Sebagai penerima beasiswa Bank Indonesia, mahasiswa yang tergabung pada komunitas GenBI diharapkan mampu mengembangkan diri secara akademik sekaligus menjadi representasi institusi dalam menyampaikan informasi dan kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat luas. Cara menyampaikannya pun butuh skill komunikasi yang baik supaya isi dapat tersampaikan dan dipahami dengan baik oleh publik.
Melihat tantangan tersebut, Bank Indonesia KPw Purwokerto bersama Belajarlagi menghadirkan program Empowering GenBI, di mana peserta mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi public speaking. Program yang berjalan pada 9–10 September 2026 ini diharapkan dapat menyuarakan kebijakan BI ke khalayak secara terstruktur, percaya diri, dan efektif.
Tantangan Mahasiswa Menyampaikan Isu Kebijakan kepada Publik
Menjadi GenBI artinya dituntut untuk mampu memahami berbagai isu yang berkaitan dengan kebijakan Bank Indonesia dan dapat menjadi komunikator kebijakan kepada masyarakat.
Menyampaikan topik penting seperti sistem pembayaran digital dan ekonomi syariah bisa terdengar sangat teknis. Maka dari itu, butuh pendekatan komunikasi yang tepat supaya semua orang dari latar belakang yang beragam mampu memahaminya.
Dalam menyampaikan pesan seperti ini, masalah yang sering dihadapi bukan pada pemahaman terhadap materi, melainkan bagaimana mengubah informasi yang kompleks menjadi pesan yang relevan bagi audiens, merangkainya menjadi alur yang mudah dicerna, dan menyampaikannya dengan percaya diri di depan publik maupun kamera. Sebab, sebagian besar informasi yang disampaikan akan disebarkan di platform digital seperti media sosial.
Karena itu, keterampilan public speaking perlu disesuaikan dengan kebutuhan komunikasi di depan kamera, termasuk bagaimana menyampaikan pesan secara jelas, menarik, dan efektif dalam durasi yang lebih singkat.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Bank Indonesia KPw Purwokerto memilih Belajarlagi sebagai partner pengembangan untuk merancang program Empowering GenBI, yang berfokus pada penguatan kompetensi komunikasi dan public speaking bagi GenBI.
Tantangan Program Empowering GenBI Purwokerto
Empowering GenBI dirancang untuk membekali anggota GenBI Purwokerto dengan kompetensi komunikasi dan keterampilan profesional yang dapat mendukung keterlibatan mereka dalam menyuarakan kebijakan Bank Indonesia serta kesiapan mereka dalam menjalani aktivitas akademik, organisasi, dan karier di era digital.
Rangkaian program terbagi dalam dua skema sertifikasi, yaitu public speaking yang diikuti oleh 100 peserta dan copywriter yang diikuti oleh 112 peserta. Dengan demikian, seluruh 212 anggota GenBI Purwokerto terlibat dalam rangkaian program pengembangan kompetensi ini.
Pelaksanaannya dirancang dalam format intensif selama dua hari. Hari pertama diisi dengan kelas tatap muka sebagai pembekalan bagi peserta, kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya dengan uji kompetensi sesuai skema sertifikasi yang diikuti. Format ini memungkinkan peserta memperoleh pembelajaran terlebih dahulu sebelum langsung menerapkan dan menguji kompetensinya.
Keunggulan Empowering GenBI terletak pada rangkaiannya yang tidak berhenti pada sesi pelatihan. Melalui uji kompetensi resmi di akhir program, keterampilan yang diperoleh peserta tidak hanya menjadi pengalaman belajar, tetapi juga diverifikasi secara formal melalui sertifikasi kompetensi BNSP.
Area Kompetensi yang Dipelajari Peserta
Kurikulum pelatihan dalam Empowering GenBI mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan tiga unit kompetensi, yaitu menyusun strategi pesan, menyusun taktik komunikasi, dan melaksanakan special event.
1. Menyusun Strategi Pesan
Peserta belajar mengenali karakteristik audiens, menentukan tujuan komunikasi, dan merumuskan pesan utama agar isu kebijakan tersampaikan dengan jelas dan relevan.
2. Menyusun Naskah yang Natural
Peserta belajar mengubah pesan utama menjadi alur penyampaian yang mudah dipahami, memanfaatkan teknik storytelling, analogi, dan data pendukung, serta menyusun naskah bergaya percakapan agar terdengar natural saat disampaikan. Pemanfaatan AI juga diperkenalkan sebagai alat bantu menyusun naskah, dengan penekanan pada menjaga keaslian suara peserta.
3. Teknik Penyampaian di Depan Publik dan Kamera
Peserta belajar teknik vokal seperti artikulasi, intonasi, dan tempo, memanfaatkan ekspresi serta gestur secara natural, membangun keterlibatan audiens, sekaligus mengelola rasa gugup dan kesalahan yang mungkin terjadi saat berbicara.
Seluruh materi tersebut kemudian dipraktikkan secara langsung. Peserta mulai dari menyusun pesan berdasarkan campaign brief, mengembangkan pesan menjadi naskah, hingga menyampaikannya di depan kamera dan menerima umpan balik untuk menyempurnakan kemampuan komunikasinya.
Pendekatan Belajar dan Pendampingan Menuju Sertifikasi

Empowering GenBI dirancang dengan pendekatan learning by doing, sehingga peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi langsung mempraktikkan setiap keterampilan yang dipelajari.
Dalam prosesnya, peserta mengerjakan campaign brief nyata dengan tema edukasi kebijakan Bank Indonesia. Dari brief tersebut, peserta menyusun pesan dan mengembangkannya menjadi naskah, kemudian menyampaikannya dalam format rekaman. Nantinya, baik mentor maupun fasilitator yang mendampingi akan memberikan umpan balik supaya peserta dapat memperbaiki cara penyampaian maupun kualitas konten yang dibuat.
Sebagai tugas akhir, peserta diminta membuat konten digital bertema edukasi kebijakan Bank Indonesia sebagai bentuk penerapan langsung dari keterampilan yang telah dipelajari.
Nantinya, hasil karya berupa konten video itu dikumpulkan dan dinilai bersamaan dengan tes tertulis sebagai rangkaian dari uji kompetensi. Peserta yang lulus berhak memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.
Program Serupa untuk Institusi Anda
Program pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang dijalankan bersama Bank Indonesia KPw Purwokerto ini menjadi salah satu dari ratusan program corporate training yang telah dijalankan Belajarlagi. Pendekatan serupa telah dipercaya oleh berbagai institusi lintas sektor, termasuk berbagai kantor perwakilan Bank Indonesia, BCA, Bank SBI, serta lebih dari 60 mitra korporasi.
Penyesuaian program pelatihan dapat dikustomisasi sesuai dengan skema kompetensi, jumlah peserta, hingga format dan durasi pelaksanaan, sehingga program dapat dirancang sesuai tujuan pengembangan yang ingin dicapai institusi.

Jika organisasi Anda juga sedang merancang program pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang selaras dengan kebutuhan institusi, tim Belajarlagi Corporate Training siap membantu menyusun solusi yang sesuai. Mari diskusikan kebutuhan pelatihan tim Anda bersama Belajarlagi Corporate Training!



