produk.
Bagian selanjutnya, Mekari menampilkan keunggulan bisnisnya dengan menekankan jumlah pengguna, perusahaan yang telah menggunakan produknya, serta komitmen terhadap kepatuhan regulasi di Indonesia. Ini memperkuat positioning Mekari sebagai solusi lokal yang relevan untuk kebutuhan bisnis nasional.
Mekari kemudian menampilkan profil pelanggan dan logo perusahaan yang telah bekerja sama dengannya. Elemen ini berfungsi sebagai social proof tanpa harus banyak narasi tambahan.
Mendekati bagian bawah halaman, Mekari memperkenalkan nilai perusahaan dan budaya kerja, termasuk informasi singkat mengenai tim dan visi jangka panjang perusahaan.
2. Telkom Indonesia

Company profile Telkom Indonesia diawali dengan tampilan yang formal dan korporat. Pada bagian paling atas, Telkom menegaskan posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi dan digital terdepan di Indonesia.
Ketika pengguna menggulir halaman, Telkom menampilkan profil singkat perusahaan yang menjelaskan ruang lingkup bisnisnya, mulai dari layanan telekomunikasi, infrastruktur digital, hingga solusi enterprise.
Telkom kemudian menampilkan portofolio layanan bisnis yang dilengkapi dengan tautan ke masing-masing solusi. Company profile ini juga berfungsi sebagai direktori layanan untuk segmen B2B dan B2G.
Di bagian selanjutnya, Telkom menonjolkan skala dan keunggulan perusahaan melalui data cakupan jaringan, anak perusahaan, serta kontribusinya terhadap ekosistem digital nasional.
Telkom juga menampilkan daftar klien dan mitra strategis, lengkap dengan logo-logo perusahaan dan institusi yang pernah bekerja sama dengannya.
Berbeda dengan perusahaan SaaS, Telkom menempatkan informasi mengenai manajemen, struktur organisasi, serta tata kelola perusahaan sebagai bagian penting dari company profile.
Mendekati bagian akhir, Telkom menampilkan informasi kantor pusat dan perwakilan regional.
3. Slack

Company profile Slack dibuka dengan headline yang sederhana namun kuat, yang menegaskan Slack sebagai platform komunikasi kerja untuk tim modern. Pesan utamanya langsung mengarah pada peningkatan kolaborasi dan produktivitas.
Ketika pengguna menggulir halaman ke bawah, Slack menampilkan penjelasan singkat mengenai apa yang mereka lakukan dan bagaimana platform ini membantu tim bekerja lebih terorganisir melalui percakapan, channel, dan integrasi aplikasi.
Slack secara konsisten menyisipkan tautan ke fitur dan solusi utama, seperti Slack Connect dan integrasi dengan berbagai tools kerja. Company profile ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi pintu masuk ke fitur produk.
Selanjutnya, Slack menampilkan skala global dan kredibilitasnya dengan menyebutkan jumlah pengguna dan perusahaan yang telah mengadopsi platform ini di berbagai industri.
Bagian berikutnya menampilkan kisah dan testimoni pelanggan, lengkap dengan logo perusahaan besar yang telah menggunakan Slack. Ini memperkuat kepercayaan tanpa banyak klaim promosi.
Di bagian selanjutnya, Slack memperkenalkan nilai perusahaan, budaya kerja, dan komitmen mereka terhadap cara kerja yang lebih terbuka dan fleksibel.
Pada bagian akhir halaman, Slack menutup company profile dengan ajakan untuk mencoba produk atau menghubungi tim penjualan.
4. Mailchimp

Company profile Mailchimp diawali dengan headline yang menekankan perannya sebagai platform pemasaran untuk bisnis. Pesan utama yang ditampilkan adalah membantu bisnis membangun hubungan dengan pelanggan melalui pemasaran yang lebih efektif.
Saat scroll ke bawah, Mailchimp menjelaskan secara singkat apa yang mereka lakukan, mulai dari email marketing, automasi, hingga pengelolaan audiens. Bahasa yang digunakan relatif santai namun tetap profesional.
Mailchimp menyematkan tautan ke berbagai fitur dan produk yang mereka tawarkan, sehingga pengunjung bisa langsung mengeksplorasi solusi sesuai kebutuhan bisnisnya.
Pada bagian berikutnya, Mailchimp menampilkan keunggulan produknya melalui data penggunaan dan jangkauan bisnis yang telah mereka layani secara global.
Setelah itu, Mailchimp menampilkan testimoni dan kisah pelanggan, yang dilengkapi dengan logo brand yang pernah menggunakan layanannya.
Uniknya, Mailchimp juga menampilkan cerita tentang brand, budaya, dan nilai perusahaan sebagai bagian dari company profile, sehingga perusahaan terasa lebih human dan approachable.
Di bagian akhir, Mailchimp menempatkan call to action yang mengajak pengunjung untuk mulai menggunakan produk atau mempelajari solusi yang tersedia.
Contoh Company Profile Perusahaan Jasa
1. Dentsu

Company profile Dentsu disajikan dengan pendekatan global dan korporat. Narasinya menekankan peran Dentsu sebagai jaringan agency terintegrasi yang menggabungkan kreativitas, media, teknologi, dan data. Alih-alih membahas detail layanan satu per satu, Dentsu lebih fokus pada bagaimana berbagai kapabilitas tersebut bekerja sebagai satu ekosistem.
Profil perusahaan ini juga menonjolkan skala global, sejarah panjang, dan transformasi bisnis Dentsu sebagai perusahaan komunikasi modern. Kontennya terasa ringkas, formal, dan berorientasi pada klien berskala besar.
2. Ogilvy

