Panduan Performance Appraisal dari Pengertian sampai Contoh

Jessica Dima
8 Min Read
Published:
June 12, 2026
Updated:
June 12, 2026

Key Takeaways

  • Performance appraisal adalah proses tinjauan berkala dan sistematis yang HR lakukan terhadap keterampilan, kinerja, serta kontribusi karyawan dalam suatu perusahaan. Penilaian kinerja karyawan sering menjadi keputusan penting terkait karyawan, contohnya kenaikan gaji, promosi, pelatihan, dan lain-lain
  • Metode yang digunakan contohnya 360-degree feedback, Management by Objective, rating scale, BARS, self assessment, peer review.
  • Langkah-langkah membuat performance appraisal: tetapkan indikator penilaian dengan jelas, tentukan skala penilaian, kumpulkan data-data kinerja, isi form penilaian dengan bukti objektif, berikan umpan balik. 
  • Pelajari contoh pengisian template atau form penilaian performance appraisal yang siap Anda pakai.

Sebenarnya apa itu performance appraisal dan mengapa proses tersebut sangat penting untuk mendorong pertumbuhan karyawan serta perusahaan? Kebanyakan perusahaan melakukan penilaian kinerja karyawan sebagai rutinitas tahunan semata demi memenuhi tanggung jawab. Padahal saat HR benar-benar melaksanakan penilaian dengan tepat, itu akan menjadi alat pengambilan keputusan yang kuat bagi perusahaan. 

Dengan memahami performance appraisal, artinya Anda lebih siap mengembangkan perusahaan melalui karyawan. Artikel kali ini akan memperlengkapi pengetahuan Anda tentang performance appraisal, pengertian menurut para ahli, jenis-jenisnya, hingga contoh penerapan yang nantinya dapat langsung Anda praktikkan ke perusahaan.

Pengertian Performance Appraisal dan Tujuannya

Performance appraisal adalah proses tinjauan berkala dan sistematis yang HR lakukan terhadap keterampilan, kinerja, serta kontribusi karyawan dalam suatu perusahaan. L. Mathis dan John H. Jackson menitikberatkan performance appraisal pada proses penilaian seberapa baik karyawan menjalankan tugas yang berpatokan pada standar perusahaan. Sementara, pakar HR bernama Dessler mengungkap bahwa evaluasi kinerja sebenarnya bertujuan untuk mengidentifikasi area mana yang butuh ditingkatkan dari karyawan.

Ringkasnya, penilaian kinerja digunakan HR untuk memberikan umpan balik ke karyawan terkait pekerjaannya selama ini. HR harus memastikan memastikan karyawan benar-benar paham mengenai target perusahaan dan bagaimana dampaknya jika tidak tercapai. Inilah yang kemudian menjadi poin penting dari performance appraisal.

Dari pengertian tersebut, performance appraisal juga secara jelas memiliki banyak tujuan, di antaranya:

  • Dasar beberapa keputusan penting terkait karyawan, contohnya kenaikan gaji, promosi, pelatihan, dan lain-lain
  • Pengembangan karyawan secara menyeluruh sesuai porsi dan tugas tanggung jawab masing-masing yang nantinya berdampak ke produktivitas
  • Memberikan umpan balik ke karyawan yang dapat berfungsi sebagai refleksi diri untuk melakukan perbaikan terkait pencapaian di periode tertentu
  • Menyelaraskan performa kerja karyawan dengan tujuan perusahaan guna mengetahui apakah masih on track atau butuh pengembangan tertentu

Hati-hati, performance appraisal tidaklah sama dengan performance management. Performance management merupakan siklus berkelanjutan alias kontinu dalam menetapkan tujuan, menilai kemajuan, dan mengembangkan pembinaan. Sementara, kunci dari performance appraisal adalah sifatnya yang periodik (umumnya setahun sekali).

