Viral Marketing By Design: Studi kasus kue subuh

2 mins
Marketing Theory
Creative
Content

Kamu harus belajar dari @senenjayamall tentang gimana bikin campaign sosmed yang "viral by design" sukses dapet atensi banyak orang.

Bahkan sukses dapat ribuan likes & diliput banyak media. Ini rahasianya.

Memahami cara kerja viral by design

Postingan awal yang mengabarkan pasar subuh tutup

Semua berawal dari cuitan @senenjayamall kalo kue subuh Senen Jaya 1 & 2 yang bakalan ditutup.

Kabar ini langsung rame & timbul banyak pertanyaan. Karena kue subuh Senen Jaya udah jadi salah satu ikonik pusat kue tradisional di Jakarta. Ketika berita ini ramai, media ikutan memberitakan hal ini. Tentu berita banyak mempersepsikan kalau kue subuh akan ditutup "selamanya".

1. Klarifikasi dan agenda setting 

Berita tampak simpang siur, timbul banyak opini. Dan sikap Senen Jaya masih "dingin" agar bola liar tetap bergulir. Hingga akhirnya berita ini mulai perlahan sepi, Senen Jaya mulai mencoba mengklarifikasi hal ini.

Mereka mengatakan kalau kue subuh nggak ditutup selamanya. Hanya tutup sementara karena akan direlokasi ke tempat yang baru. Tentu ini seolah menjadi kelegaan bagi konsumen setia mereka. 

Follow up media terkait tutupnya kue subuh Senen

2. Kekuatan media dan influencer 

Berita klarifikasi ini memang nggak seramai di awal. Tapi, secara hampir bersamaan mereka menggandeng KOL dan media besar untuk meningkatkan awareness. Hal ini bertujuan agar persepsi kue subuh yang ditutup bisa di counter.

Dampaknya tentu bukan ke likes media sosial, tapi langsung ke meningkatnya sales dan kunjungan konsumen ke tempat kue subuh yang telah direlokasi. Orang yang awalnya mengira tutup, akan datang ke sana karena penasaran bagaimana tempat baru dari kue subuh tadi.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.