- Research keyword untuk bisnis lokal sebaiknya fokus pada long-tail keyword yang spesifik, dengan search volume cukup dan kompetisi rendah.
- Pemilihan keyword harus sesuai search intent (informational, navigational, commercial, transactional) agar relevan dengan kebutuhan audiens lokal.
- Bisnis lokal bisa memanfaatkan tools gratis seperti Google Keyword Planner, Google Search Console, Google Trends, Ubersuggest, dan AlsoAsked untuk riset keyword.
Apa yang membuat toko online atau website bisnis Teman Belajar tidak muncul di Google? Padahal, Teman Belajar merasa sudah mengunggah konten secara rutin. Jawaban paling mungkin dari masalah tersebut adalah tidak adanya research keyword. Dengan kata lain, Teman Belajar sendiri tidak paham apa yang sebenarnya dicari oleh audiens.
Berbeda dengan merek besar, bisnis lokal di Indonesia sebenarnya bersaing di ruang yang lebih kecil dan spesifik. Itulah yang justru menjadi peluang terbesar dalam melakukan riset keyword secara tepat. Artikel kali ini akan mengupas research keyword mulai dari definisi, mengapa penting dilakukan, rekomendasi tools SEO gratis, hingga langkah nyata yang dapat Teman Belajar segera praktikkan.
Apa Itu Keyword?
Secara ringkas, keyword adalah frasa yang dituliskan pengguna ke mesin pencari, misalnya Google, untuk menemukan informasi, layanan, atau produk tertentu. Berdasarkan panjang kata kunci, ada tiga tipe yang umum Teman Belajar jumpai:
- Short-tail keyword. Kata kunci paling banyak digunakan, terdiri dari 1-2 kata, dan bekerja baik untuk topik yang luas. Sebagai catatan, persaingan jenis kata kunci ini sangat ketat sehingga butuh strategi lebih spesifik.
- Mid-tail keyword. Kata kunci ini biasanya terdiri dari 3 kata dan memberi hasil yang lebih tertarget daripada short-tail keyword.
- Long-tail keyword. Jumlah katanya lebih banyak, yaitu lebih dari 4 kata. Tujuannya untuk menarget pengguna paling spesifik dan punya peluang tinggi untuk konteks bisnis lokal.
Agar lebih mudah Teman Belajar pahami, coba ambil contoh short-tail keyword seperti “sepatu”. Kata kunci tersebut pastinya punya persaingan tinggi sehingga tidak relevan untuk bisnis lokal. Berbeda jika menggunakan long-tail keyword seperti “sepatu kulit pria Bandung”. Kata kunci tersebut jauh lebih spesifik, bahkan menyasar area lokal Bandung.
Selain panjang kata kunci, research keyword juga memerlukan pemahaman akan dua metrik penting:
- Search volume (SV) merupakan jumlah rata-rata pencarian kata kunci dalam satu bulan. Artinya, Teman Belajar harus melihat seberapa sering kata kunci tersebut dicari audiens.
- Keyword difficulty (KD) adalah seberapa sulit kata kunci tersebut memperoleh peringkat tinggi di halaman Google. Makin tinggi skor KD, makin ketat persaingannya.
Untuk bisnis lokal, Teman Belajar harus mengejar kata kunci dengan search volume sedang serta keyword difficulty yang rendah. Sebenarnya dalam hal ini bisnis lokal jauh lebih diuntungkan karena tak perlu bersaing dengan merek-merek besar. Persaingan kata kunci lokal memang lebih rendah, tetapi intent pembeliannya justru lebih kuat.
Baca juga Apa Saja Target dari Menggunakan SEO? Ini Jawabannya!
Memahami Search Intent Sebelum Riset Keyword
Penggunaan keyword mesti Teman Belajar barengi dengan pemahaman search intent. Search intent adalah tujuan audiens dalam melakukan pencarian. Itu artinya, ada maksud yang melatarbelakangi audiens mencari sesuatu. Google tidak hanya melakukan pencocokan kata, melainkan juga mencari kecocokan di balik maksud pencarian audiens.
Ada empat jenis search intent yang perlu dicermati:
- Informational. Maksud pengguna dengan kata kunci adalah untuk mencari informasi. Kata kunci ini umumnya dimulai dengan “cara”, “bagaimana”, “mengapa”, dan sejenisnya. Contoh: “Cara Membuat Brownies Homemade”.
- Navigational. Pengguna bermaksud mencari atau mengunjungi website tertentu. Sejatinya pengguna sudah tahu mau pergi ke mana, tetapi memakai Google sebagai jalan pintas daripada menulis URL lengkap. Contoh: “Belajarlagi”.
- Commercial. Penelusuran ini punya maksud antara “mencari tahu sesuatu” dan “membeli”. Umumnya pengguna akan membandingkan harga lewat pencarian. Kata kunci yang biasanya muncul seperti “harga”, “terbaik”, “ulasan”, “termurah”, dan sejenisnya. Contoh: “Harga Brownies Homemade Bandung Terbaik”.
- Transactional. Maksud pengguna adalah siap untuk membeli. Pencarian dari intent ini paling dekat dengan konversi dan mengandung kata seperti “beli”, “pesan”, hingga nama produk yang dicari. Contoh: “Beli Brownies Homemade Online Bandung”.
Agar kata kunci yang Teman Belajar pilih relevan juga dengan search intent, konten dalam website menjadi penentunya. Misalnya, halaman produk atau jasa haruslah menarget jenis intent transactional. Sementara, konten blog atau artikel cocok untuk target intent informational. Konten berupa perbandingan produk paling cocok untuk intent commercial.
Bagian search intent ini memang penting untuk diperhatikan dan sayangnya justru paling sering dilewatkan oleh pebisnis lokal. Contohnya, tanpa adanya pemahaman search intent, halaman produk malah menggunakan keyword informational sehingga pembeli yang diharapkan muncul pun tidak pernah hadir.
Baca juga 10 Strategi Content Marketing Efektif untuk Keberlangsungan Bisnismu
5 Tools Riset Keyword Gratis Terbaik untuk Bisnis Lokal Indonesia
Dengan skala tidak seluas merek-merek besar, salah satu kendala bagi bisnis lokal adalah keterbatasan dana. Oleh sebab itu, beberapa tools research keyword gratis ini dapat menjadi opsi terbaik bagi bisnis lokal di Indonesia:
Google Keyword Planner
Google Keyword Planner merupakan tools keyword gratis yang bisa Teman Belajar akses lewat Google Ads sekaligus paling akurat untuk data di Indonesia. Dengan tools ini, Teman Belajar dapat melihat perkiraan seberapa sering kata kunci dicari serta memfilter berdasarkan lokasi.
Langkah-langkah menggunakannya:
1. Masuk ke https://business.google.com/en-all/ad-tools/keyword-planner/, lalu klik “Start Now”

