Digitalisasi turut memengaruhi bagaimana sektor keuangan bekerja. Transformasi ke arah yang semakin modern membuat kompetensi pegawai juga terus berkembang. Pegawai dituntut untuk bisa bekerja serba cepat dengan mahir menggunakan teknologi terkini namun tetap mengedepankan kualitas pelayanan yang humanis.
Salah satu cara untuk memastikan bahwa talenta di dalam institusi berkembang dengan baik sesuai kebutuhan, dibutuhkan pelatihan yang terstandar, terukur, dan diakui secara nasional. Dengan begitu HR dapat mengukur kapabilitas riil pegawai secara objektif.
Menjawab kebutuhan tersebut, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan program sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk data analyst (analisis data) dan service excellence (pelayanan prima). Lewat program ini, diharapkan pegawai mampu mengolah dan menyampaikan insight berbasis data sekaligus menjaga kualitas komunikasi dan pelayanan.
Mengapa Sertifikasi BNSP Penting untuk Pegawai Institusi Keuangan
Di industri yang memelihara kestabilan nilai mata uang dan mendukung pertumbuhan ekonomi, validasi akan pegawai yang kompeten merupakan hal penting. Bagi institusi sekelas Bank Indonesia, pegawai harus memiliki kompetensi dalam mengolah dan menyampaikan insight berbasis data sekaligus menjaga kualitas komunikasi dan pelayanan.
Salah satu cara untuk menilai kompetensi pegawai adalah dengan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dari BNSP. Program sertifikasi tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi juga memastikan peserta mampu menunjukkan kompetensinya melalui proses asesmen resmi.
Tentang Program Sertifikasi BNSP Belajarlagi x Bank Indonesia DIY 2026
Program sertifikasi ini merupakan kolaborasi antara Belajarlagi Corporate Training dengan Bank Indonesia Kpw. DIY untuk meningkatkan kompetensi pegawai perbankan pada bidang analisis data dan pelayanan prima secara profesional dengan sertifikasi yang diakui secara nasional.
Program diikuti oleh 36 pegawai Bank Indonesia DIY selama empat hari, mulai tanggal 18 – 21 Mei 2026.
Pelaksanaan program dibagi menjadi dua fase utama, yaitu:
- Edukasi/Pelatihan, berupa pembelajaran berbasis praktik dan studi kasus
- Sertifikasi BNSP, berupa asesmen kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
Peserta mengikuti dua jalur kompetensi berbeda, yaitu data analyst dan service excellence, dengan pendekatan pembelajaran yang mencakup pemaparan materi, diskusi studi kasus, praktik langsung, hingga tugas portfolio.
Mempelajari Pivot Table hingga Business Intelligence

Pada sesi pertama, peserta mengikuti pelatihan data analyst, mulai dari pengolahan dataset hingga penyajian insight untuk pengambilan keputusan. Selain mendengarkan teori, peserta juga melaksanakan praktik untuk mengaplikasikan langsung materi yang telah diberikan.
Berikut adalah tiga topik pembelajaran di kelas data analyst:
- Analisis data dengan pivot table. Peserta mempelajari cara menyusun ringkasan data, melakukan kategorisasi, hingga menemukan pola dan insight tanpa memerlukan software analitik tambahan.
- Data visualization with business intelligence. Peserta mempelajari teknik visualisasi data menggunakan tools Business Intelligence seperti Looker Studio dan Power BI.
- Menyusun dan menyajikan laporan hasil analisis. Peserta mempelajari cara menyusun narasi berbasis data, memilih visual yang relevan, hingga menyampaikan rekomendasi secara lebih sistematis.
Selesai menjalani pelatihan data analyst, peserta menjalani uji sertifikasi di hari berikutnya. Materi yang diujikan di antaranya adalah identifikasi kebutuhan pengolahan data, mengumpulkan data, dan menelaah data.
Di kelas selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan pelayanan prima yang dirancang khusus untuk menyelaraskan standar pelayanan pegawai Bank Indonesia dengan regulasi industri dan ekspektasi publik, terutama pada era perbankan digital.
Berikut adalah tiga topik pembelajaran di pelatihan service excellence:
- Fondasi pelayanan prima & standar profesional. Peserta mempelajari mindset pelayanan, etika profesi, dan pentingnya product knowledge dalam interaksi dengan stakeholder.
- Komunikasi efektif dalam pelayanan prima. Peserta mempelajari teknik active listening, membangun komunikasi yang kredibel, hingga prinsip komunikasi dalam layanan digital seperti email dan chat.
- Penanganan keluhan, konflik & peningkatan layanan. Peserta mempelajari konsep continuous improvement dalam pelayanan, termasuk cara mengidentifikasi area perbaikan dan mengukur kepuasan pelanggan.
Di hari berikutnya, peserta menjalani sertifikasi service excellence yang mencakup uji komunikasi efektif, etika profesi, menangani konflik, menangani keluhan pelanggan, dan masih banyak lagi.
Program Sertifikasi BNSP untuk Institusi
Setiap perusahaan atau institusi memiliki kebutuhan akan pelatihan pegawai yang berbeda. Karena itu, butuh kolaborasi dengan penyedia corporate training yang bisa memberikan skema pelatihan dan penyelenggaraan uji kompetensi sesuai dengan kebutuhan seperti Belajarlagi.
Program sertifikasi BNSP yang dapat diberikan Belajarlagi dapat disesuai dengan kebutuhan institusi, termasuk pilihan skema kompetensi, format in-house training, lokasi pelaksanaan, hingga durasi program.

Jika perusahaanmu sedang merencanakan program pelatihan dan sertifikasi serupa, Belajarlagi bisa kamu jadikan salah satu pilihan mitra pelaksanaannya. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Belajarlagi Corporate Training, ya!
Referensi
- Data Reportal. Digital 2026: Indonesia.
- Belajarlagi. KPwBI Prov. D.I. Yogyakarta - Sertifikasi Data Analyst & Service Excellence.



