Belajar FB Ads Mulai dari Nol, Penjelasan Lengkap Nih!

Belajarlagi Writer
8 Min Read
Published:
January 24, 2024
Updated:
January 24, 2024

Belajar FB ads buat pemula

Belajar FB ads dapat membantumu menyiapkan diri dalam berkarier digital marketing. Pasalnya, Facebook menjadi salah satu platform media sosial terbesar yang masih banyak dipakai untuk pemasaran. Meski sudah banyak media sosial baru bermunculan, beriklan pada Facebook tetap menjadi opsi terbaik bagi sebagian besar perusahaan.

Facebook memiliki keterlibatan dan jangkauan lebih rendah daripada Instagram. Oleh sebab itu, perusahaan butuh mendongkrak performa konten pemasaran lewat ads. Hingga saat ini, FB ads menjadi platform promosi yang cukup menjanjikan karena sanggup menjangkau lebih banyak target audiens.

Pada artikel kali ini, Tim Belajar Lagi sudah menyiapkan panduan lengkap untuk belajar FB ads buat kamu. Ulasan ini cocok juga bagi para pemula yang memerlukan pengenalan akan FB ads lebih mendalam. Coba simak dan pelajari baik-baik, ya!

Pengertian FB ads

Melansir dari Hootsuite, FB ads merupakan konten berbayar yang pebisnis gunakan untuk mempromosikan produk atau layanan mereka ke audiens. FB ads biasanya menargetkan audiens berdasarkan:

  • Demografi
  • Lokasi
  • Minat
  • Pekerjaan
  • Dan lain-lain

FB ads muncul pada semua bentuk aplikasi pengguna, termasuk stories, feed, messenger, dan lain-lain. Konten dari FB ads sekilas mirip dengan konten biasa, yang membedakan adalah keberadaan label “sponsored”. FB ads menyediakan beberapa fitur yang memudahkan audiens, contohnya CTA, tautan, dan katalog produk.

Lewat beriklan di Facebook, sebuah bisnis mampu menjangkau audiens lebih luas sehingga produk atau layanannya dikenali. Selama pengaturan target audiensnya tepat, FB ads ini sangat bermanfaat, lho.

Kenapa menggunakan FB ads?

Alasan menggunakan Facebook ads

Dengan lebih dari 2,9 miliar pengguna setiap bulannya serta 1,9 miliar pengguna setiap hari, Facebook menjadi ladang menarik untuk beriklan. Menurut HubSpot, berikut beberapa alasan kenapa pebisnis mesti memanfaatkan FB ads untuk pemasaran:

  • Bisnis dapat menjangkau lebih banyak orang. Facebook masuk ke dalam empat besar media sosial populer. Karena terbukti rutin menjaring banyak pengguna, sangat sayang jika tidak menggunakan Facebook untuk mengenalkan produk ke audiens.
  • Pebisnis bisa menyaring audiens yang melihat iklan. Dalam FB ads, pebisnis dapat mengatur audiens berdasarkan demografi, minat, usia, dan lain-lain. Dengan begitu, alokasi iklan dapat terarah ke prospek yang paling mendekati target audiens.
  • Facebook memiliki analisis iklan. Kinerja sebuah iklan dapat tercatat secara real time di Facebook. Pebisnis bisa menggunakan data yang ada untuk merencanakan strategi iklan berikutnya.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, wajar jika sampai sekarang FB ads masih sangat pebisnis minati. Apalagi jika metode pemasaran yang hendak pebisnis pakai lebih condong ke hard selling.

Jenis-jenis FB ads

Sebelum belajar menjalankan FB ads, Teman Belajar harus mengenali dulu apa saja jenis FB ads itu sendiri. Dalam beriklan, pebisnis punya beragam pilihan bentuk konten. Pilihan jenis FB ads yang tepat biasanya tergantung pada tujuan dan target yang ingin pebisnis capai.

Berikut beberapa jenis FB ads menurut Hootsuite:

1. Image ads

Beriklan dengan gambar adalah format FB ads yang paling dasar. Dengan satu gambar, sebuah bisnis bisa mempromosikan produk atau layanan tertentu.

Image ads paling cocok untuk campaign dengan visual gambar yang kuat dan berpotensi menarik perhatian audiens. Gambar di sini dapat berupa foto, desain grafis, ataupun ilustrasi. Selain itu, images ads bagus untuk berbagai tujuan pemasaran: brand awareness, promo, rilis produk baru, dan lain-lain.