Jenis dan Metode Performance Appraisal yang Umum Dipakai

Dalam dunia HR, ada beberapa metode penilaian kinerja yang biasa digunakan. Penjelasannya sebagai berikut:

  • 360-degree feedback. Metode ini mengevaluasi karyawan dengan meminta umpan balik dari beberapa individu yang terkait dengan karyawan. Misalnya, atasan, rekan kerja, bawah, ataupun diri sendiri.
  • Management by Objectives. Penilaian ini merupakan kerja kolaboratif antara manajer dan karyawan yang menetapkan target spesifik serta terukur.
  • Rating scale/ graphic rating. Metode ini mengacu pada skala penilaian yang ditetapkan dan meninjau karyawan ada di posisi mana dari skala tersebut.
  • BARS (Behaviorally Anchored Rating Scale). Teknik ini menggabungkan deskripsi naratif dalam penilaian dengan peringkat numerik tertentu.
  • Self-assessment & peer review. Karyawan menilai kinerja mereka sendiri serta ada juga penilaian dari rekan kerja dalam suatu kelompok.

Ingat, kata kunci dalam performance appraisal adalah pencapaian yang terukur. Itu artinya, Anda tidak bisa melakukan evaluasi kinerja secara subjektif karena hasilnya pasti akan bias. Oleh sebab itu, performance appraisal pasti akan sangat berhubungan erat dengan key performance indicator (KPI) serta objective and key results (OKR). KPI membantu mengukur kinerja, sementara OKR membangun capaian hasil yang lebih strategis.

Lalu, metode mana yang paling tepat Anda pakai untuk melakukan penilaian kinerja karyawan? Anda dapat memakai tabel ini sebagai panduan untuk menentukan metode:

Metode Cocok untuk
360-Degree Feedback Perusahaan skala menengah hingga besar yang memiliki budaya kolaboratif serta menitikberatkan pada kepemimpinan dan kompetensi.
Management by Objectives (MBO) Perusahaan yang berorientasi pada target, fungsi penjualan, maupun startup yang berfokus pada pertumbuhan.
Rating Scale UMKM atau perusahaan dengan jumlah karyawan yang besar dan membutuhkan proses evaluasi yang sederhana serta mudah distandardisasi.
Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS) Perusahaan yang menuntut standar perilaku tertentu, seperti sektor manufaktur, kesehatan, layanan pelanggan, dan compliance.
Self-Assessment & Peer Review Perusahaan dengan tim kreatif, teknologi, atau organisasi yang memiliki budaya belajar dan terbuka terhadap masukan.

Cara Membuat dan Mengisi Performance Appraisal Lengkap dengan Contoh

Untuk membuat penilaian kinerja karyawan, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Tetapkan kriteria dan indikator penilaian secara jelas. Apa yang akan dinilai harus sejalan dengan tujuan perusahaan. Ada tiga aspek yang dapat Anda gunakan: sasaran kerja (mengukur hasil), kompetensi (mengukur kemampuan), dan perilaku (mengukur kesesuaian perilaku dengan nilai perusahaan).

2. Tentukan skala penilaian. Adanya skala dapat membantu memastikan standarisasi dalam menilai. Misalnya, Anda memakai skala 1-5 untuk masing-masing indikator. 5=sangat baik (melampaui ekspektasi), 4=baik (memenuhi ekspektasi), 3=cukup (memenuhi sebagian besar ekspektasi), 2=kurang (belum memenuhi ekspektasi, terutama di area penting), 1=sangat kurang (jauh di bawah ekspektasi).

3. Kumpulkan data-data kinerja sepanjang periode guna menghindari bias. Ada jebakan bias dalam penilaian, terutama ketika Anda hanya mengingat-ingat kejadian terakhir terkait karyawan sebelum penilaian. Gunakan sumber data agar lebih akurat, seperti data hasil kerja, catatan pengembangan, catatan prestasi, hingga catatan perilaku.

4. Isi form penilaian dengan bukti atau contoh agar lebih objektif. Pakai bukti jelas saat mengisi form penilaian, contohnya hasil proyek, data KPI, dokumentasi pekerjaan, umpan balik atasan, dan sebagainya.

5. Berikan komentar dan rencana pengembangan bagi karyawan. Penilaian kinerja tidak selesai pada memberikan skor ke karyawan. Sebagai HR, Anda juga perlu memberikan umpan balik yang seimbang. Selanjutnya, buat rancangan pengembangan untuk karyawan tersebut serta buat sesi diskusi dengannya untuk membahas hal-hal terkait penilaian.