2. Teman Belajar akan masuk ke halaman dashboard, klik “Tools”, kemudian pilih “Planning”. Klik “Keyword Planner”, maka muncul:

3. Pilih “Discover new keywords”. Di bagian “Start with Keywords”, coba ketik kata kunci yang Teman Belajar ingin pakai. Misalnya: sepatu kulit bandung. Setelah itu, klik “Get results”.

4. Muncul hasil kata kunci tersebut lengkap dengan ide kata kunci lebih spesifik dengan data rata-rata pencarian dan tingkat persaingannya seperti apa.

Google Search Console
Tools ini menampilkan kata kunci yang sudah membawa traffic ke website Teman Belajar. Google Search Console ideal untuk menemukan kata kunci “tersembunyi” yang hampir masuk ranking, tetapi belum dioptimasi.
Langkah-langkah menggunakannya:
1. Masuk ke laman https://search.google.com/search-console/about dan masukkan alamat website Teman Belajar.

2. Klik menu “Performance”, lalu pilih “Search Result”. Di bagian ini, Teman Belajar bisa menyaring data berdasarkan “Queries” dan berapa banyak tayangan di-klik.


3. Dari data yang ada, Teman Belajar jadi tahu kata kunci mana yang banyak mengundang audiens ke website. Jika kunjungan tinggi, tetapi klik hanya sedikit, itu artinya ada peluang melakukan optimasi. Misalnya, mengoptimasi judul, meta description, atau isi konten agar lebih sesuai dengan search intent.
Google Trends
Google Trends adalah tools SEO yang menganalisis popularitas suatu kata kunci dari waktu ke waktu berdasarkan wilayah dan bahasa. Tools keyword gratis ini sangat berguna untuk bisnis yang menyasar audiens di regional tertentu.
Langkah-langkah menggunakannya:
1. Masuk ke https://trends.google.co.id/trends/ dan masukkan kata kunci yang Teman Belajar inginkan, lalu klik “Explore”.

2. Google Trends akan menunjukkan hasil pencarian kata kunci tersebut dalam rentang waktu tertentu. Teman Belajar dapat memfilternya berdasarkan waktu (hari, bulan, tahun, dan sebagainya). Selain itu, ada juga hasil pencarian dari kata kunci sejenis yang dapat dijadikan referensi.


Ubbersuggest
Ubersuggest menawarkan ide kata kunci, estimasi search volume, serta keyword difficulty-nya. Tools keyword gratis ini cocok untuk pemula karena desain antarmukanya cukup mudah.
Langkah-langkah menggunakan:
1. Kunjungi https://neilpatel.com/ubersuggest/ dan masukkan kata kunci yang hendak dipakai.

2. Setelah itu, muncul wawasan dari kata kunci yang bisa membantu Teman Belajar dalam menentukan kata kunci lebih spesifik.


AlsoAsked
AlsoAsked menghasilkan pertanyaan yang paling sering diajukan untuk kata kunci tertentu. Tools SEO gratis ini cocok untuk menemukan topik sekaligus bahan riset dalam artikel atau blog agar sesuai dengan kebutuhan audiens.
Langkah-langkah menggunakannya:
1. Kunjungi https://alsoasked.com/ dan masukkan kata kunci yang Teman Belajar inginkan. Jangan lupa atur lokasi pencariannya.

