Strategi Threads untuk Bisnis, Keunggulan & Strategi Datangkan Traffic

Dina Pertiwi
8 Min Read
Published:
September 22, 2026
Updated:
September 22, 2026

Key Takeaways

  • Threads unggul di pengguna harian mobile, sedangkan X masih unggul di total pengguna bulanan dan trafik web.
  • Reply, repost, dan quote menjadi sinyal relevansi utama, bukan jumlah link.
  • Meta menyatakan link sudah diperingkat dengan benar, sementara sebagian analisis pihak ketiga masih melaporkan penurunan jangkauan.
  • Gunakan lima slot link di bio dan letakkan URL di reply pertama sambil menguji hasilnya sendiri.
  • Analitik bawaan Threads masih terbatas, sehingga UTM di Google Analytics diperlukan untuk membuktikan traffic.

Dikutip dari Meta, Threads resmi mencapai 500 juta pengguna aktif bulanan pada Juni 2026 (cek terbaru). Angka ini membuat threads untuk bisnis layak dipertimbangkan serius oleh pemilik blog, content creator, social media marketer, dan pemilik usaha yang butuh kanal distribusi baru.

Namun, Threads bukan kanal traffic terbaik secara otomatis. Platform ini mengutamakan percakapan, dan perlakuan terhadap tautan luar masih diperdebatkan. Artikel ini merangkum keunggulan menggunakan Threads, cara kerja link, serta langkah praktis agar Teman Belajar bisa mendatangkan traffic tanpa merusak jangkauan.

Keunggulan Threads Dibanding Platform Lain

Sebelum masuk ke teknis, Teman Belajar perlu tahu apa yang membedakan Threads dari platform yang sudah biasa dipakai. Keunggulannya tidak berhenti pada jumlah pengguna, tetapi juga pada cara platform ini membentuk hubungan dengan audiens.

Berdasarkan Sendible, sumber views di Threads mencakup Home, Profile, Search, Activity, Instagram, dan Facebook, yang menunjukkan integrasi kuat dengan ekosistem Meta. Format text-first juga membuat konten cepat dibuat tanpa produksi visual yang berat. Menurut Sprout Social, 64% brand B2C sudah posting di Threads, sedangkan brand B2B baru 19% (survei Q1 2025). Artinya, threads untuk bisnis di segmen B2B masih relatif sepi kompetitor, dan itu bisa jadi celah bagi yang bergerak lebih awal.

Dalam perbandingan Threads vs Twitter/X, Sprout Social mencatat beberapa hal berikut:

  • X memiliki sekitar 557 juta pengguna bulanan, tetapi Threads sudah melampaui X di pengguna harian mobile (141,5 juta berbanding 125 juta). 
  • Dikutip dari Sprout Social, "SEO" di Threads berarti muncul saat orang mencari di dalam aplikasi, dengan kata kunci di bio, nama, dan handle sebagai sinyal kategorisasi. Ini berbeda dari platform yang bertumpu pada hashtag. Keunggulan sejatinya adalah kedekatan percakapan yang sulit ditiru platform lain.
  • X tetap dominan di desktop dengan sekitar 145 juta kunjungan web harian, sedangkan Threads baru 8,5 juta. 

Jadi, kalau audiens kamu banyak mengakses lewat laptop atau mengejar isu berita real-time, X masih relevan.

Ini berbeda dari platform yang bertumpu pada hashtag, bandingkan juga dengan pendekatan di strategi konten TikTok marketing yang mengandalkan pola discovery berbeda.

Cara Kerja Link di Threads yang Perlu Kamu Tahu

Dikutip dari Social Media Today, Adam Mosseri pada Juni 2025 menyatakan tim Threads sudah memperbaiki peringkat link dan hasilnya jauh lebih baik selama lebih dari sebulan. Media yang sama pada November 2024 melaporkan bantahan Mosseri atas dugaan penalti link, dengan alasan rendahnya jangkauan lebih dipengaruhi perilaku pengguna. 

Di sisi lain, Momentum Hive (analisis pihak ketiga, Juni 2026) menyebut penekanan link makin agresif sehingga kreator memindahkan URL ke bio atau reply pertama. Karena Meta belum merilis rincian resmi, penggunaan link di Threads tidak dipastikan dihukum, tetapi link tanpa konteks cenderung kalah dibanding link yang dibungkus opini, sebagaimana dicatat Postory.

Untuk jalur aman, manfaatkan fitur multi-link. Berdasarkan TechCrunch, Threads sejak Mei 2025 mengizinkan hingga lima link di profil, lengkap dengan insight jumlah kunjungan pada link bio maupun link di post. TechCrunch menilai fitur ini berpotensi menyaingi layanan seperti Linktree. Namun, menurut Sendible, pelacakan CTR native masih terbatas, jadi setiap link di Threads sebaiknya diberi UTM agar hasilnya bisa dibaca di Google Analytics.

