Belajarlagi X Bank Indonesia Lampung: Pelatihan dan Pendampingan UMKM Go Digital 2026

Belajarlagi X Bank Indonesia Lampung gelar pelatihan dan pendampingan UMKM Go Digital 2026 untuk membantu pelaku usaha menguasai digital marketing, marketplace, dan AI.
Daftar Isi
[tampilkan]
[sembunyikan]

Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 65,5 juta unit pada tahun 2025, meningkat sekitar 1 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tengah pesatnya pertumbuhan transaksi digital dan kebiasaan belanja online masyarakat, banyak UMKM yang masih belum memiliki pondasi digital kuat. Misalnya belum menggunakan marketplace dan kesulitan mengelola media sosial. Dikhawatirkan UMKM bisa kalah bersaing dan tertinggal dari kompetitor yang lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri termasuk bagi UMKM daerah, seperti di Lampung. Pemilik bisnis kecil  di daerah ini masih membutuhkan pendampingan dan pendampingan agar dapat memanfaatkan peluang pasar digital  secara optimal.

Sebagai upaya mendorong transformasi digital UMKM, Bank Indonesia Kpw Lampung bersama Belajarlagi mengadakan pelatihan dan pendampingan digital marketing bagi 30 UMKM terpilih melalui program UMKM Naik Kelas: Go Digital, Go Halal, Go Global.

Bukan pelatihan biasa, UMKM Go Digital ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha “naik kelas” lewat kemampuan pemasaran digital yang bisa membawa produk atau jasa mereka menjangkau banyak orang dan terus berkembang.

Tantangan UMKM Lampung di Era Digital

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lepas dari aktivitas UMKM. Seperti yang diketahui, ada sekitar 30 juta UMKM yang mampu memberikan lebih dari 61% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja nasional.

Di Lampung sendiri ada lebih dari 397 ribu UMKM di tahun 2025. Sektor yang paling banyak mendominasi adalah kuliner, kerajinan, dan produk tenun yang potensinya belum tergarap secara maksimal di pasar digital nasional.

Melalui pelatihan dan pendampingan UMKM Go Digital, UMKM Lampung akan dibawa ke level yang lebih tinggi. Dari yang awalnya belum memiliki toko online sama sekali, menjadi aktif di marketplace, media sosial, dan website dalam waktu kurang dari enam bulan.

Tujuan ini dapat tercapai lewat kolaborasi Belajarlagi dan Bank Indonesia di mana semua materi pelatihan dirancang sesuai dengan kebutuhan dan peserta mendapatkan pendampingan dari mentor berpengalaman.

Gambaran Umum Program UMKM Go Digital

30 UMKM terpilih akan mengikuti UMKM Go Digital dari bulan Mei hingga Oktober 2026. Program ini terbagi atas tiga sesi utama, yaitu sesi pelatihan, pendampingan, dan proses validasi.

Pada fase edukasi, peserta menjalani pembekalan materi yang dilakukan secara offline. Dilanjutkan fase pendampingan, di mana peserta dan mentor akan bertemu secara online untuk membahas implementasi materi ke bisnis masing-masing. Terakhir fase validasi untuk memastikan peserta benar-benar menerapkan ilmunya sesuai target program.

UMKM dinyatakan berhasil menjalani pelatihan apabila telah memenuhi dua kriteria utama, yaitu memiliki toko marketplace aktif dengan minimal 10 produk serta mengaktifkan setidaknya satu saluran pemasaran digital, baik melalui Instagram Bisnis maupun WhatsApp Business yang digunakan secara aktif.

Kurikulum Pelatihan dari Live Selling hingga Penggunaan AI

Kurikulum Pelatihan dari Live Selling hingga Penggunaan AI

Pelatihan ini tidak hanya dirancang supaya peserta bisa mahir menggunakan platform digital tetapi materinya  juga disesuaikan dengan kebutuhan bisnis saat ini.

Melalui pelatihan UMKM Go Digital, peserta diajarkan cara membuat konten, live selling, pengelolaan marketplace, website, hingga pemanfaatan AI untuk pemasaran. Materi utama yang diajarkan, yaitu:

Blok 1, Sesi Offline (Minggu ke-1, Format Intensif) 

  1. Teknik live selling menggunakan Tiktok Shop atau Shopee. Peserta mempelajari strategi live selling yang efektif, mulai dari persiapan, penyusunan script, interaksi dengan audiens, hingga teknik closing untuk meningkatkan penjualan.
  2. Pengenalan AI dan ChatGPT untuk digital marketing. Peserta mempelajari dasar-dasar AI, teknik prompting, serta cara memanfaatkan berbagai tools AI untuk mendukung aktivitas pemasaran digital.
  3. Aktivasi marketplace (Shopee atau Tokopedia). Peserta belajar mengaktifkan toko marketplace, mengunggah produk, serta memahami elemen dasar yang diperlukan untuk mulai berjualan secara online.