Berikut ini ada contoh pengisian form atau tabel dari performance appraisal yang dapat langsung Anda tiru atau aplikasikan ke pekerjaan:

Perusahaan: PT. ABC

Nama Karyawan: ____________________

Jabatan: ____________________

Periode Penilaian: ____________________

Sasaran Kerja
Indikator Target Realisasi Skor Catatan
Penjualan Rp100.000.000/tahun Rp120.000.000/tahun 5 120% target tahunan
Akuisisi pelanggan baru 20 pelanggan 16 pelanggan 4 80% target
Kepuasan pelanggan Minimal 85% 88% 5 Survei pelanggan
Kehadiran kerja >98% 99% 5 Tidak ada izin yang tidak jelas

Kompetensi
Kompetensi Skor Catatan
Komunikasi 4 Memperoleh apresiasi dari pimpinan proyek
Pemecahan Masalah 4 Membantu anggota lain menyelesaikan masalah tim
Kerja Sama Tim 5 Mampu menjadi PIC koordinasi antardivisi
Inisiatif 4 Rutin memberikan ide perbaikan kepada manajer

Perilaku Kerja
Perilaku Skor Catatan
Integritas 5 Tidak melakukan pelanggaran dan jujur dalam bekerja
Kolaborasi 4 Tanggap dan responsif terhadap kebutuhan tim
Disiplin 5 Tidak ada temuan pelanggaran terkait aturan maupun pekerjaan
Adaptif 4 Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dengan baik

Keterangan Skor
Skor Keterangan
5 Sangat Baik (melampaui ekspektasi)
4 Baik (memenuhi ekspektasi)
3 Cukup (memenuhi sebagian besar ekspektasi)
2 Kurang (belum memenuhi ekspektasi, terutama di area penting)
1 Sangat Kurang (jauh di bawah ekspektasi)

Kekuatan Karyawan

  • Mampu berkomunikasi dengan baik sekaligus menjaga relasi dengan pelanggan.
  • Mampu mencapai target penjualan berbekal perilaku dan kompetensi yang baik.
  • Mampu berkolaborasi dalam tim dan memiliki kepemimpinan yang cukup baik.

Area Pengembangan

  • Peningkatan keterampilan analisis data penjualan.
  • Peningkatan kemampuan presentasi.
Rencana Pengembangan
Area Rencana Pengembangan
Analisis Data Pelatihan Excel, Data Analytics, atau Business Analytics.
Presentasi Rutin mempresentasikan kinerja pada monthly meeting.
Kepemimpinan Mentoring dan pendampingan staf junior.
CONTOH TEMPLATEPERFORMANCE APPRAISAL

Baca juga Mengenal Talent Mapping, Cara Identifikasi Karyawan Potensial

Performance Appraisal untuk Karyawan Remote dan Hybrid

Bagaimana dengan karyawan yang bekerja dengan sistem remote (jarak jauh) dan hybrid (WFO+WFH)? Dengan pertemuan langsung yang terbatas, apakah HR masih bisa melakukan performance appraisal secara cermat dan tepat?

Dalam kasus ini, Anda harus menggeser fokus dari mengukur kehadiran atau jam kerja ke mengukur hasil yang dicapai karyawan. Selanjutnya, perlu adanya pengecekan berkala untuk melacak kinerja, umpan balik, sekaligus tantangan yang dihadapi karyawan.

Beberapa tips melakukan penilaian kinerja untuk karyawan remote dan hybrid antara lain:

  • Pastikan tetapkan KPI, target, maupun ekspektasi yang jelas. Ingat, yang mampu Anda ukur adalah hasilnya. Dengan keterbatasan tatap muka, indikator ini harus benar-benar jelas.
  • Bangun relasi empat mata dengan setiap karyawan, misalnya rutin melakukan pertemuan daring sebulan sekali atau dua minggu sekali.
  • Dokumentasikan kemajuan karyawan dalam bentuk digital yang mudah Anda akses dan pantau bersama-sama dengan para manajer.
  • Gunakan umpan balik dua arah, maksudnya karyawan bukan sekadar memperoleh masukan, tetapi juga boleh menyampaikan usulan ke perusahaan.
  • Selalu berpegang pada data untuk menjaga objektivitas.

