Marketing tools merupakan perangkat atau alat yang berguna dalam meningkatkan efektivitas kerja dalam tim. Penggunaan perangkat tersebut biasanya berdasarkan kebutuhan. Misalnya, tools untuk media sosial, tools untuk desain, tools untuk analisis, tools untuk SEO. dan sebagainya.
Kita akan sangat erat bersinggungan dengan banyak perangkat selama menjalankan pemasaran. Entah itu secara daring maupun konvensional. Di zaman sekarang, sangat tidak mungkin menjalankan pemasaran dengan efektif tanpa memanfaatkan perangkat marketing yang sesuai.
Lalu, seperti apa manfaat marketing tools beserta contoh-contoh penggunaannya? Kali ini Tim Belajarlagi sudah merangkum ulasannya secara lengkap. Coba kita cek, kira-kira tools mana yang bakal sering kita pakai untuk pemasaran?
Apa saja manfaat marketing tools?
Secara definisi, marketing tools adalah alat pemasaran yang meliputi teknik, sumber daya, hingga platform digital untuk mempermudah pekerjaan. Kebanyakan perangkat pemasaran membantu pebisnis dalam menjalankan hingga mengevaluasi strategi yang dilakukan. Setiap alat pemasaran memiliki tujuan khusus, menyesuaikan dengan kebutuhan kita sebagai pengguna.
Secara umum, manfaat dari penggunaan perangkat pemasaran antara lain:
- Hemat waktu. Dari segi waktu, keberadaan tools pemasaran jelas menjadikan semua pekerjaan selesai lebih cepat. Mulai dari mengolah die sampai analisis, semuanya tidak perlu memakan waktu panjang.
- Memudahkan kerja kolaborasi. Salah satu tantangan kerja dalam tim adalah soal komunikasi. Perangkat pemasaran dapat menjembatani kerja yang membutuhkan banyak kolaborasi. Misalnya, pembagian tugas, pembuatan konten, hingga proses approval.
- Meningkatkan efektivitas strategi. Penggunaan perangkat marketing yang tepat berdampak besar ke strategi. Contoh: memanfaatkan tools SEO untuk menentukan kata kunci berpengaruh ke strategi untuk menjangkau audiens secara lebih luas.
- Menaikkan kepuasan pelanggan. Ketika kinerja pemasaran menjadi lebih efektif dan cepat, maka konsumen pun akan memperoleh dampak positif juga. Segala masukan atau keluhan yang terpusat dapat segera didiskusikan ke tim untuk ditangani.
Pada akhirnya, pemakaian perangkat pemasaran akan membuat suasana kerja menjadi lebih nyaman. Masing-masing orang di bagian pemasaran bisa menggunakan tools yang sesuai untuk mempercepat kerja.
Rekomendasi marketing tools
Sekarang waktunya kita pelajari dan simak, apa saja sih marketing tools yang umumnya dipakai. Kira-kira mana nih yang cukup familier buat kita?
1. Folk

Perangkat marketing Folk merupakan aplikasi manajemen yang dirancang untuk memudahkan kerja kolaborasi dalam CRM. Desain antarmuka aplikasi ini cukup menarik dan mudah digunakan oleh para pengguna.
Folk dapat melakukan sinkronisasi kontak konsumen dari berbagai sumber (email ataupun LinkedIn) ke dalam satu ruang kerja yang terorganisasi. Aplikasi ini juga memuat riwayat percakapan atau interaksi antartim secara real-time. Selain itu, Folk secara efektif menarik informasi baik dari pelanggan, perusahaan, media sosial, ataupun daftar kontak.
Keunggulan:
- User-friendly
- Fitur kolaborasi kuat berbasis tim
- Pengaturan cepat
- Kemampuan penyimpanan dan penarikan kontak sangat baik
Kekurangan:
- Tidak ada fitur pengurutan email ataupun nomor telepon
- Kurang bisa dipakai untuk sistem penjualan yang kompleks
2. HubSpot