Namun, ingat bahwa image ads hanya bisa memerlukan satu gambar untuk menyampaikan pesan. Jika sebuah bisnis hendak menampilkan banyak informasi melalui beberapa gambar, bentuk FB ads ini kurang sesuai.

2. Video ads

Sama seperti image ads, penggunaan video ads adalah dengan menampilkan satu buah video untuk mempromosikan layanan ataupun produk. Video ads cocok untuk iklan yang sifatnya tutorial, demo produk, dan hal-hal yang membutuhkan elemen bergerak.

Durasi maksimal video adalah 240 menit. Namun, akan jauh lebih baik jika menggunakan video pendek saja. Video pendek biasanya jauh lebih menarik, bahkan Facebook menyarankan memakai video berdurasi maksimal 15-30 detik saja.

3. Carousel ads

Bentuk FB ads selanjutnya ini memungkinkan pebisnis menaruh sepuluh gambar atau video dalam iklan. Masing-masing foto atau video memiliki judul, deskripsi, serta tautan berbeda. Nah, carousel ads paling pas untuk sebuah bisnis yang hendak menampilkan banyak produk dalam satu iklan.

Selain itu, penggunaan carousel ads juga memudahkan audiens yang tertarik pada iklan untuk melakukan tindakan pembelian. Dengan pilihan lebih banyak, audiens dapat menentukan produk yang paling mereka sukai.

4. Instant experience ads

Sementara, instan experience ads merupakan jenis FB ads yang tersedia dalam fitur seluler saja. Tujuannya adalah untuk mempermudah keterlibatan audiens terhadap konten yang ditampilkan. Dengan jenis FB ads ini, pengguna dapat mudah memperbesar ataupun memperkecil konten.

Untuk memperoleh hasil terbaik, Facebook menyarankan pebisnis menggunakan lima sampai tujuh gambar atau video. Penggunaan template siap pakai juga sangat direkomendasikan karena lebih praktis.

5. Collection ads

Collection ads sifatnya mirip dengan carousel yang bertujuan meningkatkan kenyamanan pengguna dalam menelusuri produk bisnis lewat seluler. Calon pembeli dapat melakukan pembelian langsung lewat collection ads ini.

Pebisnis bisa juga membiarkan algoritma Facebook memilih produk dari katalog yang lebih berpotensi menarik perhatian audiens. Collection ads lebih cocok untuk bisnis skala besar yang mempunyai banyak produk dan layanan.

6. Stories ads

Stories ads menjadi pilihan paling pas untuk beriklan lewat seluler karena pebisnis dapat memaksimalkan tampilan layar guna memanjakan mata pengguna. Apalagi sekarang banyak pengguna Facebook mengakses media sosial lewat ponsel dan menghabiskan waktu melihat stories.

Stories sendiri dapat berupa gambar, video, ataupun bentuk carousel. Selain itu, stories juga mempermudah calon pembeli dalam melakukan tindakan. Cukup dengan usap layar ke atas untuk mengunjungi tautan website.

Sayangnya, stories ads ini tidak akan muncul pada feeds pengguna. Stories ads akan muncul pada fitur stories pengguna dan biasanya sudah tertarget ke orang yang tepat.

7. Messenger ads

Bentuk FB ads selanjutnya ini akan muncul pada messenger pengguna. Messenger sifatnya terkesan lebih personal sehingga ada potensi interaksi antara pengguna dan pebisnis.

Orang yang melihat messenger ads dapat langsung memulai percakapan dengan pebisnis. Selain itu, bisnis dalam skala kecil hingga menengah juga cocok menggunakan messenger ads ini.

8. Lead ads

Bentuk FB ads ini juga hanya tersedia dalam seluler. Lead ads bertujuan memudahkan pengguna memberikan informasi kontak tanpa banyak mengetik.

Lead ads cocok untuk mengumpulkan newsletter subscription dan mendaftarkan pengguna untuk trial produk. Selama ini lead ads cukup efektif untuk perusahaan mobil dalam mendorong pengguna untuk test drive.

Baca Juga: Simak Panduan Lengkap Belajar Digital Ads untuk Pemula Berikut Ini!

