Apa Itu TikTok Ads? Intip Ulasan Lengkapnya di Sini!

Belajarlagi Writer
8 Min Read
Published:
December 4, 2023
Updated:
December 4, 2023

Mengenal apa itu TikTok ads

Sebelum belajar mengenai apa itu TikTok ads, Teman Belajar mesti tahu dulu nih kalau TikTok menjadi platform media sosial yang terus berkembang hingga sekarang. Keberadaan TikTok bahkan menyedot perhatian banyak anak muda, terutama para generasi Z. Bahkan, TikTok sempat menjadi pesaing sengit bagi Instagram, lho.

Kepopuleran TikTok kemudian menjadi ladang yang menjanjikan bagi pebisnis untuk memasang iklan. Dengan jutaan pengguna setiap harinya, banyak pebisnis menggunakan TikTok ads sebagai upaya pemasaran.

Nah, tim Belajar Lagi sudah menyiapkan ulasan mengenai apa itu TikTok ads beserta jenis dan cara menjalankannya. Buat Teman Belajar yang tertarik menggeluti social media marketing, wajib banget baca informasi berikut ini!

Apa itu TikTok ads?

Melansir dari Hootsuite, TikTok ads merupakan konten berbayar yang ditampilkan suatu brand atau merek ke audiens. Pemasangan iklan pada TikTok biasanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran audiens akan suatu merek ataupun untuk meningkatkan penjualan produk.

Jika bicara tentang TikTok ads, setidaknya ada tiga hal yang mesti kamu pahami:

  • TikTok ad: Iklan tunggal yang biasanya berbentuk video, isinya promosi atau penawaran khusus pada platform TikTok
  • TikTok ad group: Kumpulan banyak iklan dalam TikTok
  • TikTok campaign: Kumpulan grup iklan dalam TikTok

Agar lebih mudah memahaminya, coba kamu simak ilustrasinya sebagai berikut:

Sebuah brand fashion membuat iklan video tentang produk sepatu terbarunya (TikTok ad). Video tersebut merupakan bagian dari beberapa iklan produk sepatu lainnya (TikTok ad group). Selain itu, video itu juga merupakan bagian dari grup iklan campaign produk-produk musim panas (TikTok campaign).

Spek dan jenis TikTok ads

Jenis TikTok ads

Sebelum mengenal jenis TikTok ads secara lebih mendalam, kamu harus pahami dulu spek videonya. Ukuran, bentuk, dan formatnya harus tepat. Berikut ini spesifikasi optimal untuk iklan video pada TikTok:

Rasio aspek

9:16, 1:1, 16:9 (paling baik 9:16)

Resolusi minimum

540x960px, 640x640px, atau 960x540px

Tipe file video

.mp4, .mov, .mpeg, .3gp, atau .avi

Durasi video

5 - 60 detik (direkomendasikan 9 - 15 detik)

Ukuran video

Maksimal 500MB

Sementara, jenis TikTok ads juga beragam. Tiap format yang ada biasanya memiliki tujuan yang berbeda pula. Jadi, pastikan pahami target iklan sebelum membuat TikTok ads.

1. TopView ads

macam-macam tampilan Ads di TikTok

Jenis iklan ini hanya muncul sekali sehari setelah pengguna membuka aplikasi TikTok pertama kali. Durasi iklan ini bisa sampai 60 detik sehingga cocok untuk brand yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menayangkan produk. Selama konten itu menarik, durasi yang lama efektif mendorong rasa ingin tahu audiens.

2. In-feed ads

Sementara, in-feed ads akan muncul sebagai video keempat ketika pengguna menjelajahi feed “For You”. Perlu kamu tahu nih, feed “For You” menampilkan video yang menarik bagi pengguna berdasarkan algoritma TikTok. Menurut HubSpot, in-feed ads dapat mencapai memori lebih detail daripada iklan di televisi, bahkan hingga 23%.

Pada jenis iklan ini, brand dapat menyertakan CTA sehingga memudahkan audiens untuk melakukan tindakan, misalnya pembelian. Beberapa brand juga sengaja memakai tipe TikTok ads ini untuk meningkatkan pengunduhan layanan ataupun produk.

3. Branded hashtags

Penggunaan hashtag biasanya memang berpengaruh pada jangkauan media sosial, tak terkecuali pada TikTok ads ini. Branded hashtags merupakan iklan yang pebisnis gunakan untuk menarik para pengguna TikTok menggunakan hashtag brand. Brand yang menggunakan format iklan ini akan punya akses eksklusif ke hashtag tersebut.

