Marketing Agency: Pengertian, Fungsi, Tipe, dan Manfaatnya

Belajarlagi Writer
8 Min Read
Published:
August 16, 2023
Updated:
August 17, 2023

Serba-serbi agency marketing

Keberadaan agency marketing pada zaman sekarang sudah banyak membantu proses pemasaran sebuah brand. Perusahaan kini tidak lagi terlalu pusing menjalankan marketing karena ada bantuan dari tenaga berpengalaman.

Selain itu, agency juga memiliki banyak tipe dengan fungsi yang berbeda-beda pula. Itu artinya, perusahaan dapat memilih jasa agency sesuai dengan kebutuhan. Maka, bekerja sama dengan agency bukan hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga lebih efektif.

Buat Teman Belajar yang penasaran seluk-beluk pekerjaan dari agency, kali ini Tim Belajar Lagi sudah menyiapkan ulasan lengkapnya buat kamu. Siapa tahu nih setelah membaca artikel ini, kamu jadi tertarik bekerja di agency. Simak dan pelajari baik-baik, ya!

Apa itu marketing agency?

Pengertian dan lingkup kerja marketing agency

Secara umum, perusahaan akan bekerja sama dengan agency untuk mempermudah proses pemasaran suatu brand secara lebih terencana dan terstruktur. Sebuah agency dapat memberikan solusi komprehensif seputar pemasaran. Alhasil, ini memudahkan perusahaan dalam membuat keputusan penting soal marketing.

Perusahaan dapat menjalankan strategi pemasaran dari agency, kemudian secara berkala akan mengevaluasinya. Misalnya, apakah rencana dari agency sudah mampu mencapai target perusahaan? Atau seberapa besar dampak dari kinerja agency ke hasil pemasaran?

Melansir dari Study Smarter, sebuah marketing agency akan memberikan layanan bagi perusahaan dalam lingkup pemasaran, promosi, hingga brand awareness. Pelayanan tersebut akan membantu proses perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi pemasaran. Nah, perusahaan bebas menentukan bentuk layanan apa yang ingin mereka gunakan dari agency.

Mungkin kamu mulai bertanya-tanya, mengapa perusahaan tidak menjalankan kegiatan pemasaran secara mandiri? Mengapa keberadaan agency terasa amat penting?

Alasan utamanya, sebuah agency biasanya lebih mendalami sekaligus cakap dalam membuat strategi pemasaran. Agency memiliki tim dengan orang-orang yang sudah berpengalaman dalam bidangnya. Sebut saja social media marketing, digital marketing, copywriting, dan lain-lain.

Selain itu, agency jauh lebih efektif untuk melakukan brand awareness ke audiens. Ingat, sebuah produk baru bisa menarik perhatian pelanggan jika brand awareness-nya sukses. Dalam hal ini, perusahaan sangat butuh bantuan dari sebuah agency

Fungsi marketing agency

Fungsi dan peran agency

Banyak sekali fungsi dari sebuah agency yang bisa perusahaan rasakan manfaatnya. Mulai dari memimpin aktivitas marketing sampai strategi komunikasi ke pelanggan. Secara garis besar, fungsi inti dari agency antara lain sebagai berikut:

  • Melakukan riset. Sebuah riset pasar menjadi hal wajib bagi agency. Tujuan dari proses ini adalah untuk memahami dan menganalisis model bisnis, mengidentifikasi peluang, serta menentukan target audiens yang tepat.
  • Menetapkan tujuan jelas. Agency akan bekerja sama dengan perusahaan dalam merumuskan tujuan pemasaran secara spesifik. Tujuan tersebut harus jelas dan realistis. Contoh tujuan jelas misalnya: meningkatkan jumlah pelanggan baru sebesar 20% dalam jangka waktu sebulan.
  • Menjalankan rencana. Setelah menetapkan target, agency biasanya akan membuat rencana strategis buat mencapainya. Strategi tersebut harus berjalan dengan memanfaatkan tools atau berbagai metode.
  • Evaluasi. Pada fungsi ini, agency mesti mengevaluasi kinerja pemasaran terhadap hasil yang didapatkan. Bisa jadi tidak semua rencana yang berjalan mendapatkan hasil sesuai target. Pada momen ini, perusahaan dapat mengambil keputusan mengenai strategi mana yang terus berjalan dan mana yang tidak.

Baca Juga: 10 Tools Gratis buat Digital Marketing, Kamu Wajib Tahu Nih!

