60 Kamus Bahasa TikTok Terbaru Lengkap dengan Arti dan Contoh

Dina Pertiwi
8 Min Read
Published:
September 29, 2026
Updated:
September 29, 2026

Key Takeaways

  • Bahasa TikTok terus berubah, sehingga memahami konteks penggunaan lebih penting daripada sekadar menghafalkan arti istilah.  
  • Ada 60 istilah TikTok populer yang dikelompokkan ke dalam enam kategori, mulai dari ekspresi penilaian hingga istilah khas Indonesia.
  • Istilah seperti delulu, rizz, FYP, POV, dan FOMO punya konteks penggunaan yang berbeda, sehingga sebaiknya dipahami sebelum digunakan dalam percakapan atau konten.
  • Kreator dan brand perlu memakai bahasa TikTok secara kontekstual, terutama agar tidak terkesan memaksakan tren atau terlihat cringe.
  • Memahami bahasa dan tren audiens muda merupakan bagian dari skill social media dan content marketing, bukan sekadar mengetahui istilah viral.

Bahasa TikTok berkembang begitu cepat. Istilah yang viral bulan ini bisa terasa basi hanya dalam beberapa bulan, sehingga memahami bahasa TikTok dan artinya perlu melihat konteks tren terbaru. Artikel ini menghimpun 60 istilah yang sering muncul di komentar, caption, dan audio TikTok, lengkap dengan arti serta contoh penggunaannya.

Kamus bahasa TikTok ini disusun ulang untuk 2026 agar Teman Belajar punya rujukan yang tetap relevan dengan tren terbaru. Memahami istilah-istilah ini bukan sekadar supaya tidak “kudet”, tetapi juga membantu kreator, marketer, dan siapa pun yang berkomunikasi dengan audiens muda agar kontennya terasa lebih natural. Namun, perlu diingat bahwa beberapa istilah bisa memiliki makna berbeda tergantung konteks dan komunitas yang menggunakannya.

Kenapa Bahasa TikTok Berubah Begitu Cepat

Bahasa TikTok tidak muncul begitu saja dari kekosongan. Sebagian besar istilah lahir dari tiga sumber utama: 

  • Budaya gim daring
  • Bahasa Inggris informal yang dipakai komunitas internet
  • Plesetan lokal yang lahir dari percakapan sehari-hari. 

NPC misalnya, aslinya adalah istilah gim yang merujuk pada karakter tanpa kendali pemain, lalu dipakai ulang untuk menggambarkan seseorang yang terlihat datar atau melakukan hal yang sama berulang-ulang. Pola serupa terjadi pada rizz dan delulu, dua istilah berbahasa Inggris yang lebih dulu populer di komunitas TikTok berbahasa Inggris sebelum diserap ke percakapan berbahasa Indonesia.

Dikutip dari Oxford University Press, istilah "brain rot" yang populer di TikTok bahkan dinobatkan sebagai Word of the Year 2024 setelah frekuensi pemakaiannya naik 230 persen hanya dalam setahun, berdasarkan analisis korpus bahasa sebanyak 26 miliar kata. Setahun sebelumnya, gelar yang sama diberikan kepada "rizz". 

Kecepatan pergeseran semacam ini yang membuat bahasa gaul TikTok sulit dipatok maknanya secara permanen, sebuah istilah bisa berubah konteks, bahkan berubah makna, hanya dalam beberapa bulan. Karena itu, memahami konteks pemakaian jauh lebih penting daripada sekadar menghafal arti secara harfiah. 

Kamus Istilah TikTok Populer dan Artinya

Kamus bahasa TikTok berikut disusun dalam format tabel per kategori supaya lebih mudah dipindai dan dijadikan rujukan cepat, berbeda dari daftar acak yang biasa dipakai kompetitor. Berdasarkan penelusuran ke sejumlah sumber, termasuk Kompas Lifestyle, Akurat.co, Aktualitas.id, dan Katadata, setiap istilah di bawah diverifikasi ke minimal dua sumber dan sudah disaring dari istilah yang vulgar atau kasar, mengingat Belajarlagi adalah platform edukasi. 