Contoh penggunaan jenis iklan ini pada pada campaign yang dilakukan oleh brand Major League Baseball. Tantangan hashtag #WorldSeries tampil di Discover Feed dan mendorong pengguna mengunggah video saat mereka merayakan gol.

Ketika hashtag tersebut di-klik, pengguna akan dibawa ke halaman internal yang menampilkan fitur yang memuat logo, sponsor, deskripsi, dan video lainnya. Jenis iklan ini sangat efektif dalam menjangkau audiens lebih luas.

4. Brand takeovers

Sementara, brand takeovers merupakan format iklan yang bisa menyertakan top view, in-feeds, dan branded hashtag sekaligus. Namun, jenis iklan ini terbatas hanya untuk satu bisnis dalam satu hari. Biayanya sendiri sekitar $50.000 USD  per harinya.

Guess pernah memanfaatkan brand takeovers ini untuk mengiklankan jeans. Hasilnya, jumlah pengikut TikTok mengalami kenaikan hingga 12 ribu dalam enam hari. Selain itu, engagement dengan audiens pun naik hingga 14%.

5. Branded effects ads

Branded effects ads menggunakan gambar dua dimensi, tiga dimensi, ataupun AR dan menambahkan produk brand ke dalam video. Brand biasanya akan membuat sticker atau filter tertentu yang bisa pengguna pakai saat membuat video TikTok.

Tujuan dari sticker maupun filter ini adalah untuk menaikkan kesadaran pengguna akan sebuah merek. Selain itu, brand juga berusaha meningkatkan keterlibatan audiens melalui games tertentu.

Baca Juga: Simak! Tahapan Mudah Belajar Sosial Media Marketing dari Nol untuk Pemula

Bagaimana TikTok ads bekerja

Cara TikTok ads bekerja

Menurut Sprout Social, berbagai jenis dan bentuk bisnis sebenarnya bisa memanfaatkan TikTok ads. Setelah membaca informasi mengenai apa itu TikTok ads, kamu pasti menjadi punya gambaran bisnis apa saja yang cocok menggunakannya.

Bisnis seperti fesyen, produk kecantikan, hingga makanan adalah contohnya. Jenis-jenis bisnis semacam itu dapat menggunakan video sebagai media promosi. Yang terpenting adalah bagaimana menyampaikan pesan dengan durasi terbatas untuk menarik minat audiens.

Dibandingkan dengan bisnis B2B, TikTok ads memang lebih cocok untuk bisnis B2C. Pasalnya, target market untuk bisnis B2C lebih berpotensi melakukan interaksi tinggi terhadap konten-konten video.

Melansir dari HubSpot, pebisnis mesti menyiapkan akun bisnis untuk TikTok ads terlebih dahulu. Selain itu, jenis pembayarannya juga mesti ditentukan terlebih dahulu.

Selanjutnya, ada dua pilihan mode pengelolaan iklan, yakni simplified dan custom. Berikut perbedaan dari dua mode tersebut:

  • Simplified mode: Mode ini mengambil pendekatan sederhana dan lugas dalam pembuatan iklan. Dalam simplified mode, algoritma TikTok dapat melakukan pekerjaan lebih berat.
  • Custom mode: Mode ini memberi kontrol penuh kepada pengiklan untuk melakukan penyesuaian. Mulai dari A/B test, penentuan target audiens, hingga kombinasi iklan.

Cara menjalankan TikTok ads

Bagaimana menjalankan TikTok ads?

Seusai membaca jenis dan cara kerja TikTok ads, kini Teman Belajar sudah bisa mulai pelan-pelan mempelajari cara menjalankannya. Berikut langkah-langkah menggunakan TikTok ads yang dilansir dari Sprout Social.

1. Buat akun TikTok

Pertama, buatlah akun pada TikTok Ads Manager. Pilih negara atau wilayahmu, kemudian pilih juga jenis penggunaan akunnya: bisnis atau personal. Lalu, klik “Next”.

Masukkan informasi yang dibutuhkan, mulai dari email hingga kata sandi. Cek email untuk melihat kode verifikasi yang TikTok kirimkan. Atau bisa juga cek ke pesan ponsel jika kamu memilih verifikasi lewat telepon. Pastikan kamu menyetujui syarat dan ketentuan yang ada, kemudian klik “Sign Up”.

Setelah brand disetujui, masuklah ke dashboard dan selesaikan semua persiapan untuk pembuatan akun. Barulah setelah itu kamu lanjut ke langkah-langkah pembuatan iklan di TikTok.

