10 Contoh Viral Marketing: Kelebihannya di 2026

Ayu Novia
8 Min Read
Published:
February 12, 2026
Updated:
February 13, 2026

Contoh viral marketing adalah strategi promosi yang cenderung low cost, namun punya formula messaging yang powerful untuk menyebarkan awareness terkait suatu brand, produk, atau jasa. Memang, behavior manusia memang mudah tergaet oleh segala sesuatu yang dia dapat melalui word-of-mouth.

Nggak jarang, tipe marketing ini asalnya dari social media, tempat kita mengakses banyak informasi dalam satu waktu. Nah, apakah saat ini bisnis kamu tertarik untuk menjalankan metode marketing ini? Lebih baik pahami dulu kelebihan dan contoh suksesnya melalui artikel di bawah ini!

Apa Itu Viral Marketing?

Merupakan gaya promosi yang mengandalkan audiens untuk menghasilkan dan menyebarkan message terhadap produk atau jasa secara organik. Kontennya mudah menyebar dari orang ke orang melalui media campaign, video, website, Instagram, maupun TikTok.

Tujuan viral marketing adalah menciptakan momentum pada konten yang berpotensi dibagikan dan direpresentasikan social media users dalam skala networking seluas-luasnya.

Campaign viral marketing berpotensi mengalami kesuksesan dengan mempertimbangkan message (isi konten), messenger (pembawa pesan atau pembuat konten, apakah punya audiens yang besar?), dan environment (kemungkinan algoritma menaikkan performa konten tersebut melalui fit audiences).

Menurut Tim Belajarlagi, perlu dicatat kalau viralitas nggak selalu bisa kita prediksi, namun kita bisa menyusun strateginya supaya brand awareness dan visibility lebih ter-trigger untuk meningkat.

Kelebihan Viral Marketing

Sebelum mempertimbangkan aktivasi viral marketing, pahami dulu beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan lewat strategi bijak, antara lain:

  • Reach sangat luas: Konten viral bisa mengundang minat dan perhatian audiens internasional sekalipun. Bisnis kecil yang awalnya populer di kalangan tertentu, berpeluang punya trend sendiri dan terjadi distribusi remake dari seluruh dunia.
  • Lebih eye-catching bagi audiens: Karena sifatnya lebih interaktif dan punya ciri khas sehingga gampang diingat. Berbeda dari pendekatan traditional marketing yang cukup statis.
  • Lebih banyak data dan insight untuk business growth: Kesuksesan viral marketing memungkinkan kita untuk mengumpulkan data pada product development atau service excellence di masa depan.
  • Menekan marketing cost: Saat audiens menyebarkan konten ke jangkauan yang lebih lebar lagi, kita hanya mengeluarkan modal untuk biaya produksi. Engagement akan bertumbuh secara organik dalam waktu cukup lama.

Contoh Viral Marketing

1. Dumb Ways To Die

Contoh Viral Marketing: dumb ways to die

Metro Trains Melbourne punya masalah cukup serius, yaitu mengingatkan anak muda mengenai keselamatan kereta tanpa terkesan menggurui. McCann Melbourne membuat pendekatan video musik dengan karakter kartun lucu yang mati dengan cara-cara absurd, dibalut lagu catchy berjudul "Dumb Ways to Die". 

McCann dengan cerdas menggunakan karakter hewan dari Amerika Utara karena mereka paham bahwa untuk viral di pasar lokal, konten harus dulu populer di pasar global yang lebih besar. Per hari ini, videonya di YouTube sudah ditonton lebih dari 340 juta kali.

Campaign yang diluncurkan tahun 2012 ini masih terus berkembang hingga sekarang dengan berbagai versi spesial dan update game yang konsisten. Kamu sudah pernah main game-nya di ponsel juga?

2. Dove: Real Beauty Sketches

Dove punya misi untuk membuat perempuan sadar bahwa mereka jauh lebih cantik dari yang mereka kira. Seorang sketsa wajah FBI terlatih, Gil Zamora, menggambar potret dua versi dari perempuan yang sama, satu berdasarkan deskripsi si perempuan tentang dirinya sendiri, dan satu lagi berdasarkan deskripsi orang asing yang baru bertemu dengannya. 

Hasilnya, sketsa yang dibuat dari deskripsi orang asing selalu lebih cantik dan lebih akurat. Dove tidak berhenti di eksperimen itu saja. Mereka merekam reaksi emosional para perempuan saat melihat kedua sketsa mereka dipajang berdampingan, lalu mengemasnya menjadi sebuah film pendek.

