Aplikasi belajar atau e-learning kini tersedia untuk semua kalangan berdasarkan kategori belajar yang luas. Apalagi, menurut riset Tim Belajarlagi, market edukasi diproyeksikan meningkat akibat cepatnya pertumbuhan digitalisasi. Hasilnya, e-learning dan kemudahan aksesnya makin digemari di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Anak-anak bisa bermain sambil belajar dan orang dewasa bisa mendapatkan pengetahuan baru melalui gadget pintarnya. Kali ini, ada beberapa rekomendasi aplikasi belajar yang wajib kita coba bersama manfaatnya!
Rekomendasi Aplikasi Belajar atau E-learning
1. Duolingo
Siapa yang nggak kenal aplikasi seru ini? Duolingo membuka akses belajar bahasa lewat gamification. Bahkan, ada fitur learning streak yang membantu menjaga progress belajar kita secara berkelanjutan. Cara kerjanya berbasis teknologi AI dan personalisasi supaya ada keseimbangan antara skill listening, writing, speaking, dan reading.
Beberapa fitur andalannya adalah duolingo english test, duolingo for schools (membantu guru menyediakan materi belajar), duolingo abc, dan duolingo math. Aplikasinya sudah tersedia secara gratis di Android dan iOs.
Kelebihan:
- Sistem gamification yang engaging dan user-friendly.
- Metode pembelajaran per sesi hanya 5-10 menit sehingga lebih efisien.
- Tersedia lebih dari 40 bahasa.
- Ada reminder notifikasi untuk membantu cara belajar yang konsisten.
Kekurangan:
- Terlalu fokus pada translation tunggal dan minim praktik penggunaan daily.
- Iklan yang cukup mengganggu di versi akses gratis.
- Kurang efektif untuk level advanced karena materinya repetitif.
2. LinkedIn Learning

Aplikasi belajar untuk profesional yang menyediakan wadah di industri bisnis, kreatif, dan teknologi. LinkedIn Learning punya lebih dari 16 ribu kursus gratis maupun berbayar. E-learning ini menyediakan program sertifikasi setelah training berlangsung. Hasil sertifikasi bisa kita tampilkan di profil LinkedIn untuk memperkuat kredibilitas.
Walau berasal dari latar belakang berbeda, kita akan dapat akses pembelajaran lintas minat. Sampai saat ini, lebih dari 700 juta user dari seluruh dunia mempercayakan skill upgrading mereka melalui platform ini.
Kelebihan:
- Instruktur ahli telah melewati proses seleksi sebagai pengajar.
- User-friendly, cerdas menyesuaikan berbagai gaya belajar.
- Ada sesi practice dan kuis.
- Sertifikat visible sebagai aset personal branding di LinkedIn.
Kekurangan:
- Kurangnya interaksi langsung dengan instruktur lewat sistem pre-recording.
- Rentang topik dan materi cukup terbatas.
- Tidak ada akreditasi formal.
3. Kahoot!
Setelah berlangganan Kahoot! kita punya kesempatan menggunakan berbagai peranakan aplikasinya. Aplikasi ini adalah interactive learning provider lewat kuis custom, cocok untuk anak-anak sampai orang tua. Ada Kahoot! Multiplication untuk bantu anak belajar perkalian secara lebih fun dan Kahoot! Algebra yang cocok untuk usia 9 tahun keatas.
Selain untuk pemakaian usia sekolah dan orang tuanya, tersedia juga fitur untuk presentasi, event, polling, sampai employee training. Kahoot! juga menyediakan Gift Card untuk memperluas akses pendidikan mulai dari $3.
Kelebihan:
- Punya leaderboard yang terus diperbarui secara real-time.
- Cocok untuk group learning dengan visual dan kreasi interaktif.
- Ada berbagai mode game, seperti Classic, Team Mode, dan Ghost Mode.
- Bisa diakses dari segala device, seperti handphone atau tablet.
Kekurangan:
- Kurang cocok untuk in-depth learning dan cara belajar yang fast-paced.
- Butuh koneksi internet stabil supaya bisa diakses.
- Fitur premium dibanderol di harga yang cukup mahal.
4. Busuu
Satu lagi aplikasi belajar bahasa Inggris maupun bahasa negara lainnya, yaitu Busuu. Kemampuan bahasa semakin meningkat karena ada fitur speaking untuk dapat feedback langsung dari native speaker. Kursus bahasa Busuu juga sudah memakai standar CEFR yang dikenal luas di lingkungan global.
Selain itu, ada tools grammar review untuk mengoreksi pencapaian kita selama pembelajaran berlangsung. Ada lebih dari 120 juta users yang tergabung di community untuk belajar serta mengakses platform bersama.
Kelebihan:
- Path pembelajaran jelas dari level A1 sampai C2 dengan McGraw-Hill Education.
- Feedback dari penutur bahasa asli lewat komunitas dari aplikasi.
- Ada offline mode untuk akun premium, cocok untuk yang sering bepergian.
- Study plan bisa disesuaikan target dan ketersediaan jadwal user.
Kekurangan:
- Versi gratis sangat terbatas.
- Speech recognition kurang akurat di bahasa tertentu.
- Nggak punya placement test di versi gratis.
- Community feedback hanya bergantung pada native speaker yang sedang aktif.
5. iSpring LMS

