Estimasi gaji fresh graduate itu ada di angka berapa saja, sih? Sebagai fresh graduate, kita perlu memahami dulu kisaran pendapatan tersebut sebelum melamar kerja. Tujuannya agar kita bisa mengajukan nominal gaji yang lebih tepat saat wawancara nanti.
Masalahnya, tidak ada angka pasti atau aturan baku mengenai gaji bagi para lulusan baru. Setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda-beda dan tentu saja ada beberapa faktor yang memengaruhinya. Selain itu, ingat juga bahwa beda industri maka beda pula nominal gajinya.
Nah, kali ini Tim Belajarlagi mencoba mengulas tentang faktor apa saja sih yang berpengaruh pada penentuan gaji fresh graduate. Ada juga informasi mengenai estimasi gajinya berdasarkan lokasi dan jurusan atau bidang industri. Yuk, kita pelajari dan simak bersama-sama!
Faktor yang memengaruhi gaji fresh graduate
Sebelum mengintip berapa gaji dari fresh graduate, kita pahami dulu ya faktor-faktor apa saja yang memengaruhi penetapan gaji tersebut:
Upah minimum provinsi (UMP)
Pertama, kita perlu memerhatikan lokasi kerjanya. Di Indonesia, ada aturan mengenai upah minimum provinsi (UMP) dengan nominal yang tentunya berbeda-beda pada setiap daerah.
Provinsi yang memiliki biaya hidup lebih tinggi biasanya menetapkan upah minimum yang lebih besar pula. Contohnya, besaran upah minimum di Jakarta tentu jauh berbeda dengan di Jawa Tengah. Jadi, jangan heran jika kita mendapati “kesenjangan” gaji antara orang yang bekerja di kota besar dengan di daerah.
Setelah mengetahui UMP dari lokasi kerja, kita juga butuh mencermati besaran upah minimum regional (UMR) di kota atau kabupaten tersebut. Sederhananya, gaji lulusan baru itu minimal berada di angka UMR. Jika gaji yang ditawarkan di bawah itu, kita tentu bisa mempertimbangkan layak atau tidaknya bekerja di tempat tersebut.
Bidang industri dan posisi yang dilamar
Selanjutnya, pahami pula bahwa setiap bidang industri juga punya standar gaji masing-masing. Kita tidak bisa menyamakan gaji di industri FMCG dengan industri perbankan. Umumnya, makin sulit bidang industri tersebut, gajinya pun bisa lebih tinggi.
Tak hanya melihat bidang industri kerjanya. Cermati seperti apa posisi yang kita lamar. Tentunya banyak posisi dan jabatan yang ada di perusahaan. Pekerjaan di posisi admin tentu akan punya gaji berbeda dengan posisi lain seperti marketing, finance, dan sebagainya.
Standar gaji perusahaan
Meski beberapa industri tertentu bisa menawarkan gaji tinggi, bukan berarti semua perusahaan mampu melakukannya. Pada akhirnya, kita juga harus mempertimbangkan seperti apa aturan atau kebijakan perusahaan mengenai standar gaji.
Katakanlah perusahaan A dan B adalah sama-sama bergerak di industri FMCG. Namun, skala bisnis keduanya berbeda jauh: perusahaan A adalah lokal, sementara perusahaan B adalah multinasional. Maka, bisa kita bayangkan standar gaji perusahaan A mungkin lebih kecil daripada perusahaan B.
Pengalaman, keterampilan, pendidikan
Ada kalanya perusahaan tetap memberi nilai lebih pada fresh graduate sehingga tidak diberi upah yang minimal, lho. Terutama jika kita ternyata sudah memiliki pengalaman kerja (contohnya magang) dengan keterampilan yang berkualitas juga. Dua hal tersebut dapat berdampak besar ke penentuan upah pertama kita sebagai fresh graduate.
Di sisi lain, perusahaan kadang memerhatikan latar pendidikan calon karyawannya. Meski sama-sama S1, ada sebagian perusahaan yang lebih “menyukai” kandidat dari lulusan kampus tertentu. Ketika kandidat tersebut lolos menjadi karyawan, sering kali latar pendidikannya juga menjadi dasar penetapan gaji.