2. Buat dan pasang TikTok Pixel

Selanjutnya kamu akan butuh menginstal TikTok Pixel. TikTok Pixel ini merupakan cuplikan kode pada situs web yang mengumpulkan informasi mengenai peristiwa yang terjadi pada situs. Mulai dari bagaimana audiens sampai ke situs web, perangkat yang mereka gunakan, hingga lokasi mereka.

Setelah memilih antara Standar Mode atau Developer Mode, kamu akan membuat Pixel dengan terlebih dulu menyiapkan “Web Event”. Unduh atau salin kode Pixel, lalu tampilkan sebagai header situs web.

3. Buat campaign

Untuk memulai membuat iklan, masuk ke tab “Campaign” dan klik “Create”.

Beri nama campaign yang diinginkan dan tentukan bujet minimum untuk campaign tersebut. Pebisnis sebenarnya bebas menetapkan bujet ini. Semuanya tergantung kebutuhan serta rencana marketing yang ada.

Sebagai gambaran, menentukan bujet secara harian punya keuntungan tersendiri. Pebisnis bisa menjangkau target audiens secara bertahap dan berkelanjutan.

4. Buat ad group

Selanjutnya, buat ad group untuk menentukan audiens, bujet campaign, dan penempatan iklan.

Pilih jenis sasaran promosi

Sebagai jenis promosi, pilih antara “App Install” atau “Website”.

Pilih penempatan iklan

Tentukan di mana iklan yang hendak kamu buat akan muncul. Sebagai pemula, kamu dapat memilih “Automatic placement”. TikTok akan membantumu menempatkan iklan untuk mendapatkan jangkauan lebih luas. Jika sudah berpengalaman menggunakan TikTok ads, kamu bisa memilih opsi manual.

Pilih jenis materi iklan

Aktifkan fitur “Automated Creative Optimization” dan TikTok akan membuat berbagai variasi konten dan menguji bagaimana hasil engagement-nya. Kamu bisa menonaktifkan fitur ini kapan saja jika kamu sudah memiliki analisis sendiri mengenai pembuatan iklan.

Tentukan target audiens

Pilih audiens yang hendak kamu target. Mulai dari lokasi, jenis kelamin, hingga kelompok umur. Kamu juga bisa menambahkan minat audiens, interaksi dengan audiens lama, dan lain-lain.

Pilih jenis penyebaran iklan

Tentukan juga tipe penyebaran iklannya. Standar delivery memastikan iklan akan muncul pada traffic tinggi sepanjang periode penayangan iklan. Sementara, accelerated delivery membuat iklan mendapat perhatian lebih tinggi dari audiens dengan jangka waktu lebih pendek.

Mana yang paling baik? Kembali lagi ke kebutuhan dan tujuan pemasangan iklan. Belum tentu accelerated delivery selalu menjadi opsi terbaik.

5. Buat ad

Setelah menyelesaikan ad group, kamu dapat memulai mengonfigurasi iklan pertama. Unggah video terbaik sebagai bahan materi iklan. Pastikan bentuk dan spesifikasi videonya sudah sesuai. Ini menjadi kunci penting agar iklan tersebut dapat sampai dengan baik ke audiens.

Jangan lupa untuk melakukan pratinjau penayangan iklan. Kamu dapat mengecek ulang apakah butuh penyesuaian tertentu agar tampilan iklan sudah benar-benar maksimal.

Lanjutkan dengan memberikan nama pada iklan dan pastikan tidak sama dengan nama iklan lain pada ad group. Maksimalkan 12-100 karakter untuk menyampaikan pesan secara efektif. Teks tersebut akan muncul di atas iklan yang kamu buat.

Terakhir, kamu akan memilih CTA yang digunakan. Ajak audiens untuk melakukan tindakan dengan CTA yang sesuai. Misalnya, “Daftar Sekarang”, “Unduh Sekarang”, “Hubungi Kami”, dan lain-lain. Jangan lupa klik “Submit” untuk penyelesaian pembuatan iklan.

6. Evaluasi performa iklan

Pembuatan dan penayangan iklan sudah selesai. Namun, jangan lupa untuk melakukan evaluasi akan kinerja iklan tersebut.

TikTok sendiri menyediakan analisis yang bisa menunjukkan kepadamu bagaimana iklan berjalan. Contohnya, tayangannya, klik, konversi, dan lain-lain. Kamu dapat juga bisa melihat A/B test yang ada sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan penempatan iklan selanjutnya.

