10 Cara Mengatasi Stress saat Kuliah, Wajib Kamu Coba Nih!

Belajarlagi Writer
8 Min Read
Published:
June 6, 2024
Updated:
June 6, 2024

Banyak mahasiswa kesulitan menemukan cara mengatasi stress kuliah. Tugas dan tanggung jawab di luar kuliah yang menumpuk sering menjadi faktor pemicu stress. Belum lagi jika ada beban tertentu seperti mengejar nilai atau IPK sempurna.

Stress yang terjadi selama kuliah tidak bisa diabaikan begitu saja. Tidak adanya pengelolaan stress yang tepat dapat mendorong mahasiswa kian frustrasi. Bahkan, kondisi tersebut rentan juga membuat kesehatan mental menurun drastis.

Nah, apakah Teman Belajar juga tengah merasakan stress serupa? Sebelum makin bertambah parah, yuk coba ikuti cara mengatasi stress saat kuliah berikut ini. Tim Belajarlagi khusus merangkumnya buat kamu, lho!

Stress Kuliah dan Faktor Penyebabnya

Mengalami stress di bangku perkuliahan sangat umum terjadi. Baik mahasiswa baru ataupun mahasiswa lama, semua pasti pernah merasakannya. Stress kuliah sendiri bisa datang kapan saja dan sering kali bertahan dalam waktu cukup lama.

Bagi para mahasiswa baru, stress sangat mungkin muncul ketika mereka kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru. Entah itu di dalam kampus maupun di luar kampus. Selain itu, tantangan saat berkuliah tentu sudah sangat jauh berbeda daripada dulu saat masih duduk di bangku sekolah.

Tekanan akademik memang sering menjadi pemicu utama munculnya stress. Beban belajar tinggi, belum lagi dengan tugas-tugas ataupun praktikum yang menyita waktu. Beberapa mahasiswa juga mengalami kesulitan dalam memahami mata kuliah sehingga akan berdampak besar ke nilai mereka.

Dengan kompleksnya dunia perkuliahan, maka sangat wajar jika mahasiswa mengalami stress kuliah. Tentu tingkatan stress masing-masing mahasiswa berbeda. Setidaknya faktor-faktor ini paling memengaruhi tingkat stress mahasiswa:

  • Tugas menumpuk
  • Ujian
  • Tekanan memperoleh nilai sempurna
  • Konflik interpersonal (teman, pacar, dosen, dan lain-lain)
  • Masalah finansial (paling sering terjadi pada mahasiswa kurang mampu)
  • Ekspektasi tinggi dari orang tua
  • Kondisi lingkungan
  • Proses penyusunan skripsi

Jadi, jelas ya bahwa stress kuliah sebenarnya tidak hanya berpusat pada masalah akademik. Faktor psikologis dan emosional juga menjadi penyebab stress yang harus diwaspadai.

Baca Juga: 10 Etika sebagai Mahasiswa di Kampus, Maba Wajib Tahu!

Cara Mengatasi Stress Kuliah

cara mengatasi stress kuliah

Melansir dari Halodoc, stress selalu ditandai dengan beberapa gejala yang mudah dirasakan. Gejala-gejala tersebut mencakup perubahan fisik, emosi, hingga perilaku. Nah, gejala stress sebenarnya merupakan sinyal agar seseorang peka bahwa kondisinya sedang tidak baik-baik saja.

Gejala fisik karena stress biasanya berupa sakit kepala, kesulitan tidur, lemas, nyeri otot, hingga gangguan pencernaan. Sementara, perubahan emosi pada seseorang yang tengah stress pun sangat terlihat. Misalnya, suasana hati mudah berubah, lebih sensitif, sampai mudah frustrasi.

Membiarkan stress berlarut-larut hanya akan membahayakan kondisi mental. Oleh sebab itu, mahasiswa yang mengalami stress harus segera mengelolanya sebaik mungkin sebelum bertambah parah.

Masalahnya, tidak semua mahasiswa paham cara mengatasi stress kuliah dengan tepat. Kebanyakan mahasiswa lebih memilih “lari” dari stress tanpa benar-benar mengelolanya. Misalnya dengan belanja, nongkrong bersama teman, hingga tidur berlebihan.

Lalu, bagaimana cara mengatasi stress kuliah dengan lebih sehat? Coba deh Teman Belajar simak 10 tipsnya berikut ini:

1. Mengonsumsi makanan sehat

Banyak mahasiswa, terutama anak kos, sering mengonsumsi makanan cepat saji yang kadar gizinya rendah. Contohnya mie instan, fast food, produk makanan olahan, dan lain-lain. Nah, terlalu banyak asupan makanan seperti itu ternyata bisa memperburuk stress.

Jenis makanan tadi dapat menurunkan tingkat energi tubuh secara signifikan. Apalagi rasa kenyangnya pun biasanya hanya sebentar.