Tipe marketing agency

Jenis agency marketing

Sebelum memasuki pembahasan mengenai tipe agency, mungkin Teman Belajar sudah mulai tertarik nih berkarier di bidang tersebut. Buat mempersiapkan diri, kamu bisa lho ikutan pelatihan digital marketing terlengkap yang ada di Belajar Lagi. Salah satunya adalah Bootcamp Fullstack Digital Marketing.

Lewat bootcamp tersebut, kamu akan belajar semua teori dan praktik dari digital marketing secara lebih komprehensif. Tak hanya itu, kamu juga akan bertemu banyak mentor yang sudah lama berpengalaman di bidangnya. Seru ‘kan bisa belajar langsung dari para mentor kece?

Nah, sekarang kembali lagi ke topik pembahasan seputar agency marketing. Seperti kamu baca sebelumnya, agency memiliki beberapa bentuk sesuai tujuannya masing-masing. Berikut beberapa tipe agency yang umum kamu temukan:

1. Digital Marketing

Dengan digital marketing agency, tim tersebut akan menangani segala aspek pemasaran secara digital. Misalnya, pay-per-click ads, website design, pembuatan konten, pelaporan data, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pemasaran online. Biasanya digital marketing agency juga menyediakan jasa dalam pembuatan logo ataupun redesain logo untuk kebutuhan rebranding.

Untuk sebuah bisnis B2B, fokus dari kegiatan digital marketing adalah menjangkau lebih banyak perusahaan yang berpotensi menjadi pelanggan. Oleh sebab itu, perlakuan dan strategi digital marketing-nya jelas akan berbeda dengan bisnis B2C. Pemasaran B2B secara digital biasanya berfokus pada website dan media sosial profesional seperti LinkedIn.

Sementara, digital marketing pada bisnis B2C akan lebih berfokus pada menjangkau audiens secara luas dan lebih tepat sasaran. Digital marketing B2C banyak memanfaatkan penggunaan media sosial, email marketing, serta pay-per-click ads untuk mencapai tujuannya. Pemasaran digital akan mempermudah bisnis B2C mendapatkan pelanggan baru sesuai target market.

Intinya, apa pun bentuk bisnis perusahaan, agency marketing siap untuk membantu strategi pemasarannya. Orang-orang dalam agency sudah paham betul kebutuhan dan persaingan yang mungkin muncul dalam bisnis. Untuk perusahaan yang butuh menjangkau audiens secara tepat dan efektif, memakai layanan digital marketing sangat disarankan.

2. Growth Marketing

Sesuai namanya, growth marketing agency bertujuan untuk membantu perusahaan dalam memaksimalkan keuntungan sekaligus menumbuhkan pemasaran secara signifikan. Agency akan memberikan strategi pemasaran serta metode atau tools yang akan dipakai guna mencapai target perusahaan. Selain itu, kunci dari growth marketing adalah tujuan dapat tercapai dalam jangka waktu lebih singkat.

Memanfaatkan layanan growth marketing akan sangat cocok bagi perusahaan yang sudah punya potensi kuat dalam branding dan produknya. Kehadiran agency akan lebih banyak memberikan masukan atau saran yang nantinya bisa perusahaan implementasikan.

Namun, perlu kamu catat juga bahwa pertumbuhan marketing sangat bergantung pada kondisi perusahaan dalam waktu tersebut. Strategi untuk perusahaan A belum tentu cocok untuk perusahaan B, mengingat tingkat pertumbuhan pemasarannya pun pasti berbeda.

Untuk perusahaan yang masih baru dan ingin memasuki pasar secara luas, agency akan membantu memvalidasi produk yang ada. Misalnya, apakah produk tersebut benar-benar pasar butuhkan ataupun seberapa besar persaingan produk yang sejenis. Dengan begitu, perusahaan dapat menjalankan strategi lebih tepat untuk pertumbuhan marketing ke depannya.

Selain itu, growth marketing agency dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi pelanggan. Dari situ, perusahaan dapat melihat tipe pelanggan seperti apa yang berpotensi mengembangkan bisnis dan mana yang tidak. Tak hanya itu, perusahaan juga mampu beradaptasi dengan aneka perubahan tren lewat adanya agency tersebut.

Nah, khusus perusahaan besar yang sudah punya nama besar di pemasaran, keberadaan agency ini tetap penting, lho. Sekalipun bisnis senantiasa bertumbuh, growth marketing agency akan meningkatkan pertumbuhan tersebut. Bahkan, inovasi baru dalam pemasaran juga berpotensi menjangkau audiens ataupun pelanggan baru dalam jumlah lebih banyak.

