- Staff marketing adalah individu yang bertugas menjalankan aktivitas memasarkan produk melalui strategi yang tepat.
- Dalam praktiknya, staff marketing akan bekerja sama dengan manajer untuk melakukan riset pasar, analisis data, menyusun strategi pemasaran, hingga menjalankan campaign.
- Skill yang perlu dikuasai staff marketing antara lain komunikasi, kreatif, berpikir analitis, analisis data, menguasai digital marketing tools, SEO, SEM, paid ads, dan lain-lain.
- Cermati jenjang karier, gaji, serta cara meningkatkan skill sebagai staff marketing.
Staff marketing adalah orang yang bekerja dalam tim pemasaran dan bertugas menerapkan sekaligus mengembangkan strategi untuk menjangkau lebih banyak audiens guna mendorong penjualan. Di zaman sekarang, pemasaran sudah makin canggih, terlebih di era serba digitalisasi. Alhasil, tuntutan keterampilan maupun kemampuan dalam bidang kerja ini juga kian tinggi.
Artikel kali ini akan memberi gambaran lebih terkini mengenai pemasaran sehingga Teman Belajar dapat membayangkan seperti apa kerja dari staff marketing. Mulai dari tugas-tugasnya, kualifikasi, skill, sampai prospek karier beserta estimasi gajinya.
Apa Itu Staff Marketing dan Bedanya dengan Sales
Pada dasarnya, marketing sendiri adalah sebuah aktivitas mempromosikan produk, jasa, maupun merek untuk meyakinkan audiens sekaligus menjadi solusi bagi mereka. Dari definisi tersebut, maka staff marketing adalah individu yang bertugas menjalankan aktivitas memasarkan produk melalui strategi yang tepat. Staff marketing yang baik akan terus berkontribusi memberi ide dalam menggerakan setiap strategi.
Jika bicara pemasaran, orang-orang sering sulit memahami perbedaan antara staff marketing dan sales. Belum lagi di era sekarang ada lagi pekerjaan bernama digital marketing specialist. Teman Belajar dapat memahami perbedaan ketiga profesi tersebut lewat tabel berikut:

Dari tabel tersebut, Teman Belajar dapat mencermati fokus dari pekerjaan marketing adalah membangun brand sekaligus demand. Sementara, sales lebih bertanggung jawab pada penjualan hingga closing. Di sisi lain, digital marketing sederhananya adalah kegiatan pemasaran dalam bentuk digital melalui berbagai platform dengan strategi yang jelas berbeda dari marketing biasa.
Perbedaan ini juga relevan dipahami lewat hard skill dan soft skill secara umum sebelum menentukan jalur karier.
Tugas dan Pekerjaan Staff Marketing Sehari-hari
Tugas staff marketing adalah bertanggung jawab membantu pengembangan dan pelaksanaan strategi pemasaran sebagai upaya mempromosikan produk. Dalam praktiknya, staff ini akan bekerja sama dengan manajer untuk melakukan riset pasar, analisis data, dan menjalankan campaign.
Rincian dari tanggung jawab staff pemasaran antara lain:
- Melakukan riset akan tren pasar dengan tools tertentu
- Mengembangkan citra brand dan mempertahankan konsistensinya
- Mengidentifikasi target audiens secara tepat
- Menyelenggarakan survei kepuasan pelanggan dan menganalisis hasilnya
- Menyiapkan bahan campaign (media, copywriting, dan sebagainya)
- Menghadiri rapat dan diskusi mingguan dalam tim marketing
- Melakukan koordinasi dengan tim sales yang berkaitan dengan strategi tim
- Mengelola aktivitas pemasaran digital (jika cakupan marketing-nya juga termasuk area digital)
- Melakukan negosiasi dengan agen marketing (jika diperlukan)
- Selalu terhubung dengan pembaruan tren pasar untuk mengidentifikasi peluang baru
- Menyampaikan nilai-nilai perusahaan yang dapat mendorong citra brand
Apakah Teman Belajar sudah memiliki bayangan mengenai gambaran kerja dari staff pemasaran? Dalam keseharian, tidak selalu semua tanggung jawab tadi dikerjakan dalam satu hari. Misalnya, seorang staff pemasaran di pagi hari akan mengecek kinerja campaign yang sedang dijalankan. Siang harinya, dia akan berkoordinasi dengan tim sales untuk promosi produk. Sebelum pulang, dia dapat pula meriset tentang peluang pasar terkini.
Intinya, kerja dan tugas dari staff pemasaran sangat dinamis dan cenderung tidak monoton. Selalu ada tantangan, terutama dengan adanya perubahan tren dan pasar, dan itulah yang menjadikan pekerjaan ini tergolong seru.