HubSpot disebut juga sebagai all-in-one marketing platform karena menggabungkan CRM, otomatisasi marketing, manajemen konten, hingga analitik. Kekuatan terbesar HubSpot terletak pada kemampuan melakukan banyak kegiatan marketing dalam satu atap.
Fitur-fitur yang tersedia meliputi:
- Otomatisasi pemasaran (email, lead nurturing)
- Content management system (CMS bawaan untuk website, landing page, blog)
- Email marketing
- Lead scoring (secara otomatis memprioritaskan prospek pelanggan berdasarkan perilaku)
- Reporting dashboard (hasil analitik terpadu pada semua jenis pemasaran)
Keunggulan:
- Integrasi tanpa hambatan antara pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan
- Aplikasi yang “kaya”
Kekurangan:
- Untuk memperoleh fitur yang lengkap, biayanya menjadi mahal
- Desain antarmuka kurang nyaman bagi pengguna
3. Notion

Notion bukan sekadar aplikasi pencatat. Kini aplikasi ini menjadi ruang kerja all-in-one yang bisa kita manfaatkan untuk perencanaan pemasaran, manajemen konten, hingga kerja tim. Untuk pemasaran yang cukup komplek, Notion cukup fleksibel untuk kita aplikasikan.
Beberapa fiturnya antara lain kalender konten, perencanaan kampanye, fungsionalitas berbasis data, hingga kolaborasi tim. Dengan desain minimalis, Notion mudah digunakan sekaligus mempercepat segala pekerjaan pemasaran.
Keunggulan:
- Mudah kita sesuaikan dengan luar kerja apa pun
- Sangat bagus untuk kolaborasi
- Harga relatif terjangkau untuk kerja tim
- Template cukup beragam
Kekurangan:
- Memerlukan investasi waktu untuk memperoleh pengaturan yang paling pas
- Tidak menjadi pengganti alat pemasaran tertentu (karena basic aplikasi ini adalah “pencatat”)
4. Slack

Untuk perangkat komunikasi, Slack biasanya banyak dipakai untuk kegiatan marketing. Slack dapat menjadi pusat koordinasi hingga eksekusi kampanye. Sistem integrasi yang bagus membuat aplikasi ini cocok sebagai “pusat” pemasaran.
Percakapan di dalam Slack bisa kita atur berdasarkan topik ataupun proyek sehingga tidak akan bercampur. Aplikasi ini terintegrasi dengan 2.500 aplikasi lainnya (CRM, project management, dan sebagainya). Paling penting, Slack juga mengakomodasi berbagi dokumen untuk keperluan pemasaran (desain, aset, perencanaan, dan lain-lain).
Keunggulan:
- Mengurangi porsi rapat ataupun mengirim email antartim
- Integrasi luas
- Tersedia aplikasi seluler guna memudahkan kerja dari mana saja
Kekurangan:
- Dapat menjadi distraksi dengan adanya notifikasi
- Beberapa keputusan penting bisa terlewatkan dalam percakapan yang terlalu padat
5. Canva

Canva mempermudah proses desain konten, bahkan untuk orang-orang awam. Melalui Canva, kita bisa terbantu dalam menyiapkan presentasi, konten grafis, konten video, brosur, dan lain-lain. Tak cuma itu, Canva pun menyediakan ribuan template siap pakai yang bisa kita manfaatkan untuk mendesain lebih cepat.
Keunggulan:
- Desain antarmuka sangat ramah bagi pengguna
- Stok template banyak
- Adanya pembaruan fitur secara berkala
Kekurangan:
- Kontrol desain lebih sedikit daripada aplikasi desain profesional seperti Adobe Creative Suite
- Untuk memperoleh template lebih bagus, harus berlangganan berbayar
- Opsi ekspor desain terbatas untuk versi gratis
Baca Juga: Apa Itu CRM? Komponen, Tahapan, Fungsi, Contoh (2026)
6. Semrush

Semrush merupakan salah satu perangkat pemasaran untuk kebutuhan SEO yang membantu dalam riset kata kunci sehingga bisa meningkatkan visibilitas. Bagi bisnis yang memerlukan pertumbuhan secara organik, perangkat ini sangat membantu.
Selain fitur riset kata kunci, Semrush juga mampu menganalisis kata kunci yang sering dipakai kompetitor. Ada juga fitur analisis untuk kinerja SEO yang mampu memberikan rekomendasi terbaik bagi sebuah website.
Keunggulan:
- Basis data kata kunci baik
- Fitur lengkap untuk kebutuhan SEO
- Pembaruan rutin
Kekurangan:
- Harga premium bisa terlalu mahal bagi bisnis kecil
- Kurang ramah bagi pemula SEO dalam penggunaannya
- Beberapa fitur terlihat tumpang tindih
7. Ahrefs

