Penggunaan artificial intelligence sudah semakin luas dan telah banyak dipakai di berbagai bidang. Dalam lingkup industri, AI berperan untuk mengotomatisasi tugas, meningkatkan efisiensi, dan menganalisis data besar dengan cepat. Penggunaan AI dinilai dalam meminimalisir terjadinya human error yang bisa mengakibatkan kerugian.
Namun, apakah AI bisa menggantikan peran manusia 100%? Jawabannya adalah tidak sebab manusia memiliki peran penting untuk mengelola, mengendalikan, dan mengoptimalkan teknologi AI supaya berjalan efektif, efisien, dan etis.
Inilah yang melatarbelakangi terlaksananya kegiatan pelatihan dan sertifikasi BNSP dengan topik AI management oleh Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara untuk anggota GenBI di wilayah mereka. Diselenggarakan bersama Belajarlagi, pelatihan dan sertifikasi AI management ini berlangsung selama 3 hari dan diikuti oleh 200 peserta.
Kuasai Keterampilan Mengelola AI untuk Kebutuhan Industri
AI tidak bisa bekerja sendiri untuk menyelesaikan semua pekerjaan. Butuh seorang pengelola kecerdasan artifisial yang mampu memikirkan desain untuk pengembangan aplikasi, menentukan tujuan teknis data science, pengembangan chatbot, rekayasa prompt, manajemen produk, dan memvalidasi data. Enam poin itulah yang jadi dasar uji kompetensi BNSP pada pelatihan kali ini.
.webp)
Pelatihan dan sertifikasi BNSP tentang AI management ini diikuti oleh 200 anggota GenBI Sumatera Utara ini berlangsung dari tanggal 25 – 27 Oktober 2025. Materi yang disampaikan selama 2 hari ini di antaranya adalah:
1. Problem solving dengan solusi berbasis AI
Pembahasan mencakup mindset yang tepat dalam menggunakan AI sebagai alat pendukung, cara kerja AI hingga terlihat seolah “berpikir” seperti manusia, pengenalan berbagai jenis dan kategori generative AI beserta contohnya, serta panduan memilih teknologi AI yang paling sesuai dengan kebutuhan.
2. Introduction to generative AI
Membahas konsep dasar Design Thinking untuk problem solving, bagaimana pendekatan tersebut diterapkan dalam merancang solusi berbasis AI, serta penggunaan ease–impact matrix untuk menentukan masalah yang paling layak diprioritaskan.
3. Dasar-dasar teknik prompting
Membahas tentang prompt dan proses prompting, cara kerjanya serta pengaruhnya terhadap hasil AI, konsep tokenisasi, prinsip dasar membuat prompt yang efektif, berbagai teknik prompting, hingga isu umum seperti bias dan privasi. Juga dibahas keamanan data saat menggunakan AI, kesalahan umum dalam prompting, cara mengevaluasi dan memperbaiki output AI, serta etika dan batasan penggunaan AI dalam problem solving.
4. Penerapan AI dalam kasus nyata
Membahas studi kasus penggunaan AI, mulai dari membuat content calendar dan copy digital marketing dengan ChatGPT, membuat infografis sederhana menggunakan Piktochart AI, mengolah serta memvisualisasikan data melalui Gemini dan Google Colab, hingga menghasilkan gambar sederhana melalui fitur text-to-image.
5. Text to image AI mastery
Topik ini membahas konsep dasar teknologi text-to-image, kelebihan dan kekurangan berbagai AI image generator, struktur prompt yang efektif mencakup deskripsi, gaya, komposisi, dan detail teknis, serta cara membuat dan memodifikasi gambar melalui iterative prompting.
6. Pembuatan chatbot menggunakan AI
Topik ini membahas konsep dasar chatbot, berbagai contoh penggunaannya dalam beragam kebutuhan, serta beberapa tools pembuat chatbot beserta limitasinya.
Jika perusahaanmu ingin meningkatkan kapasitas tim dalam menghadapi era disrupsi AI, Belajarlagi Corporate Training siap menjadi mitra pelatihan yang terpercaya. Dengan kurikulum yang terstruktur, instruktur berpengalaman, dan materi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Hubungi Belajarlagi untuk menghadirkan pelatihan terbaik di lingkungan kerjamu!



.webp)
