Apa itu initial interview? Ini Tips hingga Etikanya!

Aldean Moch Rafli
8 Min Read
Published:
February 22, 2026
Updated:
February 22, 2026

Apa itu wawancara awal? initial interview adalah langkah pertama yang penting dalam proses rekrutmen yang dirancang untuk memberikan penilaian awal terhadap kesesuaian pelamar dengan suatu posisi. Tahap ini biasanya berupa percakapan singkat yang dapat dilakukan secara langsung maupun melalui panggilan video. Wawancara ini berfokus pada penilaian kualifikasi, pengalaman, serta potensi kesesuaian pelamar dengan budaya perusahaan.

Dengan pengalaman bertahun-tahun di bidang rekrutmen, perekrut memahami apa yang dicari oleh perusahaan dan dapat menghubungkan kandidat dengan peluang unik yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain. Dengan memanfaatkan pencocokan talenta berbasis AI dan otomatisasi pencarian kandidat, manajer perekrutan dapat meningkatkan proses seleksi mereka, memastikan hanya kandidat yang paling sesuai yang melanjutkan ke tahap wawancara berikutnya yang lebih mendalam.

Apa tujuan initial interview?

Tujuan utama initial interview adalah menyaring pelamar sehingga manajer perekrutan dapat mengidentifikasi kandidat yang layak untuk dievaluasi lebih lanjut, sehingga meningkatkan efisiensi proses rekrutmen.

Menariknya, kandidat yang memiliki pengalaman positif selama wawancara awal memiliki kemungkinan 50% lebih besar untuk tetap bekerja di perusahaan setelah tiga tahun, yang menunjukkan pentingnya initial interview dalam mendorong komitmen jangka panjang karyawan. Tren terbaru menunjukkan bahwa wawancara awal di tahun 2024 semakin terstruktur, termasuk penggunaan pertanyaan perilaku dan situasional untuk menilai kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan interpersonal kandidat.

Selain itu, kandidat juga disarankan memperhatikan bahasa tubuh mereka. Kesalahan umum seperti tidak mengajukan pertanyaan, berbicara terlalu banyak, atau terlihat tidak tertarik dapat memengaruhi keputusan perekrut. Statistik menunjukkan bahwa 39% pencari kerja memberikan kesan negatif karena masalah kepercayaan diri, kualitas suara, atau kurangnya senyuman, yang menegaskan pentingnya kesan pertama dalam wawancara awal.

Tips persiapan sebelum initial interview

Persiapan yang efektif untuk initial interview dapat secara signifikan meningkatkan peluang keberhasilan kita. Berikut beberapa strategi penting:

1. Riset Perusahaan

Memahami visi, misi, nilai-nilai, dan perkembangan terbaru perusahaan sangatlah penting. Pengetahuan ini membantu kita menyesuaikan jawaban sekaligus menunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap perusahaan.

2. Pelajari Deskripsi Pekerjaan

Pahami tanggung jawab dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk posisi tersebut. Hal ini memungkinkan kita menunjukkan bahwa keterampilan kita sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

3. Latihan Pertanyaan Wawancara Umum

Antisipasi pertanyaan wawancara yang sering muncul seperti:

Berlatih menjawab pertanyaan ini akan membantu kita menyampaikan jawaban dengan jelas dan percaya diri.

Selain itu, isyarat nonverbal juga sangat penting dalam wawancara:

  • 67% perekrut menolak kandidat karena kontak mata yang buruk

  • 38% menilai kurangnya kepercayaan diri atau senyuman sebagai faktor penting

4. Siapkan Pertanyaan untuk Pewawancara

Menyiapkan pertanyaan yang relevan menunjukkan minat kita terhadap posisi tersebut dan membantu kita menilai apakah perusahaan sesuai dengan tujuan karier kita.

Tips tambahan:

  • Jawablah pertanyaan dengan mengaitkannya pada pencapaian profesional yang relevan

  • Tetap fokus pada tujuan akhir agar tetap termotivasi

  • Bangun komunikasi yang terbuka selama wawancara

Kiita juga dapat memanfaatkan sumber daya seperti layanan karier kampus, mentor, atau pelatihan untuk meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri.

