Pikat Hati Perekrut, Begini Nih Tips Lolos Wawancara Kerja

Wawancara jadi kunci penting dalam proses rekrutmen. Agar bisa lolos wawancara, coba deh Teman Belajar lakukan beberapa tips sederhana berikut ini!

Daftar Isi

[tampilkan]
[sembunyikan]

Pikat Hati Perekrut, Begini Nih Tips Lolos Wawancara Kerja

Semua orang pasti ingin tahu bagaimana sih tips lolos wawancara kerja, terutama buat para fresh graduate. Wawancara menjadi tahap terpenting dalam proses rekrutmen. Sepintar atau secakap apa pun seseorang, kandidat perlu mempersiapkan diri dengan matang.

Bagi perekrut, wawancara kerja menjadi proses untuk mengenal calon karyawan secara lebih mendalam. Mulai dari kemampuan, pengalaman kerja, hingga personal atau karakternya. Maka, buat Teman Belajar yang tengah mencari pekerjaan, siapkan diri sebaik mungkin untuk wawancara ya.

Kali ini kamu bisa mengintip beberapa langkah untuk lolos dari wawancara kerja. Dalam ulasan ini ada dua alternatif untuk metode wawancara nih, yakni secara offline dan online. Simak dan pelajari baik-baik ya! 

Tips Lolos Wawancara Kerja secara Offline

Meski masih pandemi, beberapa perusahaan sudah menerapkan kebijakan wawancara secara tatap muka langsung. Seperti kamu tahu, proses wawancara ini biasanya lebih membuat kandidat gugup. Jadi, coba ikuti langkah ini untuk menekan rasa gugup sekaligus memberi impresi yang bagus:

Riset Perusahaan serta Posisi yang Kamu Lamar

Kamu tentu mengenal peribahasa yang berbunyi: “Tak kenal, maka tak sayang.” Maka, tips pertama agar lolos wawancara kerja adalah melakukan riset akan perusahaan. Ketahui perusahaan incaranmu bergerak pada bidang apa dan produk atau jasa apa yang ditawarkan.

Selain mencari tahu seputar perusahaan, pastikan juga kamu paham mengenai posisi yang kamu lamar. Misalnya, kamu mendaftar untuk mengisi posisi content writer. Kamu mesti belajar dulu gambaran kerja seorang content writer, mulai dari lingkup kerjanya, kemampuan yang harus dimiliki, tools kerjanya, dan lain-lain.

Dengan menyiapkan dua hal penting tersebut, kamu sudah punya modal untuk menghadapi perekrut. Ingat, perekrut kurang tertarik pada orang yang kurang memahami perusahaan serta posisi yang kandidat lamar.

Bawa Dokumen Penunjang yang Harus Ada

Meskipun kamu sudah mengumpulkan CV atau portofolio saat melamar secara online, tidak ada salahnya tetap membawa dokumen tersebut saat wawancara. Beberapa perekrut ada yang suka meminta kembali dokumen kandidat, jadi bawalah untuk berjaga-jaga.

Sebelum berangkat wawancara, periksa kembali isi tasmu. Jangan sampai ada dokumen yang tertinggal. Cek ulang semua kelengkapan yang kamu butuhkan, baik itu dokumen, alat tulis, dompet, dan lain-lain.

Baca juga Cara Membuat CV Digital Marketing yang Menarik dan Unik agar kamu lebih percaya diri untuk mulai berkarier di bidang digital marketing.

Beri Kesan Pertama yang Baik

Kesan pertama menjadi kunci untuk menarik hati rekruter. Kenakan pakaian yang sopan sekaligus nyaman untuk menciptakan kesan pertama yang baik. Berikan senyum ramah sejak kali pertama bertemu rekruter.

Perhatikan pula komunikasi non verbal yang dapat mempengaruhi penilaian perekrut terhadapmu. Misalnya, cara duduk, gestur tubuh, hingga mimik wajah. Hal-hal ini kadang luput disiapkan kandidat, padahal banyak hal bisa perekrut nilai dari gerakan-gerakan tersebut.

Fokus, Serius, dan Profesional

Tips selanjutnya agar dapat lolos dari wawancara kerja adalah memfokuskan diri sepenuhnya terhadap perekrut. Buat kamu yang baru pertama kali wawancara, usahakan isi energi yang cukup agar lebih mudah fokus. Jawab pertanyaan dengan jelas dan tidak melenceng jauh.

Ingat pula untuk tetap serius. Meski ada beberapa perekrut yang mengajak kandidat sedikit bercanda untuk mencairkan suasana, tetaplah bersikap profesional. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar selama berbicara dan tetap jaga batas kesopanan selama wawancara.

Percaya Diri dan Pertahankan Kontak Mata

Ada kalanya pertanyaan perekrut tidak dapat langsung kamu jawab. Entah karena kamu memang tidak tahu atau sekadar gugup sehingga lupa mau bicara apa. Maka, tumbuhkan rasa percaya diri untuk mengatasi masalah ini.

Tenang, langkah paling praktis adalah tetap mempertahankan kontak mata dengan perekrut. Kamu juga tidak perlu mencari-cari alasan jika memang tidak tahu jawabannya. Utarakan saja dengan kejujuran dan ketenangan guna membantu atasi rasa gugup.

Ajukan Pertanyaan Bila Perlu

Pada akhir wawancara, perekrut biasanya akan memberikan waktu bagi kamu untuk mengajukan pertanyaan. Nah, inilah yang menjadi salah satu tips pamungkas jika ingin lolos wawancara kerja. Manfaatkan waktu tersebut untuk lebih mendalami perusahaan yang kamu lamar.

Beberapa pertanyaan yang bisa kamu ajukan seperti budaya kerja, sistem kerja, gaji, hingga jenjang karier untuk jangka panjang. Perekrut biasanya lebih antusias pada calon karyawan yang cukup aktif ingin mengenal perusahaan. Jadi, jangan ragu bertanya hal-hal yang ingin kamu ketahui ya!

Bagaimana Jika Mesti Wawancara Kerja Online?

Zaman sekarang tidak sedikit perusahaan yang memilih wawancara secara online agar lebih hemat waktu. Metode ini sendiri mulai familier sejak pandemi. Andai mesti wawancara online, bagaimana tips-nya agar bisa lolos ya?

Sebenarnya dasar-dasar dari tips sebelumnya masih dapat kamu terapkan kok. Yang paling membedakan hanyalah persiapan koneksi internet serta membiasakan diri bicara di depan kamera. Berikut beberapa poin yang bisa kamu siapkan ketika hendak wawancara online:

  • Pilih tempat yang tenang dan nyaman. Tujuannya agar tidak banyak distraksi muncul ketika kamu berbincang dengan perekrut.
  • Pastikan koneksi internet lancar alias tidak terputus-putus. Cek juga kondisi pendukung lain seperti kamera, speaker, dan lain-lain.
  • Tetap berpakaian sopan. Ingat, pakaian jadi penentu kesan pertama, ya.
  • Duduk dengan tenang dan tegak. Arahkan pandangan mata ke kamera, bukan ke layar laptop.

Teman Belajar, itulah tadi beberapa tips sederhana buat kamu yang ingin lolos wawancara kerja. Mulai sekarang kamu bisa mempelajari, menyiapkan, sekaligus mempraktikkannya sebelum wawancara ya. Semoga sukses!

Related Blog

No items found.
Jadilah yang pertama tahu

Langganan Newsletter Kami

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.