Suka Banget dengan Drakor? Mungkin Ini Penyebabnya!‍

3 mins read
Content
Marketing Theory

Hai, Teman Belajar! Siapaaa yang di sini doyan banget nonton drama korea? Kira-kira apa alasan kamu demen banget mantengin tontonan yang ramai disebut drakor itu? Ceritanya serukah? Atau aktor dan aktrisnya ganteng dan cantik? Atau aktingnya bagus-bagus?

Jangan salah lho, Teman Belajar! Di balik ke-doyan-an kamu-kamu untuk menonton drakor, ternyata ada alasan marketingnya. Karena "emotional marketing" seperti cerita yang selalu kena di hati, itu yang bikin kamu ketagihan menonton drakor. Ah masa sih? Yuk kita bahas!

Emotional Marketing adalah teknik persuasif yang sebenarnya telah digunakan sejak zaman Aristoteles. Filsuf Yunani itu membagi emotional marketing menjadi tiga bagian. 

Pertama adalah logos yang artinya meyakinkan audiens dengan fakta, ethos yang artinya punya kredibilitas yang mumpuni, dan yang ketiga adalah pathos yang artinya menarik emosi audiens. Kita bahas satu per satu bagian ini ya!

1- Logos

Drakor menggunakan strategi ini untuk menarik audiens, yaitu dengan menyajikan message berupa fakta-fakta yang mampu meyakinkan audiens. Drakor menyajikan cerita atau story yang nyata dan terjadi di sekitar kita. 

Dengan demikian, audiens atau penonton pun akan merasa ikut atau relate dengan yang terjadi dalam cerita. Emosional audiens pun bisa lebih mudah dibangun.

Selain itu, drakor juga menyajikan storytelling yang mudah dipahami dan dinikmati banyak orang. Dengan demikian, drakor mampu mendorong tindakan ekspresi emosional para penontonnya. Dalam jangka panjang, ini bisa meningkatin loyalitas mereka, untuk terus ketagihan menonton drakor tersebut. 

2- Ethos

Penasaran nggak, mengapa drakor selalu dibintangi oleh aktor dan aktris yang itu-itu saja? Alasannya adalah mereka memiliki kredibilitas dan disukai oleh banyak orang. Para penonton telah memiliki rasa percaya yang sangat besar terhadap para pemain drakor. Hal itu pun dimanfaatkan oleh drakor untuk menyampaikan pesan penting kepada penonton.

 

Beberapa aktor punya engagement atau keterikatan yang kuat dengan fansnya. Inilah yang membuat aktor itu memiliki attraction yang bagus ketika memainkan peran di suatu film. Engagement yang kuat juga bisa meningkatkan loyalitas audiens terhadap suatu brand atau drakor tersebut.

3- Pathos

Teman Belajar, pada menyadari nggak, meskipun genre drakor kebanyakan adalah romance, tapi drakor bisa memberikan macam-macam feel di sebuah series-nya. Romance, funny, bahkan inspiration bisa bercampur jadi satu di sebuah seriesnya. Konflik cerita yg bermacam macam ini juga bisa memberikan kesan yang dapat meningkatkan ingatan mereka terhadap drakor tersebut. 

Inilah yang strategi pathos yang diterapkan drakor. Setiap drakor sering menyelipkan message yang bisa memberikan sentuhan emosional kepada audiens yang menonton. 

Sebenarnya, kuncinya adalah drakor mampu melibatkan emosional audiens. Terlebih drakor mampu menggunakan alur cerita yg menarik.

Naah, gimana, Teman Belajar? Seru kan insight terbaru tentang dunia marketing barusan? Kamu bisa kulik lebih banyak insight lagi di website belajarlagi.id dan Twitter @belajarlagiHQ, lho, Teman Belajar!

Kalau kamu masih ingin lebih mendalami tentang dunia digital marketing, kamu bisa daftarkan diri kamu di kelas-kelas yang tersedia di BelajarlagiHQ ya! Sampai jumpa di kelas!