Kursus adalah salah satu media paling tepat buat kita yang ingin meningkatkan keterampilan di bidang tertentu tanpa harus melalui jalur pendidikan formal. Dewasa ini, pengembangan diri melalui kursus dapat membantu kita meraih peluang karier menarik. Dengan keterampilan yang beragam, pilihan pekerjaan untuk kita pun makin luas.
Teknologi yang kian pesat pun makin memudahkan kita dalam mengikuti kursus. Kita tak harus hadir secara fisik, melainkan bisa secara daring. Fleksibilitas semacam inilah yang kemudian menjadi hal yang paling kita cari dalam mengikuti kursus.
Berkaca dari pemahaman bahwa kursus adalah hal penting, kali ini Tim Belajarlagi membuat ulasan lengkap mengenai hal tersebut. Termasuk bagaimana perbedaan kursus dengan pelatihan serta apa saja contoh-contohnya. Simak dan pelajari bersama-sama yuk!
Apa itu kursus?
Kursus adalah suatu program edukatif untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan suatu bidang atau subjek tertentu. Kursus biasanya memiliki struktur dan kurikulum yang jelas serta menawarkan program belajar yang komprehensif atau mendalam.
Beberapa karakter khusus dari sebuah kursus antara lain:
- Pembelajaran terstruktur: Sesuai definisinya, kursus memiliki sistem belajar yang rapi dan terstruktur. Kurikulum yang tersedia pun disusun secara terencana. Sebagai peserta, kita akan merasakan pembelajaran yang nyaman dan sesuai tujuan yang ada.
- Durasi waktu tertentu: Durasi waktu untuk kursus sangat beragam, tergantung pada tujuan pendalaman subjek sejauh mana. Ada kursus yang menyediakan durasi belajar mingguan, bulanan, hingga setahun. Durasi ini berkaitan erat juga dengan kurikulum yang disusun.
- Berbasis teori dan praktik: Karena bertujuan meningkatkan pengetahuan, kursus akan banyak bicara seputar teori dari subjek tertentu secara mendalam. Selain itu, kita juga punya kesempatan praktik langsung dari teori tersebut.
- Tes dan penilaian: Kursus tidak hanya bersifat pasif alias membiarkan kita jadi pendengar. Dalam kursus, ada juga tes dan penilaian tertentu untuk mengukur kapasitas pemahaman kita. Bentuk tes ini bisa berupa assessment, tugas, atau proyek kelompok.
- Pemberian sertifikat: Setelah menyelesaikan program kursus, kita akan memperoleh sertifikat sebagai bukti keikutsertaan dan kelulusan sekaligus membuktikan kemampuan kita di bidang tertentu.
Sekilas, kursus memang agak mirip dengan belajar di pendidikan formal. Hanya saja, kursus memang menawarkan fleksibilitas serta durasi belajar yang tidak terlalu lama. Meski begitu, pendalaman materi di kursus juga tidak kalah dari pembelajaran di bangku pendidikan formal, lho.
Ibaratnya, kursus ini shortcut untuk kita belajar hal baru dengan lebih komprehensif. Kursus juga biasanya menyediakan level berbeda-beda bagi peserta. Jika ingin terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, kita bisa mengikuti kursus dengan berbagai level.
Apa tujuan dari adanya kursus?
.webp)
Sementara, tujuan dari mengikuti kursus adalah sebagai berikut:
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
Secara umum, kursus jelas bertujuan meningkatkan pengetahuan kita. Terutama untuk kita yang tertarik pada hal-hal baru dan butuh mempelajarinya secara lebih cepat. Meski durasinya lebih singkat daripada pendidikan formal, kursus tetap mampu memenuhi kebutuhan kita akan pembelajaran hal baru secara mendalam.
Kita tetap belajar secara profesional, terukur, dan memperoleh sertifikat di akhir kelas. Bekal pengetahuan baru itu bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan karier, apalagi jika pilihannya adalah loncat karier.
Tak cuma itu, kursus juga memperluas keterampilan kita dalam bekerja. Pengetahuan baru pasti memerlukan keterampilan baru pula. Dengan begitu, kita pun menjadi punya bekal yang lebih “kaya” untuk merintis karier di bidang tertentu.
Membuka peluang karier lebih baik
Selanjutnya, mengikuti kursus biasanya berdampak pula ke pengembangan profesional. Perusahaan biasanya lebih menyukai kandidat karyawan yang memiliki sertifikat di bidang tertentu. Meski tanpa latar belakang pendidikan formal di bidang tertentu, kursus membantu kita menguasai suatu subjek yang dibutuhkan perusahaan.
Selain itu, kursus juga membuka peluang menuju karier lebih baik. Entah itu dalam cakupan promosi atau mencoba bidang yang baru. Makin banyak pengetahuan dan keterampilan yang kita kuasai, pilihan karier bagi kita pun menjadi lebih luas kan?
Memperluas koneksi dan kesempatan
Tujuan “tersembunyi” ini jarang dibahas, padahal sering terjadi nyata di kehidupan. Dengan ikut kursus, kita tidak cuma meningkatkan potensi diri. Tanpa sadar, kita pun mulai membangun relasi baru dan pada akhirnya koneksi profesional kita pun kian meluas.
Tak hanya berhenti sampai di situ, meluasnya koneksi akan berdampak pula ke terbukanya kesempatan karier. Kita punya peluang memperoleh karier baru berkat koneksi tersebut, lho. Di zaman sekarang, memperoleh pekerjaan karena koneksi sudah sangat umum.
Ini menjadi catatan penting agar ketika kita mengikuti sebuah kursus, kita tidak boleh lupa untuk berkoneksi. Mengembangkan isi pikiran memang bagus, tetapi menambah jaringan pertemanan juga tak kalah penting.
