Bagaimana Proses Berpikir Itu Terjadi?

Tahukah kamu? Otak kita memiliki sebuah keunikan. Seluruh informasi yang sudah pernah masuk ke otak kita, tidak akan ada yang bisa terbuang. Jadi, wajar aja kalau kita sulit menghapuskan kenangan mantan kita kan~

Bagaimana Proses Berpikir Itu Terjadi?


Tahukah kamu? Otak kita memiliki sebuah keunikan. Seluruh informasi yang sudah pernah masuk ke otak kita, tidak akan ada yang bisa terbuang. Jadi, wajar aja kalau kita sulit menghapuskan kenangan mantan kita kan~

Dengan keunikan tersebut, kita tidak bisa unsee hal-hal yang sudah terlanjur kita seen. Kita juga tidak dapat unhear yang sudah pernah kita heard

Ibarat kamera yang selalu merekam setiap detik dengan kualitas HD, begitu banyak yang perlu diproses oleh otak kita. Bayangkan, berapa banyak informasi yang masuk ke kepala kita setiap waktu? 

Melansir situs Scientific American, otak manusia terdiri dari sekitar 1 miliar neuron dengan tiap neuron mampu membentuk sekitar 1.000 koneksi.  Masing-masing neuron dapat saling membantu untuk menyimpan banyak memori pada satu waktu. 

Apabila diakumulasikan, kapasitas penyimpanan memori otak setara dengan sekitar 2,5 petabyte atau satu juta gigabyte! Sebagai perbandingan, kalau otak kita bekerja seperti perekam video digital di televisi, 2,5 petabyte akan cukup menampung tiga juta jam acara televisi. 


Proses Berpikir

Seluruh informasi mentah yang masuk ke otak akan diproses secara tidak sadar menjadi informasi-informasi baru. Obrolan kita semalam dengan teman dekat atau artikel koran yang kita baca barusan bisa berubah menjadi kumpulan narasi rumit kehidupan di hari yang berbeda. 

Uniknya, semua informasi ini mengalir terus tanpa henti setiap detiknya selama kita terjaga. Bahkan, sejak pertama kali kita melihat dunia hingga saat ini bertahun-tahun kemudian. Berapa banyak informasi yang harus diolah oleh otak terlalu banyak untuk bisa dibayangkan.

Sebagian dari informasi itu mungkin secara tak sadar terproses dengan sendirinya dan menghasilkan pemahaman dan pembelajaran sederhana. Misalnya, bagaimana kita ketika kecil mengenali benda-benda, memahami bahasa, memahami korelasi dan identitas sosial, dan seterusnya. 

Lama kelamaan, proses tidak sadar ini mengendapkan informasi menjadi pengalaman. Kemudian, pengalaman ini bisa menjadi kerangka baru untuk memproses informasi berikutnya. Kerangka baru ini yang kemudian menjadi karakter, cara pandang, mindset, paradigma, ideologi, atau apapun istilah lain yang serupa. 

Sebuah proses yang menakjubkan memang. Sebab, tanpa perlu kita sadari, kita sudah secara otomatis mengolah jutaan gigabyte informasi secara terus menerus. 

Dalam level kesadaran, kita butuh informasi untuk melakukan segala sesuatu, dari sekadar memberi penilaian, membuat keputusan, memilih, hingga merespon informasi baru. Apakah kita pergi menggunakan motor atau mobil, kemana kita memilih kuliah hingga sesederhana apa yang akan kita lakukan sebelum tidur. Semua keputusan yang kita ambil ini sangat bergantung pada informasi yang dimiliki. 

Tapi, banyaknya informasi di kepala membuat kita sulit untuk mengolah semuanya secara sadar. Endapan informasi yang membentuk pengalaman atau mindset tadi menjadi pemain utama. Mereka secara otomatis akan memberikan analisis awal kepada kita untuk diolah secara lebih sederhana dalam level kesadaran. 

Nah, pengolahan informasi dalam level kesadaran ini lah yang secara umum dikenal sebagai proses berpikir.


Peran Berpikir di Kehidupan Kita

Secara harfiah, berpikir merupakan tindakan aktif pikiran kita untuk mengolah informasi, baik untuk menghasilkan suatu gagasan ataupun keputusan. Tanpa proses berpikir, maka yang terjadi adalah proses respon langsung dari pengalaman bawah sadar ke tindakan. 

Pada dasarnya, kita sering mengalaminya. Bisa dikatakan, dari bangun tidur sampai tidur lagi, hanya sebagian kecil aktivitas kita yang benar-benar melibatkan proses berpikir.

Sebagian besar dari aktivitas terjadi secara spontan dan langsung dengan adanya rutinitas dan kebiasaan. Karena berada dalam level kesadaran, proses berpikir sebenarnya juga merupakan pilihan. Proses berpikir bukan syarat wajib seseorang untuk dapat hidup. 

Karena itu, banyak juga orang yang benar-benar bisa menjalani hidupnya tanpa banyak berpikir. Mereka menjalani semua hal apa adanya, mengikuti arus kehidupan yang membawanya. 

Proses pengolahan informasi dapat terjadi secara siklik dan alamiah tanpa perlu banyak kontrol. Apa yang kita dapatkan dari realita akan menjadi informasi baru untuk pikiran. Informasi tersebut akan membentuk pengalaman dan kebiasaan yang kemudian berujung membentuk informasi baru yang akan kita dapatkan. Siklus ini terjadi secara terus menerus sejak kita kecil dan perlahan membentuk diri kita. 

Lantas, apakah berarti kita tidak punya kendali atas bagaimana menjadi diri kita? Tentu punya dan sangat besar. 

Proses berpikir memiliki peranan penting untuk menentukan arah siklus. Sebab, pada dasarnya, keputusan dan tindakan kita berikutnya tidak akan sesederhana datang dari pengalaman dan kebiasaan, namun dari pertimbangan pemikiran yang lebih matang. 



Sumber:

https://www.scientificamerican.com/article/what-is-the-memory-capacity/#:~:text=You%20might%20have%20only%20a,(or%20a%20million%20gigabytes).

Join Our Newsletter and Get the Latest Posts to Your Inbox

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.