Total ada 60 istilah TikTok dan artinya yang dikelompokkan ke dalam enam kategori: ekspresi penilaian, sikap dan kepribadian, hubungan dan sosial, konten dan platform, penegasan dan singkatan, serta istilah khas Indonesia. Penting dicatat, sebagian arti bisa berbeda tipis antar sumber karena bahasa gaul memang tidak punya otoritas baku seperti kamus resmi, jadi tabel ini menyajikan makna yang paling umum dipakai di TikTok Indonesia per 2026.

Ekspresi Penilaian

Kategori ini berisi istilah yang dipakai untuk menilai sesuatu, entah itu penampilan, hasil kerja, atau momen tertentu, dalam satu kata singkat.

1. Slay
Arti:
Keren atau tampil maksimal.
Contoh: “Outfit lo hari ini slay banget!”

2. Rizz
Arti:
Daya tarik atau pesona untuk mendekati orang.
Contoh: “Dia punya rizz tinggi, gampang akrab sama siapa aja.”

3. Bussin
Arti:
Enak banget, biasanya digunakan untuk menggambarkan makanan.
Contoh: “Nasi gorengnya bussin, wajib coba.”

4. Mid
Arti:
Biasa saja atau tidak terlalu istimewa.
Contoh: “Filmnya mid, endingnya ketebak.”

5. Based
Arti:
Berani menyampaikan pendapat sendiri tanpa terlalu memikirkan penilaian orang lain.
Contoh: “Jawabannya based, gak takut dikomentarin.”

6. Ate
Arti:
Melakukan sesuatu dengan sangat baik atau berhasil tampil maksimal.
Contoh: “Dia ate banget pas nyanyi lagu itu.”

7. Cringe
Arti:
Memalukan atau membuat orang merasa tidak nyaman saat melihatnya.
Contoh: “Videonya cringe, susah ditonton sampai habis.”

8. Lit
Arti:
Seru, ramai, dan penuh energi.
Contoh: “Acaranya lit, semua orang joget.”

9. Savage
Arti:
Ceplas-ceplos, berani, dan tanpa basa-basi.
Contoh: “Balasannya savage banget ke haters.”

10. Mantul
Arti:
Singkatan dari “mantap betul”, digunakan untuk menyebut sesuatu yang sangat bagus.
Contoh: “Produk barunya mantul, worth it.”

Sikap & Kepribadian

Kelompok istilah ini menggambarkan karakter atau kondisi mental seseorang, mulai dari yang percaya diri berlebihan sampai yang terlalu banyak berpikir.

11. Delulu
Arti:
Berkhayal berlebihan atau terlalu percaya diri pada harapan yang belum tentu terjadi.
Contoh: “Dia delulu, yakin banget bakal di-notice idolanya.”

12. Main character energy
Arti:
Percaya diri menjalani hidup seolah jadi tokoh utama.
Contoh: “Liburan sendiri sambil dengerin playlist itu main character energy banget.”

13. Aura farming
Arti:
Terlihat keren atau berwibawa tanpa banyak bicara.
Contoh: “Gaya jalannya aura farming, santai tapi tetap standout.”

14. NPC
Arti:
Bersikap datar, monoton, atau ikut arus tanpa pendapat sendiri.
Contoh: “Jangan jadi NPC, coba kasih opini sendiri.”

15. Flexing
Arti:
Memamerkan sesuatu, biasanya kekayaan atau pencapaian.
Contoh: “Story-nya isinya flexing barang baru terus.”

16. Halu
Arti:
Berangan-angan atau membayangkan sesuatu yang belum tentu terjadi.
Contoh: “Udah halu duluan padahal belum jadian.”

17. Insecure
Arti:
Tidak percaya diri terhadap diri sendiri.
Contoh: “Dia insecure soal penampilannya di depan kamera.”

18. Overthinking
Arti:
Memikirkan sesuatu secara berlebihan.
Contoh: “Overthinking mikirin chat yang belum dibales.”

19. Soft life
Arti:
Menjalani hidup dengan santai dan minim tekanan.
Contoh: “Weekend ini mau soft life, gak mau mikir kerjaan.”

20. Glow up
Arti:
Perubahan penampilan atau kondisi menjadi lebih baik.
Contoh: “Glow up-nya keliatan banget dari foto lama.”

Hubungan dan Sosial

Istilah pada kategori ini banyak dipakai untuk membahas dinamika pertemanan dan hubungan asmara, dari tahap pendekatan sampai tanda-tanda yang perlu diwaspadai.

