Strategi Pemasaran Nike dengan Minta Konsumen Ikut Custom Desain Sepatunya

Teman Belajar, tahu nggak kalau ternyata kita bisa "mengutak-atik" desain sepatu di website Nike? Jadi, brand sepatu Nike mengizinkan konsumennya unfuk membuat sepatu custom sesuai selera konsumen lho, Teman Belajar!

Surprise-nya lagi, nih, ini adalah salah satu strategi marketing yang diterapkan oleh Nike. Nike menerapkan customer co creation dalam rangka mendekatkan brand dengan konsumen. Lalu apa itu customer co creation, ya Teman Belajar?

Co creation adalah strategi ketika sebuah brand melibatkan konsumen dalam proses bisnis mereka, terutama dalam pembuatan produk yang sesuai keinginan dan kebutuhan konsumen. Keterlibatan ini mampu meningkatkan value produk serta membangun engagement yang baik pada konsumennya.

The NPD literature mengatakan, setidaknya ada empat jenis co-creation. Di antaranya adalah collaborating, tinkering, co-designing, dan submitting. Pembagian itu diwujudkan dalam empat kuadran.

Collaborating adalah aktivitas ketika brand memberikan akses kolaborasi kepada konsumen untuk menyumbangkan ide kreatifnya pada produk yang sudah disediakan brand tersebut. Contohnya software open source seperti Linux. Konsumen bisa bebas mengembangkan software tersebut sesuai kebutuhannya.

Sementara tinkering adalah aktivitas ketika konsumen diberikan akses memodifikasi produk yg sudah dibuat oleh brand, namun dibatasi hal tertentu saja yg bisa dimodif. Nike adalah salah satu contoh brand yang menerapkan ini. Nike memberikan opsi sepatu dengan warna custom untuk konsumennya tanpa mengubah model sepatunya.

Lalu,  co-designing adalah aktivitas ketika konsumen diberi kebebasan mendesain pada satu produk. Lalu, produk hasil desain konsumen itu dipersilakan untuk dilakukan vote oleh konsumen lain untuk dijadikan produk yang kemudian dijual secara komersial.

Contoh pengaplikasian aktivitas ini adalah brand sepatu Aerostreet. Brand itu pernah membuat challenge campaign desain sepatu yg dibuat sama konsumennya yang kemudian dikomersialkan.

Dan yang terakhir adalah submitting. Submitting adalah aktivitas di mana brand memberikan akses kolaborasi  konsumen sebagai bentuk pengembangan produk dan brand memilah kolaborasi tersebut.

Contoh brand yang menerapkan aktivitas ini adalah Jenius. Jenius membuat Jenius co.create yang dipergunakan sebagai wadah inovasi  atau saran terkait pengembangan produk oleh konsumen. Tentunya ide tersebut diseleksi terlebih dahulu oleh brand. 

Naah, gimana Teman Belajar? Seru banget kan insight soal Digital Marketing-nya?

Teman Belajar bisa banget intip insight-insight lain tentang Digital Marketing di website Belajarlagi.id dan juga Twitter @BelajarlagiHQ juga ya. Bagi Teman Belajar yang ingin mendalami Digital Marketing lebih dalam, kamu bisa ikuti kelas Digital Marketing yang tersedia di BelajarlagiHQ. Sampai jumpa!