7 Cara Menggunakan Google Trends: Step by Step Tampilkan Datanya

Ayu Novia
8 Min Read
Published:
January 24, 2026
Updated:
January 24, 2026

Cara menggunakan Google Trends untuk peroleh insight seputar berita atau informasi terkini sebagai materi riset market dan konten. Google Trends masih menjadi tools utama marketer ketika ingin menyusun konten yang relatable dengan audiensnya. Apakah kamu sudah paham cara memakainya?

Kali ini, Tim Belajarlagi akan memberikan sedikit tutorial supaya makin jago riset memakai Google Trends. Yuk, kulik selengkapnya melalui artikel di bawah ini!

Apa Itu Google Trends?

Google Trends merupakan tool gratis yang berfungsi menganalisis popularitas topik atau kata kunci tertentu menurut daerah atau bahasa dari seluruh dunia.

Cara kerjanya cukup bergantung pada berbagai metriks yang menghubungkan satu informasi dengan lainnya. Tool ini punya section “Trending Now” yang menilai beberapa aspek berikut:

  • Search volume atau seberapa banyak visitors per bulan
  • Durasi trend
  • Search queries yang berkaitan

Melalui kemudahan mengakses insight dan tren saat ini, marketer nggak perlu meraba-raba untuk menghasilkan konten yang dibutuhkan masyarakat. 

Trending topics yang dimanfaatkan dengan benar bisa mempromosikan materi secara akurat dan membantu membangun strategi konten paling tepat ketika menyasar demografi tertentu.

Bagaimana Google Trends Menampilkan Datanya?

Sourcing data

Google Trends menganalisis sampel pencarian Google untuk menentukan kuantitas search yang telah terjadi dalam lingkup periode waktu tertentu.

Contohnya, ketika kita sedang mencari topik tentang cara gen Z menabung. Kita ingin tahu apakah ada kenaikan trend pada pembahasaan tersebut. Dengan memilih time range, misalnya Past 90 days, Trends akan menganalisis sampel search untuk topik cara gen Z menabung berdasarkan parameter up to 90 hari.

Pembacaan grafik Interest Over Time

Ketika kita mencari istilah di Google Trends, kita akan melihat grafik yang menunjukkan popularitas kata kunci secara real time. Dengan menggerakkan kursor pada grafik, kita bisa melihat angka-angka banyaknya pencarian kata kunci di tanggal tersebut.

Perlu diingat kalau nomor tersebut nggak merepresentasikan search volume secara absolut. Biasanya, data yang dipresentasikan berada di skala 0-100 dengan pembagian dari poin tertinggi  atau 100.

Garis trending yang menurun berarti pencarian keyword punya relativitas popularitas yang rendah, terlepas dari angka yang nggak absolut sebagai representasi saja.

Menemukan topik yang paling banyak dicari di region atau negara tertentu

Saat meng-input pencarian keyword lebih dari satu, kita akan melihat comparative map yang menunjukkan salah satu istilah paling banyak dicari. Secara detail, pembagiannya sebagai berikut:

  • Perbandingan interest over time:
  • Breakdown berdasarkan subregion: 

Rising data

rising data google trends

Pada bagian ini, Google Trends juga menampilkan Related queries dari Top dan Rising terms yang berhubungan dengan berbagai topik atau informasi yang sedang naik daun.

Tab Rising mewakili atau berhubungan langsung dengan term yang kita cari. Uniknya, Rising punya growth paling signifikan pada periode waktu yang dipilih dalam bentuk persentase. Kalau yang muncul ada tulisan Breakout, artinya search term itu sudah berkembang lebih dari 5000%.

Pembacaan Related searches chart

Setelah rising, dropdown juga menunjukkan hasil Top terms. Tabel menandakan terms yang kita cari di sesi yang sama dengan kategori terpilih, negara, atau region.

Kalau kita nggak memilih search term dan hanya memilih kategori atau region, maka overall searches akan ditampilkan.