21. Soft launch
Arti:
Memperlihatkan pasangan sedikit demi sedikit tanpa menampilkan wajah dengan jelas.
Contoh: “Dia soft launch pasangannya lewat foto tangan doang.”

22. Hard launch
Arti:
Mengumumkan hubungan secara terang-terangan.
Contoh: “Akhirnya hard launch, foto berdua lengkap sama caption.”

23. Ghosting
Arti:
Menghilang tanpa kabar dari komunikasi.
Contoh: “Udah seminggu ghosting, chat gak dibales sama sekali.”

24. Red flag
Arti:
Tanda peringatan dari sifat atau perilaku yang berpotensi buruk.
Contoh: “Suka bohong itu red flag banget.”

25. Green flag
Arti:
Tanda positif yang menunjukkan seseorang layak dipercaya.
Contoh: “Selalu jujur soal apa pun itu green flag.”

26. Bucin
Arti:
Singkatan dari budak cinta, yaitu terlalu menuruti pasangan.
Contoh: “Dia bucin banget, semua maunya pasangan dituruti.”

27. Baper
Arti:
Singkatan dari bawa perasaan, yaitu terlalu menganggap serius sesuatu.
Contoh: “Jangan baper, itu cuma bercanda.”

28. Bestie
Arti:
Sebutan untuk sahabat dekat.
Contoh: “Udah kenal lama, sekarang jadi bestie.”

29. Circle
Arti:
Lingkar pertemanan.
Contoh: “Circle-nya positif, saling support satu sama lain.”

30. Moots
Arti:
Teman yang saling follow atau rutin berinteraksi di media sosial.
Contoh: “Baru kenal lewat komentar, sekarang jadi moots.”

Konten dan Platform

Kategori ini mencakup istilah seputar mekanisme TikTok sendiri, seperti cara konten ditemukan audiens sampai kebiasaan kreator saat memproduksi video. 

31. FYP
Arti:
Singkatan dari For You Page, yaitu halaman rekomendasi video di TikTok.
Contoh: “Videonya nongol di FYP gue terus.”

32. POV
Arti:
Singkatan dari Point of View, yaitu sudut pandang yang digunakan dalam konten.
Contoh: “POV: kamu baru pulang kerja dan macet di jalan.”

33. Spill
Arti:
Membocorkan atau menceritakan sesuatu.
Contoh: “Spill dong skincare yang lo pakai.”

34. Sound viral
Arti:
Audio yang sedang populer dan digunakan oleh banyak kreator.
Contoh: “Sound viral ini dipakai buat transisi outfit.”

35. Ngonten
Arti:
Membuat atau memproduksi konten.
Contoh: “Dia rajin ngonten tiap hari buat TikTok-nya.”

36. Auto viral
Arti:
Langsung mendapat banyak penonton atau perhatian setelah diunggah.
Contoh: “Videonya auto viral gara-gara timingnya pas banget.”

37. Endorse
Arti:
Promosi berbayar yang dilakukan oleh kreator atau figur publik.
Contoh: “Produk ini lagi banyak di-endorse selebgram.”

38. OOTD
Arti:
Singkatan dari Outfit of the Day, yaitu konten yang menampilkan pakaian atau gaya yang dikenakan hari itu.
Contoh: “OOTD hari ini serba hitam.”

39. Mabar
Arti:
Singkatan dari “main bareng”, biasanya digunakan dalam konteks bermain gim bersama.
Contoh: “Malam ini mabar dulu sama circle-nya.”

40. Curcol
Arti:
Singkatan dari “curhat colongan”, yaitu menceritakan masalah pribadi secara tidak langsung.
Contoh: “Captionnya kayak curcol soal kerjaan.”

Penegasan dan Singkatan

Kelompok ini berisi singkatan bahasa Inggris yang dipakai untuk menegaskan maksud kalimat secara singkat, tanpa perlu menulis panjang. 

41. No cap
Arti:
Jujur, tidak berbohong.
Contoh: “No cap, ini makanan terenak yang pernah gue coba.”

42. Fr
Arti:
Singkatan dari for real, berarti sungguhan atau benar-benar.
Contoh: “Capek banget hari ini, fr.”

43. Iykyk
Arti:
Singkatan dari if you know, you know, digunakan untuk sesuatu yang hanya dipahami kalangan tertentu.
Contoh: “Rasanya iykyk, susah dijelasin ke yang belum pernah coba.”