Meningkatkan pertumbuhan diri
Saat memutuskan ikut suatu kursus, itu artinya kita menantang diri sendiri untuk mengenal hal baru. Tentu ada tantangan tersendiri mengingat kita berangkat dari “tidak tahu apa-apa”. Dalam prosesnya pasti akan ada ketidaktahuan, penyesuaian, hingga pembelajaran.
Meski belajar hal baru itu tidak mudah, kita justru berpotensi meningkatkan pertumbuhan diri lewat hal tersebut. Bahkan, kita bisa tergerak makin ingin belajar hal lain lagi setelah menyelesaikan satu kursus.
Secara tidak langsung, kepercayaan diri kita pun kian meningkat. Kita menjadi senang terus bertumbuh dan berkembang melalui kursus.
Apa bedanya kursus dan pelatihan?
Kursus dan pelatihan sekilas terlihat sama. Sebenarnya, ada perbedaan cukup mendasar antara dua hal tersebut. Kursus menitikberatkan pada pendalaman pengetahuan dan keterampilan melalui durasi waktu tertentu. Sementara, pelatihan lebih condong ke peningkatan kemampuan secara lebih praktis dengan durasi waktu jauh lebih pendek.
Agar lebih mudah memahami perbedaan keduanya, berikut Tim Belajarlagi sajikan penjelasannya melalui tabel dengan menyoroti beberapa aspek:Baca Juga: 15 Pelatihan Sertifikasi Gratis yang Kredibel, Cobain Deh!
Apa saja contoh kursus?
Dari pengertian dan tujuan kursus tadi, kita sekarang dapat melihat beberapa contohnya:
Kursus digital marketing
Digital marketing menjadi bidang yang makin banyak orang minati karena peluang kerjanya pun begitu luas. Maka, tidak heran jika kursus digital marketing makin menjamur. Buat kita yang tertarik mengembangkan potensi dan karier di bidang ini, bisa lho coba ikut Bootcamp Full Stack Digital Marketing dari Belajarlagi.
Dalam kursus ini, Belajarlagi menyediakan kurikulum super lengkap. Mulai dari dasar-dasar digital marketing, social media organic, performance marketing, SEO, SEM, marketing data analytics, hingga penggunaan AI untuk pemasaran. Kita juga bakal belajar memakai aneka perangkat yang mendukung kerja digital marketing seperti Canva, Google Ads, Google Analytic, Ubersuggest, dan sebagainya.
Bootcamp Full Stack Digital Marketing bisa kita ikuti secara online dengan pembelajaran intensif selama delapan minggu. Para instrukturnya pun sudah berpengalaman dan akan membantu kita mempelajari digital marketing dari teori dan praktik. Dijamin bermanfaat banget untuk merintis karier pemasaran digital!
Untuk informasi lebih lengkap mengenai jadwal kursusnya, bisa langsung cek di halaman Full Stack Digital Marketing Belajarlagi.
Kursus business finance
Dalam berbisnis, kita tidak lepas dari laporan keuangan. Tentu tidak semua orang bisa memperoleh pengetahuan tentang keuangan di bangku kuliah. Oleh sebab itu, kursus tentang business finance sangat kita perlukan untuk pengelolaan bisnis lebih baik.
Nah, Mini Bootcamp Business Finance dari Belajarlagi bisa menjadi media pembelajaran tepat buat kita. Kursus ini mengajari kita bagaimana cara membaca laporan keuangan, mengelola arus kas, hingga nantinya bisa mengambil keputusan terbaik dalam bisnis. Kursus business finance ini cocok untuk para pebisnis pemula maupun profesional lainnya.
Meski namanya mini bootcamp, kurikulumnya tetap lengkap buat dipelajari. Apalagi kita juga belajar langsung dari para pakar di bidangnya. Informasi lebih lengkap mengenai kurikulum dan jadwal kursus Mini Bootcamp Business Finance bisa dicek di sini, ya.
Kursus spreadsheet
Kesulitan menggunakan spreadsheet, padahal harus banget menguasai keterampilan itu untuk bekerja? Kita bisa ambil kursus spreadsheet di Mini Bootcamp Spreadsheet Mastery dari Belajarlagi!
Selama tiga minggu, kita akan belajar menaikkan keterampilan menggunakan spreadsheet dari para ahlinya. Mulai dari mempelajari berbagai formula, rekap basic dashboard, hingga praktik melalui final project. Kurikulumnya super lengkap untuk membantu kita mendalami spreadsheet mulai dari dasar-dasarnya.
Buat yang tertarik ikut atau ingin lebih tahu lagi mengenai topik pembelajaran dari Mini Bootcamp Spreadsheet Mastery, bisa cek infonya di halaman ini, ya.
Baca Juga: 10+ Lembaga Sertifikasi Profesi Indonesia: Kenali Juga Jenis-jenisnya!
Kesimpulan
Kursus adalah program edukatif yang memungkinkan kita mempelajari suatu subjek beserta keterampilannya secara lebih mendalam selama durasi tertentu. Dalam kursus, kita akan belajar komprehensif mengenai teori sekaligus praktiknya dengan kurikulum yang terstruktur dan jelas.
Karena sifatnya untuk pembelajaran secara mendalam, kursus punya manfaat besar dalam memperluas peluang karier kita. Terutama bagi kita yang tertarik menggeluti karier di luar latar pendidikan yang ditempuh selama kuliah. Makin banyak kursus yang kita ikuti, kian besar pula peluang industri kerja yang bisa kita coba.
Yuk, jangan ragu mengembangkan potensi dan pertumbuhan diri dengan mengikuti kursus online, salah satunya dari Belajarlagi!
.webp)




