Dilansir dari berbagai sumber, ada lebih dari 50% masyarakat yang aktif berbelanja secara daring melalui telepon pintar mereka. Alasannya ada berbagai macam, mulai dari harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan membeli offline, banyaknya promo atau diskon, serta kemudahan transaksi.
Besarnya potensi belanja online ini membuat banyak pemilik usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus bisa segera melakukan transformasi digital jika tidak ingin tergusur oleh cepatnya arus perkembangan teknologi.
Hal ini yang menjadi perhatian serius Bank Indonesia sebagai instansi yang memiliki kendali penting atas pergerakan ekonomi dalam negeri. Sebab baru ada sekitar 30% dari 20 jutaan UMKM yang sudah go digital pada tahun 2023.
Untuk membantu transformasi bisnis UMKM, Bank Indonesia Kpw. Sulawesi Selatan pun mengadakan pelatihan dan pendampingan bertajuk “Onboarding UMKM Digital”. Bekerja sama dengan Corporate Training Belajarlagi, pelatihan yang diberikan cukup lengkap, mulai dari edukasi, pendampingan, hingga pemantauan.
Memajukan UMKM dengan Cara Modern
“Onboarding UMKM Digital Sulawesi Selatan 2026” merupakan program akselerasi dan pendampingan intensif yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini dirancang untuk memfasilitasi transformasi digital UMKM lokal, dari ekosistem bisnis konvensional menuju ekosistem digital.
Program ini diharapkan dapat membantu peserta untuk memahami dasar-dasar dalam melakukan pemasaran digital, membangun identitas usaha yang mudah ditemukan secara online, serta mengoptimalkan strategi pemasaran melalui media sosial dan marketplace agar meningkatkan daya saing dan jangkauan bisnis mereka serta hasil penjualan yang lebih maksimal.
Melalui program pelatihan dan pendampingan dari Bank Indonesia Kpw. Sulawesi Selatan, 30 UMKM terpilih dibimbing oleh mentor dari Belajarlagi selama April – Agustus 2026.
Materi Pelatihan Digitalisasi untuk UMKM

Fokus program ini adalah melatih UMKM untuk lebih aktif berjualan lewat TikTok Shop, Shopee, Tokopedia, website, Instagram, dan juga Whatsapp.
Untuk menyukseskan tujuan tersebut, maka ada tiga timeline yang akan diikuti peserta. Dimulai dari pelatihan dan pendampingan selama 3 bulan, di mana peserta mempelajari:
- Pengenalan AI dan ChatGPT untuk digital marketing;
- Aktivasi website atau landing page e-commerce menggunakan AI;
- Teknik live selling menggunakan TikTok Shop atau Shopee;
- Aktivasi dan optimasi media sosial untuk bisnis;
- Strategi konten dan copywriting dengan AI;
- Pembuatan konten visual dan desain grafis dengan AI;
- Aktivasi marketplace Shopee atau Tokopedia;
- Optimasi marketplace;
- Pemanfaatan affiliate program untuk meningkatkan penjualan UMKM
- Tips sukses membangun jaringan reseller dan dropshipper;
- Mengelola pesanan dan pemenuhan pesanan pada website dengan Everpro;
- Mengoptimalkan operasional bisnis dengan Sirclo dan Moka POS.
Setelah sesi pelatihan dan pendampingan berakhir, tim Bank Indonesia Kpw. Sulawesi Selatan dan Belajarlagi masih memantau hasil belajar UMKM dengan melakukan monitoring, evaluasi, dan verifikasi.
Dengan begitu harapannya program ini benar-benar bisa efektif dalam membantu UMKM go digital secara maksimal.
Belajarlagi Corporate Training Sebagai Mitra Pelatihan Perusahaan Terbaik
Corporate training dari Belajarlagi tidak hanya ditujukan untuk karyawan internal perusahaan saja melainkan juga bisa membantu menyukseskan program CSR mereka.
Tidak sekedar menjelaskan teori, namun training bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau goals masing-masing perusahaan, misalnya dengan menambahkan praktik, pendampingan intensif, hingga evaluasi seperti yang dilakukan pada “Onboarding UMKM Digital Sulawesi Selatan 2026”.
Jika perusahaanmu memiliki program CSR serupa, hubungi Corporate Training Belajarlagi untuk kerjasama lebih lanjut!