Blok 2, Sesi Online (Minggu ke-2 s/d ke-6, Malam 19.00–21.00 WIB) 

  1. Aktivasi dan optimasi media sosial untuk bisnis. Peserta memahami cara mengoptimalkan Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business sebagai sarana promosi, komunikasi pelanggan, dan peningkatan penjualan.
  2. Strategi konten dan copywriting dengan AI. Peserta belajar menyusun content pillar, kalender konten, serta membuat copywriting yang lebih efektif dengan bantuan AI.
  3. Pembuatan konten visual dan desain grafis dengan AI. Peserta mempelajari cara memanfaatkan AI untuk membuat konten visual, foto produk, dan materi promosi.
  4. Optimasi marketplace (Shopee atau Tokopedia). Peserta mempelajari strategi mengoptimalkan tampilan toko, katalog produk, promo, dan reputasi toko untuk meningkatkan traffic serta konversi penjualan.
  5. Pemanfaatan affiliate program untuk meningkatkan penjualan UMKM. Peserta memahami cara membangun dan mengelola program affiliate sederhana.
  6. Aktivasi website atau landing page e-commerce menggunakan AI. Peserta mempelajari cara membuat struktur website atau landing page yang efektif dengan bantuan AI.

Setelah pemaparan materi, peserta menjalani program pendampingan di mana mentor dari Belajarlagi akan membimbing dan memberikan masukan terkait tugas yang diberikan. Satu mentor meghandle 10 peserta dalam grup kecil.

Dampak Program Belajarlagi x Bank Indonesia di Berbagai KPw

Dampak Program Belajarlagi x Bank Indonesia di Berbagai KPw

Sebelum melihat apa yang sedang terjadi di Lampung, menarik untuk melihat rekam jejak program serupa yang sudah dijalankan sebelumnya. 

Kolaborasi Belajarlagi dan Bank Indonesia telah hadir di sedikitnya 10 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di berbagai daerah, mulai dari Papua, Papua Barat, Maluku, Kalimantan Tengah, Cirebon, Sulawesi Utara, hingga Kepulauan Riau. Pengalaman dari setiap program menjadi dasar penyempurnaan kurikulum, termasuk untuk pelaksanaan di Lampung saat ini.

Hasilnya menunjukkan dampak yang nyata. Salah satu pencapaian terbesar adalah peningkatan pemanfaatan channel digital UMKM. Jika sebelum pelatihan penggunaan website hampir tidak ada, setelah program lebih dari 60% peserta telah aktif mengelola website mereka sendiri. Tidak hanya itu, berdasarkan data 2025, sekitar 80% peserta berhasil mengoptimalkan lebih dari 80% channel digital mereka, mulai dari website, media sosial, e-commerce, marketplace, hingga platform online food delivery, dalam waktu tiga bulan.

Tingkat kepuasan peserta juga konsisten berada di level tertinggi. Training Expectation Score mencapai 6/6 pada 2024 dan kembali meraih skor sempurna 6,0/6 pada 2025. Capaian ini mencerminkan kurikulum yang terus diperbarui dan disesuaikan dengan kebutuhan UMKM, bukan sekadar mengulang materi yang sama setiap tahunnya.

Program Serupa untuk Institusi Anda

Belajarlagi Corporate Training telah berkolaborasi dengan lebih dari 10 Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan 400+ UMKM di berbagai wilayah Indonesia dalam menyelenggarakan program pengembangan kapasitas bisnis.

Dengan pengalaman tersebut, Belajarlagi siap menjadi mitra pelatihan bagi perusahaan maupun institusi yang ingin menghadirkan program pembelajaran yang berdampak. Program dapat dirancang secara fleksibel sesuai kebutuhan dan tujuan organisasi, baik untuk pengembangan kompetensi karyawan, program pemberdayaan masyarakat, maupun Corporate Social Responsibility (CSR).

Corporate Training Belajarlagi

Ingin menghadirkan program pelatihan dan pendampingan yang terukur untuk perusahaan? Hubungi Belajarlagi Corporate Training untuk mendapatkan informasi dan konsultasi program!

Referensi

  • Belajarlagi. Onboarding UMKM Go Digital 2026 - Bank Indonesia Provinsi Lampung.

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Related Case Study

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.