Ternyata, Ini Lho Alasan Balenciaga Menjual Sepatu Belel

Teman Belajar, sepatu belel mungkin menjadi favorit anak-anak muda dan juga remaja. Namun, apakah itu berarti mereka akan membeli sepatu baru dengan kondisi belel?

Konsep ini ternyata diadaptasi oleh sebuah merek sepatu ternama Balenciaga. Mereka mencoba menjual sepatu belel dan “rusak” dalam koleksi mereka. Tak tanggung-tanggung, mereka menjualnya dengan harga yang sangat fantastis: Rp 27 juta!

Lantas, apa ya yang menjadi alasan Balenciaga menjual sepatu dengan kondisi belel begitu, ya? Yuk, kita bahas!

Sebenarnya, jangan heran kalau kamu lihat sepatu rusak begitu dijual oleh Balenciaga. Sebab, brand ini sebenarnya udah sering jualan “barang rusak”. Brand ini pernah berjualan hoodie dan baju yg "rusak" juga kok. Namun, mereka menjual dengan edisi yang limit atau limited edition.

Dan ternyata, nggak cuma Balenciaga aja yang menggunakan strategi marketing dengan berjualan produk belel. H&M juga pernah berjualan baju "gembel" juga. Namun, tak sefantastis Balenciaga, produk “gembel” itu dijual seharga Rp 300ribuan. Produk itu malah pernah dijual juga di H&M Indonesia.

Lalu, apakah laku? Yhaa siapa sih yang mau beli produk rombeng begitu, gengs? Tapi jangan salah, sesuai prinsip bisnis, mereka tidak mungkin akan menjualnya, kalau tidak ada market share-nya. 

Sebenarnya, model produk “gembel” begini merupakan model "distressed fashion" yang justru sedang trend dan marak dibahas pecinta fashion di luar negeri.

Karena trend fashion yang sedang hype itu, ini mendorong brand internasional untuk melakukan "riding the wave". Mereka pun ikutan jualan model fashion ini.

https://www.whowhatwear.com/distressed-fashion-trend

Selain itu, buat brand sekelas Balenciaga atau H&M juga punya maksud lain ketika launch produk ini. Produk itu bisa jadi bagian untuk memetakan brand loyalty mereka.

Sebab, market yang berpotensi untuk beli produk-produk aneh tersebut hanya orang-orang yang loyal dengan brand itu, dan juga para pecinta fashion aja. Secara tidak langsung, produk distressed fashion yang mereka jual juga membantu menaikkan talkability atau perbincangan di tengah-tengah masyarakat. 

Itu pun meningkatkan brand awareness mereka.Terlebih, dengan harga yang juga kurang masuk di akal dan kurang masuk di kantong, itu semakin membuat orang semakin membicarakan brand tersebut.

Tak hanya itu, coba kita cek laman Instagram Balenciaga. Ternyata mereka memiliki 0 postingan. Hmmm.. Jadi semakin yakin nih, brand satu memiliki tujuan untuk diperbincangkan. 

Naah, gimana, Teman Belajar? Seru kan insight terbaru tentang dunia marketing barusan? Kamu bisa kulik lebih banyak insight lagi di website belajarlagi.id dan Twitter @belajarlagiHQ, lho, Teman Belajar!

Kalau kamu masih ingin lebih mendalami tentang dunia digital marketing, kamu bisa daftarkan diri kamu di kelas-kelas yang tersedia di BelajarlagiHQ ya! Sampai jumpa di kelas!