Contoh Isi Email Lamaran Kerja Fresh Graduate dan Jobseeker yang Benar

Ashya Ravika
8 Min Read
Published:
July 1, 2024
Updated:
July 1, 2024

Mendapatkan pekerjaan pertama setelah lulus kuliah bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para fresh graduate atau jobseeker. Apalagi saat harus membuat CV atau email lamaran kerja. Sebagai fresh graduate atau jobseeker, siapa pun masih belum punya pengalaman. Nah, email lamaran kerja adalah kesan pertama yang kamu berikan kepada calon pemberi kerja, sehingga sangat penting untuk menulisnya dengan cermat dan profesional. 

Dalam artikel ini, Tim Belajarlagi akan memberikan panduan lengkap serta contoh email lamaran kerja yang dapat membantu kamu tampil lebih percaya diri dan menarik perhatian perusahaan impianmu saat melamar kerja maupun saat sedang ikut job fair. Mari kita mulai dengan memahami apa saja yang perlu diperhatikan dalam membuat email lamaran kerja untuk fresh graduate atau jobseeker. Yuk, simak!

Struktur Body Email Lamaran Kerja

Menulis email sebagai surat lamaran pekerjaan merupakan tahapan krusial dalam mencari pekerjaan. Email tersebut menjadi kesan pertama yang diperoleh HRD mengenai dirimu, sehingga penting untuk menyusunnya dengan jelas dan menarik. Berikut adalah panduan sederhana untuk struktur email lamaran kerja yang dapat membantu menarik perhatian HRD:

1. Subjek Email

Subjek email harus singkat dan jelas, mencerminkan tujuan dari email tersebut. Contoh subjek yang baik adalah:

- Lamaran Pekerjaan - [Posisi yang Dilamar] - [Nama kamu]

- Application for [Job Title] - [Your Name]

2. Pembuka Email

Bagian pembuka email harus mencakup salam yang sopan dan pengenalan diri singkat. Pastikan untuk menyapa perekrut dengan nama jika kamu mengetahuinya.

Contoh: 

Yth. Bapak/Ibu [Nama Perekrut],

3. Paragraf Pembuka

Paragraf pembuka harus menjelaskan tujuan dari email kamu, yaitu untuk melamar posisi tertentu di perusahaan. Sertakan juga informasi tentang bagaimana kamu mengetahui lowongan tersebut.

Contoh:

Nama saya [Nama kamu] dan saya ingin mengajukan lamaran untuk posisi [Posisi yang Dilamar] yang saya lihat di [Sumber Informasi Lowongan]. Saya tertarik dengan kesempatan ini karena [alasan singkat mengapa kamu tertarik dengan posisi ini atau perusahaan tersebut].

4. Paragraf Kedua

Paragraf kedua sebaiknya mencakup penjelasan singkat tentang kualifikasi dan skill kamu serta mengapa kamu cocok untuk menempati posisi tersebut. Soroti pengalaman kerja, keterampilan, atau pencapaian serta pengalaman mengikuti bootcamp atau mini bootcamp yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar.

Contoh:

Saya memiliki pengalaman [jumlah tahun] tahun di bidang [bidang terkait] dan telah bekerja di [nama perusahaan sebelumnya]. Selama bekerja di sana, saya berhasil [sebutkan pencapaian utama yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar]. Saya juga memiliki keterampilan dalam [sebutkan keterampilan yang relevan].

5. Paragraf Penutup

Paragraf penutup harus mencakup rasa terima kasih atas waktu yang diberikan oleh perekrut untuk membaca atau melihat lamaran kamu dan harapan untuk mendapatkan kesempatan memasuki tahapan rekrutmen selanjutnya.

Contoh:

Saya sangat berharap dapat mendiskusikan bagaimana saya bisa berkontribusi di [Nama Perusahaan]. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya. Saya menunggu kabar baik dari Anda.

6. Salam Penutup

Akhiri email dengan salam penutup yang sopan, nama lengkap kamu, dan informasi kontak lengkap.

Contoh:

Hormat saya,

[Nama kamu]

[Nomor Telepon]

[Email]

[LinkedIn atau portofolio online, jika ada]

Baca Juga: Rahasia Membuat CV Terbaik, Ampuh buat Pikat Hati HRD!

Tips dan Cara Menulis Body Email Lamaran Kerja

Menulis body email lamaran kerja yang baik dan benar adalah langkah awal untuk menarik perhatian HRD. Berikut ini adalah beberapa tips dan cara yang bisa membantu kamu dalam menulis body email lamaran kerja:

contoh email lamaran kerja

1. Gunakan Alamat Email Profesional

Pastikan alamat email yang kamu gunakan tampak profesional. Sebaiknya gunakan nama yang jelas dan hindari alamat email yang terkesan tidak serius atau terlalu santai.

Contoh:

arsy.safia@email.com ✅

bebek5243bakar@email.com ❌

2. Subjek Email yang Jelas

Contoh email lamaran kerja yang benar adalah Subjek email harus singkat, jelas, dan langsung ke inti saja. Misalnya: "Lamaran untuk Posisi Marketing Manager - Nama kamu."

