4 Tips Memilih Social Media Management Agency Terbaik, Simak Ya!

Belajarlagi Writer
8 Min Read
Published:
May 19, 2024
Updated:
May 19, 2024

Bagaimana cara memilih social media management agency yang tepat untuk perusahaan? Pertanyaan semacam ini pasti sering muncul, terlebih untuk pebisnis yang mengandalkan media sosial untuk pemasaran. Apalagi bekerja sama dengan pihak eksternal pastinya ada risiko-risiko tersendiri.

Perlu diingat bahwa strategi social media marketing efektif untuk menjangkau audiens lebih luas dan berpotensi meningkatkan penjualan. Namun dalam praktiknya, pengelolaan pemasaran media sosial tidaklah mudah. Butuh manajemen media sosial yang tepat agar setiap rencana campaign perusahaan berjalan lancar.

Tim Belajar Lagi mencoba merangkum beberapa tips memilih social media management agency yang tepat untuk perusahaan. Bagi perusahaan yang sedang mencari agensi untuk pengelolaan media sosial, wajib simak ulasan berikut ini, ya!

Social Media Marketing dan Manfaatnya

Kekuatan media sosial sebagai strategi dalam pemasaran dan periklanan memang tidak bisa kita sangkal. Melansir dari Neil Patel, sebanyak 42% pengguna internet di dunia memakai media sosial untuk mencari informasi tentang sebuah brand. Bahkan, tidak sedikit pula pengguna yang menemukan brand baru justru dari media sosial.

Dari data tersebut, perusahaan bisa membayangkan betapa besar peran media sosial dalam memperluas pasar. Terlebih jika produk yang perusahaan tawarkan masuk ke dalam target market para pengguna media sosial.

Menurut Semrush, berikut beberapa manfaat yang bisa perusahaan dapatkan dari social media marketing:

  • Membantu menjangkau audiens dengan lebih tepat
  • Lebih hemat secara biaya (apalagi jika sifatnya organik)
  • Meningkatkan brand awareness
  • Dapat berinteraksi langsung dengan audiens
  • Membangun branding

Platform untuk pemasaran media sosial juga beragam. Misalnya, Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, dan lain-lain. Setiap platform memiliki karakteristik dan jenis pengguna berbeda-beda sehingga perusahaan harus menyesuaikan jenis dan bentuk kontennya.

Secara garis besar, pengelolaan pemasaran media sosial memang cukup kompleks karena melibatkan berbagai aspek. Mulai dari pemilihan platform, penyusunan konten, hingga analisis hasilnya. Maka, menjalankan strategi media sosial memang butuh kesiapan matang.

Kapan Harus Memakai Social Media Management Agency?

Sayangnya, tidak semua perusahaan memiliki sumber daya yang cakap dalam hal pemasaran media sosial. Tidak heran jika kemudian beberapa perusahaan memilih bekerja sama dengan social media management agency.

Namun, sebenarnya banyak hal yang harus perusahaan pertimbangkan sebelum bekerja sama dengan agensi. Perusahaan jelas butuh bantuan agensi, tetapi kebutuhan itu sifatnya harus jelas dan spesifik.

Menurut Sprout Social, perusahaan harus menanyakan pertanyaan-pertanyaan penting sebelum berkonsultasi ke agensi. Misalnya:

  • Apakah perusahaan butuh pengembangan strategi?
  • Apakah perusahaan lebih butuh pembuatan konten?
  • Apakah perusahaan butuh pengelolaan semua channel sehari-hari?

Memahami apa yang dibutuhkan sangat membantu perusahaan dalam menentukan agensi yang tepat. Jadi, kenali dan tentukan dulu “what”-nya. Tujuan yang spesifik juga mendorong tercapainya target yang lebih tepat sasaran sesuai harapan perusahaan.

Sebuah perusahaan membutuhkan bantuan social media management agency saat:

  • Belum ada penyusunan strategi pemasaran media sosial. Agensi dapat membantu perusahaan dalam membuat perencanaan strategi yang efektif. Dalam hal ini, perusahaan mesti jeli memilih agensi yang kompeten dalam penyusunan strategi.
  • Tidak ada sumber daya pembuatan konten. Keterbatasan sumber daya dalam membuat konten dapat terbantu dengan adanya agensi. Apalagi jika perusahaan membutuhkan konten berupa video, animasi, atau grafis lainnya.
  • Belum ada editorial calendar management. Kunci penting dalam pengelolaan media sosial adalah pada content calendar. Tanpa adanya manajemen yang baik, pemasaran media sosial pasti berjalan berantakan.
  • Butuh pemasaran lewat ads. Ketika perusahaan harus menjangkau lebih banyak audiens, bisa jadi strategi social media ads mesti dijalankan. Di sinilah peran agensi sangat dibutuhkan.