Sama halnya seperti Semrush, Ahrefs pun menawarkan fitur-fitur untuk mendukung kerja SEO dalam pemasaran. Secara tampilan, Ahrefs cenderung lebih ramah bagi pengguna awal. Fitur-fiturnya meliputi riset kompetitor, riset kata kunci, sampai pemantauan backlink secara real-time.
Keunggulan:
- User-friendly
- Fitur cukup banyak dan terintegrasi
- Analisis kompetitor baik
Kekurangan:
- Biaya berlangganan cukup mahal
- Untuk versi gratis, ada keterbatasan data yang diperoleh saat riset kata kunci
8. Google Analytics

Google Analytics adalah alat yang paling banyak digunakan pebisnis dalam menganalisis website. Perangkat ini memberikan wawasan berguna tentang sumber traffic, seperti apa perilaku pengguna, hingga jalur konversi.
Keunggulan:
- Dapat diakses secara gratis
- Terintegrasi dengan platform Google Ads
- Kemampuan analitik bersifat prediktif
Kekurangan:
- Data analitis tidak ditransfer dari histori sebelumnya
- Desain antarmuka agak membingungkan bagi pemula
Baca juga: Gimana Cara Menggunakan Google Analytics? Ini Penjelasannya!
9. Buffer

Marketing tools berikutnya khusus untuk pekerjaan di area media sosial. Buffer efektif untuk membantu kita dalam pengelolaan media sosial di banyak platform. Bukan cuma membantu penjadwalan dan pengunggahan konten, tetapi juga sekaligus memberikan wawasan atas kinerja konten.
Keunggulan:
- Desain antarmuka simpel
- Terintegrasi dengan aplikasi lain
- Harga cukup terjangkau untuk bisnis kecil
Kekurangan:
- Fitur analitik agak terbatas
- Untuk fitur lengkap, mesti berlangganan premium dengan harga agak mahal
Namun, bagaimana sih cara menjalankan pemasaran secara efektif? Bagaimana caranya memperoleh hasil paling maksimal dari strategi-strategi yang ada?
Belajarlagi Marketing Agency siap menjadi rekan terbaik kita dalam membangun bisnis melalui perencanaan hingga eksekusi pemasaran yang matang. Selain itu, kita bakal memperoleh wawasan dan analisis mendalam terkait kinerja pemasaran guna mendorong pengambilan keputusan lebih tepat.
Beberapa jasa atau layanan yang tersedia di Belajarlagi Marketing Agency antara lain jasa media sosial organik, jasa SEO, jasa pembuatan konten, hingga jasa digital ads. Kita dapat memilih sesuai kebutuhan dan Tim Belajarlagi akan membantu kita mencapai target bisnis terbaik.
Untuk berkonsultasi seputar pemasaran, bisa langsung kontak Belajarlagi Marketing Agency sekarang, ya!
10. Hootsuite

Mirip dengan Buffer, Hootsuite juga merupakan perangkat pemasaran untuk manajemen media sosial. Buat kita yang harus mengelola beberapa media sosial, Hootsuite bisa jadi andalan. Hasil analisis dari perangkat ini dapat membantu kita mengembangan strategi berikutnya untuk menjangkau audiens lebih banyak.
Keunggulan:
- Fitur penjadwalan baik
- Cocok untuk pengelolaan beberapa media sosial sekaligus
Kekurangan:
- Bug cukup tinggi
- Harga mahal
11. Trello

Trello menjadi perangkat pemasaran yang bermanfaat untuk kerja kolaborasi. Pengelolaan sebuah proyek dalam pemasaran dapat menjadi lebih rapi dan mudah untuk kita pantau perkembangannya. Kita bisa menentukan tenggat waktu, penanggung jawab, hingga memberi komentar pada setiap proyek.
Keunggulan:
- Desain antarmuka sederhana dan mudah digunakan
- Fitur untuk versi gratis sudah cukup lengkap, cocok untuk bisnis kecil
- Tersedia dalam versi aplikasi seluler
Kekurangan:
- Jumlah board pada fitur gratis sangat terbatas
- Tidak bisa digunakan dalam kondisi offline
12. Asana