3. Periksa Kembali Tata Bahasa dan Ejaan 

Sebelum mengirim email, gunakan alat bantu pemeriksa ejaan seperti Microsoft Word atau alat online lainnya. Ini akan membantu kamu menemukan dan memperbaiki kesalahan ejaan dan tata bahasa secara otomatis.

Selain itu, luangkan waktu untuk membaca kembali email kamu secara perlahan dari awal sampai akhir. Pastikan setiap kalimat jelas dan tidak ada kata yang tertinggal atau salah ketik. Membaca dengan perlahan akan membantumu lebih memperhatikan detail-detail kecil.

4. Jangan Terlalu Panjang

Jaga agar struktur kalimat jelas dan efisien. Hindari membuat kalimat yang panjang dan rumit. Pilih kalimat yang singkat dan langsung ke pokok permasalahan untuk membantu recruiter memahami apa yang kamu sampaikan. Usahakan agar email tidak melebihi satu halaman dan fokuslah pada informasi yang relevan dan penting.

5. Sertakan lampiran

Pastikan untuk menyertakan CV dan dokumen pendukung lain seperti surat rekomendasi atau portofolio jika diperlukan. Jika kita melampirkan portfolio maupun sertifikat ini akanmenjadi nilai plus dimata HRD. Maka, jika belum memiliki pengalaman atau bahkan masih ragu dengan portfolio, perkuatlah dengan mengikuti bootcamp dari Belajarlagi karena dibimbing oleh ahlinya dan tim profesional.

4. Minta Bantuan Orang Lain

Terkadang, kita bisa melewatkan kesalahan yang tampak jelas bagi orang lain. Cobalah meminta bantuan teman atau keluarga untuk membaca emailmu dan memberikan feedback. Mereka mungkin menemukan kesalahan yang kamu lewatkan.

5. Gunakan Bahasa yang Formal dan Sopan

Pastikan kamu menggunakan bahasa yang formal dan sopan. Hindari penggunaan slang atau bahasa sehari-hari yang kurang pantas dalam konteks profesional. Contohnya, gunakan kata “saya” daripada “aku” dan hindari singkatan tidak resmi.

6. Konsistensi dalam Penggunaan Tanda Baca

Periksa kembali penggunaan tanda baca dalam email kamu. Pastikan setiap kalimat diakhiri dengan tanda baca yang sesuai, dan tidak ada tanda baca yang berlebihan atau kurang. Konsistensi dalam penggunaan tanda baca menunjukkan perhatian terhadap detail.

7. Perhatikan Penggunaan Kata yang Tepat

Pastikan kamu menggunakan kata-kata yang tepat dan sesuai dengan konteks. Hindari penggunaan kata-kata yang ambigu atau bisa menimbulkan salah paham. Gunakan sinonim yang lebih tepat jika perlu untuk menjelaskan sesuatu dengan lebih jelas.

Baca Juga: Bagaimana Cara Dapat Pekerjaan yang Tepat? Ini Rahasianya!

Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Menulis Body Email Lamaran Kerja

Contoh email lamaran kerja yang baik dan benar memerlukan perhatian pada detail dan pemahaman mengenai kesan yang ingin kamu tinggalkan pada HRD karena ini merupakan bagian penting dalam persiapan melamar pekerjaan. Ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pelamar kerja saat menulis body email. Berikut ini di antaranya:

kesalahan dalam menulis lamaran kerja

1. Penggunaan Bahasa yang Tidak Formal

Menggunakan bahasa yang terlalu santai atau tidak formal dalam email lamaran kerja dapat membuat kamu terlihat tidak profesional. Hindarilah penggunaan bahasa gaul, emotikon, atau singkatan yang tidak lazim dalam konteks formal.

2. Tidak Menyebutkan Nama Perekrut

Jika kamu mengetahui nama perekrut, sebaiknya sebutkan nama tersebut dalam sapaan. Meskipun "Kepada Yth. Bapak/Ibu" masih bisa diterima, menyebutkan nama perekrut akan menunjukkan bahwa kamu sudah melakukan riset sebelum melamar.

3. Paragraf Pembuka yang Tidak Menarik

Paragraf pembuka yang terlalu umum atau tidak menarik dapat membuat perekrut kehilangan minat untuk membaca lebih lanjut. Perkenalkan dirimu dengan singkat dan jelas, serta sebutkan posisi yang dilamar beserta alasan ketertarikanmu pada posisi tersebut.

4. Terlalu Panjang dan Bertele-tele

Email lamaran kerja yang terlalu panjang dan bertele-tele dapat mengurangi perhatian perekrut. Usahakan untuk menulis dengan singkat, padat, dan langsung pada inti. Gunakan paragraf pendek serta bullet points untuk memudahkan pembacaan.

5. Tidak Menyoroti Kualifikasi yang Relevan

Jangan hanya mencantumkan pengalaman kerja dan keterampilan tanpa menghubungkannya dengan posisi yang dilamar. Jelaskan bagaimana kualifikasimu relevan dengan posisi tersebut dan bagaimana kamu bisa memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.