Baca Juga: Simak Panduan Lengkap Belajar Social Media Ads, Cocok untuk Pemula!

Tips TikTok ads

Melihat perkembangan TikTok hingga tahun-tahun ke depan, rasanya keberadaan TikTok ads masih sangat menjanjikan bagi pebisnis. Apalagi tren anak-anak muda zaman sekarang lebih menyukai konten video berdurasi pendek dan menarik. Maka, wajar jika kamu tertarik mempelajari TikTok ads sebagai bagian dari strategi digital marketing.

Kamu dapat mengikuti Full-Stack Digital Marketing Bootcamp dari Belajar Lagi untuk mengembangkan kemampuanmu. Dalam kurikulum bootcamp tersebut, ada materi tentang pengenalan TikTok ads yang pastinya bermanfaat buatmu. Ikuti berita terbaru mengenai pembukaan kelasnya lewat website Belajar Lagi, ya!

Nah, sebelum ikut kelasnya, coba deh intip beberapa tips untuk menjalankan TikTok ads biar sukses. Menurut Hootsuite, langkah-langkah ini sangat penting untuk pebisnis cermati dalam menggunakan TikTok ads:

Perhatikan 3 detik pertama

Ingat bahwa pengguna TikTok punya rentang perhatian amat terbatas pada setiap konten. Untuk menarik minat mereka, pastikan 3 detik pertama dalam konten video harus benar-benar memancing rasa ingin tahu. Raih perhatian audiens sejak awal agar audiens mengikuti video sampai akhir.

Sesuaikan bentuk konten dengan spesifikasi

Bentuk konten yang buram ataupun tidak pas dengan layar berpotensi akan diabaikan audiens. Kesannya tidak profesional. Pastikan konten yang ada sudah mengikuti spesifikasi dari TikTok, baik itu yang bentuk gambar maupun video.

Update iklan secara berkala

TikTok menyarankan pebisnis untuk menguji berbagai jenis iklan dan mengganti iklan yang ada setiap 7 hari sekali. Tujuannya agar audiens pun tidak terlalu kelelahan menonton bentuk iklan yang sama, lagi dan lagi.

Gunakan TikTok’s Ad Library

Manfaatkan TikTok’s Ad Library untuk memperoleh inspirasi, tren terkini, hingga wawasan tentang penggunaan kata kunci teratas. Ini akan sangat membantu pebisnis dalam membuat iklan agar lebih tepat sasaran serta menjangkau audiens lebih banyak.

Letakkan info penting

Ada banyak informasi yang bakal audiens dapatkan dari fitur “Following” dan “For You”. Beberapa bagian video dalam iklan bisa jadi terpotong atau tersembunyi akibat banyaknya info tersebut.

Maka, perhatikan juga untuk menentukan penempatan informasi penting pada konten. Pastikan info penting tercantum dalam bagian tengah layar video sehingga audiens mudah membacanya. Ini juga bertujuan memfokuskan audiens dari berbagai distraksi yang mungkin ada.

Kesimpulan

Dari ulasan mengenai apa itu TikTok ads, kamu jadi mengerti bahwa TikTok ads ini memang sedikit berbeda dari platform media sosial ads lainnya. Namun, potensi beriklan lewat TikTok masihlah tetap menjanjikan. Untuk bisnis-bisnis dengan target market usia muda, penggunaan TikTok ads akan sangat membantu.

Kunci dari keberhasilan iklan TikTok sebenarnya berada pada bentuk konten iklannya. Mengingat perhatian audiens TikTok sangat terbatas, butuh kreativitas dan ide terbaik dalam membuat konten singkat. Ingat, tiga detik pertama harus menarik!

Pebisnis dapat menentukan tipe TikTok ads yang sesuai dengan target dan tujuannya. Yang tidak kalah penting sebenarnya adalah rajin mengevaluasi kinerja iklan tersebut.

Buat Teman Belajar yang tertarik belajar lebih mendalam tentang TikTok ads, jangan lupa kunjungi dan ikut kelas-kelas menarik dari Belajar Lagi, ya! Yuk, kuasai digital marketing buat karier masa depan!

#
Digital Marketing
#
Performance Marketing
Belajarlagi author:

Belajarlagi Writer

Tim penulis Belajarlagi yang profesional dan berdedikasi untuk memberi informasi berkualitas demi Teman Belajar

Jadilah yang pertama tahu

Langganan Newsletter Kami

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.