Cara membuat FB page

FB ads baru bisa kamu jalankan jika sudah memiliki Facebook page. Oleh sebab itu, ada baiknya kamu pahami dulu bagaimana cara membuat FB page sebelum belajar FB ads:

1. Buka FB page

Masuk ke Facebook page, kemudian kamu akan menemukan dua pilihan halaman, yaitu Bisnis/ Merek serta Tokoh Masyarakat. Pilihlah sesuai dengan jenis yang hendak kamu pakai.

Sesudah klik “Memulai”, Facebook bakal mengarahkanmu ke halaman bisnis. Tampilannya akan seperti ini:

2. Isi profil

Lalu, isilah halaman profil bisnis yang masih kosong tersebut. Hal-hal yang mesti kamu isi antara lain:

  • Nama halaman (isi dengan nama brand atau bisnis)
  • Ketegori bisnis (pilih tipe bisnisnya)
  • Deskripsi (tulis informasi mengenai brand beserta penjelasan ringkasnya)

3. Upload foto profil

Selanjutnya, kamu butuh mempercantik profil halaman bisnis agar terlihat lebih terpercaya. Maka, masukkan foto profil serta foto sampul untuk halaman bisnis tersebut. Yang penting untuk kamu ingat, foto tersebut harus profesional dan mewakili brand, misalnya masukkan logo brand.

4. Isi informasi

Terakhir, lengkapi semua informasi yang dibutuhkan. Mulai dari email, website, nomor telepon, CTA, dan lain-lain. Pastikan audiens yang nantinya berkunjung ke halaman bisnis akan mendapatkan informasi yang lengkap. Termasuk kontak dan produk bisnisnya.

Belajar FB ads

Andai kamu sudah memiliki halaman bisnis Facebook, kamu dapat mulai belajar menjalankan FB ads. Berikut beberapa langkah untuk beriklan pada Facebook:

1. Menu business suite

Masuk ke menu business. Menu ini merupakan wadah untuk mengelola berbagai iklan. Semua pengaturan iklan, termasuk ke banyak aplikasi lain (Instagram, marketplace, dan lain-lain) akan kamu keola lewat menu ini.

2. Masuk ke facebook ads manager

Setelah itu, akses facebook ads manager dengan klik Ads > Ads manager.

3. Perhatikan dashboard facebook ads manager

Kamu akan masuk ke dashboard dengan tampilan seperti berikut:

Berikut beberapa kegunaan dari masing-masing menu pada dashboard:

  • Ads: iklan yang kamu buat dan nantinya audiens lihat
  • Ad sets: terdiri dari banyak ads yang masing-masing isinya promosi ads, bujet, target audiens, hingga jadwal
  • Campaign: tujuan dari pembuatan iklan

4. Tentukan tujuan campaign

Sebelum membuat FB ads, tentukan dulu apa tujuan campaign-nya. Pilih menu Campaign > Create.

Lalu, pilih campaign yang hendak kamu jalankan. Beberapa tujuan campaign antara lain:

Awareness

  • Brand awareness: meningkatkan kesadaran merek audiens
  • Reach: menampilkan iklan sebanyak mungkin untuk menjangkau audiens lebih banyak

Consideration

  • Traffic: mengarahkan audiens ke laman website bisnis
  • Engagement: menjangkau audiens yang kemungkinan besar berinteraksi dengan bisnis
  • Video views: membagi video ke audiens
  • Lead generation: mengumpulkan data audiens, misalnya nomor telepon atau email
  • Messages: mengirimkan pesan langsung ke audiens
  • App installs: ajakan ke audiens untuk memasang aplikasi tertentu

Conversion

  • Conversion: mendorong audiens melakukan tindakan, misalnya pembelian lewat website
  • Catalogue sales: menayangkan katalog produk ke audiens
  • Store traffic: promo toko offline agar mendorong audiens datang langsung

5. Mulai buat campaign

Untuk membuat campaign, kamu harus mengisi rincian campaign yang hendak kamu jalankan:

  • Special ad categories: Kategori iklan sesuai bidang bisnis sekaligus negara tempat penyebaran iklan
  • Campaign details: Detail tambahan dalam campaign (biasanya sudah disesuaikan secara otomatis)
  • A/B test: Fitur untuk mengetes beberapa iklan untuk mengetahui mana yang punya performa terbaik.
  • Campaign budget optimisation: Fitur dalam mengelola anggaran iklan. Facebook nantinya mendistribusikan bujet ke ad set yang berpotensi memperoleh hasil bagus.

6. Ad set

Selanjutnya, atur cara kerja iklanmu. Pilih menu Ad Sets > Create.

