Seperti apa sih bentuk pertanyaan user interview yang sering muncul? Wawancara dengan user merupakan bagian dari proses seleksi kerja yang penting. Pasalnya, user-lah yang nantinya ikut menentukan lolos tidaknya kita dalam rekrutmen karyawan.
Berbeda dengan wawancara HR, interview user biasanya berisi pertanyaan-pertanyaan lebih mendalam terkait bidang dan keahlian kita. User juga cenderung ingin mengetahui bagaimana cara kita menghadapi konflik, masalah, atau pun tantangan.
Nah, Tim Belajarlagi sudah menyiapkan beberapa contoh pertanyaan user interview yang bisa kita pelajari lengkap dengan jawabannya. Semoga ulasan kali ini dapat menjadi bahan belajar sekaligus persiapan menuju proses wawancara!
Apa saja jenis pertanyaan interview user?
Setelah lolos pada tahap wawancara dengan HR, kita akan diarahkan untuk wawancara tahap berikutnya dengan user. User adalah orang yang secara langsung akan berhubungan dengan kita saat bekerja nanti. Oleh sebab itu, pertanyaan dalam interview user biasanya mencakup pendalaman kemampuan, pengetahuan, dan kecakapan dalam bidang tertentu.
Di sisi lain, calon atasan kita tersebut juga akan mengulik hal-hal yang berkaitan dengan hubungan interpersonal kita. Tentu kita tahu bahwa dalam bekerja, kita tidak mungkin sendirian. Kita mesti berhubungan dengan rekan lainnya dan di situlah rawan muncul masalah, tantangan, dan konflik.
Secara umum, ada beberapa jenis pertanyaan wawancara dengan user yang sering muncul:
- Pertanyaan teknis. Pada tahap ini, user akan benar-benar memastikan seberapa baik kompetensi kita dalam bidang tertentu. Meski sudah lolos tes dan wawancara HR, user butuh mengukur kembali kemampuan kita dalam pekerjaan. Biasanya muncul pertanyaan yang berkaitan dengan kemampuan kerja, seperti perangkat yang dipakai, simulasi masalah, dan sebagainya.
- Pertanyaan pengalaman kerja. Guna menguji kompetensi, calon atasan juga akan meminta kita menggambarkan bagaimana pengalaman kerja kita sebelumnya. Cakupannya bisa berupa tanggung jawabnya seperti apa, kendala apa yang muncul, pencapaian apa yang pernah diraih, dan sejenisnya.
- Pertanyaan budaya kerja. Beberapa user suka melemparkan pertanyaan tentang budaya kerja untuk mencari tahu gaya kita dalam bekerja. Misalnya, siapkah kita untuk lembur, bagaimana kerja tim yang ideal, seberapa cepat menyelesaikan pekerjaan, dan lain-lain.
- Pertanyaan Seperti apa sih bentuk pertanyaan user interview yang sering muncul? Wawancara dengan user merupakan bagian dari proses seleksi kerja yang penting. Pasalnya, user-lah yang nantinya ikut menentukan lolos tidaknya kita dalam rekrutmen karyawan.. Pertanyaan soft skill ini bisa meliputi banyak hal. Mulai dari kepemimpinan, kontrol emosi, komunikasi, manajemen waktu, dan masih banyak lagi. Dalam bekerja, soft skill sama pentingnya dengan hard skill, jadi kita perlu menyiapkan jawaban sebaik mungkin.
Contoh pertanyaan interview user dan jawabannya
Setelah menyimak apa saja jenis pertanyaan interview user, kini kita beranjak ke contoh-contohnya. Sebagai catatan, konteks dari contoh ini adalah wawancara untuk posisi digital marketing manager. Jadi, jawabannya pun menyesuaikan konteks tersebut.
Pastikan kita cermati dan adaptasikan jawabannya sesuai kebutuhan dan konteks pekerjaan yang kita lamar nanti, ya!
1. Ceritakan tentang diri Anda dan bidang profesional Anda!
Saya adalah profesional digital marketing yang berfokus performance marketing, brand growth, dan customer lifecycle strategy. Selama enam tahun terakhir, saya menangani perencanaan strategi digital end-to-end. Mulai dari acquisition, activation, retention, hingga optimization berbasis data.