44. FOMO
Arti:
Singkatan dari fear of missing out, yaitu takut ketinggalan tren atau informasi.
Contoh: “FOMO liat semua orang udah nonton konser itu.”

45. Relate
Arti:
Merasa nyambung atau senasib dengan suatu konten.
Contoh: “Videonya relate banget sama keseharian anak kos.”

46. Lowkey
Arti:
Diam-diam atau tidak terang-terangan.
Contoh: “Lowkey pengen resign dari kerjaan sekarang.”

47. Highkey
Arti:
Terang-terangan atau terbuka.
Contoh: “Highkey ngefans sama drama itu.”

48. TBH
Arti:
Singkatan dari to be honest, berarti sejujurnya.
Contoh: “TBH gue gak terlalu suka lagu itu.”

49. BTW
Arti:
Singkatan dari by the way, berarti ngomong-ngomong.
Contoh: “BTW, besok libur ya kantor.”

50. YGY
Arti:
Singkatan dari “ya guys ya”, biasanya digunakan sebagai penegasan santai di akhir kalimat.
Contoh: “Capek emang kalau kerja lembur, YGY.”

Khas Indonesia

Kategori terakhir ini murni lahir dari kreativitas pengguna TikTok Indonesia sendiri, sebagian besar berupa singkatan atau plesetan yang jarang dipakai di komunitas TikTok berbahasa Inggris.

51. Mager
Arti:
Singkatan dari “malas gerak”.
Contoh: “Mager keluar rumah, mendingan rebahan.”

52. Gemoy
Arti:
Menggemaskan atau terlihat sangat lucu.
Contoh: “Kucingnya gemoy banget pas lagi tidur.”

53. Santuy
Arti:
Santai dan tidak terburu-buru.
Contoh: “Kerjain aja santuy, gak usah buru-buru.”

54. Gercep
Arti:
Singkatan dari “gerak cepat”, berarti sigap atau cepat dalam melakukan sesuatu.
Contoh: “Gercep banget dia bales chat, langsung dibales.”

55. Cuan
Arti:
Keuntungan, terutama dalam konteks bisnis atau finansial.
Contoh: “Jualan online sekarang lagi cuan.”

56. Healing
Arti:
Menenangkan diri, biasanya dengan jalan-jalan atau melakukan kegiatan yang disukai.
Contoh: “Weekend healing dulu ke pantai.”

57. Gabut
Arti:
Tidak ada kegiatan atau sedang merasa bosan.
Contoh: “Gabut banget di rumah, gak ada kerjaan.”

58. Ngab
Arti:
Sapaan santai yang merupakan kebalikan dari “bang”.
Contoh: “Woy ngab, jadi ketemuan gak?”

59. Salfok
Arti:
Singkatan dari “salah fokus”, yaitu perhatian yang teralihkan pada sesuatu.
Contoh: “Salfok liat background videonya, bukan orangnya.”

60. Receh
Arti:
Hal sederhana yang terasa lucu atau menghibur.
Contoh: “Jokes-nya receh tapi tetep bikin ketawa.”

Cara Brand dan Kreator Memakai Bahasa TikTok dengan Tepat

Menguasai kamus bahasa TikTok saja tidak cukup kalau tidak tahu kapan istilah itu pantas dipakai. Bahasa gaul TikTok cocok untuk konten kasual, caption santai, atau engagement langsung dengan audiens muda, tapi jadi janggal kalau dipaksakan masuk ke komunikasi formal, audiens profesional, atau brand yang belum benar-benar paham maknanya.

Risiko terbesar adalah kesan "cringe": brand yang memakai istilah tren tanpa memahami konteksnya justru terlihat berusaha terlalu keras untuk relate dengan audiens muda. Prinsip yang lebih aman adalah pahami dulu, baru pakai, sekaligus tidak membangun kampanye jangka panjang di atas satu istilah tren karena bahasa gaul cepat basi.

  • Boleh dipakai: di caption santai, komentar interaktif, atau konten kolaborasi dengan kreator muda.
  • Sebaiknya dihindari: di komunikasi resmi, siaran pers, atau saat istilahnya belum benar-benar dipahami maknanya.

