Cara Negosiasi Gaji Berbagai Kondisi agar Disetujui HRD

Jessica Dima
8 Min Read
Published:
April 15, 2026
Updated:
April 15, 2026

Key Takeaways

  • Nominal angka bukanlah penentu dalam cara negosiasi gaji ke HRD saat wawancara. Dalam bernegosiasi, Teman Belajar butuh strategi berkomunikasi yang tepat guna menunjukkan nilai diri ke HRD.
  • Jangan ragu memberikan kisaran angka gaji ketika bernegosiasi. Tujuan dari negosiasi adalah memberikan gambaran ke HRD mengenai value sebagai kandidat karyawan terbaik.
  • Bagi fresh graduate, sangat penting untuk melakukan negosiasi gaji melalui pendekatan keterampilan, proyek, hingga pengalaman magang. Meski belum ada pengalaman kerja profesional, HRD tetap akan menilai bagaimana cara kandidat berpikir dan mengukur nilai dirinya.

Teman Belajar mungkin sering bertanya-tanya, bagaimana cara melakukan negosiasi gaji yang tepat agar tidak mendapat penolakan dari HRD? Kegagalan negosiasi sebenarnya tidak terletak pada angka yang kamu lemparkan. Sering kali cara berkomunikasilah yang menjadi faktor penentunya.

Kesalahan yang umum dilakukan pelamar kerja adalah terlalu cepat melemparkan angka serta langsung menerima offering tanpa diskusi saat proses wawancara. Sementara, negosiasi sebenarnya banyak bicara tentang keterampilan yang melibatkan timing, positioning value, dan strategi yang tepat dalam berkomunikasi. Maka, artikel kali ini pun akan membahas lengkap cara negosiasi gaji saat wawancara beserta contoh kalimat yang bisa Teman Belajar pakai.

Apa Itu Offering Salary dan Mengapa Masih Bisa Dinego?

Sebelum membahas nego gaji ke HRD, Teman Belajar perlu memahami dulu apa itu offering salary. Offering salary adalah penawaran gaji yang HRD berikan ke kandidat karyawan setelah lolos seleksi. Angka pada penawaran tersebut sudah meliputi gaji pokok, tunjangan, benefit, bonus, dan kompensasi lainnya.

Dalam offering salary, HRD bekerja dengan rentang nominal tertentu sehingga angka yang ditawarkan sebenarnya masih bisa Teman Belajar negosiasikan. Range salary adalah cara terbaik untuk membuka ruang negosiasi antara HRD dan kandidat. Angka terendah dan tertinggi yang diajukan dapat menjadi patokan selama berdiskusi soal gaji.

Angka pada offering salary juga mempertimbangkan banyak faktor. Misalnya, latar pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, lokasi kerja, dan masih banyak lagi. Kandidat yang berani melakukan negosiasi pada gaji justru mendapat perhatian lebih dari HRD. Pasalnya, kandidat tersebut memahami value dalam dirinya yang berdampak pula ke gaji yang layak diterima.

Meski begitu, negosiasi gaji tidak bisa Teman Belajar lakukan secara sembarangan. Teman Belajar mesti melakukannya dengan strategi yang tepat agar tidak terjebak oleh dorongan emosional semata.

Baca juga Cara Menanyakan Gaji Saat Interview Tanpa Terlihat Agresif 

Cara Menanyakan Gaji Saat Interview Tanpa Terlihat Agresif

Jika saat interview Teman Belajar ditanya tentang gaji oleh HRD, jangan buru-buru panik! Ini adalah momen penting untuk menampilkan kepercayaan diri sekaligus kesadaran Teman Belajar terhadap posisi yang dilamar. Meski pertanyaan tersebut banyak membuat cemas, sebisa mungkin jangan berpikir akan memperoleh penolakan.

Ada dua strategi yang boleh Teman Belajar praktikkan ketika memasuki ruang diskusi persoalan gaji selama wawancara:

  • Delay strategy. Teman Belajar sengaja menunda penyebutan angka gaji yang diinginkan dan memilih menunjukkan dulu nilai dalam dirimu. Strategi ini membantu Teman Belajar menghindari penawaran yang lebih rendah ataupun terlalu tinggi. Pada delay strategy, fokuskan pembicaraan pada keterampilan dan kontribusi sebelum membahas gaji.
  • Range strategy. Melalui strategi ini, Teman Belajar memberikan kisaran gaji kepada HRD untuk menunjukkan fleksibilitas. Kisaran angka gaji tersebut haruslah berbasis riset, bukan semata-mata preferensi pribadi. Lakukan riset gaji terhadap posisi tersebut dan berikan selisih 15%-20% antara angka minimum dan maksimum. Pastikan angka minimum itu nyaman buat Teman Belajar dan angka maksimum masih masuk akal.