Skill dan Kualifikasi yang Dibutuhkan Staff Marketing
Beberapa soft skill yang wajib dimiliki seorang staff marketing antara lain:
- Komunikasi. Gagasan dan ide harus mampu disampaikan dengan baik, baik itu secara verbal maupun tulisan. Oleh sebab itu, kemampuan komunikasi sangat wajib dimiliki dalam pekerjaan pemasaran.
- Kreatif. Persaingan pasar yang begitu ketat akan selalu menuntut staff pemasaran agar senantiasa kreatif. Bahkan, inti dari strategi pemasaran sejatinya juga terletak pada kreativitas.
- Berpikir analitis. Kemampuan ini sangat diperlukan ketika staff pemasaran harus melakukan riset terhadap pelanggan. Berpikir analitis dan mampu melihat masalah, bukan sekadar memaparkan angka atau informasi.
- Storytelling. Pemasaran sebenarnya adalah proses menceritakan produk ke audiens. Bagaimana cerita itu dituturkan sangat berpengaruh pada seperti apa respon audiens. Maka, staff pemasaran sebaiknya juga mampu ber-storytelling dalam menyusun campaign.
- Manajemen stres. Pekerjaan di bidang pemasaran sangat sering bersinggungan dengan tekanan, baik internal maupun eksternal. Oleh sebab itu, kemampuan mengelola stres juga penting karena tanggung jawab pekerjaan ini pun banyak.
- Sales sense. Seorang staff pemasaran yang punya pola pikir penjualan cenderung lebih mampu menyusun strategi campaign agar mencapai target.
Pelajari juga lebih lanjut lewat cara meningkatkan skill komunikasi, terutama untuk konteks komunikasi pemasaran.
Sementara, ada juga hard skill yang perlu terus diasah, terutama di era serba digital:
- Tools digital marketing. Pemasaran digital dapat menjadi begitu kompleks sehingga bekerja di bidang ini wajib menguasai banyak tools. Misalnya, Google Analytics, MailChimp, Semrush, dan sebagainya.
- Analisis data. Kemampuan berpikir analitis harus dibarengi dengan kemampuan menafsirkan data secara tajam.
- Desain grafis. Ada staff pemasaran yang secara spesifik bertugas membuat visual dari konten dan itu sebabnya kemampuan dalam mendesain sangat diperlukan.
- SEO dan SEM. Kemampuan memahami cara kerja mesin pencari dan teknik optimasi serta menguasai cara pemasaran berbayar lewat mesin pencari.
- Paid ads. Kemampuan menjalankan iklan berbayar di platform media sosial tertentu, misalnya Meta Ads, Instagram Ads, TikTok Ads.
Jika Teman Belajar menilik The Future of Job Reports 2025, kamu akan mendapati bagaimana keterampilan data dan AI dalam pekerjaan akan kian dibutuhkan. Implikasinya, Teman Belajar bakal banyak menggunakan AI untuk keperluan kerja marketing, seperti riset, menyusun draf konten, hingga analisis. Memiliki keterampilan menggunakan AI akan menjadi nilai tambah bagi staff pemasaran.
Pelajari juga teknik prompt engineering agar pemanfaatan AI ini lebih terstruktur sejak awal.
Secara umum, kualifikasi yang perusahaan cari dari staff marketing meliputi:
- Latar pendidikan minimal S1. Perusahaan tidak secara spesifik mensyaratkan dari latar pendidikan tertentu. Umumnya memang marketing atau komunikasi, tetapi di era sekarang pekerjaan ini sebenarnya terbuka bagi semua jurusan.
- Pengalaman kerja. Memasuki dunia marketing dengan pengalaman kerja biasanya lebih disukai oleh perusahaan. Fresh graduate yang pernah magang atau internship umumnya punya peluang lebih besar untuk ikut proses seleksi karyawan baru.
- Menguasai soft skill dan hard skill yang dibutuhkan. Ini yang menjadi alasan mengapa bidang latar pendidikan tidaklah jadi syarat utama. Yang paling penting dari staff pemasaran adalah menguasai keterampilan yang tadi sudah disebutkan.
Prospek Karier dan Gaji Staff Marketing
Lalu, bagaimana dengan jenjang serta prospek karier dari staff pemasaran? Gambarannya adalah sebagai berikut:
- Entry level. Ini adalah posisi staff marketing biasa dengan tugas yang banyak menggunakan kompetensi dasar. Pembagian tugas biasanya dilakukan oleh manajer. Jenjang karier ini menawarkan banyak potensi buat berkembang, kuncinya adalah mau belajar.