Memahami kamus bahasa TikTok dan tren audiens seperti ini sebenarnya bagian dari kompetensi social media dan content marketing yang lebih luas, bukan sekadar trivia. Buat tim marketing dan brand, memahami bahasa dan tren audiens muda adalah bagian penting dari social media dan content marketing. 

Pelajari lebih dalam lewat strategi konten TikTok marketing secara menyeluruh.
Pelajari juga contoh hook TikTok yang efektif untuk menahan perhatian audiens di detik-detik pertama.
Corporate Training Belajarlagi

Kalau timmu ingin memperdalam skill mengelola media sosial dan membuat konten yang nyambung dengan audiens, Corporate Training Belajarlagi menyediakan modul Social Media Management dan Content Creation and Marketing, bagian dari 100+ modul lintas Digital Skill yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan tim. Pelajari selengkapnya di Corporate Training Belajarlagi.

FAQ

[open]
[collapse]

Apa arti delulu di TikTok?

Delulu artinya berkhayal berlebihan atau terlalu percaya diri pada harapan yang belum tentu terjadi. Istilah ini masuk kategori sikap dan kepribadian dalam bahasa gaul TikTok, sering dipakai untuk menyindir seseorang yang yakin sesuatu akan terjadi padahal belum ada tanda pasti. Contoh pemakaiannya, "Dia delulu, yakin banget bakal di-notice idolanya."

Apa itu rizz?

Rizz artinya daya tarik atau pesona untuk mendekati orang, biasanya dipakai untuk menggambarkan seseorang yang mudah akrab atau menarik perhatian lawan bicara. Istilah ini lebih dulu populer di komunitas TikTok berbahasa Inggris sebelum diserap ke percakapan berbahasa Indonesia, dan bahkan pernah dinobatkan sebagai Word of the Year oleh Oxford University Press. Contoh pemakaiannya, "Dia punya rizz tinggi, gampang akrab sama siapa aja."

Aura farming artinya apa?

Aura farming artinya terlihat keren atau berwibawa tanpa banyak bicara, masuk dalam kategori sikap dan kepribadian di kamus bahasa TikTok. Istilah ini biasanya dipakai untuk menggambarkan gestur, gaya jalan, atau sikap tenang seseorang yang terlihat menonjol tanpa harus tampil berlebihan. Contoh pemakaiannya, "Gaya jalannya aura farming, santai tapi tetap standout."

Apa arti NPC dalam bahasa gaul TikTok?

NPC dalam bahasa gaul TikTok berarti bersikap datar, monoton, atau ikut arus tanpa pendapat sendiri, diambil dari istilah gim yang aslinya merujuk pada karakter tanpa kendali pemain. Istilah ini lalu dipakai ulang untuk menggambarkan seseorang yang terlihat datar atau melakukan hal yang sama berulang-ulang. Contoh pemakaiannya, "Jangan jadi NPC, coba kasih opini sendiri."

Kapan sebaiknya brand memakai bahasa gaul TikTok, dan kapan sebaiknya dihindari?

Bahasa gaul TikTok cocok dipakai di caption santai, komentar interaktif, atau konten kolaborasi dengan kreator muda, tapi sebaiknya dihindari di komunikasi resmi, siaran pers, atau saat istilahnya belum benar-benar dipahami maknanya. Risiko terbesar adalah kesan "cringe", yaitu brand yang memakai istilah tren tanpa memahami konteksnya justru terlihat berusaha terlalu keras untuk relate dengan audiens muda. Prinsip yang lebih aman adalah pahami dulu, baru pakai, sekaligus tidak membangun kampanye jangka panjang di atas satu istilah tren karena bahasa gaul cepat basi.

#
Digital Marketing
Belajarlagi author:

Dina Pertiwi

Freelance SEO Content Writer dengan 3+ tahun pengalaman menulis artikel berbagai topik, seperti fashion, gaya hidup, edukasi, dan teknologi. Memiliki ketertarikan khusus pada storytelling yang engaging dan berbasis riset.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Cookie Consent

By clicking “Accept”, you agree to the storing of cookies on your device to enhance site navigation, analyze site usage, and assist in our marketing efforts. View our Privacy Policy for more information.