Threads sebagai Conversation Engine bukan Tempat Menempel Link

Threads bisa dibilang sebagai platform untuk diskusi. Visibilitasnya ditentukan oleh seberapa hidup percakapan yang kamu picu. Jadi kalau sekedar menempel link, tentu kurang efektif dibanding jika kamu menyediakan ‘lapak’ untuk bertukar pikiran. Reply dari orang yang pernah berinteraksi denganmu bobotnya lebih besar. Jadi, sepuluh audiens inti yang rutin membalas bisa lebih berharga daripada ribuan follower pasif, terutama bagi akun baru yang masih berada di fase cold start.

Saat satu postingan Threads dibuat, ini akan ditampilkan ke sekitar 2 hingga 5% followers saja. Tetapi interaksi pada jendela awal itulah yang menentukan apakah post akan menyebar ke pengguna lain atau tidak. Jadi semakin banyak yang membalas postingan, maka akan semakin visible juga tulisanmu. Sehingga strategi yang berhasil adalah menjawab pertanyaan audiens lebih dulu, lalu mengarahkan ke detail lengkap. 

Berdasarkan Sprout Social, artikel blog 2.000 kata dapat dipecah menjadi lima post: 

  • Post pertama berupa pertanyaan pemancing.
  • Post kedua sampai keempat membahas satu poin masing-masing.
  • Post kelima berisi ringkasan plus ajakan membaca artikel penuh. 

Sprout Social menyebut Threads sebagai hidangan pembuka dan blog sebagai hidangan utama. Semakin banyak percakapan yang terpicu, semakin luas jangkauan, dan semakin besar peluang traffic mengalir ke blog atau halaman bisnismu.

Pendekatan serupa juga dibahas lebih detail dalam taktik short-form content untuk berbagai platform.

Strategi Mendatangkan Traffic dari Threads ke Bisnis

Bagian ini merangkum langkah yang bisa langsung dijalankan. Dalam konteks threads untuk bisnis, strategi Threads yang efektif bukan satu taktik ajaib, melainkan rangkaian kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten.

Berdasarkan panduan Sprout Social, Sendible, dan TechCrunch, langkah berikut bisa dijalankan berurutan:

  1. Optimalkan bio dan profil. Sprout Social menyarankan bio ringkas sekitar 150 karakter yang memuat nilai utama dan kata kunci niche. Contoh: "Membantu pemilik UMKM menaikkan traffic blog lewat konten yang terukur" lebih kuat daripada "Marketer digital".
  2. Manfaatkan lima slot link bio. TechCrunch mencatat slot ini bisa diarahkan ke blog, newsletter, atau website. Bagi bisnis, isi dengan blog utama, lead magnet, dan halaman produk.
  3. Tulis post pemicu percakapan. Sprout Social menganjurkan bertanya, membagikan sudut pandang unik, dan ikut berdiskusi di thread orang lain, lalu balas setiap reply untuk menjaga momentum.
  4. Uji link di reply pertama. Karena bukti soal penalti belum seragam, bandingkan performa link di reply pertama dengan link di body pada akunmu sendiri.
  5. Gunakan frasa yang benar-benar dicari. Sprout Social menyarankan memakai frasa yang sama di teks post dan Topic Tag, dengan fokus pada kata kunci long-tail berbentuk pertanyaan audiens.
  6. Pasang UTM di setiap link. Menurut Sendible, UTM menandai source, medium, dan campaign. Ini penting karena engagement di Threads dihitung di level akun, sehingga performa per post sulit dipisahkan tanpa UTM.
  7. Pantau Insights secara rutin. Sendible mencatat akun personal perlu 100 follower agar data demografi terbuka, sedangkan akun bisnis tidak terkena batas itu.

Ekspektasi juga perlu realistis. Dikutip dari Influencer Marketing Hub, beberapa publisher mendapat 500 hingga 1.000 klik per post, sementara akun baru sering di bawah 100 klik. Data tersebut bersumber dari laporan beta dan bersifat indikatif. Kesimpulannya, cara dapat traffic dari Threads adalah kombinasi percakapan yang hidup, penempatan link yang tepat, dan audiens yang dibangun bertahap.

Susun jadwal kontenmu lebih terstruktur lewat konten kalender 30 hari agar konsistensi posting di Threads maupun platform lain tetap terjaga.

Kesalahan Umum dan Batasan Threads sebagai Kanal Traffic

Ada beberapa kesalahan yang umum dilakukan bagi orang yang baru saja ingin membuat Threads sebagai kanal trafik, yakni:

  • Memasukkan link tanpa konteks kalah dari link yang dibungkus pemikiran nyata, sehingga menempel URL mentah di setiap post adalah kesalahan pertama. 
  • Melakukan spam link tanpa membangun percakapan, mengabaikan reply, memadatkan bio dengan kata kunci hingga tidak terbaca, dan posting tidak konsisten. 
  • Berfokus pada kata kunci, bukan pemantik percakapan. Berdasarkan Sprout Social, kunci optimasi Threads adalah kejelasan dan percakapan, bukan jumlah kata kunci. 
  • Tidak konsisten posting. Sendible juga menegaskan bahwa konsistensi posting meningkatkan peluang menemukan audiens yang tepat.