2. Hasil yang ditampilkan dapat Teman Belajar jadikan acuan atau panduan dalam menyusun konten artikel yang lebih berkualitas.

Baca juga 7 Cara Menggunakan Google Trends: Step by Step Tampilkan Datanya
Langkah-Langkah Riset Keyword untuk Bisnis Lokal Indonesia
Berikut panduan melakukan research keyword untuk SEO bisnis skala lokal di Indonesia. Teman Belajar bisa coba praktikkan dengan memanfaatkan salah satu tools tadi.
- Langkah 1 Seed keyword: Mulailah dari kata paling sederhana yang mendeskripsikan bisnis Teman Belajar. Misalnya: “kursus digital marketing”, “katering makanan”, “laundry”, “wedding organizer”, dan sebagainya.
- Langkah 2 Tambahkan lokal. Gabungkan seed keyword tadi dengan nama area atau kota yang lebih spesifik. Contoh: “kursus digital marketing online”, “katering makanan jakarta”, “laundry kiloan semarang”, dan sebagainya.
- Langkah 3 Eksplorasi long-tail keywords. Cara paling simpel adalah dengan menggunakan Google Autocomplete. Ketik kata kunci pada Google, lalu ikuti saran kata kunci yang muncul. Teman Belajar dapat pula menemukan di bagian “People also search for”.
- Langkah 4 Filter berdasarkan peluang. Lakukan prioritas kata kunci dengan search volume 100-1.000 per bulan. Pastikan keyword difficulty-nya di bawah 30. Volume kecil dengan intent kuat jauh lebih menghasilkan dan berharga daripada volume besar tanpa konversi.
- Langkah 5 Pemetaan keyword ke halaman. Pastikan setiap halaman konten website maupun blog memuat 1 kata kunci utama serta 2-3 kata kunci pendukung. Namun, hati-hati jangan terlalu banyak menargetkan kata kunci karena rentan terkena keyword cannibalization (dua atau lebih halaman dalam satu situs punya kata kunci sama sehingga terkesan “bersaing” di mesin pencari).
Kesalahan Riset Keyword yang Sering Dilakukan Bisnis Lokal
Sebagian besar pebisnis lokal sering melakukan kesalahan dalam riset kata kunci, terutama jika masih tergolong baru melakukannya. Beberapa kesalahan tersebut antara lain:
- Memilih kata kunci yang sejak awal kompetisinya sangat tinggi. Alhasil, memenangkan konten di mesin pencari menjadi sangat sulit karena mesti bersaing dengan bisnis-bisnis besar.
- Tidak menggunakan kata kunci berbahasa Indonesia informal. Ingat, pengguna Google di Indonesia pun sering kali melakukan penelusuran dengan kata kunci berupa bahasa sehari-hari. Contohnya, “jasa foto murah” bukan “photography service affordable”.
- Tidak melakukan riset kata kunci secara berkala. Padahal, tren pencarian senantiasa dinamis alias berubah. Apalagi jika bisnis tersebut berada di sektor khusus seperti fashion, kuliner, dan sejenisnya.
- Hanya fokus ke kata kunci produk dan mengabaikan kata kunci yang memuat masalah audiens. Pengguna sering mencari solusi sebelum memilih produk. Pertimbangkan kata kunci seperti “cara menggunakan prompt dengan tepat”, tidak hanya “ai gratis”.
- Tidak menggunakan data dari Google Search Console (GSC). Banyak bisnis yang berhasil mendatangkan traffic di website, tetapi tidak paham berasal dari mana. Dengan memakai data GSC, pebisnis lokal dapat melakukan optimasi agar kata kunci lain dapat pula bekerja dengan baik.
Baca juga Artikel SEO Friendly: Ciri-Ciri dan Cara Membuatnya
Melakukan research keyword adalah langkah awal dalam strategi SEO. Dalam praktiknya, eksekusi riset kata kunci memang butuh pemahaman lebih tinggi. Terutama dalam hal digital marketing secara keseluruhan.

Ikuti Full Stack Digital Marketing Belajarlagi yang memberikan pembelajaran mengenai SEO dan pemasaran digital dalam satu kurikulum terstruktur. Lengkap mulai dari riset keyword, content strategy, hingga paid ads. Informasi lebih lengkap mengenai kelas dan pendaftaran, bisa Teman Belajar cek di Full Stack Digital Marketing Belajarlagi.
Referensi
- Cecilia Meis. What Are Keywords? Intro + How to Find and Use Them.
- Gaurav Aggarwal. Types of Keywords in SEO – Based on Length, Buyer Intent, Industry, & More.
- Sydney Go. 6 Important Keyword Metrics & How to Analyze Them.
- Ahad Qureshi. What is search intent and why is it important for SEO?
- Ana Camarena. How to use Google Keyword Planner.
- Carlos Silva. 5 Ways to Use Google Search Console for Keyword Research.
- Alex Lindley. How to Use Google Trends for SEO in 2025.
.webp)




