Cara Membuat Claude Skills ala Tim Anthropic Sendiri

Ayu Novia
8 Min Read
Published:
June 9, 2026
Updated:
June 9, 2026

Key Takeaways

  • Claude Skills yang paling kuat adalah folder yang bisa memuat skrip, aset, data, dan hook dinamis yang bisa ditemukan serta dimanipulasi agen secara aktif.
  • Tim Anthropic mengelola ratusan skill di Claude Code secara internal, dan setelah mengkatalogkan semuanya, mereka menemukan pola yang mengelompok ke sembilan kategori. Skill terbaik hanya masuk ke satu kategori.
  • Bagian "Gotchas" adalah konten penting dalam sebuah skill, yakni kumpulan titik kegagalan umum yang ditemui Claude dan terus diperbarui seiring waktu.
  • Skill bisa diberi "ingatan" lewat file log sederhana, sehingga seperti standup-post bisa membaca riwayatnya sendiri untuk tahu apa yang berubah sejak kemarin.
  • Skill terbaik mereka berawal dari beberapa baris dan satu gotcha, lalu diperbaiki setiap kali Claude menemui edge case baru.

Bagaimana tim yang membangun Claude Code sendiri memakai dan membuat Skills? Dari praktik kerja sehari-hari tim engineering Anthropic. Thariq Shihipar, anggota tim teknis Anthropic yang mengerjakan Claude Code, menjawab pertanyaan Claude Skills lewat tulisan yang dipublikasikan di blog resmi Anthropic. Tim Anthropic menggunakan Skills secara ekstensif di Claude Code dengan ratusan skill yang aktif digunakan di lingkungan internal mereka. 

Sumber ilmunya merupakan pelajaran dari ratusan skill yang sudah dipakai. Gagal, diperbaiki, dan akhirnya berdampak di lingkungan produksi. Artikel ini memberikan pemahaman mengenai cara membuatnya, sembilan kategori yang ditemukan, hingga cara mendistribusikan dan mengukur performanya.

Apa Itu Claude Skills dan Kesalahpahaman yang Paling Umum

Menurut Anthropic, Claude Skills adalah folder yang berisi instruksi, skrip, dan berbagai sumber daya yang dapat dimuat secara dinamis oleh Claude. Tujuannya adalah membantu Claude menyelesaikan tugas tertentu dengan cara yang lebih konsisten dan efektif. Dengan skill, Claude dapat mengikuti alur kerja yang sudah ditentukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembuatan dokumen hingga analisis data.

Banyak orang menganggap skill hanya sebagai file markdown yang disimpan untuk digunakan kembali. Padahal, skill sebenarnya jauh lebih kompleks dari sekadar kumpulan instruksi. Sebuah skill dapat berisi skrip, aset referensi, dan data konfigurasi yang bisa diakses Claude selama sesi berjalan. Karena itu, skill berfungsi sebagai paket kerja yang lengkap, bukan hanya catatan perintah.

Di Claude Code, skill juga memiliki opsi konfigurasi yang lebih beragam. Struktur folder dan sumber daya di dalamnya dapat dimanfaatkan untuk membangun alur kerja yang lebih canggih dan otomatis. Hal ini menjadi pembeda utama antara skill dan prompt tersimpan. Jika prompt tersimpan hanya berupa teks statis, skill dapat menggabungkan berbagai komponen yang mendukung proses kerja Claude secara aktif.

Baca juga Prompt Engineering, Cara Ngobrol sama AI Agar Hasilnya Maksimal 

Cara Membuat Claude Skills dari Nol

Membuat Claude Skill tidak serumit yang dibayangkan. Skill paling sederhana hanya membutuhkan satu folder dan satu file bernama SKILL.md. Untuk memulainya, ikuti tiga langkah berikut.

1. Buat File SKILL.md

Setiap Claude Skills wajib memiliki file bernama SKILL.md. File inilah yang menjadi tempat seluruh konfigurasi dan instruksi skill disimpan.