Dalam sebuah penelitian yang tercantum di Harvard Business Review, sebagian responden berpikir bahwa negosiasi gaji lebih banyak menguntungkan perusahaan daripada kandidat. Mereka menganggap pengaruh kandidat dalam negosiasi 20% lebih rendah daripada pengaruh HRD. Hal inilah yang kemudian menyebabkan sebagian kandidat sering kali menyebutkan angka yang terlalu rendah dan tidak sepadan dengan kemampuan saat negosiasi gaji.

Namun, Teman Belajar justru jangan takut dalam memberikan angka ketika berdiskusi tentang gaji. Tujuan dari diskusi adalah menjaga positioning agar tetap ada ruang untuk bernegosiasi. HRD sebenarnya juga mencermati bagaimana cara Teman Belajar berpikir, jadi bukan sekadar melihat angka.

Baca juga Berapa Sih Estimasi Gaji Fresh Graduate? Cek Selengkapnya di Sini! 

Cara Negosiasi Gaji Saat Offering Letter Secara Efektif

Di sisi lain, adanya offering letter menjadi kesempatan terbaik bagi Teman Belajar untuk membuka negosiasi gaji. Perusahaan biasanya memberikan offering letter bagi kandidat yang sudah terpilih sehingga peluang diterima pun lebih besar. Umumnya offering letter tersebut sudah memuat gaji hingga beragam kompensasi yang diterima sebagai karyawan.

Langkah-langkah melakukan negosiasi gaji dengan HRD jika ada offering letter:

  • Berikan apresiasi (ucapan terima kasih) atas penawaran yang diberikan. Ini menunjukkan etika dan kesopanan terhadap perusahaan yang telah memilih Teman Belajar sebagai kandidat karyawan terkuat.
  • Lanjutkan dengan antusiasme, bisa berupa kepuasan karena bisa mencapai tahap ini. Antusiasme ini menunjukkan seberapa serius Teman Belajar dalam mengikuti proses seleksi.
  • Lakukan negosiasi gaji berdasarkan kemampuan, pengalaman, dan nilai diri yang Teman Belajar miliki. Offering letter biasanya sudah menyertakan salary range dan mulailah bernegosiasi dari kisaran angka yang diberikan.

Perlu Teman Belajar ketahui bahwa offering letter dapat HRD berikan melalui beberapa saluran. Mulai dari surel, pesan WhatsApp, hingga telepon. Masing-masing saluran biasanya memiliki pendekatan yang berbeda-beda. Offering letter lewat surel bersifat lebih formal, lewat pesan WhatsApp cenderung ringkas, dan lewat telepon sifatnya lebih langsung.

Bagaimana Teman Belajar merespon offering letter dari berbagai saluran akan sangat berpengaruh pada hasilnya. Kunci keberhasilan ada pada kemampuan berkomunikasi alias menyampaikan inti diskusi. Jadi, jangan hanya berpatokan pada angka yang diharapkan tanpa strategi yang tepat.

Baca juga 30+ Pertanyaan Interview User beserta Jawabannya, Pelajari Yuk!

Cara Negosiasi Gaji Fresh Graduate dan Profesional

Meski belum memiliki pengalaman kerja, fresh graduate pada dasarnya tetap bisa melakukan negosiasi gaji dengan pendekatan yang realistis. Beberapa pendekatan yang dapat Teman Belajar jadikan acuan dalam nego gaji ke HRD antara lain keterampilan, proyek, hingga pengalaman magang. Jangan mengerdilkan diri sebagai fresh graduate karena Teman Belajar pun layak memperoleh gaji sesuai nilai dirimu.

Dibandingkan dengan fresh graduate, para profesional yang sudah memiliki pengalaman kerja memang cenderung lebih fasih melakukan negosiasi gaji ke HRD. Sebagian besar profesional bernegosiasi berdasarkan data mengenai pencapaian kerja, jenis industri, hingga benchmark gaji di industri tersebut.

Menurut sebuah penelitian yang tercantum dalam Journal of Organizational Behavior, para kandidat profesional hampir selalu memakai negosiasi gaji yang mencerminkan nilai diri pengembangan karir mereka. Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa profesional yang memilih menegosiasikan gaji memperoleh peningkatan gaji awal sebesar rata-rata $5.000. Itu artinya, pada akhirnya HRD pun menilai value dari kandidat berkualitas.

Pahami juga bahwa makin tinggi level kariernya, makin penting pula melakukan negosiasi dengan pendekatan berbasis hasil (impact-driven). Level pengalaman memang penting, tetapi jangan lupakan perlunya penekanan pada penyampaian nilai diri ke HRD. Negosiasi yang kuat dan berhasil pasti berhubungan erat dengan value jelas dan relevan.

