Apakah perusahaan Anda sudah melaksanakan audit di tahun ini? Selama ini banyak pebisnis memandang audit sebagai agenda pemeriksaan pajak atau sebatas menjalankan kewajiban perusahaan publik. Padahal, cakupan dari kegiatan audit sendiri sebenarnya sangatlah luas.
Audit perusahaan adalah suatu proses pemeriksaan yang sistematis sekaligus independen dengan ruang lingkup beragam. Mulai dari keuangan, operasional, sampai tingkat kepatuhan terhadap hukum atau aturan. Tim Belajarlagi menyusun artikel lengkap yang merangkum tentang audit perusahaan, jenis-jenisnya, bagaimana prosesnya, hingga manfaatnya bagi bisnis skala kecil menengah (UKM) dan korporasi besar.
Apa itu Audit Perusahaan?
Audit perusahaan adalah aktivitas pemeriksaan independen yang memiliki tujuan untuk menilai dan mengevaluasi apakah laporan keuangan atau kegiatan operasional perusahaan sudah sejalan dengan standar yang berlaku. Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa audit itu bukan hanya soal “mencari-cari kesalahan” perusahaan. Audit dapat mendorong disiplin, transparansi, sekaligus integritas pada setiap laporan perusahaan.
Meski mengandung unsur “pemeriksaan”, audit sendiri pada dasarnya berbeda dengan pemeriksaan biasa. Audit haruslah dilaksanakan dengan sistematis, berlandaskan bukti, dan dilakukan oleh pihak independen yang sudah kompeten di bidang tersebut. Untuk konteks di Indonesia, standar untuk audit mengacu pada Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang diterbitkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Sementara, pelaporan mengenai keuangan berpedoman pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).
Jika Anda betul-betul memahami dan memaknai pengertian audit perusahaan tadi, Anda memperoleh fondasi kokoh untuk menjalankan manajemen perusahaan dengan sehat. Anda pun tidak perlu kalang kabut ketika hendak melakukan proses audit yang selama ini dipandang sebagai hal “menakutkan” ataupun “merepotkan”. Anda akan lebih siap menghadapi audit karena Anda paham apa saja yang mesti dilakukan dan disiapkan.
Jenis Audit yang Wajib Dipahami Setiap Pelaku Bisnis
Ada empat jenis audit yang umum Anda jumpai dalam pelaksanaan sebuah bisnis, yaitu keuangan, internal, kepatuhan, dan operasional. Anda bisa memperoleh gambaran mengenai keempat jenis audit tadi melalui penjelasan berikut:
Audit Keuangan
Audit keuangan memeriksa laporan keuangan suatu perusahaan guna melihat apakah laporan tersebut memberikan representasi yang wajar dan benar secara material sesuai standar yang berlaku. Pemeriksaan ini harus Anda bedakan dengan audit pajak yang bertujuan memastikan keakuratan laporan pajak dan jumlah yang dibayarkan.
Dalam audit keuangan, auditor akan memberikan penilaian dan opini tentang laporan laba rugi, laporan arus kas, neraca, dan sebagainya. Audit ini harus dilakukan oleh pihak eksternal yang independen. Jadi, Anda juga harus memisahkan audit keuangan ini dari bagian audit internal.
Audit Internal
Dilansir dari Investopedia, audit internal adalah analisis bisnis yang punya tujuan mengidentifikasi peluang dan menambah nilai bagi pemangku kepentingan guna meningkatkan operasional. Cakupannya dapat berupa proses, prosedur, operasional, kondisi ekonomi, kualitas produk, dan sebagainya.
Jangan salah artikan audit internal sebagai “mini audit eksternal”. Audit internal, jika dilakukan rutin dan baik, akan menjadi early warning system yang memberikan manfaat sepanjang tahun bagi perusahaan. Audit ini dapat memberikan wawasan risiko apa saja yang dihadapi bisnis dan memberikan rekomendasi perbaikan yang mana memang perlu setelah menganalisisnya.