Kemudian, pilih Use Existing Campaign dan isilah judul pada Ad Set dan lanjut ke Continue.

Pilih halaman bisnis yang ingin kamu promosikan, lalu atur cara kerjanya:

  • Bujet dan jadwal: Ada dua opsi bujet, yaitu daily budget dan dan lifetime budget. Pilih sesuai kebutuhan dan jangan lupa atur berapa lama durasi ads-nya.
  • Target audiens: Atur target audiens berdasarkan kriteria tertentu, misalnya usia, lokasi, jenis kelamin, dan lain-lain.
  • Penempatan iklan: Pilih lokasi untuk meletakkan ads, entah itu di Messenger, Facebook, Instagram, dan lain-lain.
  • Keamanan brand: Aktifkan fitur ini untuk menjaga konten iklanmu dari hal berbahaya yang bisa menurunkan reputasi bisnis.
  • Optimasi iklan: Fitur ini membantu ads yang berjalan masih sesuai dengan bujet iklan agar tetap tepat sasaran.

7. Buat ads

Setelah cara kerja iklan selesai, saat kamu membuat iklan. Pilihlah Ads > Create.

Pilih Campaign Objective atau bisa juga Use Existing Campaign.

Isi informasi yang dibutuhkan:

  • Ad name: Nama iklan yang kamu buat.
  • Identity: Kaitannya dengan halaman bisnis dan akun media sosial.
  • Ad Setup: Jenis iklan yang mau kamu pilih.
  • Ad Creative: Atur tampilan visual iklan.
  • Languages: Fitur untuk menerjemahkan iklan secara otomatis.
  • Tracking: Fitur untuk membantu mengawasi kinerja iklan.

Tips FB ads

Menjalankan FB ads

Seusai belajar mengenai FB ads, Teman Belajar mungkin jadi makin tertarik buat segera mempraktikkannya. Buat menambah skill FB ads, kamu bisa lho ikut kelas di Belajar Lagi terlebih dahulu. Dalam Full-Stack Digital Marketing Bootcamp, ada materi mengenai FB ads yang bisa kamu dapatkan. Silakan pantau jadwal kelasnya di website Belajar Lagi, ya!

Selain itu, ada beberapa tips yang dapat kamu pelajari dulu sebelum terjun langsung menjalankan FB ads. Menurut HubSpot, berikut tipsnya:

1. Kenali audiens sebaik mungkin

Sebelum membuat iklan, pastikan kamu benar-benar mengenali audiens alias targetmu. Bagaimana karakter mereka? Apa kesukaan mereka? Berapa usia mereka?

Mengenali audiens secara lebih dalam akan memudahkan kamu dalam membuat konten gambar ataupun video. Renungkan, bentuk konten seperti apa yang lebih cocok buat audiens. Termasuk yang tidak kalah penting adalah pemilihan bahasa yang tepat buat target audiens.

2. Perhatian rasio atau ukuran gambar dan video

Sebuah konten tetap harus menonjolkan estetika. Bayangkan, audiens mana yang bakal tertarik melihat iklan yang ukurannya terlalu kecil atau bahkan terlalu lebar. Oleh sebab itu, pastikan kamu juga memperhatikan rasio atau ukuran konten pada tiap jenis FB ads.

Pentingnya memahami spesifikasi iklan akan sangat membantu mendongkrak tampilan iklan agar lebih menarik. Kamu dapat mengecek berbagai ukuran foto dan gambar pada FB ads di sini.

3. Buat headline jelas dan menarik

Headline adalah hal yang pertama kali audiens lihat. Ketika judul pada headline terkesan kurang menarik, tentu audiens tidak mau buang-buang waktu mencermati iklan tersebut. Maka, kunci paling penting dalam menjalankan FB ads adalah menyiapkan headline jelas dan menarik.

Komunikasikan headline dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak bertele-tele. Sebisa mungkin harus lugas. Cara lainnya adalah dengan mengangkat masalah audiens pada headline, dengan begitu audiens akan lebih penasaran.