Pembuat kursus dan administrator iSpring LMS bisa meng-upload materi training yang luas, mulai dari audio, video, serta referensi dokumen. Terdapat fitur onboarding untuk mengenalkan company environment terhadap talenta baru. Built-in library diakses kapan saja untuk kembangkan skill sales, leadership, serta manajemen.
Learning tracks bisa dipisahkan bergantung navigasi chapter tertentu. Setelah semua selesai, aplikasi ini menyediakan reporting untuk track progress kita sebagai salah satu masukan bagi job performance.
Kelebihan:
- Upload konten e-learning bisa langsung dari PowerPoint.
- Clean interface yang user-friendly.
- Support untuk berbagai format konten termasuk video, SCORM, xAPI (Tin Can), PowerPoint, dan multimedia interaktif lainnya.
- Gamifikasi dengan badges, certificates, dan leaderboards.
Kekurangan:
- Kurang sesuai untuk learning path yang advanced.
- Ketergantungan pada ekosistem iSpring sehingga kurang accessible untuk user awam.
- Tidak open source.
6. Photomath
Merupakan aplikasi belajar matematika yang diintegrasikan dengan kemampuan AI. Photomath hanya pakai fitur scan and solve yang sederhana. Setelah mendapat jawaban, kita bisa mengakses step-by-step menuju jawaban akhir. Kemampuannya mengakses seluruh range subjek matematika, termasuk kalkulus dan trigonometri.
Aplikasi ini direkomendasikan untuk murid, guru, dan orang tua lewat interface yang mudah dioperasikan.
Kelebihan:
- Teknologi scan yang akurat.
- Fitur basic bisa diakses gratis sehingga seluruh murid dari tingkat ekonomi berbeda bisa menggunakannya.
- Bisa dipakai dalam offline mode.
- Interface lebih simpel.
Kekurangan.
- Tidak selalu tepat untuk handwriting kurang rapi.
- Masih perlu fitur Premium supaya pembahasannya lebih depth.
- Nggak ada fitur kuis atau practice.
Baca juga: 20 Aplikasi Kecerdasan Buatan (AI) Gratis untuk Mendukung Pekerjaanmu
7. Perplexity AI

Bukan AI biasa, Perplexity punya fitur Study Mode untuk bantu semua kalangan belajar lewat materi interaktif. User yang terverifikasi mendapat Student Status berhak memakai fitur ini untuk memperjelas step by step subject tertentu. Kita juga akan dibawa ke pendalaman materi supaya lebih familiar.
Study Mode sudah termasuk tanya jawab spontan sesuai kenaikan level pemahaman kita. Karena berupa toggle yang bisa on dan off, murid atau user cukup sesuaikan kebutuhan chatting personal atau deep learning.
Kelebihan:
- Breakdown konsep yang kompleks dengan analogi dan contoh.
- Menyediakan lebih dari satu perspektif untuk satu topik.
- Sitasinya memprioritaskan jurnal yang kredibel.
- Ada sistem follow-up yang memungkinkan siswa bertanya lebih banyak.
Kekurangan:
- Potensi academic dishonesty karena kecanggihannya.
- Tidak bisa menggantikan deep reading.
- Memicu ketergantungan.
8. Mimo
Aplikasi belajar coding untuk bantu kita membuat website, app, serta automasi tugas-tugas. Mimo menyusun kurikulum secara personal dengan latihan serta project yang fun. Selain itu, adda fitur challenge yang cocok dengan rutinitas supaya tetap termotivasi belajar. Platform ini juga menyediakan sertifikasi sebagai pendamping kursus yang kuat.
Saking fleksibelnya, Mimo memungkinkan kita untuk minimal belajar coding 5 menit sehari. Aplikasinya bisa didapat dari App Store maupun Google Play. Ada real-time feedback supaya kemampuan kita makin terasah dalam bentuk yang menyenangkan.
Kelebihan:
- Tersedia berbagai language, seperti Python, JavaScript, SQL, HTML/CSS, dan sebagainya.
- Learning path jelas untuk goals yang bisa dipersonalisasi.
- Penjelasan konsepnya beginner-friendly dan bisa diakses secara mudah.
- Gamification cenderung engaging.
Kekurangan:
- Hanya tersedia di smartphone yang pasti punya keterbatasan layar.
- Minim penjelasan best practice, design pattern, atau prinsip software engineering.
- Tidak ada code review dari mentor atau community.
9. Blackboard
Merupakan e-learning yang tergolong veteran karena launching di 1999, lho. Saking luasnya, sistem belajarnya sudah bisa diakses untuk sektor bisnis dan pemerintahan. Ada banyak tools yang tersedia, seperti AI assistant, plagiarism checker, video studio, dan integrasi dengan cloud file. Bahkan, e-learning system ini sangat cocok buat corporate training.
Kita bisa jump in ke skema customer service Blackboard yang siap 24 jam. Murid atau user berpeluang mendapatkan badge setelah pembelajaran usai untuk dukung kebutuhan kariernya.
Kelebihan:
- Diadopsi oleh institusi kelas dunia sehingga lebih kredibel.
- Integrasi dengan third-party tools, seperti Turnitin, Zoom, Microsoft Office.
- Support untuk berbagai jenis assessment.
- Fitur grade center untuk membantu instruktur mengelola nilai, assignments, rubrics, dan weighted grading.
Kekurangan:
- Interface sudah outdated dan tidak user-friendly.
- Performance cukup buggy.
- Customer support kurang responsif.
10. Elevate
Keunikan aplikasi ini adalah penggunaannya untuk melatih brain memory. Elevate punya banyak subject kognitif yang bisa dieksplor secara mandiri, mulai dari writing, speaking, hingga matematika. Pertumbuhan kita bisa di-tracking secara signifikan sebagai perbandingan dengan kondisi sebelumnya.
Games dari platform ini juga dirancang menurut hasil riset serta kolaborasi para ahli. Bentuknya berupa daily puzzle untuk menunjang problem solving skill kita. Dilengkapi lebih dari 40 games, aplikasi brain training ini cocok untuk audiens mulai dari usia remaja.
Kelebihan:
- Design dan interface-nya modern, nyaman untuk user yang ingin berlama-lama brain training.
- Ada calendar view untuk preview progress.
- Fokus pada perkembangan kognitif user.
Kekurangan:
- Versi gratis hanya terbatas 3 games sehari.
- Nggak ada social features atau competition.
11. Stimuler

