10 Contoh Strategi Penjualan dan Manfaatnya di 2026

Ayu Novia
8 Min Read
Published:
January 18, 2026
Updated:
January 18, 2026

Strategi penjualan merupakan pendekatan yang dipakai perusahaan atau seller untuk memposisikan diri serta tawaran mereka di market. Tujuannya secara eksplisit mengidentifikasi target customer kemudian men-generate sales. Strategi ini bakal membantu kita menghadapi tantangan untuk meraih target penjualan tersebut.

Nah, biar sebagai owner dan profesional kita juga bisa sukses di funnel sales, alangkah baiknya jika kita memahami topik ini bersama-sama. Yuk, baca selengkapnya melalui artikel di bawah ini!

Apa Itu Strategi Penjualan?

Strategi penjualan adalah plan yang komprehensif dan terinci dengan menguraikan taktik, tools, serta target yang dipakai bisnis dalam menaikkan penjualan sekaligus income-nya.

Pendekatan strategis ini bermaksud menjual serta menempatkan produk atau jasa perusahaan di waktu paling tepat menggunakan message paling akurat. Strategi penjualan biasanya muncul pada sales strategy plan dengan materi sebagai berikut:

  • Tujuan company sales
  • Target market
  • Sales team structure
  • Unique selling proposition
  • Key Performance Indicator (KPI)

Strategi penjualan perlu di-update secara berkala pada timeline tertentu, menyesuaikan kondisi market saat ini. Terutama melihat customer preference serta objektif perusahaan.

Manfaat Strategi Penjualan Untuk Bisnis

Menguatkan fondasi customer relation

Bisnis yang sukses bisa didapat dari basis customer dengan hubungan yang kuat. Strategi penjualan yang optimal secara online dan offline bisa meningkatkan kedekatan tersebut. Interaksi manusia yang tetap dipraktikkan bisa membangun trust yang lebih baik.

Dengan berkomunikasi secara dua arah bersama pelanggan, kita bisa merasakan valuable conversation ketika ingin mengatasi problem secara langsung. Mereka nggak sungkan-sungkan merekomendasikan produk atau jasa yang kita tawarkan kepada orang lain. Siklusnya akan tetap sama dan kita akan menerima banyak customer baru.

Customer acquisition naik kelas

Selain relasi, pelanggan baru dengan awareness dan consideration yang matang jadi salah dua objektif dari strategi penjualan. Mereka berkesempatan bertanya dan meyakinkan diri secara langsung.

Dengan keterlibatan tersebut, bisnis lebih mungkin menjangkau customer baru yang mungkin pernah berinteraksi dengan kita. 

Memberikan solusi sesuai market adaptation

Bisnis harus bisa beradaptasi menghadapi market shifting. Strategi penjualan bersifat fleksibel untuk memetakan metode terbaik dari segi offering serta eksekusinya. Tim sales sendiri bisa mengubah objektif sesuai respon market yang terjadi saat itu.

Kemampuan ini membantu bisnis tampil tetap relevan dengan perkembangan zaman. Sifat dinamis juga mempertahankan brand positioning dan customer satisfaction melalui produk serta jasa yang kita sediakan.

Menghasilkan business model yang scalable

Strategi penjualan juga mudah diperluas seiring dengan kapasitas ekspansi yang kita lakukan. Tim sales perlu menyesuaikan situasi jika terjadi kenaikan pada demand. Dari bisnis yang cukup personal inilah, kita juga tahu adanya potensi business development yang lebih terukur.

Scalable disini berarti ada efek jangka panjang dan nggak hanya berhenti di beberapa tahun kedepan saja, lho!

Baca juga: Analisis Pasar Bisnis: Pengertian, Tujuan, dan Cara-Caranya

Contoh Strategi Penjualan Untuk Bisnis

Contoh Strategi Penjualan Untuk Bisnis

1. Consultative selling

Pendekatan ini memposisikan tim sales sebagai konsultan profesional dan trusted. Sifatnya memanfaatkan percakapan in-depth untuk memahami tantangan customer diikuti solusi yang disesuaikan dalam mengatasi kebutuhan secara spesifik.

Supaya berhasil, consultative selling membutuhkan product knowledge dan penggalian informasi yang kuat. Strategi ini cocok untuk dealing yang punya value tinggi sekaligus melibatkan banyak stakeholders demi keputusan yang kompleks.

Contoh: Agen properti, financial planner, klinik kecantikan, interior designer, wedding vendor

2. Solution selling

Fokusnya pada identifikasi masalah kemudian memposisikan offering kita sebagai solusi satu-satunya. Metode ini mengharuskan kita memahami kesenjangan kondisi pelanggan saat ini dengan masa depan yang diinginkan.

Kita harus menguasai identifikasi pain point, impact quantification, dan ROI. Strategi ini biasanya cocok untuk market yang butuh solusi melampaui fitur-fitur biasa pada produk atau jasa.

Contoh: Software, vendor mesin, HR solutions, security system

3. Value-based selling

Strategi ini menekankan nilai ekonomi yang diberikan oleh suatu solusi, bukan fitur produk atau perbandingan kompetitif lagi. Value-based selling mendorong tim mengukur value dari istilah keuangan. Tujuannya mengembalikan investasi secara jelas.

Beberapa hal yang harus dikuasai adalah customer business model, industry benchmarking, dan cost structures. Pendekatan ini memungkinkan kita nggak lagi ragu dengan pricing sepadan dengan product value.

Contoh: Premium fashion brand, jewelry dan accessories, produk-produk Apple

4. Relationship selling

Penjualan yang berbasis prioritas terhadap customer connection yang lebih awet. Pendekatan ini menginvestasikan waktu untuk memahami customer serta menjaga komunikasi aktif diluar penjualan.