3. Performance Marketing

Fokus dari performance marketing agency adalah menganalisis data, strategi, ataupun rencana yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran. Jenis agency marketing ini mesti paham bagaimana menggunakan anggaran atau bujet dengan tepat. Selain itu, tim agency juga harus mampu menyoroti kebiasaan pelanggan dengan cermat demi membuat strategi yang tepat.

Karena fungsi dari agency ini lebih banyak pada analisis, maka semua pekerjaannya akan banyak berhubungan dengan data dan angka. Bagi perusahaan yang memerlukan data akurat guna membuat rencana, memilih bekerja sama dengan agency ini adalah solusinya.

Performance marketing agency merupakan partner terbaik yang bisa perusahaan pilih jika ingin meningkatkan keuntungan secara signifikan. Beberapa agency jenis ini akan melakukan testing A/B dan bereksperimen pada berbagai campaign untuk melihat hasil mana yang paling baik.

Pada akhirnya, performance marketing agency membantu perusahaan untuk mendapatkan ROI terbaik dengan cara paling efektif. Jenis agency ini cocok untuk perusahaan besar yang sudah tergolong mapan dan ingin meningkatkan performa marketing dengan lebih baik.

4. Creative Marketing

Saat bicara soal digital marketing, kamu tidak akan bisa lepas dari konten. Ya, berbagai bentuk konten merupakan bahan bakar penting dalam menjalankan digital marketing. Baik itu berupa video, unggahan media sosial, foto, logo, desain, dan lain-lain.

Ketika perusahaan memiliki kendala sumber daya minim dalam hal produksi konten, maka bekerja sama dengan creative marketing agency adalah jawaban terbaik. Ingat, elemen visual adalah hal terpenting jika ingin menarik hati audiens, terlebih dalam ranah digital marketing. Jenis agency ini siap memberikan pelayanan berupa pekerjaan kreatif yang perusahaan butuhkan.

Memiliki partner creative marketing agency dapat menghemat bujet marketing perusahaan. Ingat, kreativitas juga merupakan kunci penting dalam pemasaran. Apalagi agency tersebut juga biasanya turut memberikan ide konten yang tentunya sudah menyesuaikan target market. 

5. Social Media Marketing

Jika perusahaan bukan hanya butuh pembuatan konten, melainkan juga distribusi konten ke media sosial; social media marketing agency dapat membantunya. Lewat jenis agency ini, perusahaan dapat memperoleh rencana strategis seputar pemasaran media sosial. Selain itu, perusahaan juga bisa ikut memonitor hasilnya dan mendapatkan analisis yang tepat.

Misalnya, sebuah brand ingin menjangkau banyak audiens muda lewat media sosial TikTok. Target perusahaan adalah memviralkan sebuah konten sehingga audiens pun tertarik melakukan pembelian. Nah, social media marketing agency bisa melakukannya, lho!

Saat perusahaan tidak memiliki tenaga kompeten untuk bermain pada area media sosial, bekerja sama dengan agency adalah solusi terbaik. Perusahaan tidak perlu repot melakukan analisis pada tiap-tiap platform media sosial. Pasalnya, agency sendiri sudah mempunyai sumber daya berpengalaman.

Melansir dari HubSpot, berpartner dengan agency jenis ini berpeluang meningkatkan brand awareness ke audiens. Kenaikan interaksi dengan audiens dapat meningkat lewat komentar, like, pesan, share, dan lain-lain. Makin tinggi engagement, makin besar pula peluang sebuah brand dikenal orang banyak.

Akhirnya, prospek pemasaran produk pun kian membaik. Lewat media sosial, sebuah brand dapat menjangkau audiens lebih banyak tanpa batasan tempat dan waktu. Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan kerja sama dengan social media marketing agency.

6. Branding Marketing

Tujuan utama dari branding marketing jelas untuk meningkatkan kesadaran merek. Namun, brand awareness sejatinya tidaklah hanya semudah memasang logo atau nama brand saja. Perusahaan memerlukan strategi dan rencana tersendiri untuk menaikkan brand awareness tersebut.

Nah, ada juga jenis agency yang berfokus pada kegiatan branding marketing. Agency ini memberikan layanan ke perusahaan untuk menarik audiens secara lebih emosional. Jadi, brand awareness tidak semata-mata hanya dengan pasang logo dan nama. Jelas lebih dari itu.

Branding marketing ini bisa melalui banyak bentuk dan media. Misalnya, pembuatan video behind the scene produk terasa lebih menarik emosi audiens daripada sekadar hanya memasang logo brand.