Pertanyaan dan topik umum dalam initial interview

Pertanyaan dan topik umum dalam initial interview

Dalam wawancara awal, kandidat biasanya akan menghadapi berbagai pertanyaan umum untuk menilai kesesuaian mereka dengan posisi yang dilamar, seperti:

1. Latar Belakang dan Pengalaman

Contoh pertanyaan:

  • “Bisakah kita menjelaskan pengalaman kerja kita berdasarkan CV?”

Pertanyaan ini membantu pewawancara memahami perjalanan karier dan pengalaman relevan kandidat.

2. Motivasi

Contoh pertanyaan:

Pertanyaan ini menunjukkan apakah kandidat sejalan dengan nilai dan misi perusahaan.

3. Keterampilan Teknis

Tergantung posisi yang dilamar, kandidat mungkin diminta menjelaskan teknologi atau metode tertentu yang relevan dengan pekerjaan. Hal ini memastikan kandidat memiliki keahlian yang dibutuhkan.

4. Pertanyaan Perilaku (Behavioral Questions)

Contoh pertanyaan:

  • “Ceritakan tantangan yang pernah kita hadapi dan bagaimana kita mengatasinya.”

Pertanyaan ini penting untuk menilai kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan interpersonal.

Memahami jenis pertanyaan ini akan membantu kandidat menjawab dengan lebih efektif dan meningkatkan rasa percaya diri saat wawancara.

Perspektif Pewawancara: Apa yang Dicari dari Kandidat

Dalam wawancara awal, manajer perekrutan biasanya fokus pada beberapa hal utama yang memengaruhi keputusan mereka:

1. Kecocokan Budaya (Cultural Fit)

Pewawancara menilai apakah nilai kandidat sesuai dengan budaya perusahaan. Hal ini penting karena kandidat yang cocok dengan budaya perusahaan cenderung lebih bertahan lama.

2. Kemampuan Komunikasi

Skill komunikasi yang jelas dan efektif menunjukkan kemampuan kandidat untuk bekerja dalam tim.

3. Kompetensi Teknis

Kandidat juga dinilai dari kemampuan teknisnya, terutama untuk posisi yang membutuhkan keterampilan khusus.

4. Antusiasme dan Ketertarikan

Kandidat yang menunjukkan minat dan antusiasme terhadap posisi dan perusahaan biasanya memberikan kesan yang lebih positif.

Dengan memahami hal-hal yang dicari pewawancara, kandidat dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dan menampilkan diri sebagai kandidat yang kuat.

Etika Setelah Wawancara

Setelah initial interview, mengirim email ucapan terima kasih sangatlah penting. Email ini dapat digunakan untuk:

  • Mengucapkan terima kasih atas waktu pewawancara

  • Menunjukkan kembali minat terhadap posisi

  • Menyampaikan kembali poin penting dari wawancara

Mengirim email dalam waktu 24 jam menunjukkan profesionalisme dan membantu pewawancara mengingat kita.

Selain itu:

  • Tunggu 2–3 hari sebelum mengirim follow-up berikutnya

  • Jangan terlalu sering menghubungi agar tidak terkesan berlebihan

  • Jika belum ada kabar sesuai waktu yang dijanjikan, kirimkan follow-up yang sopan untuk menanyakan langkah selanjutnya

Melakukan follow up yang baik dapat memperkuat hubungan profesional dan meningkatkan peluang kita diterima.

Baca juga: 6 Cara Follow Up Lamaran Kerja secara Langsung, Email, maupun WA

Kesimpulan

Itulah tadi pembahasan mengenai apa itu initial interview. Tahap initial interview ini merupakan momen penting dalam proses rekrutmen karena memberikan kesempatan bagi kandidat untuk menunjukkan kualifikasi, pengalaman, dan kecocokan mereka dengan perusahaan.

Maka dari itu, agar teru selalu update skill ikuti sertifikasi profesi bersama CertiHub by Belajarlagi. Ada beragam sertifikasi yang bisa diikuti agar skill kita bisa diakui dan semakin dilirik oleh interviewer. Yuk, daftar sekarang!

#
Karir
Belajarlagi author:

Aldean Moch Rafli

SEO Specialist dengan 2+ tahun pengalaman yang juga merupakan penulis berpengalaman dalam bidang bisnis, keuangan, entertainment, dan edukasi. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Cookie Consent

By clicking “Accept”, you agree to the storing of cookies on your device to enhance site navigation, analyze site usage, and assist in our marketing efforts. View our Privacy Policy for more information.