Oleh sebab itu, penting bagi mahasiswa untuk tetap mengonsumsi makanan sehat. Misalnya, sayur-sayuran, buah, dan aneka sumber protein yang baik untuk tubuh. Ketika stress melanda, pastikan kamu menghindari makanan tidak bergizi dan perbanyak asupan kaya vitamin dan mineral.

2. Melakukan aktivitas atau olahraga

Umumnya mahasiswa yang tengah stress berat akan sangat malas bergerak, apalagi beraktivitas. Hari demi hari akan dihabiskan dengan berdiam diri di kamar, entah itu sekadar tidur-tiduran. Padahal, tidak melakukan apa-apa justru akan makin meningkatkan risiko stress.

Beraktivitas fisik, minimal 15-20 menit, malah efektif untuk meredakan stress kuliah. Aktivitas tersebut tidak harus berat, kok. Lakukan saja olahraga kecil seperti jogging, bersepeda, berenang, dan lain-lain.

Olahraga dapat memicu terbentuknya hormon endorfin yang berperan memberikan rasa bahagia ke seseorang. Hal itu sangat membantu untuk mengurangi kadar stress. Maka, pastikan tetap beraktivitas saat sedang stress, ya!

Baca Juga: Uniknya Campaign Nike yang Ajak Kita Mencoba Hal Baru 

3. Memiliki manajemen waktu dan energi yang baik

Salah satu penyebab stress kuliah adalah menumpuknya tugas yang sering kali berbenturan dengan berbagai agenda di luar akademik. Maka, cara mengatasi stress kuliah terbaik berikutnya adalah menyusun ulang jadwal kegiatan sebaik mungkin.

Meski terkesan sepele, mampu memanajemen waktu merupakan kunci penting untuk mencegah stress. Cermati tenggat waktu tugas sebaik mungkin. Atur waktu belajar senyaman mungkin, jika perlu kurang aktivitas luar yang berbenturan dengan kegiatan kuliah. Kamu bisa juga mengikuti pelatihan manajemen waktu.

Selain itu, perhatikan juga energi yang kamu miliki. Bisa jadi tidak semua hal mesti dikerjakan sekaligus. Jangan sampai kelelahan berlebihan karena terlalu banyak melakukan kegiatan, ya.

4. Mengikuti kegiatan kampus yang disukai

cara mengatasi stress kuliah dengan kegiatan kampus

Sebenarnya ada cara “lari” dari stress yang lebih sehat, yaitu bergabung ke kegiatan kampus. Setiap mahasiswa biasanya memiliki minat dan ketertarikan tersendiri pada aktivitas di luar urusan akademik. Misalnya, fotografi, jurnalistik, pencinta alam, olahraga, dan lain-lain.

Nah, aktif dalam kegiatan kampus yang disukai dapat membantu menurunkan kadar stress kuliah. Tentu tidak ada yang salah dengan mengalihkan pikiran sejenak dari sumber stress. Apalagi jika kegiatan kampus yang diikuti mampu memberi banyak manfaat sekaligus sebagai mood booster.

5. Tidak berekspektasi tinggi ke diri sendiri

Tidak bisa dipungkiri beberapa orang tua menaruh harapan tinggi ke anaknya yang berkuliah. Mulai dari nilai akademik, prestasi, hingga lulus tepat waktu. Mau tidak mau, harapan orang tua itu sering menjadi beban tersendiri bagi mahasiswa.

Dengan banyaknya tanggung jawab dan peran selama kuliah, tentu tidak mudah bagi kamu untuk memperoleh nilai sempurna. Ketika gagal, maka kamu pun cenderung mudah menyalahkan diri sendiri.

Untuk menghindari stress berlebihan, kamu harus menurunkan ekspektasinya ke diri sendiri. Mengejar kesempurnaan dalam akademik dan aktivitas kampus tentu melelahkan. Ingat bahwa yang terpenting adalah proses, bukan sekadar hasil.

Baca Juga: Pentingnya Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Untuk Karir

6. Cukup tidur dan pastikan berkualitas

Begadang menjadi salah satu kebiasaan mahasiswa. Tugas-tugas kuliah lebih sering dikerjakan dalam semalam. Meski fisik tubuh mungkin tak begitu berdampak, pada dasarnya begadang justru merupakan penyebab stress paling berbahaya, lho.

Begadang membuat kamu kurang tidur, terutama jika di hari berikutnya ada kelas pagi. Padahal, jam tidur yang kurang rentan memicu stress. Jika sudah begitu, sudah waktunya bagi kamu untuk atur ulang jadwal belajar agar bisa memperoleh waktu tidur cukup.