2. Tambahkan Name dan Description

Di bagian paling atas file, tambahkan YAML frontmatter yang berisi field name dan description. Name berfungsi sebagai identifier unik, sedangkan description menjelaskan fungsi skill dan kapan skill tersebut perlu digunakan.

3. Tulis Instruksi Skill

Setelah frontmatter selesai dibuat, isi file dengan instruksi dalam format markdown. Bagian ini dapat berisi langkah kerja, format output, contoh hasil, serta aturan yang perlu diikuti Claude saat menjalankan skill.

Berikut contoh struktur sederhana dari sebuah skill:

Komponen Isi
Name weekly-recap
Description Gunakan skill ini saat pengguna meminta rangkuman mingguan, laporan pekerjaan mingguan, atau weekly summary dari aktivitas kerja. Skill ini mengumpulkan PR, tiket yang ditutup, dan deployment lalu menghasilkan ringkasan terformat.
Cara Kerja Kumpulkan informasi dari tiga sumber:
  • GitHub activity minggu ini
  • Tiket yang ditutup di tracker
  • Deployment log
Format Output Ringkasan terdiri dari tiga bagian:
  1. Apa yang selesai
  2. Apa yang masih berjalan
  3. Highlight penting
Contoh [Sertakan contoh output yang baik di sini]
Gotchas
  • Jangan sertakan tiket yang statusnya masih "In Review" sebagai selesai.
  • Jika tidak ada deploy minggu ini, tulis "Tidak ada deploy", jangan lewati bagian ini.
  • Selalu cek apakah ada PR yang merged tetapi tiketnya belum ditutup.

Cara yang bisa Teman Belajar gunakan untuk membuat Claude Skills, mulai dari metode yang paling mudah hingga yang paling fleksibel, yaitu:

  • Menggunakan skill creator. Gunakan skill-creator, skill resmi dari Anthropic yang memandu proses pembuatan skill melalui tanya jawab interaktif.
  • Menggunakan template dari GitHub. Salin dan sesuaikan template yang tersedia di repositori resmi Anthropic untuk mempercepat proses pembuatan skill.
  • Membuat skill secara manual. Buat folder dan file skill sendiri jika membutuhkan struktur atau instruksi yang sangat spesifik.

Setelah selesai dibuat, skill dapat dipasang di Claude.ai dengan mengunggah folder skill dan mengaktifkan fitur Code Execution. Sementara di Claude Code, skill dapat dipasang melalui plugin marketplace atau dengan menempatkan folder skill di direktori .claude/skills

Baca juga 50+ Prompt AI Claude yang Wajib Dicoba untuk Produktivitas Kerja 

Sembilan Kategori Skill yang Ditemukan Tim Anthropic

Setelah mengkatalogkan seluruh skill internal, tim Anthropic menemukan bahwa sebagian besar skill dapat dikelompokkan ke dalam sembilan kategori. Temuan ini menunjukkan bahwa skill yang fokus pada satu fungsi umumnya lebih efektif daripada skill yang mencakup terlalu banyak tugas.

  1. Library dan API Reference. Menjelaskan cara menggunakan library, CLI, atau SDK dengan benar, lengkap dengan contoh dan hal-hal yang perlu dihindari.
  2. Product Verification. Membantu menguji dan memverifikasi perilaku kode agar hasil yang dihasilkan sesuai harapan.
  3. Data Fetching dan Analysis. Mengambil, mengolah, dan menganalisis data dari dashboard, monitoring, atau sumber data internal.
  4. Business Process dan Team Automation. Mengotomasi tugas berulang seperti membuat standup report, update Slack, atau rangkuman pekerjaan tim.
  5. Code Scaffolding dan Templates. Menghasilkan boilerplate dan struktur kode awal sesuai kebutuhan proyek.
  6. Code Quality dan Review. Membantu menjaga standar kualitas kode serta mendukung proses review yang lebih konsisten.
  7. CI/CD dan Deployment. Mengelola proses build, testing, deployment, hingga pemantauan setelah rilis.
  8. Runbooks. Melakukan investigasi masalah berdasarkan alert, log, atau error, lalu menyusun laporan yang terstruktur.
  9. Infrastructure Operations. Membantu menjalankan tugas operasional dan pemeliharaan infrastruktur secara rutin.