Ingat juga bahwa copywriting dalam iklan tidak membutuhkan bahasa yang terlalu indah. Tujuan utama dalam iklan adalah memudahkan audiens untuk memahami isi iklan. Pastikan audiens akan langsung mengerti hal-hal ini begitu melihat iklan:

  • Produk atau layanan apa yang bisnis tawarkan
  • Apa manfaatnya bagi audiens
  • Bagaimana audiens bisa mendapatkannya

4. Pastikan ada CTA

Tujuan membuat FB ads memang bermacam-macam. Ada yang sekadar menyebarkan brand awareness, ada yang ingin mengajak audiens mengunduh sesuatu, dan lain-lain. Namun pada dasarnya, FB ads yang baik harus menyertakan CTA jelas, apa pun tujuannya.

Audiens harus tahu bagaimana cara melakukan tindakan tertentu, entah itu pembelian, pendaftaran, pengunduhan, dan lain-lain. Amat sayang jika sebuah bisnis tidak memanfaatkan FB ads untuk meningkatkan konversi. Maka, CTA sebenarnya harus ada dalam FB ads.

CTA juga mesti sederhana dan berupa ajakan jelas. Misalnya, “Daftar Sekarang”, “Unduh Sekarang”, “Belanja Sekarang”, dan lain-lain. Tanpa adanya CTA, audiens akan kebingungan untuk melakukan tindakan berikutnya.

5. Masukkan ulasan dalam ads

Audiens pada dasarnya tidak akan mudah langsung percaya pada produk dalam iklan, semenarik apa pun bentuk ads-nya. Terlebih untuk calon pelanggan yang benar-benar masih baru dan belum familiar dengan brand tersebut. Lalu, bagaimana cara untuk meyakinkan audiens?

Salah satu langkah yang bisa kamu lakukan adalah memasukkan social proof ke dalam konten foto atau video. Social proof ini bentuknya dapat berupa ulasan dari pelanggan-pelanggan lainnya. Menunjukkan ulasan ke audiens amat membantu menggerakkan rasa percaya calon pelanggan, lho.

Namun, perlu kamu cermati juga bahwa social proof yang hendak kamu munculkan dalam iklan adalah benar-benar jujur. Hindari mempercantik ulasan pelanggan secara berlebihan. Apalagi jika membuat ulasan palsu.

Ingat, audiens juga akan jeli mencermati ulasan. Mereka bisa membedakan mana yang jujur dan mana yang bukan.

6. Jalankan A/B test

Untuk meningkatkan kinerja FB ads, kamu bisa memilih menjalankan A/B test. Pengujian iklan ini sifatnya terpisah dalam segala aspek, mulai dari judul, copywriting, visual, sampai CTA. Nantinya Facebook akan menjalankan dua iklan tersebut bersamaan dan kamu dapat mencermati mana yang bekerja lebih baik.

Ada kalanya sebuah iklan kurang bekerja baik karena tampilan visualnya kurang menarik. Atau terkadang juga justru penulisan judul dan copywriting-nya yang kurang pas. Intinya, A/B test akan membantumu menentukan bentuk iklan seperti apa yang punya kinerja terbaik.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Konten iklan pertama berbentuk gambar vertikal, sementara konten kedua berbentuk video yang lebih interaktif. Meski copywriting dan CTA-nya, perbedaan bentuk konten bisa memberikan dampak berbeda pula. Saat dua iklan tersebut berjalan, kamu akan mengetahui mana yang bekerja lebih baik.

Baca Juga: Simak Panduan Lengkap Belajar Social Media Ads, Cocok untuk Pemula!

Kesimpulan

FB ads menjadi salah satu promosi produk atau layanan yang masih disukai pebisnis. Jumlah pengguna FB yang banyak menjadi salah satu alasan kenapa FB ads masih bertahan. Dengan potensi jangkauan besar, FB ads menjadi pintu terbaik bagi pebisnis mengiklankan produknya.

Siapa pun bisa belajar FB ads, termasuk kamu. Tidak ada batasan latar belakang pendidikan khusus untuk mempelajarinya. Apalagi sekarang kamu bisa mengikuti kelas khusus untuk mempelajarinya secara online. Buat kamu yang tertarik berkarier di bidang digital marketing, tidak ada salahnya lho belajar FB ads mulai sekarang!

Yuk, persiapkan dirimu sebaik mungkin buat jadi digital marketer handal! Pastikan juga kuasai FB ads buat meningkatkan kemampuanmu dalam beriklan, ya!

#
Performance Marketing
Belajarlagi author:

Belajarlagi Writer

Tim penulis Belajarlagi yang profesional dan berdedikasi untuk memberi informasi berkualitas demi Teman Belajar

Jadilah yang pertama tahu

Langganan Newsletter Kami

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.