Stress dapat reda dengan tidur yang berkualitas dan cukup. Berkualitas artinya nyenyak dan tidak terbangun di tengah malam. Ini menjadi cara mengatasi stress kuliah yang cukup efektif.

7. Ambil waktu untuk diri sendiri

Saat stress melanda, kamu bisa mengambil waktu sejenak untuk menjauh dari keramaian. Namun, bukan berarti harus mengisolasi diri dari lingkungan, ya. Minimal luangkan waktu beberapa jam untuk diri sendiri tanpa harus terdistraksi banyak hal.

Ketenangan adalah kunci penting untuk meredakan stress. Rasa tenang itu bisa diperoleh saat kamu tidak terus-menerus berada di lingkungan yang ramai. Misalnya, daripada ikut nongkrong berjam-jam dengan teman, coba rehat sejenak untuk beristirahat.

Menenangkan diri dapat menambah energi mahasiswa yang terkuras karena stress. Waktu untuk diri sendiri ini bisa dihabiskan untuk melakukan kegiatan ringan yang disukai. Contohnya, membaca, mendengarkan musik, menulis, dan lain-lain.

8. Memiliki dukungan emosional yang tepat

Ketika kamu tidak mampu mengelola stress sendirian, ada baiknya kamu memiliki seseorang yang bisa menjadi support system. Entah itu anggota keluarga ataupun sahabat. Seseorang yang sedang stress berat sebenarnya paling membutuhkan dukungan emosional.

Untuk meredakan stress agar tidak parah, kamu bisa juga berbicara ke profesional kesehatan yang lebih tepat. Sekarang sudah cukup banyak fasilitas konseling online yang bisa digunakan. Ini akan sangat membantu sebelum stress berubah menjadi lebih parah.

Hindari terpuruk dalam stress sampai tidak mau bertemu siapa pun. Itu hanya akan memperburuk kondisi stress. Bahkan, rentan memicu munculnya gangguan kesehatan mental yang lain.

Baca Juga: 15 Buku Pengembangan Diri untuk Meraih Potensi Maksimal

9. Melakukan hobi atau kesenangan

Tidak hanya berfokus ke kuliah, ada baiknya kamu juga memiliki hobi tertentu. Hobi dapat menjadi obat ampuh dalam mengurangi stress kuliah. Apalagi jika hobi tersebut benar-benar terlepas dari ruang lingkup akademik.

Namun, ada juga mahasiswa yang nyaris tidak memiliki kesenangan atau hobi. Dalam hal ini, kamu bisa menjajal hobi yang dilakukan temanmu. Amati kegiatan atau aktivitas apa yang begitu menarik bagi temanmu dan cobalah mengikutinya.

10. Mencoba hal baru yang menarik

Cara mengatasi stress kuliah yang terakhir ini bisa banget kamu coba. Daripada terus-menerus tenggelam dalam kuliah, cobalah melirik hal baru. Mempelajari hal baru efektif untuk meningkatkan rasa ingin tahu sekaligus kesenangan, lho.

Kamu tidak perlu menaruh ekspektasi terlalu tinggi pada hal baru tersebut. Kamu cukup menikmatinya dan menggali seluruh rasa ingin tahumu. Hal baru tersebut bentuknya bisa beragam, misalnya aktivitas, komunitas, sampai belajar di kelas khusus.

mini bootcamp belajarlagi

Sedang bosan dengan materi kuliah dan ingin menjajal bidang baru? Coba deh ikuti mini bootcamp di Belajarlagi. Dengan rentang waktu belajar 2-3 minggu, kamu dapat memperoleh kesempatan buat belajar hal baru. Lengkap mulai dari praktik, portofolio, hingga sertifikat.

Pilihan belajar di mini bootcamp juga sangat beragam, lho. Kamu boleh mengambil kelas sesuai minat dan ketertarikanmu. Contohnya, copywriting, personal branding, business development, dan lain-lain.

Untuk informasi lebih lengkap berikut jadwal kelasnya, silakan cek langsung di laman Belajarlagi, ya!

Baca Juga: 5 Manfaat Soft Skill buat Fresh Graduate, Wajib Disimak Nih!

Kesimpulan

Begitu banyak cara untuk mengatasi stress kuliah. Sebagai mahasiswa, kamu harus peka pada tanda atau gejala stress yang muncul agar segera bisa mengelolanya. Tanpa pengelolaan yang baik dan sehat, stress akan makin parah dan berpotensi menurunkan kesehatan mental.

Temukan cara paling nyaman buatmu meredakan stress. Ingat, jangan terlalu keras ke diri sendiri juga, ya!

#
Personal Development
Belajarlagi author:

Belajarlagi Writer

Tim penulis Belajarlagi yang profesional dan berdedikasi untuk memberi informasi berkualitas demi Teman Belajar

Jadilah yang pertama tahu

Langganan Newsletter Kami

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.