Saya memiliki ketertarikan khusus pada bisnis berbasis aplikasi dan consumer behavior, terutama di sektor FMCG dan e-commerce. Saya melihat pergerakan datanya begitu dinamis dan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan konsumen sehari-hari.
Baca juga: 12+ Contoh Jawaban Ceritakan tentang Diri Anda saat Interview
2. Apa yang Anda ketahui tentang produk/ jasa perusahaan ini?
Perusahaan ini bergerak di bidang aplikasi belanja sayur online yang memudahkan konsumen mendapatkan produk segar seperti sayur, buah, dan kebutuhan dapur lainnya dengan praktis.
Value proposition utamanya menurut saya adalah: kemudahan, kualitas dan kesegaran produk, efisiensi waktu bagi keluarga urban, dan harga cukup kompetitif dengan pasar tradisional.
Saya juga memandang industri fresh grocery online ini memiliki keunikan seperti supply chain, kepercayaan konsumen, dan repeat order behavior.
3. Seberapa sering Anda memakai produk/ jasa kami?
Saya beberapa kali menggunakan aplikasi ini untuk berbelanja kebutuhan dapur dan saya pun turut mempelajari user journey-nya seperti apa. Mulai dari awareness, instalasi aplikasi, eksplorasi produk, checkout, hingga notifikasi setelah transaksi.
Dari situ saya juga menemukan adanya potensi penguatan di area retargeting dan repeat order frequency. Aplikasi ini sangat bermanfaat dan banyak hal bisa dikembangkan.
4. Apa yang Anda pahami dari job desc pekerjaan ini?
Sebagai Digital Marketing Manager, saya mencermati peran ini mencakup:
- Menyusun strategi acquisition seperti pada Meta Ads, Google Ads, TikTok Ads, dan lain-lain.
- Mengoptimalkan cost per acquisition (CPA) dan ROAS.
- Meningkatkan retention dan repeat purchase rate.
- Mengelola tim marketing dan agency.
- Menganalisis funnel conversion dan LTV customer.
- Mengintegrasikan campaign dengan tim operasional dan supply.
Menurut saya, peran ini tidak hanya soal eksekusi campaign, tetapi juga strategic thinking dan business impact.
5. Seberapa baik Anda bekerja dalam tim, bisa diceritakan?
Saya nyaman dengan kerja individu, tetapi juga sangat kolaboratif dalam kerja tim. Saya menyadari bahwa digital marketing tidak mungkin bisa dijalankan sendirian. Harus ada sinkronisasi dengan tim design, content, tech, bahkan supply chain.
Guna menjaga harmonisasi kerja tim, saya biasanya mengadakan weekly review untuk melihat performa campaign dan menyelaraskan target lintas divisi. Dari situ, saya bersama tim dapat berdiskusi guna mencari solusi dari kendala-kendala yang mungkin muncul.
6. Tim ideal seperti apa yang bisa membantu Anda bekerja?
Tidak ada tim yang sempurna. Namun, setidaknya membangun tim yang ideal masih bisa diupayakan. Tim ideal di mata saya itu yang bekerja dengan data-driven, saling terbuka pada usulan maupun saran, diskusi sehat tanpa defensif, dan memiliki rasa kepemilikan satu sama lain.
Tim yang baik adalah tim yang mau menghadapi konflik. Bukan menghindari atau malah mengabaikannya.
7. Bagaimana cara Anda mengelola energi dan waktu dalam bekerja?
Saya terbiasa memprioritaskan aktivitas yang berdampak langsung pada revenue atau user growth. Selain itu, saya juga membedakan antara “busy work” dan “impactful work”. Terlihat sibuk bukan berarti produktif.
8. Tantangan apa yang Anda hadapi di pekerjaan sebelumnya?
Salah satu tantangan terbesar adalah menurunkan CPA di tengah kompetisi iklan yang meningkat.
Saya mengatasinya dengan segmentasi audience lebih tertarget, funnel retargeting bertahap, dan analisis LTV untuk melihat customer yang benar-benar profitable.
9. Bagaimana cara Anda mengatasi konflik dalam tim?
Saya fokus pada objektivitas. Biasanya konflik muncul dari perbedaan asumsi, maka saya akan membawa diskusi kembali ke data performa dan tujuan bersama.
10. Ceritakan pengalaman Anda memimpin tim di kantor sebelumnya!
Saya pernah memimpin tim digital marketing yang terdiri dari performance specialist, content strategist, dan graphic designer.