Video ini memperoleh 50 juta views dalam 12 hari pertama dan hingga kini sudah ditonton hampir 180 juta kali. Melalui kesuksesan ini, kita bisa belajar bahwa viral marketing yang jujur bisa menjangkau emosi dan tingkat kesadaran audiens pada suatu isu secara tepat sasaran.

3. The World’s Toughest Job

Mau tahu plot twist-nya? Ini adalah iklan untuk memperingati Hari Ibu. Bayangkan, ada lowongan pekerjaan yang mengharuskan kita berdiri selama 135 jam tanpa henti, kerja di hari libur, tanpa break sama sekali, dan nggak digaji. Itulah premis dari kampanye "World's Toughest Job" yang dirancang oleh Mullenlowe. 

Mullenlowe cerdik memanfaatkan momentum menjelang Hari Ibu dengan meluncurkan hashtag #worldstoughestjob, mengajak orang-orang berbagi cerita dan apresiasi untuk ibu mereka di media sosial. 

Hasilnya fenomenal: 6 juta views dalam dua hari pertama dan menembus 25 juta views total dengan jutaan engagement di media sosial. Yang lebih penting, campaign ini berhasil mengubah persepsi  budaya tentang Hari Ibu dan peran seorang ibu sendiri.

4. Stanley: The Unburned Cup

Contoh Viral Marketing: stanley

Siapa sangka botol minum yang nyaris bangkrut di 2019 bisa meledak menjadi pop culture? Bermula ketika The Buy Guide, blogger yang audiensnya 97,7% perempuan, jatuh cinta pada produk Quencher Stanley dan berhasil menjual 10.000 unit dalam waktu singkat.

Stanley langsung mengubah strategi branding dari outdoor macho gear menjadi lifestyle accessory untuk perempuan Gen Z dan milenial, lengkap dengan warna-warna aesthetic seperti Sage Green dan Rose Quartz.

Pada November 2023, seorang TikTok user bernama Danielle memposting video mobilnya yang terbakar habis, namun Stanley cup-nya masih utuh di cup holder, bahkan esnya nggak mencair. Video itu meledak dengan 94,5 juta views. 

Stanley langsung menawarkan mobil baru dan Stanley cups untuk Danielle. Momen ini jadi pembuktian bahwa kualitas produk dan branding yang cerdas akan memengaruhi brand credibility secara organik untuk activation mendatang.

5. Duolingo: Duo’s Death

Di 2025, Duolingo mengumumkan bahwa Duo si burung hantu hijau telah meninggal ditabrak Tesla Cybertruck. Video dramatik "kematian" Duo di TikTok meraup 120 juta views dengan users yang benar-benar berduka dan membuat tribute untuk si burung. 

Duolingo bahkan sempat posting "UPDATE: Reward for whoever can identify the driver" yang bikin drama makin intens. Google Trends menunjukkan lonjakan pencarian massif seputar "Duo death" di periode tersebut. Yang menarik, Duolingo tidak takut bermain dengan humor gelap dan emosi negatif

Kunci kesuksesan kampanye ini adalah timing, keberanian, dan pemahaman yang mendalam terhadap audience. Duolingo paham bahwa maskot mereka sudah punya fanbase kuat berkat konten TikTok mereka yang konsisten nyeleneh dan lucu selama bertahun-tahun.

Baca juga: 6+ Contoh Content Marketing Menarik, Bisa buat Inspirasimu Nih!

6. Spotify: Spotify Wrapped

Spotify Wrapped 2024 membuktikan bahwa formula yang sama bisa terus viral tahun demi tahun jika dieksekusi dengan baik. Dari Januari hingga November, Spotify diam-diam tracking kebiasaan listening users kemudian mengemasnya menjadi listening summary yang interaktif dan engaging untuk di-share ke media sosial.

Built-in shareability Spotify Wrapped terletak pada pemilihan warna dan font-nya. Customer behavior metrics malah dijadikan exciting feature yang ditunggu-tunggu setiap tahun. Siapa, sih, yang akhitnya nggak FOMO  dengan trend yang satu ini? 

Contoh viral marketing Spotify mau memberikan insight bahwa tradisi bisa diciptakan lewat viralitas yang sustainable. Apalagi, campaign ini juga meng-generate users Spotify secara signifikan, disertai topik pembicaraan yang selalu trending di penghujung tahun dan berdampak pada kenaikan algoritma Spotify.

7. Emina: Sunscreen Jerigen

Contoh Viral Marketing: sunscreen jerigen

Sebelum produk barunya diluncurkan, Emina memanfaatkan teaser marketing lewat seorang MUA yang mem-posting video unboxing dan review di Instagram Story. Video ini bocor dan menyebar cepat ke platform X. Dalam hitungan jam, kontennya jadi trending topic karena keunikannya yang absurd tapi bikin penasaran.