Aplikasi belajar bahasa Inggris andalan para profesional yang ingin scale up kariernya. Walau begitu, Stimuler juga banyak dipakai oleh pelajar atau orang tua untuk asah skill speaking. Fitur andalannya adalah live speaking yang dikoreksi langsung oleh sistem coach berbasis AI.
Sistem ini akan menunjukkan growth kita dalam bentuk persentase yang updated serta input cara bicara yang tepat. Selain speaking, writing kita ikut dilatih lewat “Chat with Sarah” yang mencakup ratusan topik untuk dibahas. Segala sesuatu yang kita lakukan dijamin dapat feedback untuk improvement.
Kelebihan:
- Speech recognition technology yang dapat mengevaluasi pronunciation, fluency, dan grammar.
- Practice tanpa batas dengan AI yang available 24/7.
- Lebih affordable dibanding private tutor atau conversation class.
- Personalized learning path yang adjust based on level dan progress user.
Kekurangan:
- Peluang response AI yang bisa ditebak.
- Tidak termasuk skill komunikasi non-verbal dalam berbahasa Inggris.
12. Google Classroom
Beberapa fitur yang bisa kita nikmati adalah integrasi tools teknologi, task scheduling, export nilai, dan notifikasi untuk segala kebutuhan. Pilihan paketnya juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran sekolah, kampus, atau informal.
Walau termasuk pengajar pemula, kita bisa belajar pengoperasiannya lewat help course yang detail. Interface yang disuguhkan sungguh friendly dan cukup familiar untuk kita yang menggunakan Google setiap hari.
Kelebihan:
- Seamless integration dengan ekosistem Google.
- Setup cepat dan mudah untuk membuat classroom.
- Ada fitur real-time collaboration untuk guru maupun orang tua.
- Workflow paperless yang lebih ramah lingkungan.
Kekurangan:
- Tidak ada quiz-maker.
- Nggak termasuk fitur forum diskusi atau peer review.
- Concern terhadap privasi karena masuk digital online system.
Platform Belajar Skill Digital dan Sertifikasi Bersama Belajarlagi
.webp)
Aplikasi belajar untuk anak-anak sampai orang dewasa bisa diakses kapan saja melalui gadget. Setiap hari, kita dibekali fitur unggulannya masing-masing supaya target personal juga tercapai. Ada yang gratis, ada juga yang berbayar sesuai kemampuan serta feature unlocking yang kita inginkan. Mana aplikasi jagoanmu saat ini?
Sekarang, sudah waktunya untuk belajar skill digital juga bersama Belajarlagi! Kurikulum dan topiknya terus diperbarui sesuai perkembangan zaman, didampingi mentor berpengalaman. Bahkan, kita bisa dapatkan akses seumur hidup dengan harga yang terjangkau, lho! Tunggu apalagi? Explore digital skill yang kamu minati sekarang juga!

.webp)