Audit Kepatuhan
Audit kepatuhan merupakan pemeriksaan untuk menilai apakah perusahaan sudah memenuhi semua persyaratan peraturan untuk menjalankan suatu bisnis di industri dan wilayah tertentu. Area yang menjadi fokus pemeriksaan bisa berbeda antara satu bisnis dengan yang lainnya, bergantung pada peraturan apa yang perusahaan ikuti.
Auditor akan meninjau bagaimana Anda melaksanakan praktik organisasi, dampak operasional produksi terhadap lingkungan, hingga seberapa baik pelaksanaan keselamatan kerja. Maka, audit kepatuhan pada dasarnya adalah mengevaluasi perusahaan dalam menjalankan bisnis secara tepat dan benar.
Audit Operasional
Audit operasional fokusnya memeriksa bagaimana atau seperti apa suatu perusahaan menjalankan bisnisnya. Umumnya audit ini bertujuan untuk menemukan area apa yang perlu ditingkatkan dan menilai seberapa efektifnya proses bisnis selama ini.
Melalui audit operasional, Anda dapat menemukan jalan untuk menjalankan bisnis secara lebih efisien, produktif, dan efektif. Hasil temuan audit ini nantinya juga bisa menjadi dasar yang objektif untuk melakukan penilaian kinerja karyawan di divisi terkait guna mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan.
Baca juga Cara Training Needs Analysis yang Mudah Diterapkan HR
Anda mungkin mulai bertanya-tanya, perusahaan seperti apa yang wajib menjalani audit eksternal (dari pihak luar yang independen)? Jawabannya adalah perusahaan publik, BUMN, dan perusahaan-perusahaan dengan aset di atas batas ambang tertentu berdasarkan regulasi OJK atau UU PT.
Lantas, bagaimana dengan UKM? Kalau Anda adalah pebisnis UKM yang berencana memperoleh pendanaan dari investor atau perbankan, pertimbangankanlah untuk melalukan audit. Pasalnya, besar kemungkinan Anda akan diminta menyerahkan laporan audit sebagai syarat pada due diligence (uji ketuntasan).
Proses Audit Perusahaan, dari Perencanaan hingga Opini Auditor
Terdapat lima urutan dalam proses audit yang perlu Anda pahami:
- Perencanaan dan penilaian risiko. Auditor memulainya dengan pengenalan akan perusahaan, membuat perencanaan audit, dan menakar risiko-risiko apa saja yang berpotensi muncul.
- Pemahaman pengendalian internal. Auditor melanjutkan dengan mencermati berbagai pengendalian internal yang ada di perusahaan dan seperti apa pelaksanaannya.
- Pengujian substantif. Auditor memverifikasi pelaporan-pelaporan pada perusahaan sekaligus menguji keakuratannya, apakah ada kesalahan, kecurangan, dan sebagainya.
- Evaluasi temuan. Auditor menilai bukti-bukti yang ditemukan dan dikumpulkan terhadap kriteria tertentu yang menjadi acuan standar selama proses audit.
- Pembuatan laporan dan opini. Auditor menyelesaikan proses audit dengan membuat laporan yang juga berisi temuan, opini, serta rekomendasi bagi perusahaan.
Terkait dengan opini auditor, berikut beberapa jenis opini yang umum Anda jumpai selama proses pemeriksaan:
- Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Auditor tidak menemukan kesalahan selama pemeriksaan seluruh laporan karena sudah dilakukan sesuai prinsip dan standar yang berlaku. Artinya, bisnis Anda sudah berjalan dengan sebagaimana seharusnya.
- Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Auditor menyimpulkan laporan-laporan yang ada sudah wajar, tetapi ada dampak yang dikecualikan karena keterbatasan bukti.
- Tidak Wajar. Auditor menemukan kesalahan dalam penyajian laporan dan dinilai tidak wajar. Berarti cakupan tertentu dalam bisnis Anda ada yang tidak tepat.
