Perbedaan VLOOKUP dan HLOOKUP pada Excel akan membantu mengkurasi kebutuhannya pada dokumen kita. Selain bisa dipraktikkan pada satu dokumen yang sama, sebenarnya keduanya secara spesifik menyeimbangkan kebutuhan data. Secara umum, masing-masing digunakan bergantung pada jenis data yang didefinisikan secara vertikal atau horizontal.
Walau secara fungsi dan syntax cenderung sama, ternyata masih ada perkecualian yang harus kita pahami. Yuk, simak dan pahami selengkapnya melalui artikel di bawah ini!
Apa Itu VLOOKUP dan HLOOKUP?
Fungsi pencarian vertikal disebut juga VLOOKUP. Fungsi ini digunakan untuk menemukan value secara vertikal di sepanjang baris pada suatu tabel. Sedangkan, HLOOKUP adalah fungsi pencarian horizontal di seluruh baris pada sebuah tabel. Nilai pencariannya kurang lebih sama seperti penggunaan VLOOKUP.
VLOOKUP dan HLOOKUP mempunyai empat elemen utama berikut:
- Lookup value: Value yang dicari sebagai kunci utama penghubung sumber data dengan hasilnya
- Table array: Mewakili sekumpulan data yang ada di dalam tabel untuk diekstrak
- Column index number: Kita mengekstrak value dari kolom ketika ada kecocokan
- Range lookup: Elemen ini memberitahukan rumus untuk mencari kecocokan terdekat atau paling dekat. Dengan TRUE, artinya kita nggak mempermasalahkan kecocokan terdekat. Sedangkan, FALSE menunjukkan bahwa kita menginginkan kecocokan yang tepat
Perbedaan VLOOKUP dan HLOOKUP
Baca juga: 20+ Rumus Kumpulan Rumus Spreadsheet Terbaru, Tips dan Caranya
Fungsi Rumus VLOOKUP dan HLOOKUP
VLOOKUP
Rumus ini berguna ketika dipakai untuk mengambil value daftar nama, kode, atau identitas unik lainnya dalam bentuk susunan kolom ke bawah. Tujuannya membantu kita mencari value pada kolom pertama suatu tabel secara vertikal.
Pemakaian VLOOKUP juga menghubungkan data antar tabel tanpa memasukkan data secara manual. Beberapa kebutuhan yang menggunakan rumus VLOOKUP, antara lain penyusunan laporan, pengelolaan data keuangan, inventaris barang, data karyawan, serta rekap penjualan.
HLOOKUP
Cara kerja HLOOKUP adalah mencari value pada baris pertama tabel kemudian mengambil data dari baris tertentu di bawahnya. Fungsinya cocok untuk keperluan data dalam bentuk waktu, periode, atau penempatan value yang sifatnya horizontal.
Biasanya, HLOOKUP dipakai untuk mempercepat dan menjaga konsistensi analisis. Pengambilan informasinya berdasarkan pada sistem otomatisasi berdasarkan sumber data yang telah ditentukan.
Rumus VLOOKUP

Gunakan rumus berikut:
=VLOOKUP(lookup_value, table_array, col_index_num, [range_lookup])
Baca juga: 40 Rumus Excel Lengkap, Pelajari Juga Contohnya!
Rumus HLOOKUP
Untuk mengoperasikan HLOOKUP, ikuti rumus fungsi berikut ini:
=HLOOKUP(lookup_value, table_array, col_index_num, [range_lookup])
Kesimpulan
Perbedaan VLOOKUP dan HLOOKUP terletak pada format value serta manfaat yang ingin dicari. Dengan menyaring dan mengkategorikan memakai kedua rumus di atas, pekerjaan jauh lebih padat dan efisien. Apalagi, kalau kita dihadapkan pada data nominal berjumlah besar. Tentu, akan merasa sangat terbantu, kan?
Nah, sekarang kita juga bisa belajar pengolahan data secara mandiri bersama ahlinya! Belajarlagi punya Spreadsheet Mini Bootcamp untuk bantu kuasai tools ini dalam waktu tiga minggu. Nggak ada kata terlambat untuk upgrade skill bersama para profesional di bidangnya. Yuk, pelajari tentang kelasnya sekarang juga!




.webp)