Baca Juga: Social Media Marketing Agency: Definisi, Manfaat, Jenis Layanan, dan Tips Memilih Agensi!

Tips Memilih Social Media Management Agency

Memilih social media management agency yang tepat tidak bisa dilakukan secara instan. Perusahaan harus mempertimbangkan matang-matang karena pasti ada risiko ketika bekerja sama dengan pihak eksternal.

Sekalipun tidak terjun langsung dalam pengelolaan pemasaran media sosial, perusahaan tetap saja ikut terlibat dalam prosesnya. Tidak hanya sekadar membayar orang untuk bekerja, namun juga ikut mengambil keputusan penting. Oleh sebab itu, memilih agensi yang berkualitas menjadi hal terpenting.

Masalahnya, agensi media sosial yang tersedia begitu banyak dengan penawaran jasa dan harga beragam pula. Lalu, bagaimana cara perusahaan bisa memilih yang paling tepat? Melansir dari Neil Patel, berikut beberapa tips yang dapat perusahaan praktikkan:

1. Pahami dulu tujuan social media marketing-nya

Hal terpenting pertama yang harus perusahaan lakukan sebelum bekerja sama dengan agensi adalah menentukan tujuan dari pemasaran media sosial. Tujuan yang jelas akan sangat berkaitan dengan strategi media sosial seperti apa yang akan dijalankan. Ingat, agensi hanya bisa bekerja dengan maksimal jika tujuan perusahaan disampaikan dengan jelas.

Hasil riset menunjukkan bahwa perusahaan dengan tujuan dan strategi konten jelas bisa mencapai kesuksesan hingga 27%. Ketika perusahaan tahu apa yang paling penting buat bisnis, agensi akan lebih mudah merealisasikan harapan perusahaan tersebut.

Beberapa tujuan pemasaran media sosial yang umum digunakan perusahaan antara lain:

  • Meningkatkan kesadaran merek. Dengan peningkatan brand awareness, sebuah bisnis berpotensi menjaring lebih banyak audiens baru. Makin sering brand muncul di hadapan audiens, makin besar potensi audiens mengikuti bahkan membagikan konten-konten brand.
  • Menghasilkan leads. Ada perusahaan yang memanfaatkan media sosial untuk mendorong audiens memasuki saluran pemasaran, misalnya mengumpulkan alamat email audiens. Ini juga akan memicu audiens untuk melakukan tindakan pembelian. 
  • Meningkatkan penjualan. Media sosial juga efektif untuk memberikan dampak signifikan ke penjualan. Jadi, sah-sah saja jika sebuah bisnis mengandalkan media sosial untuk memperoleh pendapatan lebih tinggi.
  • Meningkatkan engagement. Interaksi langsung dengan audiens dapat meningkat jika pengelolaan media sosialnya baik. Pada akhirnya, engagement yang tinggi berefek pula pada loyalitas audiens.
  • Menjaring komunitas. Pada akhirnya, media sosial ikut membantu perusahaan dalam membangun komunitas lebih solid dari para audiens. Ini dapat menjadi kekuatan dalam bisnis juga, lho.

2. Kenali karakteristik agensi

tips memilih social media agency

Setiap social media management agency mempunyai karakter atau ciri yang spesifik. Karakter tersebut biasanya berdasarkan spesialisasi yang mereka tawarkan ke perusahaan. Maka, perusahaan juga harus mengenali apa saja sih karakteristik agensi yang ada itu.

Berikut beberapa karakteristik yang bisa perusahaan pelajari:

  • Menawarkan layanan sesuai permintaan. Strategi media sosial untuk satu brand dengan brand lain tidak boleh sama. Bisa jadi sebuah bisnis berhasil dengan strategi tertentu, tetapi itu tidak berjalan baik untuk bisnis lainnya. Maka, ada jenis agensi yang secara khusus menawarkan strategi yang benar-benar menyesuaikan kebutuhan perusahaan.
  • Menawarkan spesialisasi tertentu. Di sisi lain, ada juga agensi yang hanya menawarkan spesialisasi mereka. Misalnya, khusus social media ads, layanan media sosial di platform tertentu, dan lain-lain.
  • Menawarkan hasil yang menjanjikan. Beberapa agensi media sosial profesional biasanya berani memberikan jaminan hasil yang memuaskan ke perusahaan. Ini tentunya harus dibuktikan dulu lewat ulasan, hasil campaign, konten, dan lain-lain.