- Tidak Memberikan Pendapat. Auditor tidak memperoleh bukti yang cukup untuk merumuskan opini, jadi tidak mampu pula memberikan pendapat.
Selama proses audit, manajemen perusahaan akan diminta menyediakan dokumen-dokumen yang auditor butuhkan. Misalnya, laporan keuangan, kontak, buku besar, laporan transaksi, prosedur kerja, kebijakan perusahaan, dan sebagainya. Saat Anda menyiapkan dokumen-dokumen dengan cermat, itu akan mendukung kelancaran proses audit.
Audit perusahaan bukanlah sesuatu yang harus Anda takuti. Audit adalah aktivitas penting untuk mengevaluasi perusahaan dan jika dikelola dengan baik justru akan menguatkan kredibilitas perusahaan. Baik itu di mata mitra, pembuat aturan, atau bahkan investor.
Mengapa Audit Internal adalah Investasi, Bukan Beban Biaya?
Laporan dari ACFE menunjukkan bahwa banyak perusahaan kehilangan rata-rata 1,5 juta dolar karena fraud (kasus-kasus penipuan). Data juga menyebutkan perusahaan dan bisnis mengalami kehilangan pendapatan sebesar 5% akibat adanya kasus penipuan internal setiap tahunnya.
Hal itulah yang kemudian membuat banyak perusahaan besar kelas dunia memilih melakukan audit internal guna memangkas potensi kerugian akibat kecurangan secara signifikan. Ini berarti pelaksanaan audit internal bukanlah sebuah keterpaksaan, melainkan tindakan preventif yang bijak. Audit internal adalah garda terdepan dalam mencegah munculnya masalah kecurangan yang dapat kian membesar.
Maka, keberadaan Komite Audit di dalam struktur tata kelola perusahaan menjadi sangat penting. Komite tersebut wajib ada di perusahaan publik maupun BUMN guna menjalankan tugas pemeriksaan sebaik mungkin demi mencegah berbagai kecurangan. Bahkan, adanya Komite Audit juga turut menunjang kepercayaan investor pada sebuah bisnis karena dianggap punya kredibilitas baik dan sehat dalam perusahaan.
Jadi, membangun fungsi dari audit internal sedari awal adalah kunci keberhasilan bagi bisnis yang sedang bertumbuh. Bagi Anda pengelola bisnis UKM, memulai audit internal dengan satu auditor pun sudah baik guna memperkuat langkah-langkah besar ke depannya. Entah itu ekspansi, kepatuhan terhadap berbagai regulasi industri, ataupun pendanaan dalam skala lebih besar.
Baca juga Cara Buat Individual Development Plan Karyawan yang Benar
Sekarang Anda mulai memahami apa itu audit perusahaan ataupun audit internal. Selanjutnya, Anda tentu membutuhkan pembangunan sistem audit internal yang auditable melalui tim yang kompeten sekaligus tersertifikasi. Sudahkah Anda memiliki tim tersebut?

Perkuat kapasitas dan kredibilitas tim operasional maupun keuangan lewat program pelatihan intensif bersama Corporate Training Belajarlagi. Investasi pada sumber daya manusia jauh lebih murah jika Anda bandingkan denda penalti ataupun kerugian akibat kecurangan bisnis yang tak terdeteksi.
Segera hubungi tim Corparate Training Belajarlagi untuk berkonsultasi seputar pelatihan sekarang!
Referensi
- ACFE. ACFE Report to the Nations: Organizations Lost an Average of More Than $1.5M Per Fraud Case.
- Kristina Russo. What Is a Financial Statement Audit?
- Scott Nevil. Internal Audit: What It Is, Different Types, and the 5 Cs.
- Indeed. Guide To Operational Auditing: Definition, Process, Advantages and Disadvantages.
- Jitanjan Sarkar. What Is a Compliance Audit? (Definition and Types).
- Katie Cavanaugh. The Audit Process: 5 Essential Phases Explained.
- IAPI. Standar Profesional Akuntan Publik.
.webp)