Sebagian besar tim hanya memakai dua atau tiga kategori saja. Dengan memetakan kebutuhan kerja ke dalam kerangka ini, Teman Belajar dapat mengidentifikasi celah yang selama ini tidak terlihat. Untuk konteks non-developer, kategori keempat soal otomasi proses bisnis adalah sistem yang paling mudah dijangka. Skill seperti standup-post atau weekly-recap tidak membutuhkan pengetahuan teknis ketika dipakai.

Baca juga Cara Maksimal Pakai Claude AI untuk Kerja Content, Data, hingga Coding 

Tips Membuat Skill yang Efektif Langsung dari Praktiknya

Setelah ratusan skill melewati siklus dibuat, dipakai, dan diperbaiki, tim Anthropic mulai mengenali pola berulang yang sama. Skill yang bertahan lama adalah yang cukup transparan untuk menyaring kesalahan Claude ketika beroperasi. Lima pelajaran berikut datang dari pengalaman tersebut:

Jangan Nyatakan yang Sudah Jelas

Skill yang hanya mengulang perilaku default Claude hanya menambah volume konteks. Fokus pada informasi yang mendorong Claude keluar dari cara berpikirnya yang normal. Tim Anthropic membangun skill frontend-design secara iteratif untuk meningkatkan selera desain Claude dan menghindari kebiasaan buruknya. Misalnya, memilih font Inter dan gradien ungu.

Bangun Bagian "Gotchas"

Menurut Thariq dalam tulisannya, skill dengan bagian Gotchas terbukti secara terukur meningkatkan akurasi Claude. Bagian ini punya titik kegagalan yang umum yang ditemui Claude saat menggunakan skill tersebut. Perbarui setiap kali ada edge case baru yang ditemukan.

Manfaatkan File System dan Progressive Disclosure

Anggap seluruh file system dalam folder skill sebagai alat context engineering. Beri tahu Claude file apa saja yang ada di dalam skill. Misalnya references/api.md, assets/template.xlsx, atau scripts/verify.py. Biarkan Claude membacanya pada waktu yang tepat sesuai kebutuhan. Sistem ini lebih efisien daripada menyalin semua konten ke dalam satu file besar.

Jangan Mengekang Claude Terlalu Ketat

Skill yang terlalu spesifik dalam instruksinya justru mengurangi kegunaannya. Skill dirancang untuk dipakai berulang di berbagai situasi yang sedikit berbeda. Beri Claude informasi, tapi sisakan ruang fleksibilitas untuk beradaptasi dengan konteks yang bervariasi.

Tulis Description untuk Model, Bukan untuk Manusia

Poin penting yang jarang dipahami dengan benar. Saat sesi dimulai, Claude memindai daftar description dari semua skill yang tersedia untuk memutuskan pemanggilan skill. Description bukan ringkasan atau penjelasan untuk pengguna manusia yang membaca daftarnya. Tulis description dengan menyertakan kata-kata atau frasa spesifik yang kemungkinan muncul dalam permintaan user saat mereka membutuhkan skill ini.

Baca juga Cara Membuat Prompt AI agar Perintahmu Jelas dan Spesifik 

Membuat Skill Lebih Kuat Memori, Skrip, dan Hook 

Skill yang sudah punya instruksi bagus bisa ditingkatkan lagi dengan menambahkan komponen yang membuatnya bekerja lebih mandiri. Empat cara ini memang jarang dibahas, tapi tim Anthropic memakainya secara aktif di skill-skill internal mereka. Claude Skills tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga mampu mengingat konteks, menjalankan skrip, dan menjaga batasannya sendiri.