Meski penilaian untuk karyawan remote dan hybrid terkesan agak repot, sebenarnya sistem kerja tersebut tetap ada kelebihannya. Dengan remote maupun hybrid, Anda sebagai HR terhindar dari bias yang mengatakan bahwa karyawan yang baik adalah karyawan yang selalu terlihat di kantor. Bagaimana pun juga, output atau hasil kerja karyawan adalah indikator yang lebih mudah dan lebih jelas Anda ukur, lebih dari sekadar kehadiran.

Contoh Kalimat Feedback Performance Appraisal yang Konstruktif

Penilaian kinerja karyawan tidak berhenti hanya pada pemberian nilai. Salah satu hal tersulit dalam performance appraisal adalah menyusun umpan balik ke karyawan secara objektif, jujur, dan terarah. Menuliskan kalimat feedback memang tidak mudah karena Anda mesti menata kalimat agar tidak terkesan seperti “serangan personal” ke karyawan. Berikut beberapa contoh umpan balik yang dapat Anda adaptasikan:

Contoh kalimat feedback positif:

Selama periode ini, Anda berhasil mencapai 120% target penjualan tahunan. Hasil ini menunjukkan kemampuan Anda yang baik dalam membangun hubungan dengan pelanggan sekaligus mengelola peluang bisnis secara efektif.

Contoh kalimat feedback negatif:

Pada beberapa kasus, komunikasi Anda dengan anggota tim belum berjalan secara efektif sehingga menyebabkan keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Anda diharapkan dapat lebih aktif berkolaborasi dan berbagi informasi yang relevan dengan rekan kerja untuk mendukung keberhasilan tim.

Contoh kalimat feedback netral:

Anda mampu menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam pekerjaan, termasuk yang ada di dalam tim. Ke depannya, keterampilan penguatan kemampuan analisis dari akar masalah akan membantu menghasilkan solusi yang makin efektif.

Aplikasi dan Tools untuk Mengelola Performance Appraisal

Proses melakukan penilaian kinerja sebenarnya dapat Anda otomatisasi dengan software HR/HRIS. Perangkat lunak ini dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan proses kerja HR, termasuk metrik kinerja, penggajian, orientasi karyawan baru, dan lain-lain.

Dalam hal ini, software HR/HRIS dapat menyediakan fitur yang mempermudah performance appraisal seperti pelacakan KPI dan OKR, 360-feedback, hingga analitik. Anda perlu memahami pentingnya digitalisasi dalam performance appraisal guna menjaga data historis tetap terpusat, mengurangi bias data, dan efisiensi. Beberapa tools yang umum dipakai antara lain HRM Labs, Built, Optimum, dan masih banyak lagi.

Selain itu, pergunakan juga perangkat AI seperti ChatGPT untuk membantu Anda menyusun redaksional umpan balik, merangkum data kinerja, ataupun menyiapkan template penilaian kinerja. Intinya, manfaatkan sebaik mungkin perangkat digital yang ada untuk menjaga keakuratan proses dan efisiensi kerja Anda.

Baca juga 5 Cara Menyusun Program Pelatihan Karyawan yang Terukur

Setelah mencermati apa itu performance appraisal secara menyeluruh, Anda bisa melihat bahwa penilaian ini dapat berjalan sukses dengan sistem yang tepat sekaligus tim HR yang terampil. Keterampilan HR sangat diperlukan dalam memberikan umpan balik yang tepat sasaran dan keterampilan itu bisa tim Anda peroleh melalui pelatihan.

Corporate Training Belajarlagi

Jadikan Corporate Training Belajarlagi sebagai rekan terbaik Anda dalam menyelenggarakan pelatihan terbaik bagi karyawan HR. Dengan dukungan mentor berpengalaman sekaligus kurikulum yang berkualitas, karyawan dapat meningkatkan keterampilan HR secara signifikan. Untuk konsultasi dan informasi lebih lengkap, silakan cek di Corporate Training Belajarlagi.

#
Perusahaan
Belajarlagi author:

Jessica Dima

Freelance SEO content writer yang 5+ berpengalaman menulis artikel dengan berbagai topik: pekerjaan, gaya hidup, edukasi, dan kesehatan mental. Selain SEO, ia mempunyai passion khusus pada storytelling.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Cookie Consent

By clicking “Accept”, you agree to the storing of cookies on your device to enhance site navigation, analyze site usage, and assist in our marketing efforts. View our Privacy Policy for more information.