Step by Step Cara Menggunakan Google Trends

Sesuai namanya, kita harus punya akun Google dahulu sebelum mengakses free platform ini. Selanjutnya, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Akses Google Trends

Cara Menggunakan Google Trends

Buka browser dan kunjungi https://trends.google.com. Kita bahkan nggak perlu login atau registrasi karena bisa langsung digunakan secara gratis. Pilih negara/region yang ingin kamu analisis. Sistemnya sudah default dan biasanya disesuaikan lokasi kita.

2. Lakukan keyword search

Ketik kata kunci yang ingin kita riset pada search bar utama. Tekan Enter atau klik ikon search. Google Trends akan menampilkan grafik interest over time untuk keyword tersebut

Baca juga:10 Cara Riset Keyword: Tingkatkan Traffic dan Ranking di Google

3. Sesuaikan filter pencarian

Optimasi keyword search kita melalui cara berikut:

  • Lokasi: Klik dropdown untuk pilih negara, region, atau kota spesifik (misalnya Indonesia, atau lebih spesifik ke Jakarta)
  • Time Range: Pilih periode waktu (past hour, past 7 days, past 30 days, past 12 months, past 5 years, atau custom range)
  • Categories: Filter berdasarkan kategori seperti Business, Entertainment, Health, Technology, dll untuk hasil yang lebih relevant
  • Search Type: Pilih Web Search, Image Search, News Search, Google Shopping, atau YouTube Search tergantung platform yang ingin kamu analisis

4. Bandingkan multiple terms

Klik "+ Compare" di bawah search bar pertama. Masukkan keyword kedua atau tambah hingga 5 keywords sekaligus. Google Trends akan menampilkan perbandingan trend terms antar keywords dengan warna berbeda.

5. Baca dan interpretasi grafik Interest Over Time

Seperti yang sudah disebutkan, term atau keyword paling populer punya skala 100. Perhatikan kenaikan dan penurunan trend, seasonal patterns, atau lonjakan di waktu tertentu. Gerakkan mouse pada grafik untuk lihat angka spesifik di tanggal yang kita inginkan.

6. Tracking Related Topics dan Related Queries

Di bagian "Related topics" kamu akan lihat topik-topik yang sering dicari bersamaan dengan keyword kamu. Ada tab Top (yang paling populer) dan Rising (yang sedang naik dan trending).

Rising topics berguna untuk catch early trends sebelum kompetitor. Klik pada topik untuk melakukan explore lebih dalam.

Untuk mendapatkan long-tail keywords dan ide konten, manfaatkan Related Queries. Perhatikan angka persentase di Rising queries. Jika tertulis +500%, berarti terjadi kenaikan hingg 5x lipat.

7. Download data untuk dianalisis lebih lanjut

Klik icon download (↓) di pojok kanan atas grafik lalu pilih format CSV untuk export data. Hasilnya bisa digunakan di Excel, Google Sheets, atau tools analytics lain.

Kesimpulan

Cara menggunakan Google Trends nyatanya cukup mudah dan applicable sebagai salah satu indikator riset konten kita. Lewat sajian data yang diperbarui secara real-time, dapatkan insight terkini untuk bantu konten dan strategi kita jadi makin naik kelas. Tapi, sebagai business owner, pernahkah kamu merasa kewalahan untuk mengurus digital marketing sendirian?

Urusan digital marketing memang bisa kamu percayakan kepada Belajarlagi Digital Marketing Agency. Dengan layanan 360 untuk kebutuhan strategy, planning, sampai performance di harga yang terjangkau. Berpengalaman dengan ratusan klien nasional, kamu bisa lakukan konsultasi dengan Tim Belajarlagi sekarang juga!

#
Digital Marketing
Belajarlagi author:

Ayu Novia

A Strategist and Copywriter with more than 3 years in the creative industry. Passionate in data-driven writing for various niches of content.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Cookie Consent

By clicking “Accept”, you agree to the storing of cookies on your device to enhance site navigation, analyze site usage, and assist in our marketing efforts. View our Privacy Policy for more information.