3. Riset secara menyeluruh

Setelah menentukan tujuan dan mengenali berbagai karakteristik agensi, perusahaan dapat memulai tahap berikutnya: melakukan riset. Perusahaan harus mengumpulkan dulu beberapa daftar agensi yang hendak dicoba. Ini bisa didapatkan dari penelusuran di mesin pencari, mencari info dari kolega, rekomendasi teman, dan lain-lain.

Nah, riset ini harus dilakukan secara menyeluruh. Itu artinya, tidak akan bisa selesai hanya dalam satu atau dua hari. Ketika perusahaan sudah mengantongi dua atau tiga nama agensi, perusahaan mesti mencermati detail setiap agensi yang ada.

Kenapa harus begitu? Dengan bekerja sama dengan pihak eksternal, perusahaan tentunya akan meminimalisasi potensi risiko yang mungkin muncul. Maka, agensi yang terpilih nantinya mesti benar-benar berkualitas sekaligus kredibel.

Beberapa poin penting yang bisa dicermati antara lain:

  • Kredibilitas (cek lewat website atau media sosial)
  • Klien atau perusahaan yang pernah bekerja sama
  • Ulasan
  • Media sosial brand yang ditangani
  • Penghargaan atau track record kerjanya
  • Sistem kerja dan strategi yang dipakai
  • Penawaran harga

Untuk makin memastikan pilihan, perusahaan boleh juga mengontak klien yang pernah bekerja sama dengan agensi. Dari situ, perusahaan bisa menaksir apakah sistem kerja agensi tersebut sesuai dengan perusahaan atau tidak.

Jangan lupa untuk mencermati harga yang dipatok agensi. Sesuaikan dengan bujet atau anggaran yang ada. Harga mahal belum tentu jadi jaminan keberhasilan pengelolaan media sosial, lho.

4. Komunikasikan tujuan dengan tepat

Setelah melakukan riset dan menentukan agensi terbaik, tugas perusahaan selanjutnya adalah mengkomunikasikan tujuan ke agensi. Social media management agency hanya bisa membantu dengan tepat ketika tujuan disampaikan dengan jelas.

Setiap harapan yang perusahaan inginkan pun mesti dikomunikasikan dengan baik. Agensi mesti tahu ekspektasi perusahaan terhadap kinerja mereka itu seperti apa. Selain itu, agensi biasanya juga memberikan gambaran metrik apa saja yang dipakai untuk mengukur keberhasilan kerja mereka.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan berapa banyak frekuensi perusahaan dan agensi berdiskusi. Misalnya, seminggu dua kali, seminggu tiga kali, dan lain-lain. Agensi juga akan rutin melaporkan kemajuan dan hasil analisis yang nantinya membantu perusahaan dalam mengambil keputusan tertentu.

Nah, Belajarlagi Digital Agency dapat menjadi pilihan tepat bagi perusahaan yang tengah membutuhkan bantuan dalam pengelolaan media sosial. Secara khusus, BelajarLagi Digital Agency bisa mendorong sebuah bisnis meningkatkan brand awareness secara organik. Itu artinya, potensi menjangkau pelanggan baru pun ikut meningkat.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan langsung cek di website Belajarlagi, ya. Yuk, kembangkan pemasaran media sosial bersama kami mulai sekarang!

Baca Juga: Social Media Optimization: Pengertian dan Tips Melakukannya

Kesimpulan

Social media management agency bekerja untuk membantu perusahaan dalam menjalankan strategi pemasaran. Dengan adanya agensi, pengelolaan media sosial menjadi lebih rapi dan efektif.

Poin pentingnya adalah perusahaan atau bisnis menetapkan tujuan jelas dalam social media marketing. Dengan begitu, agensi bisa menyiapkan strategi yang lebih tepat pula untuk mencapai target yang diharapkan.

#
Social Media
Belajarlagi author:

Belajarlagi Writer

Tim penulis Belajarlagi yang profesional dan berdedikasi untuk memberi informasi berkualitas demi Teman Belajar

Jadilah yang pertama tahu

Langganan Newsletter Kami

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.