Jika perusahaan sedang ingin meningkatkan kesadaran merek yang lebih mendalam ke audiens, bekerja sama dengan branding marketing agency adalah solusinya. Agency dapat menyumbang banyak masukan dan rencana untuk mewujudkan target perusahaan tersebut.

Proses Kerja Marketing Agency

Proses kerja dari agency

Kamu sudah mempelajari apa itu marketing agency serta fungsi dan tipe-tipenya. Selanjutnya, kamu akan belajar memahami proses kerja sebuah agency itu seperti apa. Melansir dari Evenbound, semua agency pasti memiliki rencana pemasaran sebelum bekerja atau mengeksekusi sebuah proyek.

Rencana tersebut meliputi tujuan, target realistis, strategi, hingga metode yang dipakai. Secara umum, rencana pemasaran dapat meliputi foundation, launch, rhythm, reporting, dan optimize. Penjelasan singkatnya adalah sebagai berikut:

  • Foundation. Agency akan melakukan riset menyeluruh terhadap kebutuhan perusahaan. Di dalamnya termasuk profil perusahaan, produk, target market, audit situs website, hingga analisis kompetitor. Melalui riset tersebut, agency baru bisa membuat rencana marketing buat perusahaan.
  • Launch. Pada proses ini, agency sudah mulai bergerak menyiapkan dokumen, sistem, dan platform sesuai dengan rencana yang sudah dibuat. Kegiatan yang termasuk dalam proses ini antara lain riset kata kunci, mengembangkan buyer persona, optimasi website, dan lain-lain.
  • Rhythm. Proses berikutnya adalah menetapkan durasi atau frekuensi rutin dalam menjalankan strategi marketing. Misalnya, pengelolaan SEO blog, posting media sosial, email marketing, dan lain-lain.
  • Report. Semua kegiatan pemasaran yang sudah berjalan pasti akan ada laporannya. Pada proses ini, perusahaan dapat melihat sejauh mana strategi dari agency bekerja. Durasi pelaporan biasanya bulanan. Dengan begitu, perusahaan dan agency dapat bersama-sama melihat apakah KPI tercapai atau tidak.
  • Optimize. Laporan yang ada sangat berpengaruh pada strategi selanjutnya. Perusahaan dapat menentukan kegiatan mana yang akan lanjut dan mana yang berhenti. Agency dapat kembali mengoptimalkan rencana lain untuk mendukung kenaikan performa marketing.

Sederhananya, kerja sebuah agency tidak akan pernah bisa lepas dari kontrol perusahaan juga. Butuh sinergi kedua belah pihak untuk menciptakan performa marketing yang baik dan mencapai target yang diinginkan. Sekalipun lebih berpengalaman dalam pemasaran, agency tetap butuh dukungan dari perusahaan untuk menjalankan strateginya.

Baca Juga: Pentingnya Pelatihan Digital di Tengah Melesatnya Teknologi

Perbedaan Marketing Agency dan Advertising Agency

Selepas memahami penjelasan tadi, bisa jadi muncul pertanyaan baru: sebenarnya apa bedanya marketing agency dengan advertising agency? Bukankah keduanya mirip karena sama-sama berurusan dengan iklan? Nah, ternyata ada perbedaan yang cukup mendasar di antara keduanya, lho.

Sejatinya, selama ini orang-orang masih bingung perihal “pemasaran” dan “periklanan”. Sekilas keduanya memang mirip, apalagi jika tujuannya memang untuk mempromosikan produk.

Menurut Study Smarter, marketing mencakup penggunaan semua komponen dalam pemasaran. Tujuan dari marketing adalah memastikan produk yang ada tersedia untuk audiens yang benar-benar tepat.

Di sisi lain, advertising merupakan kegiatan mengkomunikasikan pesan sebuah produk ke audiens yang sudah tertarget. Ringkasnya, marketing adalah strategi penjualan produk untuk tujuan tertentu, sementara advertising adalah alat untuk melaksanakan strategi tadi.

Nah, dari perbedaan mendasar antara keduanya, kamu menjadi lebih mudah memahami marketing agency dan advertising agency.

Sebuah marketing agency akan bekerja sama dengan perusahaan sejak awal, meliputi konsep dan rencana pemasaran. Pelayanan agency ke perusahaan juga termasuk dalam usulan, strategi, hingga analisis kinerja. Agency ini cocok untuk perusahaan yang tidak memiliki rencana strategis dalam menjalankan pemasaran.

