Pada psikotes, biasanya kita diminta membuat gambar pohon di selembar kertas. Psikotes semacam ini sudah sangat umum muncul di semua seleksi calon karyawan baru. Mulai dari posisi untuk entry level hingga jabatan lebih tinggi.
Memahami definisi serta tujuan dari tes tersebut dapat membantu kita mempersiapkan diri lebih baik. Meski kesannya sederhana karena “hanya” menggambar pohon, ternyata ada penilaian tertentu di balik setiap gambar yang kita buat, lho.
Tim Belajarlagi telah menyiapkan ulasan ringkas dan padat mengenai apa itu gambar pohon psikotes beserta langkah-langkah mengerjakannya. Cermati juga seperti apa sih penilaian yang dilakukan perusahaan melalui tes ini. Yuk, kita pelajari sama-sama!
Apa itu gambar pohon psikotes?
Gambar pohon psikotes, atau yang dikenal juga dengan sebutan Baum Test, merupakan tes proyektif yang sering digunakan untuk mengevaluasi kepribadian seseorang serta kondisi emosional yang mendasarinya. Dalam konteks tes kerja, perusahaan menggunakan tes ini untuk memahami seperti apa karakter dan kepribadian dari para kandidat karyawan.
Tes ini awalnya dikembangkan oleh psikolog sekaligus konselor Dr. Charles (Karl) Koch pada tahun 1950-an. Pada proses perancangannya, tes ini memang sengaja dibuat dapat diaplikasikan siapa saja dengan mudah dan cepat. Oleh sebab itu, banyak perusahaan memberikan tes ini guna benar-benar menyeleksi karyawan mana yang sekiranya cocok dengan budaya perusahaan.
Salah satu manfaat terbesar dari tes gambar pohon adalah dapat diterapkan ke berbagai orang dengan kepribadian dan pola pikir yang berbeda. Melalui tes proyektif ini, para profesional dan ahli dapat mengumpulkan data penting tentang bagaimana seseorang memahami dirinya sendiri.
Umumnya, bagaimana kondisi emosional kita bisa para profesional lihat dari bentuk gambar daun, buah, batang, dan elemen lainnya dalam pohon. Meski tidak sepenuhnya mewakili kepribadian seseorang, perusahaan bisa memakai analisis tes ini untuk mendapatkan gambaran karakter calon karyawan.
Tes menggambar pohon bukanlah menjadi tes utama dalam merekrut karyawan. Tes ini sifatnya sebagai pelengkap yang dapat membantu HR dalam memutuskan calon kandidat terbaik pada tahap berikutnya.
Apa tujuannya dalam konteks rekrutmen kerja?
Berdasarkan definisi gambar pohon psikotes tadi, kita bisa lanjut ke tujuan dari tes tersebut. Pada dasarnya, tes ini sangat bermanfaat dalam proses rekrutmen karyawan baru. Beberapa tujuan tes gambar pohon dalam seleksi karyawan antara lain:
Memahami kepribadian calon karyawan
Melalui gambar pohon yang kita buat, perusahaan dapat memperoleh gambaran mengenai seperti apa kepribadian kita. Sebagai individu, bagaimana karakter kita dapat tercermin lewat setiap elemen pohon yang kita gambar. Entah itu daun, akar, batang, dan sebagainya.
Perusahaan memerlukan gambaran karakter dan kepribadian untuk memahami diri kita secara umum. Gambaran tersebut biasanya dapat menjadi bahan pertimbangan untuk lolos tidaknya kita ke tahap selanjutnya. Karena sifatnya subjektif, masing-masing perusahaan pasti punya standar berbeda-beda dalam menentukan kepribadian karyawan yang tepat buat perusahaan.
Baca juga: Indikator Kinerja Karyawan: Pengertian, Manfaat, Contoh
Mengetahui kondisi emosional calon karyawan
Tak cuma membantu memahami karakter seseorang, Baum Test juga mempermudah rekruter dalam mengetahui kondisi emosional kandidat. Seperti apa gambar pohon yang kandidat buat: apakah terkesan terburu-buru, asal-asalan, begitu detail, dan sebagainya. Nah, emosional seseorang dapat dilihat dari cara menggambar pohon tersebut.
Stabilitas emosional serta bagaimana pola pikir kita dapat tercermin melalui gambar pohon. Dengan waktu yang terbatas, kita mesti mengupayakan menggambar pohon sebaik mungkin sekalipun tidaklah sempurna.
Menganalisis potensi calon karyawan
Perusahaan tidak sekadar merekrut karyawan, tetapi juga berusaha melihat potensi yang kandidat miliki. Potensi itu dapat pula tampak dari gambar pohon. Misalnya, orang yang menggambar pohon begitu detail dengan proporsi tepat kemungkinan punya potensi sebagai karyawan yang menekankan proses sebaik mungkin.
Nantinya analisis potensi calon karyawan dari gambar pohon tersebut akan menjadi bahan penilaian tersendiri dalam menjaring kandidat terbaik. Sekali lagi, meski gambar pohon tidaklah menjamin 100% potensi seseorang, setidaknya tes ini membantu memberikan gambaran lebih tepat.
Baca Juga: Berapa Sih Estimasi Gaji Fresh Graduate? Cek Selengkapnya di Sini!
Bagaimana cara mengerjakan gambar pohon pada psikotes?