Beri “Ingatan”

Skill bisa menyimpan data di dalam foldernya sendiri, sesederhana file log yang hanya bisa diisi, tidak bisa dihapus. Dengan ini, skill seperti standup-post bisa membaca riwayat standup sebelumnya. Tujuannya mengetahui laporan kemarin dan perubahannya tanpa menjelaskan secara berulang.

Dengan menyertakan skrip dan library yang siap dipakai di dalam folder skill, Claude tidak perlu lagi menyusun ulang boilerplate dari awal setiap kali membutuhkannya. Perhatian Claude bisa sepenuhnya difokuskan pada komposisi. Dengan memutuskan langkah berikutnya ketimbang menghabiskan context window untuk menulis kode yang sudah tersedia.

Hook On-Demand

Hook yang didaftarkan di dalam skill hanya aktif saat skill tersebut dipanggil dan hanya selama sesi berlangsung. Bermanfaat untuk hook yang bersifat opini kuat. Misalnya memblokir perintah tertentu yang berbahaya saat skill menyentuh lingkungan produksi.

config.json untuk Setup

Informasi konfigurasi awal yang dibutuhkan skill bisa disimpan di file config.json di dalam folder skill. Jika konfigurasi belum diisi, skill bisa meminta informasi tersebut ke pengguna saat pertama kali dipanggil. Terutama saat gagal diam-diam atau menghasilkan output yang tidak sesuai.

Baca juga Cara Tepat Mengatasi Limit Claude yang Cepat Habis 

Mendistribusikan dan Mengukur Skill di Tim

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk berbagi skill. Cara pertama adalah memasukkan skill langsung ke dalam repositori di direktori ./.claude/skills. Direkomendasikan untuk tim kecil dengan jumlah repositori sedikit. Cara kedua adalah membangun plugin dan mendistribusikannya lewat marketplace plugin Claude Code. Lebih cocok untuk skill yang digunakan lintas repositori atau tim yang berkembang cukup pesat.

Di Anthropic tidak ada tim terpusat yang memutuskan skill mana yang layak masuk ke koleksi resmi. Skill yang berguna ditemukan secara organik, diunggah ke sandbox untuk diuji. Dipromosikan di Slack jika dirasa berguna untuk tim yang lebih luas. Naik ke marketplace lewat pull request setelah mendapat traksi yang cukup. Model tata kelola ini memungkinkan inovasi bergerak dari bawah ke atas tanpa bottleneck persetujuan.

Tim Anthropic menggunakan hook PreToolUse untuk mencatat setiap kali sebuah skill dipakai. Data ini memungkinkan mereka menemukan dua hal, skill yang sangat populer dan perlu diprioritaskan pemeliharaannya. Skill terbaik mereka tidak lahir sempurna. Semuanya berawal dari beberapa baris instruksi dan satu gotcha. Lalu membaik karena orang-orang terus menambahkan pelajaran baru setiap kali Claude menemui situasi yang belum ditangani dengan baik. 

Berani Mulai Bangun Claude Skills Sendiri?

Memahami cara membangun Claude Skills seperti yang dipraktikkan tim Anthropic sendiri adalah suatu keunggulan. Terutama di dunia kerja yang semakin bergantung pada sistem agentic. Siapa pun yang bisa mengidentifikasi alur kerja berulang, menuliskan instruksi, dan mendokumentasikan titik-titik kegagalan umum.

AI Belajarlagi

Tenang, kemampuan ini bisa dipelajari secara sistematis. Jika Teman Belajar ingin membangun pemahaman AI yang lebih menyeluruh, langganan AI Belajarlagi sekarang. Dirancang dengan pilihan AI system yang beragam dan kuat untuk hasilkan output optimal. Bangun kemampuan dan fondasimu sekarang di AI Belajarlagi

#
ARTIFICIAL INTELLIGENCE
Belajarlagi author:

Ayu Novia

A Strategist and Copywriter with more than 3 years in the creative industry. Passionate in data-driven writing for various niches of content.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Cookie Consent

By clicking “Accept”, you agree to the storing of cookies on your device to enhance site navigation, analyze site usage, and assist in our marketing efforts. View our Privacy Policy for more information.