Proses negosiasi dalam wawancara
Terakhir, bagaimana kita bernegosiasi perihal gaji saat wawancara juga turut berpengaruh. Dengan dasar informasi mengenai UMP dan UMR, kita bisa punya gambaran batas minimal gaji. Setelah itu, kembangkan dengan pengalaman ataupun kemampuan yang bisa kita kontribusikan ke perusahaan.
Kebanyakan perusahaan bisa langsung meluluskan permintaan gaji jika memang masih masuk standar. Melalui negosiasi, kita bisa mencoba berdiskusi soal upah yang lebih layak berdasarkan kemampuan kita. Tentu saja butuh skill tersendiri untuk bisa “menang” dalam negosiasi.
Gaji fresh graduate berdasarkan lokasi
Dilansir dari BBC Indonesia, UMP 2026 di Indonesia adalah sebagai berikut:
- Aceh: Rp3.685.616
- Sumatera Utara: Rp3.228.971
- Sumatera Selatan: Rp3.942.963
- Sumatera Barat: Rp3.182.955
- Riau: Rp3.780.495
- Kepulauan Riau: Rp3.879.520
- Jambi: Rp3.471.497
- Bangka Belitung: Rp4.035.000
- Lampung: Rp3.047.734
- Jakarta: Rp5.729.876
- Banten: Rp3.100.881
- Jawa Barat: Rp2.317.601
- Jawa Tengah: Rp2.327.386
- D.I. Yogyakarta: Rp2.417.495
- Jawa Timur: Rp2.446.880
- Bali: Rp3.207.459
- Nusa Tenggara Barat: Rp2.673.861
- Nusa Tenggara Timur: Rp2.455.898
- Kalimantan Barat: Rp3.054.552
- Kalimantan Tengah: Rp3.686.138
- Kalimantan Timur: Rp3.680.000
- Sulawesi Utara: Rp4.002.630
- Sulawesi Tengah: Rp3.179.565
- Sulawesi Selatan: Rp3.921.234
- Sulawesi Tenggara: Rp3.306.496
- Sulawesi Barat: Rp3.315.934
- Gorontalo: Rp3.405.144
- Maluku: Rp3.334.490
- Maluku Utara: Rp3.552.840
- Papua Barat: Rp3.841.000
- Papua Barat Daya: Rp3.766.000
- Papua Tengah: Rp4.285.848
- Papua Selatan: Rp4.508.850
- Papua: Rp4.436.283
Dari UMP yang ada, berikut gambaran dari estimasi gaji fresh graduate di beberapa kota besar di Indonesia (bergantung pada jenis industri dan pengalaman):
- Jakarta: Rp6.000.000 – Rp9.000.000 per bulan
- Bandung: Rp4.500.000 – Rp7.000.000 per bulan
- Surabaya: Rp4.500.000 – Rp6.500.000 per bulan
- Medan: Rp4.000.000 – Rp6.000.000 per bulan
- Makassar: Rp4.000.000 – Rp6.000.000 per bulan
- Yogyakarta: Rp3.000.000 – Rp5.000.000 per bulan
- Denpasar: Rp3.800.000 – Rp5.200.000 per bulan
Gaji fresh graduate berdasarkan industri
Jurusan kuliah juga turut berpengaruh pada kisaran gaji fresh graduate, apalagi jika industrinya sendiri tengah berkembang. Tentunya ada variasi estimasi gaji pada setiap sektor sehingga kita tidak bisa menyamaratakan upah fresh graduate.
Teknologi
Sektor industri teknologi dapat meliputi marketplace, startup, hingga software house. Seiring permintaan dan kebutuhan ahli di bidang teknologi yang meningkat, umumnya gaji awal kerja di sektor ini cukup baik.
Kisaran gaji awal untuk pekerjaan di area teknologi ada pada rentang 6 juta hingga 12 juta rupiah. Namun, angka pastinya tentu tergantung pada kemampuan serta kebijakan dari masing-masing perusahaan.
Keuangan
Sektor keuangan bisa berupa bank, investasi, audit, hingga konsultan. Bidang industri ini juga sering menawarkan kompensasi menarik di luar gaji bulanan. Estimasi gaji awalnya antara 6 juta hingga 9 juta rupiah, tergantung dari posisi yang diambil.
Manufaktur
Industri manufaktur banyak menyerap tenaga ahli di bidang teknik dengan gaji yang bervariasi. Contoh industri ini seperti mobil, motor, elektronik, hingga peralatan berat. Kisaran gaji awalnya ada pada rentang antara 6,5 juta sampai 8 juta rupiah per bulan.