Mirip seperti perangkat sebelumnya, Asana pun merupakan alat untuk pengelolaan proyek yang efektif. Kita dapat mengatur tugas, melacak pengerjaan, dan menetapkan pencapaian penting. Asana menyediakan fitur integrasi ke perangkat lain seperti Slack dan Google Drive.
Keunggulan:
- Integrasi kuat
- Manajemen tugas detail, cocok untuk perencanaan yang butuh ketelitian tinggi
- Bagus untuk kerja kolaborasi
Kekurangan:
- Ada potensi melambat saat pengerjaan proyek terlalu banyak
- Biaya berbayar untuk fitur lanjutan termasuk mahal
13. Mailchimp

Hingga saat ini, Mailchimp masih menjadi perangkat pemasaran populer untuk email. Perangkat ini menawarkan kemudahan untuk membuat kampanye lewat email sekaligus memberikan analitik yang akurat. Mailchimp pun telah berevolusi menjadi alat pemasaran yang tak cuma fokus pada email, melainkan juga market automation, landing page, dan lain-lain.
Keunggulan:
- Paket gratis untuk pemula
- Desain antarmuka bagus
- Tingkat pengiriman email solid
- Integrasi berkembang
Kekurangan:
- Seiring pertumbuhan pelanggan, harga berlangganan pun terus naik
- Fitur-fitur canggih butuh akses berbayar
14. Google Ads

Ini adalah perangkat iklan berbayar yang ditawarkan oleh Google. Melalui beriklan di Google Ads, kita berpotensi sering muncul pada pengguna Google, YouTube, dan aplikasi lain yang terhubung dalam Google. Kita dapat memilih kata kunci spesifik agar bisa sukses beriklan di Google Ads, terutama agar pesan yang ada tepat sampai pada audiens tertarget.
Keunggulan:
- Menjangkau audiens luas, terutama para pengguna internet aktif
- Mampu mengontrol bujet atau anggaran sesuai kemampuan
- Ada pelacakan dan analitik yang baik
- Mampu melakukan penargetan yang spesifik
Kekurangan:
- Iklan berhenti saat saldo habis
- Fitur premium harganya cukup mahal
15. Unsplash

Dalam pembuatan konten tulisan di website, kita sering kali memerlukan gambar untuk mendukung SEO konten. Unsplash adalah salah satu perangkat penyedia gambar yang bisa kita akses untuk memperoleh gambar berkualitas terbaik. Kita dapat mengaksesnya secara gratis maupun berbayar.
Keunggulan:
- Mudah digunakan
- Kualitas gambar tinggi
- Dalam versi gratis, kita masih bisa memperoleh gambar-gambar terbaik
Kekurangan:
- Perlu berbayar untuk mengakses gambar yang tidak monoton
16. ChatGPT

Butuh ide konten untuk suatu kampanye? Butuh referensi untuk membuat copywriting yang menarik? ChatGPT kini sudah sangat umum menjadi perangkat pemasaran andalan karena mampu menjadi rekan diskusi yang baik. Hanya saja, memakai ChatGPT ini juga harus bijak agar tidak terjebak pada isu plagiarisme.
Keunggulan:
- Meningkatkan produktivitas
- Mudah digunakan
- Dapat memberi respon atau jawaban yang terpersonalisasi
Kekurangan:
- Informasi yang diberikan tidak selalu akurat (butuh kroscek ulang)
- Berpotensi menurunkan kreativitas jika tidak bijak menggunakannya
- Untuk mengakses fitur lengkap, harus memilih opsi berlangganan
Baca Juga: 10 Jenis-jenis Digital Marketing dan Contohnya
Kesimpulan
Marketing tools bertujuan untuk mempermudah segala aspek pekerjaan dalam area pemasaran. Jenis perangkat pemasaran ini beragam, mulai dari yang membantu kerja kolaborasi, pengelolaan media sosial, desain, SEO, dan sebagainya. Memilih perangkat yang tepat dapat menentukan tercapainya efektivitas kerja terbaik dalam pemasaran.
.webp)