Advertising agency akan lebih banyak menangani aspek dari pemasaran yang berhubungan langsung dengan penjualan, yakni promosi. Jenis agency ini lebih jago dalam menerapkan strategi periklanan, terutama jika untuk bersaing dengan kompetitor. Ini menjadi solusi bagi perusahaan yang sudah punya rencana pemasaran, tetapi minim strategi periklanan.

Mana yang lebih baik dari kedua jenis agency tersebut? Tentu saja jawabannya tidak bisa mutlak karena semuanya mesti kembali pada kebutuhan perusahaan.

Manfaat Marketing Agency Buat Perusahaan

Jadi, makin jelas ya bahwa keberadaan agency sebenarnya sangat membantu perusahaan dalam menjalankan kegiatan pemasaran. Terutama bagi perusahaan yang tidak memiliki cukup waktu dan tenaga untuk membuat strategi marketing.

Lalu, perusahaan seperti apa yang sebaiknya memanfaatkan jasa atau pelayanan dari agency? Tentu saja perusahaan yang sedang butuh menaikkan performa marketing dengan langkah lebih tepat. Apalagi sekarang ini persaingan digital marketing juga kian ketat. Tanpa bekerja sama dengan agency, perusahaan akan cukup sulit beradaptasi.

Berikut beberapa manfaat kerja sama dengan marketing agency untuk perusahaan:

  • Mendapatkan tenaga ahli berpengalaman. Perusahaan tidak bisa menutup mata bahwa ranah marketing lebih banyak dipahami oleh agency. Dengan mengandalkan tim berpengalaman, perusahaan memperoleh rencana pemasaran yang lebih strategis.
  • Memperoleh ide-ide segar. Sebagai orang luar, agency cenderung dapat melihat sebuah perusahaan dari sisi lebih objektif. Maka, tidak jarang jika ide-ide baru pun lebih banyak muncul. Yang tidak kalah penting, agency punya intuisi berfokus pada pelanggan yang nantinya dapat menyumbang solusi bagi perusahaan juga.
  • Meningkatkan kesuksesan pemasaran. Dengan tenaga lebih kompeten, kenaikan kinerja marketing pun lebih terbuka. Pada akhirnya, target yang diinginkan perusahaan pun bisa tercapai.

Namun, perlu diperhatikan juga bahwa bekerja sama dengan agency juga ada risikonya tersendiri. Dalam hal ini, perusahaan harus mampu mengontrol dan memonitor segala kegiatan marketing yang agency jalankan. Beberapa risiko marketing agency antara lain:

  • Tambahan pengeluaran. Pada beberapa kasus, menggunakan agency marketing berpotensi membuat bujet marketing membengkak. Maka, perusahaan tidak boleh lepas apalagi hilang kendali akan seluruh kegiatan marketing yang ada. Jika tidak, bisa-bisa pengeluaran perusahaan meningkat hanya untuk kebutuhan pemasaran.
  • Kurangnya kontrol. Ini potensi yang paling berbahaya. Meski mempercayakan strategi dan kegiatan marketing ke agency, perusahaan harus tetap memantau pekerjaan agency. Setidaknya harus tetap ada orang dalam perusahaan yang rutin berkomunikasi dan berdiskusi dengan agency.

Kesimpulan

Agency marketing dapat menjadi partner atau rekan kerja terbaik bagi sebuah perusahaan dalam upaya memasarkan produk ataupun mengembangkan brand. Lewat agency tersebut, perusahaan bisa memperoleh strategi pemasaran secara komprehensif. Bahkan, segala kegiatan pemasaran pun dapat dijalankan oleh agency dengan baik.

Karena tipe agency marketing sangat beragam, perusahaan harus memahami dulu apa kebutuhan utamanya sebelum memilih agency. Dengan begitu, agency dapat membantu perusahaan menjalankan pemasaran dengan lebih tepat.

Yang terpenting adalah perusahaan tetap mengontrol dan memantau semua kegiatan marketing dari agency. Sinergi yang baik antara kedua belah pihak dapat memberikan performa marketing yang baik pula.

Jangan lupa persiapkan dirimu menjadi marketer handal dengan mengikuti Bootcamp Fullstack Digital Marketing dari Belajar Lagi!

#
Digital Marketing
Belajarlagi author:

Belajarlagi Writer

Tim penulis Belajarlagi yang profesional dan berdedikasi untuk memberi informasi berkualitas demi Teman Belajar

Jadilah yang pertama tahu

Langganan Newsletter Kami

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.