Kesehatan dan farmasi
Pada sektor ini, pekerjaannya pun juga beragam. Mulai dari lingkungan rumah sakit, farmasi, laboratorium, klinik, dan sebagainya. Estimasi gajinya sekitar 6 juta hingga 8 juta dan tentunya bergantung pada profesinya.
FMCG
Fresh graduate yang bekerja di industri FMCG biasanya mendapat gaji awal yang tidak terlalu banyak, tetapi punya peluang kenaikan di tahun berikutnya. Pasalnya, industri ini masih sangat stabil sekaligus menawarkan gaji kompetitif. Kisaran gaji awal di industri FMCG antara 6 juta sampai 7 juta rupiah per bulan.
Digital marketing
Sektor kerja ini menjadi favorit bagi para fresh graduate. Pekerjaannya mulai dari SEO specialist, content writer, desain grafis, social media specialist, dan masih banyak lagi. Secara umum, gaji awal industri ini ada pada angka 5 juta sampai 6 juta rupiah (bergantung pada lokasi, perusahaan, serta posisi pekerjaannya).
Administrasi
Pekerjaan yang sifatnya administratif biasanya nominal gajinya tidak begitu jauh dari UMR lokasi kerja. Estimasi gajinya bisa mulai dari 3,5 juta hingga 5 juta.
Baca Juga: 15+ Pekerjaan yang Gajinya Besar di Indonesia
Cara memperoleh gaji dua digit bagi fresh graduate
Pertanyaannya, bisakah fresh graduate mendapat gaji dua digit di masa-masa awal kariernya? Hal tersebut sebenarnya bisa kita usahakan, kok. Tentu saja butuh persiapan dan strategi tersendiri:
- Miliki pondasi keterampilan yang berkualitas. Perusahaan lebih suka pada lulusan baru yang sudah mampu menguasai banyak kemampuan dan terlihat menjanjikan. Meski pengalaman kerja masih minim, kita dapat dihargai lebih jika punya kompetensi yang teruji. Oleh sebab itu, kita perlu punya pondasi kuat dalam kemampuan tertentu yang nantinya berguna dalam bekerja.
- Punya pengalaman kerja sebelum lulus kuliah. Selain kemampuan, perusahaan juga menilai lebih pengalaman kita bekerja. Tidak harus bekerja profesional. Maksimalkan kerja magang untuk mengasah diri sehingga kita pun menjadi punya nilai lebih daripada kandidat lain. Adanya pengalaman menunjukkan kesiapan kita bekerja bagi perusahaan.
- Ambil opsi karier yang lebih strategis. Pilihan karier seperti management trainee sebenarnya membuka peluang kenaikan gaji lebih tinggi daripada entry level kebanyakan. Namun, tentu saja kita harus punya kemampuan berkualitas untuk bisa lolos program management trainee.
Selain ketiga cara tadi, mengikuti sertifikasi profesi dari CertiHub by Belajarlagi juga menjadi langkah jitu untuk memperoleh gaji dua digit. Dengan sertifikasi profesi yang sudah diakui secara nasional maupun global, kita berpeluang mendapatkan karier impian dengan gaji yang sepadan!

CertiHub by Belajarlagi menyediakan program sertifikasi yang bisa kita ambil sesuai kebutuhan. Baik itu yang berstandar nasional (BNSP) maupun berstandar internasional. Pilihan program sertifikasinya juga beragam: Digital Marketing, Microsoft Office Specialist, PMI Project Management Ready, dan masih banyak lagi.
Dengan kompetensi yang lebih teruji secara resmi, profesionalitas dan kredibilitas kita dalam bekerja pun menjadi lebih baik. Ini nih yang nantinya jadi daya tarik di CV dan pastinya bakal dilirik oleh HR.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai syarat dan pendaftaran CertiHub by Belajarlagi, bisa cek langsung, ya!
Baca Juga: 10+ Syarat Kerja di Jepang: Proyeksi Karier dan Gajinya
Kesimpulan
Estimasi gaji fresh graduate bisa sangat beragam karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya, nominal UMP dan UMR, bidang industri, standar gaji perusahaan, pengalaman kerja, hingga proses negosiasi. Jangan lupa terus tingkatkan keterampilan agar bisa memperoleh karier impian dengan gaji yang baik pula!
.webp)


.webp)