Baca juga 45+ Daftar Contoh Pertanyaan Interview dan Jawabannya 

Contoh Kalimat Negosiasi Gaji Profesional dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Berikut beberapa contoh kalimat negosiasi gaji berbahasa Indonesia untuk profesional yang sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya:

Email formal:

Yth. Ibu [Nama],
Terima kasih atas penawaran untuk posisi [Posisi yang Dilamar]. Saya sangat antusias dengan kesempatan ini. Berdasarkan pengalaman, keterampilan, serta tanggung jawab yang akan saya kerjakan, saya berharap gaji tersebut masih dapat disesuaikan pada kisaran Rp10.000.000 – Rp12.000.000 per bulan.
Saya sangat terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut. Harapannya, kita dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Terima kasih atas perhatian Ibu.
Salam hormat,
[Nama Diri]
Semi formal:
Terima kasih atas penawaran yang telah Ibu sampaikan serta kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan ini.
Dengan mempertimbangkan pengalaman profesional saya, keterampilan yang relevan, serta tanggung jawab yang akan saya kerjakan pada posisi tersebut, saya ingin mengajukan penyesuaian gaji pada kisaran Rp10.000.000 – Rp12.000.000 per bulan.
Saya berharap usulan ini dapat dipertimbangkan dan saya pun antusias untuk bisa ikut berkontribusi bagi perusahaan.

Chat atau WhatsApp:

Selamat pagi/siang, Bapak/Ibu [Nama].
Terima kasih atas penawaran yang Anda berikan. Dengan mempertimbangkan keterampilan dan pengalaman saya, apakah memungkinkan jika gaji tersebut disesuaikan menjadi dalam kisaran Rp10.000.000 - Rp12.000.000?
Saya sangat tertarik untuk bergabung dengan perusahaan ini dan siap mendiskusikannya lebih lanjut.

Selanjutnya, berikut contoh kalimat negosiasi gaji bagi profesional dalam bahasa Inggris:

Email formal:

Dear Ms. [Name],
Thank you for the offer for the [Position Title]. I am very enthusiastic about this opportunity. Based on my experience, skills, and the responsibilities associated with this role, I was hoping that the salary could be adjusted to the range of IDR 10,000,000 – IDR 12,000,000 per month.
I am very open to further discussion and hope that we can reach a mutually beneficial agreement. Thank you for your time and consideration.
Sincerely,
[Your Name]
Semi formal:
Dear Ms. [Name],
Thank you for the offer and for the opportunity to join the company. Based on my experience, relevant skills, and market research, I would like to propose an adjustment to the salary in the range of IDR 10,000,000 – IDR 12,000,000 per month.
I hope this proposal will be taken into consideration, and I am excited about the opportunity to contribute to the company.
Kind regards,
[Your Name]

Chat atau WhatsApp:

Good morning/afternoon, Mr./Ms. [Name].
Thank you for the offer. Based on my skills, experience, and market research, would it be possible to adjust the salary to the range of IDR 10,000,000 – IDR 12,000,000?
I am very excited about the opportunity to join the company and would be glad to discuss this further.

Baca juga Panduan Cara Daftar LinkedIn untuk Fresh Graduate Indonesia

Dari beberapa contoh kalimat tersebut, Teman Belajar bisa mencermati bahwa struktur kalimat yang tepat akan sangat berpengaruh pada persepsi HRD terhadap profesionalisme kandidat. Peluang negosiasi akan selalu ada, bahkan bisa pula sampai tahap disetujui, selama Teman Belajar benar-benar menggunakan kalimat yang baik. Ingat, negosiasi bukan tentang angka, melainkan tentang kemampuan berkomunikasi dan bukti nyata.

Komunikasi dalam negosiasi gaji dengan HRD memang penting. Namun, jangan lupakan juga peran dari kredibilitas serta bukti keterampilan yang Teman Belajar miliki. Salah satu hal yang mampu meningkatkan peluang tawar-menawar gaji adalah dengan memiliki sertifikat profesional yang memvalidasi kompetensi resmi di mata HRD.

CertiHub by Belajarlagi

Jadikan CertiHub dari Belajarlagi sebagai solusi memperoleh sertifikasi berstandar nasional maupun internasional yang pastinya efektif meningkatkan kredibilitas. Tak hanya itu, daya saing Teman Belajar pun menjadi lebih meningkat dibandingkan dengan kandidat lainnya. Sertifikasi dari CertiHub sangat relevan dengan kebutuhan industri dan fleksibel untuk Teman Belajar peroleh.

Temukan informasi lebih lengkapnya di CertiHub by Belajarlagi.

Referensi

#
karyawan
#
Personal Development
Belajarlagi author:

Jessica Dima

Freelance SEO content writer yang 5+ berpengalaman menulis artikel dengan berbagai topik: pekerjaan, gaya hidup, edukasi, dan kesehatan mental. Selain SEO, ia mempunyai passion khusus pada storytelling.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Cookie Consent

By clicking “Accept”, you agree to the storing of cookies on your device to enhance site navigation, analyze site usage, and assist in our marketing efforts. View our Privacy Policy for more information.