Saya menetapkan KPI jelas untuk masing-masing peran dan melakukan review rutin. Di situ saya berupaya membangun komunikasi efektif guna memastikan masih sama-sama berjalan ke tujuan yang sama.
11. Di bidang yang Anda kuasai, pencapaian terbesar apa yang Anda raih?
Salah satu pencapaian terbesar saya adalah meningkatkan repeat purchase rate melalui strategi CRM dan push notification automation. Dampaknya terlihat langsung pada peningkatan revenue bulanan tanpa meningkatkan budget ads secara signifikan.
Agar bisa memikat hati user saat wawancara, kita perlu menonjolkan keunggulan pada bidang yang kita kuasai. Dengan kompetensi yang lebih teruji serta kredibel, kita pun berpeluang lolos wawancara dan memperoleh karier impian!
CertiHub by Belajarlagi mampu membantumu meningkatkan kompetensi di bidang kerja melalui program sertifikasi profesi. Ada dua tipe di sini, yaitu sertifikasi berstandar nasional (BNSP) dan sertifikasi berstandar internasional. Keduanya sudah diakui secara global, jadi sangat cocok untuk menunjukkan kredibilitas kita dalam bekerja.
Melalui program sertifikasi di CertiHub by Belajarlagi, kita berpeluang upgrade karier lebih cepat dan tentunya berdampak pula ke gaji. Beberapa program sertifikasi yang ditawarkan antara lain Digital Marketing, Microsoft Office Specialist, Adobe Certified Professional, dan masih banyak lagi.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai program di CertiHub by Belajarlagi beserta ketentuannya, bisa kita cek langsung di halaman ini, ya.
12. Bagaimana Anda memandang potensi industri saat ini?
Industri grocery online memiliki potensi besar karena gaya hidup urban semakin sibuk, tren belanja online meningkat, serta awareness terhadap pola makan sehat meningkat. Bisnis masih punya banyak potensi buat berkembang.
13. Apa kontribusi yang bisa Anda berikan bagi perusahaan?
Saya bisa membantu perusahaan dalam menurunkan CPA, meningkatkan repeat order, membuat campaign berbasis data, mengembangkan strategi growth yang sustainable, mengoptimalkan marketing budget agar lebih efisien.
14. Apa yang membuat Anda tertarik pada perusahaan ini?
Saya tertarik karena bisnis ini menyentuh kebutuhan dasar sehari-hari. Produk seperti sayur dan bahan makanan memiliki repeat cycle yang tinggi. Selama terkelola dengan baik, ini bisa menjadi bisnis sangat kuat secara recurring revenue.
15. Ide apa yang bisa Anda berikan untuk layanan perusahaan saat ini?
Beberapa ide yang bisa dikembangkan: subscription sayur mingguan, bundling paket masak harian, edukasi konten resep + CTA langsung belanja, campaign seasonal (Ramadan, Imlek, dan lain-lain).
Baca juga: 7+ Contoh Jawaban Metode STAR Sukseskan Interview
16. Di antara soft skill dan hard skill, mana yang lebih penting menurut Anda?
Keduanya penting. Hard skill jelas punya peran menyokong keterampilan dalam bekerja. Sementara, soft skill sangat berguna dalam relasi kerja, baik interpersonal maupun intrapersonal. Keduanya harus dimiliki, apalagi untuk level manager.
17. Apa yang Anda lakukan saat tidak sepakat dengan pendapat atasan?
Saya akan menyampaikan pendapat dengan data dan alternatif solusi, bukan sekadar asumsi atau opini. Namun, saya tetap menghormati keputusan akhir yang memang harus dilakukan.
18. Pendekatan seperti apa yang Anda berikan untuk menegur bawahan?
Saya memberikan feedback berbasis perilaku dan dampak, bukan menyerangnya secara pribadi. Saya percaya feedback adalah alat pertumbuhan, bukan hukuman. Saya juga tidak terbiasa membiarkan kesalahan tanpa adanya teguran.
19. Ceritakan tentang gaya kepemimpinan Anda dan seperti apa dampaknya!
Saya menggunakan gaya kepemimpinan kolaboratif dan data-driven. Saya memberi arahan jelas sekaligus memberi ruang eksperimen. Tim pun menjadi lebih inovatif dan bertanggung jawab.