Dikutip dari Social Media Today, riwayat Meta soal traffic link tergolong berliku, kadang jangkauan link dinaikkan untuk menarik publisher lalu dipangkas saat prioritas berubah. Influencer Marketing Hub mengutip laporan transparansi Meta bahwa lebih dari 97% tayangan post Facebook di Amerika Serikat tidak memuat link eksternal, yang menunjukkan kepentingan Meta menjaga pengguna di dalam ekosistemnya.

Pahami juga conversion copywriting agar percakapan yang dibangun di Threads bisa benar-benar berujung pada konversi. 

Karena itu, perlakukan threads untuk bisnis sebagai salah satu kanal, bukan satu-satunya. Threads efektif jika dipakai sesuai karakternya (percakapan dulu, link kemudian) dan dipadukan dengan kanal lain serta konten blog kuat sebagai tujuan traffic.

Corporate Training Belajarlagi

Menguasai Threads adalah bagian dari kemampuan social media dan content marketing yang lebih luas, dan kemampuan itu terus berubah mengikuti algoritma serta kebijakan platform. Teman Belajar yang memimpin tim marketing dapat mempertimbangkan program Corporate Training Belajarlagi untuk membekali tim dengan skill yang relevan dan siap beradaptasi. Pelajari selengkapnya di Corporate Training Belajarlagi.

FAQ

[open]
[collapse]

Berapa jumlah pengguna Threads sekarang dan apakah lebih besar dari X?

Threads resmi mencapai 500 juta pengguna aktif bulanan pada Juni 2026 menurut Meta. Untuk pengguna harian mobile, Threads sudah melampaui X dengan 141,5 juta berbanding 125 juta. Namun X tetap unggul di total pengguna bulanan sekitar 557 juta dan masih dominan di desktop dengan sekitar 145 juta kunjungan web harian, dibanding Threads yang baru 8,5 juta.

Threads atau X, mana yang lebih baik untuk mendatangkan traffic ke bisnis?

Pilihannya tergantung karakter audiens dan jenis kontenmu. Threads unggul di pengguna harian mobile dan cocok untuk percakapan yang membangun kedekatan dengan audiens secara bertahap, sementara X masih relevan kalau audiensmu banyak mengakses lewat laptop atau mengejar isu berita real-time karena tetap dominan di desktop. Dari sisi kompetisi, 64% brand B2C sudah posting di Threads sedangkan brand B2B baru 19%, sehingga segmen B2B di Threads masih relatif sepi kompetitor.

Berapa banyak klik yang bisa didapat dari satu post di Threads?

Ekspektasinya perlu realistis karena datanya masih bervariasi. Beberapa publisher mendapat 500 hingga 1.000 klik per post, sementara akun baru sering di bawah 100 klik. Data ini bersumber dari laporan beta dan bersifat indikatif, jadi hasil aktual di akunmu sebaiknya diuji dan diukur sendiri lewat UTM di Google Analytics karena pelacakan CTR native di Threads masih terbatas.

Bagaimana cara memasang link di Threads agar tidak merusak jangkauan?

Karena Meta belum merilis rincian resmi soal penalti link, cara paling aman adalah memanfaatkan fitur lima slot link di profil sejak Mei 2025, lalu menguji sendiri performa link di reply pertama dibanding link di body post. Link tanpa konteks cenderung kalah dibanding link yang dibungkus opini atau sudut pandang, jadi bangun percakapan lebih dulu sebelum mengarahkan ke link. Pasang UTM di setiap link supaya performanya bisa dibaca di Google Analytics, karena engagement di Threads dihitung di level akun sehingga performa per post sulit dipisahkan tanpa UTM.

Apa kesalahan paling umum saat memakai Threads sebagai kanal traffic bisnis?

Kesalahan paling sering adalah menempel URL mentah tanpa konteks di setiap post, melakukan spam link tanpa membangun percakapan, mengabaikan reply dari audiens, memadatkan bio dengan kata kunci hingga tidak terbaca, dan posting tidak konsisten. Fokus yang benar adalah kejelasan dan percakapan, bukan jumlah kata kunci, karena lebih dari 97% tayangan post Facebook di Amerika Serikat saja tidak memuat link eksternal, menunjukkan Meta memang lebih mengutamakan pengguna tetap berada di dalam ekosistemnya.

#
Digital Marketing
Belajarlagi author:

Dina Pertiwi

Freelance SEO Content Writer dengan 3+ tahun pengalaman menulis artikel berbagai topik, seperti fashion, gaya hidup, edukasi, dan teknologi. Memiliki ketertarikan khusus pada storytelling yang engaging dan berbasis riset.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Cookie Consent

By clicking “Accept”, you agree to the storing of cookies on your device to enhance site navigation, analyze site usage, and assist in our marketing efforts. View our Privacy Policy for more information.