6. Kesalahan Penulisan dan Tata Bahasa

Kesalahan penulisan dan tata bahasa dapat memberikan kesan bahwa kamu tidak teliti dan kurang profesional. Pastikan untuk memeriksa kembali email sebelum mengirimkannya. Gunakan alat bantu seperti spell checker atau minta bantuan teman untuk memeriksa kesalahan.

7. Melupakan Lampiran Dokumen Pendukung

Selalu pastikan bahwa kamu telah melampirkan dokumen-dokumen pendukung seperti CV, surat rekomendasi, portofolio atau sertifikat pelatihan pengembangan diri jika diminta. Jangan lupa untuk menyebutkan dalam email bahwa dokumen tersebut sudah dilampirkan.

Baca Juga: 15 Buku Pengembangan Diri untuk Meraih Potensi Maksimal

8. Tidak Mengucapkan Terima Kasih

Mengakhiri email tanpa ucapan terima kasih bisa dianggap tidak sopan. Selalu akhiri email dengan ucapan terima kasih atas waktu dan perhatian yang diberikan oleh perekrut.

9. Tidak Menyertakan Informasi Kontak yang Jelas

Pastikan kamu menyertakan informasi kontak yang jelas dan mudah dihubungi. Sertakan nomor telepon serta alamat email yang aktif agar perekrut dapat menghubungimu dengan mudah.

Baca Juga: 25 Contoh Pertanyaan Interview Bahasa Inggris dan Cara Menjawabnya

Contoh Email Lamaran Kerja yang Benar

1. Contoh Body Email Lamaran Kerja Fresh Graduate

Subjek: Lamaran untuk Posisi Junior Programmer - Tasya Farasya

Kepada Yth. Bapak/Ibu HRD,

Perkenalkan nama saya Tasya Farasya, seorang lulusan Teknik Informatika dari Universitas Indonesia. Saya ingin menyampaikan minat saya untuk melamar posisi Junior Programmer di perusahaan Bapak/Ibu.

Selama masa studi, saya terlibat dalam berbagai proyek pengembangan perangkat lunak dan juga pernah menjalani magang di sebuah perusahaan teknologi. Saya menguasai pemrograman menggunakan bahasa Java, Python, dan web developer. Dengan latar belakang pendidikan dan keterampilan yang saya miliki, saya percaya dapat memberikan kontribusi yang baik untuk perusahaan Anda.

Melalui email ini, saya sertakan CV, transkrip nilai, dan sertifikat kursus sebagai bahan pertimbangan. Terima kasih atas perhatian dan kesempatan yang diberikan. Saya berharap bisa berdiskusi lebih lanjut mengenai kesempatan bergabung dengan tim Anda.

Hormat saya,  

Tasya Farasya

2. Contoh Body Email Lamaran Kerja Digital Marketing Specialist

Subjek: Lamaran Pekerjaan - Digital Marketing Specialist - Arsy Safia

Yth. Bapak/Ibu Nia,

Perkenalkan nama saya Arsy Safia. Saya tertarik untuk melamar posisi sebagai Digital Marketing Specialist yang saya temukan di situs resmi perusahaan Anda. Saya sangat antusias dengan kesempatan ini karena saya senang menghadapi tantangan di bidang digital marketing dan percaya bahwa perusahaan Anda adalah tempat yang ideal untuk saya mengembangkan karier.

Dengan pengalaman 4 tahun di digital marketing melalui pekerjaan saya di PT Media Kreatif, saya telah berhasil meningkatkan engagement media sosial perusahaan sebesar 35% dalam enam bulan dan memimpin berbagai kampanye pemasaran yang sukses. Selain itu, saya memiliki keterampilan dalam SEO, SEM, dan manajemen media sosial.

Saya sangat berharap dapat mendiskusikan bagaimana saya bisa memberikan kontribusi untuk perusahaan Anda. Terima kasih atas perhatian dan waktu yang Anda berikan. Saya menantikan kabar baik dari Anda.

Hormat saya,

Arsy Safia

08120987654

arsy.safia@email.com

linkedin.com/in/arsysafia

Itu tadi contoh email lamaran kerja yang benar agar bisa kita jadikan contoh. Kalau kamu baru lulus kuliah dan merasa belum punya skill mumpuni untuk melamar kerja, atau jobseeker yang ingin switch career, ikuti bootcamp di Belajarlagi saja! Di Belajarlagi, kamu bisa mengikuti berbagai kelas seperti Fullstack Digital Marketing, Social Media Organic, SEO, hingga Mini Bootcamp. Tunggu apalagi? Cek langsung di Belajarlagi.id.

#
Karir
#
Personal Development
Belajarlagi author:

Ashya Ravika

SEO Writer dengan pengalaman lebih dari 5 tahun yang biasa menulis untuk berbagai macam topik dan gaya bahasa. Memiliki passion di bidang penulisan dan pendidikan.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.