Keberhasilannya bergantung pada konsistensi serta minat tulus terhadap preferensi customer.  Dengan begitu, referral ikut naik karena tingginya loyalitas.

Contoh: Agen asuransi, account manager

5. Social selling

Penjualan sosial memakai digital platform untuk riset prospek, membina relationship, serta berbagi konten. Cara kerjanya adalah melibatkan customer lewat interaksi langsung sebelum terjadi penjualan.

Objektif social selling berupa kenaikan reach, kredibilitas, serta perkenalan yang hangat untuk memperbesar peluang konversi. Kita perlu kenalkan value tanpa memberikan pressure kepada audiens.

Contoh: Personal branding coach, brand yang punya community

6. Challenger selling

Strategi yang melibatkan audiens untuk mempelajari industri secara lebih jauh. Bisnis perlu menantang pemikiran dan asumsi saat ini. Tim kita harus mampu memberikan insight unik yang me-reframe tantangan atau peluang yang mereka hadapi.

Strategi ini bisa berhasil jika kita punya keahlian industri serta kepercayaan diri untuk memilah statement customer. Positioning brand kita pada strategi ini adalah mitra atau partner yang memberikan pendampingan.

Contoh: Healthcare, wellness, energy solution

7. Channel partner selling

Penjualan melalui mitra akan memperluas reach lewat third party yang menawarkan produk dan jasa tersebut. Kita perlu bersikap cermat ketika milih mitra yang sesuai. Siapkan materi training supaya mereka bisa menjadi representasi yang profesional di bidangmu.

Kebutuhan lain yang nggak kalah penting adalah komunikasi jelas, insentif menarik, serta reporting secara berkala. Tujuannya mempercepat market penetration sembari memperkecil direct sales costs pada daerah tertentu.

Contoh: Distributor, reseller, franchise, system integrator

8. Content-driven selling

Dengan menggunakan konten edukatif menarik, sistemnya melibatkan serta membina prospek sepanjang customer buying journey. Butuh kolaborasi antara tim sales dan marketing untuk menyusun materi yang menjawab kebutuhan customer.

Ternyata, strategi ini juga memicu trust karena kita dirasa sebagai pihak yang ahli di bidang tertentu. Konten-konten inilah yang membuka jalan menuju interaksi dengan bisnis secara luas.

Contoh: Edukator, leads generator

9. Product-led growth selling

Strategi ini memanfaatkan kesuksesan pemakaian produk atau jasa oleh customer untuk mendorong terjadinya ekspansi serta akuisisi. Sistemnya melibatkan sales team yang bekerjasama dengan tim product.

Fungsinya mencari tahu peluang peningkatan sales berdasarkan pola atau fitur yang lebih menonjol. Fokusnya membantu customer memaksimalkan investasi sambil mengumpulkan data akurat tentang testimoni customer lainnya.

Contoh: Brand skincare

10. Inside sales strategy

Tim sales internal melakukan penjualan dari jarak jauh melalui call, e-mail, dan video conference. Strategi ini bisa mengurangi travel costs sekaligus memungkinkan respons lebih cepat. Tipe strategi ini cocok untuk produk dengan kompleksitas rendah dan sistem jual lebih pendek.

Dibutuhkan keterampilan komunikasi yang kuat dan tools ramah teknologi supaya aktivasi digital bisa terpenuhi dengan baik.

Contoh: Bootcamp, sertifikasi, bisnis yang berbasis subscription

Baca juga: 10+ Contoh Inovasi Produk Kreatif untuk Bisnis yang Lebih Maju

Kenapa Bisnis Harus Bekerjasama dengan Belajarlagi Agency?

marketing agency

End-to-end service

Lewat solusi marketing yang lengkap, Belajarlagi bisa bantu bisnis kamu grow ke next level! Lebih berpotensi raih objektif sales lewat aktivasi 360 yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan kamu.

Solusi data-driven

Belajarlagi Agency memakai pendekatan riset dan analisis yang depth sekaligus komprehensif. Strategi digital yang disusun bertujuan menyediakan progress serta result tepat sasaran sesuai kondisi bisnis saat ini.

Strategi berdasarkan industri

Nggak dipukul rata, setiap bisnis diberikan treatment yang sesuai dengan niche serta funnel paling cocok saat ini. Kita bisa sampaikan brief visi dan situasi saat ini kemudian biarkan tim Belajarlagi Agency susun step by step progresif untuk lihat perkembangannya.

Eksekusi oleh tim berpengalaman

Dengan lebih dari 5 tahun posisinya di industri, Belajarlagi Agency terdiri dari talenta-talenta profesional. Tim Belajarlagi Agency siap menjadi mitra terpercaya bisnis untuk mencapai peluang-peluang beyond limits secara digital!

Kesimpulan

Strategi penjualan yang dipraktikkan pada bisnis bisa membawa pertumbuhan sales secara cukup signifikan. Dengan memprioritaskan metode di atas, kita bisa tahu cara paling efektif dalam menaikkan sales produk atau jasa menurut situasi tertentu.

Sekarang, kamu bisa delegasikan kebutuhan marketing secara digital untuk naikkan potensi sales bersama Belajarlagi Agency! Ada jasa digital marketing, SEO, social media, maupun digital ads yang terstruktur serta mumpuni. Konsultasikan kebutuhan bisnismu sekarang dan bermitra bersama lewat strategi yang luar biasa!

#
Marketing
Belajarlagi author:

Ayu Novia

A Strategist and Copywriter with more than 3 years in the creative industry. Passionate in data-driven writing for various niches of content.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Cookie Consent

By clicking “Accept”, you agree to the storing of cookies on your device to enhance site navigation, analyze site usage, and assist in our marketing efforts. View our Privacy Policy for more information.