Company profile Ogilvy disajikan dengan gaya storytelling yang kuat. Ogilvy menempatkan brand, ide besar, dan kreativitas sebagai inti cerita. Narasi sering kali menghubungkan sejarah, filosofi, dan pendekatan kreatif mereka dalam membantu brand tumbuh.
Alih-alih menjelaskan struktur organisasi atau daftar layanan panjang, Ogilvy lebih menonjolkan cara berpikir dan nilai yang mereka pegang. Ini membuat company profile terasa lebih emosional dan berkarakter.
3. McKinsey & Company

Company profile McKinsey disajikan secara sangat profesional dan intelektual. Narasinya fokus pada peran McKinsey sebagai trusted advisor bagi pemimpin bisnis dan organisasi global. Bahasa yang digunakan formal, lugas, dan berbasis pemikiran strategis.
McKinsey tidak banyak membahas promosi layanan. Sebaliknya, mereka menekankan pengalaman, keahlian, dan dampak yang dihasilkan melalui kerja sama dengan klien di berbagai industri. Kontennya terasa serius dan kredibel.
4. Boston Consulting Group (BCG)

BCG lebih menonjolkan cara berpikir dan dampak kerja dibandingkan daftar layanan. Konten company profile banyak menyoroti bagaimana BCG membantu klien dalam transformasi bisnis, inovasi, dan pengambilan keputusan strategis di berbagai industri.
Penyampaian profil perusahaan juga kuat pada sisi intelektual. BCG mengaitkan perannya dengan riset, pemikiran terdepan, dan publikasi insight global. Hal ini memperkuat citra BCG sebagai perusahaan konsultan yang tidak hanya memberi solusi, tetapi juga membentuk arah pemikiran bisnis.
Selain itu, BCG menampilkan skala global dan keberagaman kapabilitasnya melalui penyebutan kantor di berbagai negara serta cakupan industri yang luas. Namun informasi ini disampaikan secara ringkas dan kontekstual, bukan sebagai klaim berlebihan.
5. EY Indonesia

Company profile EY Indonesia mengikuti struktur korporat yang rapi dan sistematis. EY memperkenalkan dirinya sebagai firma jasa profesional dengan fokus pada audit, consulting, tax, dan strategy. Narasinya menekankan keahlian, integritas, dan standar profesional.
Profil perusahaan ini juga mengaitkan EY Indonesia dengan jaringan global EY, sehingga memperkuat persepsi kapasitas lokal yang didukung oleh standar internasional. Penyampaian informasinya jelas dan berorientasi pada kepercayaan.
Baca juga: 25 Desain Website: Bisa Jadi Inspirasi Buat Bisnismu!
Isi yang Perlu Ada dalam Company Profile
Dari berbagai contoh company profile yang telah dibahas sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa elemen penting yang umumnya ditampilkan dalam profil perusahaan. Elemen-elemen ini berfungsi untuk membantu audiens memahami identitas, nilai, serta kredibilitas perusahaan.
1. Informasi Perusahaan dan Bisnis
Company profile yang baik perlu menjelaskan gambaran umum perusahaan dan bisnis yang dijalankan secara jelas. Pada bagian ini, biasanya disajikan informasi mengenai latar belakang perusahaan, sejarah singkat, visi, misi, hingga filosofi yang menjadi dasar operasional perusahaan.
Informasi tersebut membantu audiens memahami arah dan tujuan perusahaan secara menyeluruh.
2. Profil Pendiri Perusahaan
Banyak company profile juga menampilkan profil pendiri perusahaan. Informasi ini dapat berupa nama, latar belakang singkat, hingga foto pendiri.
Kehadiran profil pendiri berfungsi untuk memperkuat identitas perusahaan sekaligus membangun kedekatan dan kepercayaan dengan audiens.
3. Produk atau Layanan yang Ditawarkan
Company profile sebaiknya menjelaskan produk atau layanan yang ditawarkan secara ringkas dan mudah dipahami. Penjelasan ini dapat dilengkapi dengan tautan yang mengarahkan audiens ke halaman produk atau layanan terkait, sehingga memudahkan mereka untuk menggali informasi lebih lanjut.
4. Prestasi dan Keunggulan Perusahaan
Untuk meningkatkan kredibilitas, company profile perlu menampilkan pencapaian, keunggulan, atau hal-hal yang membuat perusahaan menonjol. Prestasi ini dapat berupa penghargaan, pencapaian bisnis, maupun keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan.
Bagian ini membantu membentuk persepsi positif terhadap kualitas perusahaan.
5. Pengakuan dari Klien atau Konsumen
Di akhir, company profile umumnya menyertakan bukti pengakuan dari klien atau konsumen. Bentuknya bisa berupa logo perusahaan klien, testimoni singkat, atau daftar mitra bisnis.
Elemen ini berperan sebagai social proof yang menunjukkan bahwa produk atau layanan perusahaan telah dipercaya dan digunakan oleh pihak lain.
Latih SDM Perusahaan dengan Corporate Training
Itu tadi daftar contoh company profile yang bisa dilihat di website mereka. Tentu saja dalam membangun sebuah perusahaan agar terus bertumbuh, maka perlu dilakukan training untuk karyawannya.
Tingkatkan performa dan kompetensi tim perusahaan Anda dengan Corporate Training Belajarlagi, sebuah program pelatihan yang dirancang untuk menguatkan keterampilan digital, sales, soft skill, dan manajemen melalui kombinasi teori dan praktik nyata, kurikulum yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, serta didukung oleh instruktur profesional berpengalaman. Ayo, daftarkan perusahaanmu sekarang!