20. Tools apa saja yang Anda kuasai dalam pekerjaan?
Sebagai digital marketing manager, saya familier dengan penggunaan Meta Ads Manager, Google Ads, TikTok Ads, Google Analytics 4, Google Tag Manager, CRM tools, Email automation, Trello, Excel.
21. Jika ada pekerjaan di luar job desc Anda, bagaimana Anda meresponinya?
Selama masih mendukung pertumbuhan bisnis, saya siap membantu. Saya melihatnya sebagai bagian dari kesempatan untuk berkembang. Namun, tentu saja saya juga perlu mempertimbangkan kondisi fisik dan mental saya, apakah memungkinkan menambah pekerjaan atau tidak.
22. Apa yang Anda lakukan saat melakukan kesalahan dalam bekerja?
Saya mengakuinya secara terbuka, mengevaluasi, dan segera perbaiki. Tidak mungkin sama sekali tidak melakukan kesalahan dalam bekerja. Yang penting adalah belajar dari kesalahan.
23. Apa alasan Anda memilih keluar dari perusahaan sebelumnya?
Saya senang bisa memperoleh banyak pengalaman dan kesempatan selama lima tahun di sana. Kini saya ingin tantangan yang lebih besar dan ruang strategis yang lebih luas untuk berkembang sebagai leader.
24. Sebenarnya apa yang Anda cari atau kejar dalam bekerja?
Bekerja adalah bagaimana saya bisa bertumbuh dan memberi dampak ke orang lain. Bagi saya, bekerja adalah cara Tuhan memakai saya untuk melayani sesama.
Baca Juga: 10 Cara Menjawab Mengapa Anda Ingin Bekerja di Perusahaan Kami saat Interview
25. Terkait karier, apa yang Anda pikirkan untuk 5 tahun mendatang?
Saya ingin menjadi growth leader yang mampu membawa bisnis digital mencapai skala lebih besar dengan sistem yang matang.
26. Mana yang lebih Anda suka: kerja individu atau kerja tim?
Saya nyaman bekerja sendiri, tetapi saya juga sangat menikmati kerja tim. Saya menyukai keduanya dengan porsi masing-masing. Untuk digital marketing, jelas tidak mungkin bisa saya lakukan sendiri.
27. Di titik sekarang, apakah Anda sudah merasa berhasil?
Saya bersyukur atas pencapaian sejauh ini. Saya melihatnya sebagai proses tumbuh dan belajar. Sukses itu relatif. Namun bagi saya, saya merasa berhasil karena memilih untuk terus berproses.
28. Apa yang mendorong Anda loncat karier?
Keinginan untuk bertumbuh. Saya mulai loncat karier di usia 30 tahun dan saya tidak menyesalinya. Ternyata ada banyak hal baru bisa saya pelajari, tanpa batasan usia tertentu.
29. Andai Anda lolos tahap ini, kapan Anda bisa bergabung ke perusahaan?
Saya bisa bergabung sesuai notice period, sekitar satu bulan.
30. Berapa gaji yang Anda harapkan dari perusahaan?
Saya terbuka untuk diskusi sesuai tanggung jawab dan target posisi ini dengan kisaran nominal yang sesuai standar Digital Marketing Manager di industri tech atau startup.
Baca Juga: 10+ Jawaban Jika Ditanya Gaji Saat Interview untuk Fresh Graduate
31. Berikan satu alasan mengapa perusahaan harus merekrut Anda!
Dalam bidang digital marketing, saya tidak hanya fokus pada traffic dan campaign. Saya juga menekankan growth yang berkelanjutan: profitability, retention, dan scalable system.
Kesimpulan
Dari beberapa contoh pertanyaan interview user tadi, kita bisa memperkirakan area apa saja yang nantinya akan user cari tahu terkait proses seleksi. Agar bisa mengikuti wawancara user dengan baik, pastikan kita siapkan dan susun dulu beberapa jawabannya. Pahami pola pertanyaannya, seperti apa kedalamannya, dan berikan respon paling tepat.
Ingat, jawaban dari pertanyaan interview user yang ada di artikel ini hanya sebagai contoh saja. Kita dapat menjadikannya sebagai panduan yang nantinya kita sesuaikan jawabannya dengan konteks dan kebutuhan. Selamat menyiapkan diri untuk wawancara dan semoga sukses!
.webp)
.webp)