Netizen langsung heboh karena dengan volume segede itu, konsumen nggak perlu sering-sering repurchase dan lebih hemat untuk pemakaian jangka panjang. Apalagi di Indonesia yang iklimnya tropis dan awareness soal pentingnya pakai sunscreen setiap hari sedang naik drastis, produk ini datang di timing yang sempurna.

Emina membuktikan bahwa brand lokal Indonesia mampu memahami consumer behavior orang Indonesia suka barang yang ekonomis dan bikin heboh lalu jadi viral lewat eksekusi ide yang out-of-the-box.

8. BCA: Don’t Know Kasih No

Contoh Viral Marketing: BCA dont know kasih no

Di era digital yang penuh dengan scam dan penipuan online, BCA punya misi serius: mengedukasi masyarakat tentang keamanan digital banking. mereka memilih pendekatan humor cerdas dengan dialog khas Warkop yang mudah diingat. 

Indro membawakan pesan dengan gaya komikal khas Warkop yang khas dan familiar dengan masyarakat Indonesia lintas generasi. Dialog-dialognya lucu, namun berhasil menunjukkan berbagai modus penipuan dengan cara yang nggak bikin orang merasa bodoh kalau mereka pernah hampir kena tipu.

Kesadaran masyarakat tentang digital security meningkat signifikan, engagement di media sosial cenderung positif, dan BCA mampu memposisikan diri sebagai bank yang peduli terhadap keamanan customer ketimbang hanya menawarkan produk perbankan secara berkala. 

9. Sasa Santan: Secret Kitchen

Viralitasnya dikombinasikan dengan guerilla marketing dengan membuka pop-up kitchen yang terletak di tengah-tengah pasar tradisional. Secret Kitchen menawarkan kesempatan bagi ibu-ibu dan pedagang pasar untuk hands-on produk Sasa Santan dalam konteks yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka, yaitu memasak di pasar.

Dalam 30 hari, Secret Kitchen sukses mendominasi pasar segmentasi yang selama ini belum pernah mempertimbangkan Sasa Santan. Ada lebih dari 2.400 pengunjung, hampir 19.000 pieces produk terjual, dan koneksi dengan lebih dari 10 komunitas lokal. 

Sasa memahami bahwa marketing yang mengutamakan hands-on experience bisa menjadi wadah untuk melakukan penetrasi pasar. Walau sudah punya media iklan TV, Sasa mau mendekatkan diri ke masyarakat sebagai bentuk personalisasi kitchen experience.

10. Rinso: Laundry Majapahit

Jagat TikTok sempat heboh dengan Laundry Majapahit milik Bu Yati. Pelanggan harus mencuci sendiri menggunakan papan gilas kayu dan duduk bersama customer lain dengan tarif hanya Rp2.000 per kilo serta gratis satu sachet deterjen cair Rinso. Videonya menampilkan keseruan ibu-ibu dalam scene yang hangat layaknya bertetangga.

Rinso telah menyuntikkan produknya ke konten UGC yang didistribusikan lewat media sosial. Eksekusinya yang seamless dianggap menarik bagi audiens yang awalnya belum paham bahwa inilah contoh viral marketing yang kreatif.

Walau ada beberapa yang skeptis dan seakan peka dengan strategi ini, kreativitasnya patut diacungi jempol. Brand bisa terus belajar untuk mendekati perilaku manusia daripada susah-susah menawarkan produk dengan cara yang cukup kaku.

Kesimpulan

Contoh viral marketing pada produk dan jasa ternyata bisa menarik perhatian audiens global secara one-time atau jangka panjang. Strategi ini berpeluang berhasil jika dibarengi dengan pemahaman behavior audiens ketika menonton atau membagikan konten tersebut. Namun, kita juga harus tetap bijak menyusun strategi yang nggak blunder dan tetap menjaga nama baik brand.

Kamu ingin buat campaign viral marketing untuk brand atau perusahaan kamu? Percayakan strategi yang tetap positif dan bijak distribusi bersama Belajarlagi Marketing Agency. Ada banyak digital marketing service yang dapat diadopsi oleh brand sekaligus bikin makin banyak orang tahu dan kenal dengan brand kamu. Yuk, konsultasi bareng tim kami sekarang!

#
Perusahaan
#
Marketing
Belajarlagi author:

Ayu Novia

A Strategist and Copywriter with more than 3 years in the creative industry. Passionate in data-driven writing for various niches of content.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Cookie Consent

By clicking “Accept”, you agree to the storing of cookies on your device to enhance site navigation, analyze site usage, and assist in our marketing efforts. View our Privacy Policy for more information.