- Manager. Posisi manajer umumnya bisa dicapai setelah menjalani pengalaman kerja sebagai staff selama 4-5 tahun (tergantung kinerja dan kebijakan perusahaan). Tugas utamanya menetapkan, mengelola, dan menerapkan strategi. Peran kepemimpinan membuat posisi manajer harus juga memantau perkembangan para staff.
- Director. Jabatan berikutnya akan berfokus pada keseluruhan pemasaran secara lebih mendalam dan rutin menerima laporan dari para manajer.
- Chief Marketing Officer (CMO). Ini merupakan jabatan tertinggi yang biasanya diisi oleh para senior di bidang pemasaran. Posisi ini umumnya bertanggung jawab atas kegiatan pemasaran langsung kepada CEO.
Sementara, gaji untuk staff marketing di Indonesia memang sangat bervariasi, tergantung pada bidang industri serta lokasi kerjanya. Indeed melaporkan per September 2026, rata-rata gaji pokok staff pemasaran (entry level) adalah Rp4.257.035. Di periode yang sama, JobStreet menemukan gaji staff pemasaran ada di kisaran Rp3.850.000–Rp5.740.000. Glassdoor mencatat gaji staff pemasaran di rentang variasi lebih luas, yakni Rp10.533.333/tahun (≈Rp877.777/bulan sebagai rata-rata) dengan rentang Rp5.154.167–Rp15.687.500/tahun, satuan waktunya berbeda.
Dari data estimasi gaji yang ada, Teman Belajar dapat memfokuskan diri pada potensi prospek kerja di jangka panjang. Angka tersebut adalah kisaran awal gaji di entry level. Jika Teman Belajar terus mengasah keterampilan dan berkinerja baik, tentu saja ada peluang memperoleh gaji yang kian baik.
Pelajari juga cara negosiasi gaji agar peningkatan karier ini diikuti kompensasi yang sepadan.
Keterampilan digital, AI, maupun data menjadi salah satu faktor pendorong gaji lebih tinggi. Staff pemasaran dengan spesialisasi skill tertentu (data, AI, performance) cenderung dihargai lebih dari rata-rata. Pertanyaannya, sudahkah Teman Belajar menguasai atau meningkatkan skill tersebut?
Cara Meningkatkan Skill untuk Berkarier di Staff Marketing
Dengan makin berkembangnya era digital, Teman Belajar perlu mengasah keterampilan untuk berkarier di staff pemasaran. Beberapa cara yang dapat diadaptasikan:
- Menguasai fondasi digital marketing. Pemasaran digital kini menjadi strategi paling umum dan itu menuntut Teman Belajar menguasai beberapa fondasinya. Misalnya, SEO, social media, ads, dan lain-lain.
- Membangun portofolio. Jadikan pengalaman mengerjakan proyek atau kerja magang sebagai portofolio. Dengan menyusun portofolio, Teman Belajar ikut merefleksikan keterampilan apa saja yang sudah dikuasai dan seperti apa hasilnya.
- Menambah penguasaan skill pada data dan AI. Jadilah staff marketing yang berbeda dan lebih unggul dengan melatih keterampilan AI sekaligus data. Ingat, nilai tambah ini bukan hanya berdampak ke kinerja, tetapi juga gaji.
- Belajar dengan praktik, bukan sekadar teori. Pelajari terus keterampilan pemasaran digital melalui praktik. Belajar secara teori memang perlu, tetapi mengaplikasikannya ke kasus nyata jauh lebih penting.
Pelajari juga cara membuat portofolio digital dari nol agar hasil kerja lebih mudah dipresentasikan ke perusahaan.
Menguasai skill marketing dengan praktik langsung sejalan dengan Practice-Led Learning by Belajarlagi, yaitu metode belajar yang menekankan hands-on activity dan praktik langsung, karena retensi pengetahuan rendah bila peserta hanya mendengar, sehingga setiap kelas dikombinasikan dengan tugas dan latihan nyata.
Kesimpulannya, staff marketing yang terus mengasah keterampilan, terutama AI dan data, punya kesempatan prospek karier lebih cerah. Tak hanya itu, perusahaan pun dapat memperoleh keuntungan berupa perkembangan bisnis dari keterampilan staff yang meningkat.

Jadikan Corporate Training Belajarlagi sebagai partner perusahaan dalam mengasah keterampilan karyawan. Dengan kurikulum lengkap dan menyesuaikan kebutuhan, perusahaan dapat membekali karyawan dengan Digital Skill yang berguna dalam pekerjaan pemasaran. Untuk konsultasi atau informasi lebih lengkap mengenai Corporate Training, silakan cek di Corporate Training Belajarlagi.
.avif)