Sebenarnya tidak ada cara atau aturan baku dalam mengerjakan gambar pohon psikotes. Lagipula, tidak ada yang mutlak benar atau salah dalam mengukur kepribadian seseorang. Namun, kita dapat menerapkan cara berikut ini sebagai panduan dalam menggambar pohon:
1. Tempatkan gambar pohon di kertas sesuai keinginan
Pertama, pikirkan di mana kita akan menaruh gambar pohon di kertas tersebut. Area kertas kosong begitu luas. Kita bisa membayangkan sebesar apa pohon yang kita gambar lengkap dengan posisinya. Apakah itu pas di tengah, sedikit ke pinggir, di atas, atau di posisi mana yang kita inginkan?
Penempatan gambar pohon sebenarnya juga dapat menjadi bagian penilaian. Jadi, usahakan kita menggambarnya tepat di tengah dengan proporsi yang tepat juga. Umumnya gambar pohon yang mantap di tengah dapat mencerminkan kepercayaan diri.
2. Perhatikan detail pohon: batang, akar, ranting, daun, buah, dan lain-lain
Seperti apa pohon yang akan kita buat? Bagaimana bagian-bagian tersebut kita tampilkan? Dalam menggambar pohon, kita perlu memperhatikan detail seperti daun, batang, akar, ranting, hingga buah.
Gambar pohon yang lengkap dapat memberikan gambaran kepribadian secara lebih detail pula ke rekruter. Sebisa mungkin kita tidak melewatkan setiap elemen pohon, meskipun kita menggambarnya tidaklah terlalu sempurna.
3. Cermati proporsi gambar pada masing-masing detail
Menggambar pohon memang terkesan sederhana, tetapi jangan sampai melupakan proporsi masing-masing elemen. Dalam menggambar, kita sebaiknya tetap berpatokan pada wujud pohon yang asli, apa pun jenis pohonnya. Bayangkan bagaimana proporsi ukuran batang, ranting, daun, hingga akarnya.
Gambar pohon yang proporsinya kurang tepat (misalnya terlalu kecil atau besar) dapat berpengaruh ke interpretasinya. Contohnya, gambar pohon dengan proporsi kurang konsisten dapat menunjukkan kurang stabilitas emosional kita.
4. Tidak perlu terburu-buru
Ada batas waktu yang rekruter berikan dalam pengerjaan gambar pohon pada psikotes. Namun, bukan berarti kita harus terburu-buru mengerjakannya. Kita dapat menggunakan waktu yang ada semaksimal mungkin agar hasilnya pun rapi dan tepat.
Ingat pula bahwa tujuan dari menggambar ini bukanlah untuk karya seni. Kita tidaklah harus terlalu fokus dalam menghasilkan gambar sempurna dan estetik. Selalu berpegang pada detail dan konsistensi serta menyelesaikannya dengan konsentrasi penuh.
Mengerjakan tes menggambar pohon adalah satu dari banyak tahapan proses seleksi karyawan. Dalam melamar kerja, jangan lupakan pentingnya mengembangkan diri dalam meningkatkan kredibilitas sebagai profesional kerja. Salah satunya dengan mengikuti sertifikasi profesi dari CertiHub by Belajarlagi.
CertiHub by Belajarlagi menawarkan program sertifikasi profesi yang sudah diakui secara nasional maupun global yang berpeluang membuka kesempatan upgrade karier kita. Ada dua jenis sertifikasi, yaitu Sertifikasi Berstandar Nasional (BNSP) dan Sertifikasi Berstandar Internasional.
Apa saja program yang tersedia? Banyak banget! Mulai dari Digital Marketing, Autodesk Certified User, Adobe Certified Professional, Meta Digital Marketing Associate, Microsoft Office Specialist, dan PMI Project Management Ready.
Sertifikasi ini fleksibel kita ikuti kapan saja dan dari mana saja. Melalui CertiHub by Belajarlagi, kompetensi kita pun menjadi lebih teruji dan menjadikan kita lebih kredibel daripada kandidat lain. Dijamin CV kita pun bakal dilirik HR, deh!
Untuk informasi lebih lengkap mengenai CertiHub by Belajarlagi, bisa cek di sini, ya.
Seperti apa penilaiannya dan bagaimana contohnya?
Beberapa contoh interpretasi dari Baum Test atau tes menggambar pohon antara lain:

Akar yang dalam menunjukkan kestabilan emosi, sementara akar yang dangkal menggambarkan kondisi yang “terasing”. Andai akarnya kurang proporsional, bisa jadi ada kondisi menahan emosi tertentu. Jika akar di tanah tidak memiliki goresan, mungkin ada kurangnya kestabilan emosional.

Batang pohon yang besar dapat menggambarkan kelincahan dan kelugasan dalam bekerja. Sebaliknya, batang yang terlalu lebar umumnya menunjukkan kecenderungan impulsif dengan sedikit pengendalian diri serta punya emosionalitas tinggi. Batang yang tipis bisa mencerminkan kondisi sensitif atau mudah rapuh.

Cabang-cabang pohon biasanya berhubungan dengan lingkungan eksternal kita. Ranting besar dapat menunjukkan karakter yang antusias dan penuh imajinasi. Ketiadaan ranting menggambarkan kognitif yang agak kurang. Ranting yang terdapat buah mewakili kondisi seseorang yang punya tujuan jelas yang ingin dicapai.

Penggambaran daun juga memiliki analisis tersendiri. Daun-daun yang kecil biasanya menggambarkan kondisi seseorang yang cenderung introvert (dalam beberapa hal bisa juga pemalu). Sementara, daun-daun besar menunjukkan seseorang lebih ekstrovert dan memiliki keterampilan sosial yang baik.
Tanpa keterampilan yang cukup, kita tentu saja tidak bisa memberikan interpretasi secara akurat terhadap gambar pohon. Oleh sebab itu, informasi yang diberikan di sini cukup kita jadikan panduan dan pengetahuan saja, ya.
Pada akhirnya, penilaian akhir dari psikotes ini tetap ada pada tangan rekruter. Melalui tes gambar pohon, perusahaan sebenarnya ingin tahu kandidat mana saja yang secara karakter dan kepribadian cukup cocok dengan budaya kerja. Jadi, interpretasi pada tes menggambar pohon tidak bisa kita jadikan patokan satu-satunya lolos tidaknya kita dalam proses seleksi.
Baca Juga: 15 Contoh CV ATS: Cara Membuatnya Biar Lolos Screening HRD!
FAQ
Jenis pohon apa yang boleh digambar?
Secara umum, tidak ada aturan tertentu mengenai jenis pohon seperti apa yang digambar. Jadi, kita bebas menentukan akan menggambar pohon apa. Namun, sebaiknya kita menggambar pohon yang bentuknya sudah familier untuk memudahkan kita dalam menyelesaikannya.
Jenis pohon yang umumnya bisa kita gambar antara lain pohon beringin, pohon mangga, pohon apel, pohon rambutan, dan sejenisnya. Pohon semacam itu dapat memberikan ruang interpretasi lebih luas. Hindari menggambar pohon yang merambat atau jenis pohon palem karena dapat mengurangi area interpretasi secara mendalam.
Berapa durasi waktu yang diberikan untuk menggambar?
Durasi waktu untuk menggambar pohon bisa berbeda-beda pada setiap tes di perusahaan. Umumnya ada di rentang 10-15 menit. Dengan terbatasnya waktu, kita diharapkan menggambar pohon dengan berfokus pada detail, proporsi, serta ketepatan bentuk pohonnya saja. Tidak perlu menggambar dengan terlalu estetik karena pasti kehabisan waktu dalam menyelesaikannya.
Bagaimana jika pohon tidak tergambar dengan baik?
“Baik” atau “tidak baik” itu sangat relatif. Pada gambar pohon psikotes, rekruter tidak akan menilai dari segi artistik. Apa yang akan dilihat dari gambar itu adalah bagaimana kondisi psikologis ataupun emosional kita.
Jadi, tidak perlu cemas jika gambar pohon itu tidak sempurna. Fokus pada elemen-elemen pohon yang seharusnya ada. Perhatikan letak gambar dan bagaimana proporsinya.
.webp)

.webp)


