Rasanya hampir semua makanan sekarang ada versi instannya. Bahkan sekelas makanan Italia seperti spageti pun bisa dibuat hanya dalam waktu 3 menit. Produk spageti instan yang lagi rame di masyarakat itu namanya Wow Spageti produksi Mayora.
Hype spageti instan ini memicu kompetitornya, Indofood, untuk bikin produk serupa yang dikasih nama Pop Spageti.
Tapi dari awal Mayora emang udah terkenal jago bikin produk-produk yang inovatif, enak, dan murah. Nggak heran produknya selalu sukses mencuri perhatian.
Nah strategi yang Mayora pakai ini namanya Hardball Manifesto Strategy. Detailnya tim Belajarlagi jelasin di bawah ya!
Apa itu Hardball Manifesto Strategy?
Hardball adalah istilah yang diambil dari filosofi pemain softball yang bermain “keras” untuk memenangkan pertandingan.
Ungkapan ini akhirnya diadaptasi ke strategi bisnis Hardball Manifesto yaitu brand yang mengeksploitasi semua strategi supaya bisa segera unggul di market dan mengalahkan kompetitor.
Ini bukan strategi illegal ya teman-teman, karena yang mereka lakukan ya sekedar memaksimalkan sumber daya dan celah kompetitor yang ada.
Pada kasus Wow Spageti, Mayora berhasil dobrak dominasi Indofood di ranah mi instan dengan menghadirkan produk inovatif yang berbeda tapi tetap bisa bikin kompetitor ketar-ketir.
Kenapa Wow Spageti Bisa Cepat Naik Daun?
Wow Spageti sendiri baru launching setahun yang lalu tapi udah popular banget sampai ditiru kompetitor.
Menurut tim Belajarlagi ada 4 faktor utama yang bikin Wow Spageti ini langsung naik daun dalam waktu singkat:
1. Massive distribution
Channel distribusinya Mayora itu dari hulu ke hilir, mulai dari swalayan besar, toko grosir, minimarket, sampai warung madura ada produk-produknya termasuk Wow Spageti ini.
Penetrasinya cepat ke seluruh penjuru daerah. Nggak lupa di channel online juga.

Harganya mulai dari Rp3 ribu – Rp4 ribu sampai dapat julukan affordable indulgence alias bisa nyenengin perut dengan harga terjangkau. Apalagi di awal kemunculannya, banyak minimarket yang kasih promo menarik sehingga harganya makin merakyat.
Gara-gara distribusi yang masif ini mereka bisa menjadi top of mind dengan mengalahkan brand legend yang sudah lama ada. Contoh lainnya bisa kamu lihat pada Teh Pucuk Harum yang sukses mengalahkan Teh Botol Sosro.
Baca juga: Jadi Brand Air Minum Top of Mind, Kok Malah Jadi Bumerang?
2. Positioning tagline
Mayora pintar mencari celah pasar untuk menciptakan produk barunya. Wow Spageti muncul di antara mi instan dan makanan western.
Target pasarnya Gen Z, pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda yang suka sama hal-hal yang cepat (instan) tapi tetap bergaya.
Makanya mereka punya tagline “Spageti rasa resto, siap saji dalam 3 menit.” Value prepositionnya jelas, yaitu menghadirkan pengalaman makan yang premium look tapi tetap low effort.
Kemasannya juga cerah dan punya nama “WOW” yang memberi kesan fun, ekspresif, dan kekinian.
3. Research & development (RnD)

Nggak cuma menang soal harga dan rasa sebelum Wow Spageti muncul Mayora pernah bikin produk inovatif Mie Oven instan yang punya claim lebih sehat karena nggak digoreng.
Tapi Mie Oven ini memang kelihatan kurang populer karena tekstur mi nya yang kaku dan kering juga kurang variatif dari segi varian.
Kalau kamu mau menyelam lebih dalam lagi, banyak banget produk inovatif Mayora yang terkenal. Sebut saja Super Bubur yang menjadi bubur instan pertama di Indonesia.
Ada juga Energen, sereal instan tinggal seduh yang bisa mengubah habit sarapan banyak orang.
Kalau menurut Tim Belajarlagi, Tim RnD Mayora ini super pinter riset dalam mengembangkan produk yang disukai sama banyak orang. Mayoritas produknya enak, murah, dan mengenyangkan kaya Wow Spageti.
4. Memanfaatkan omni channel marketing

Dalam case Wow Spageti, Mayora sukses menjalankan omni channel marketing. Artinya mereka bisa mengintegrasikan semua channel komunikasi dan penjualan baik online maupun offline.
Awal kemunculannya, Mayora berusaha mengenalkan Wow Spageti dengan bikin pop up yang sempat viral. Di sini mereka ngebranding Wow Spageti sebagai spageti instan pertama di Indonesia yang disajikan langsung oleh chef internasional asal Italia.
Terus karena target marketnya anak-anak muda atau Gen Z, mereka sampai jadi brand sponsor acara Asmara Gen Z Mencari Bintang. Mereka juga manfaatin Fadil Jaidi buat jadi brand ambassador.
Manfaatkan 360 Digital Marketing untuk Kesuksesan Perusahaan
Kesuksesan WOW Spageti membuktikan bahwa pertumbuhan brand yang berkelanjutan lahir dari strategi bisnis dan pemasaran yang terintegrasi, bukan sekadar inovasi produk. Mayora mampu memanfaatkan riset, positioning, distribusi, hingga omni channel marketing untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi.
Strategi seperti ini menuntut pengelolaan channel digital secara menyeluruh. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan partner strategis yang tidak hanya menjalankan kampanye, tetapi juga memahami konteks bisnis secara menyeluruh.
Melalui jasa 360 Digital Marketing Belajarlagi, perusahaan dapat mengembangkan strategi digital yang terintegrasi, mulai dari branding, handling social media campaign, hingga paid ads yang tepat menyasar target audiens. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan membangun pertumbuhan yang sistematis, relevan, dan berdaya saing tinggi di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Hubungi Belajarlagi Agency untuk informasi lebih lanjut!
