Dulu, minyak angin dianggap punya bau menyengat yang identik dengan kesukaan para orang tua. Tapi kemudian muncul FreshCare dengan berbagai varian aroma, termasuk matcha, yang mengubah citra old skull tadi menjadi barang favorit Gen Z. Uniknya bukan cuma jadi andalan anak muda Indonesia namun juga jadi incaran turis Malaysia.
Tim Belajarlagi berhasil menemukan tiga pilar strategi marketing yang dipakai FreshCare untuk membuat mereka bertransformasi dari produk yang dinilai kuno menjadi lifestyle product yang relevan lintas generasi. Ketiga strategi tersebut akan akan kita bahas semua di artikel ini untuk menemukan jawaban kenapa FreshCare bisa populer!
Awal Mula FreshCare, Dari Produk "Nenek-Nenek" Jadi Lifestyle Product
FreshCare diluncurkan oleh PT Ultra Sakti sekitar tahun 2010 – 2011 sebagai pionir minyak angin aromaterapi modern di Indonesia.
Sebenarnya lima tahun sebelum FreshCare muncul di pasaran, sudah ada Safe Care yang lebih dulu jadi pemain di kategori aromaterapi ini. Namun dengan eksekusi yang lebih agresif dan menyeluruh, FreshCare berhasil jadi top of mind.
Sebagai pilihan utama orang Indonesia, FreshCare bahkan pernah menguasai pangsa pasar minyak angin roll on hingga 50%. Selain itu, mereka juga meraih berbagai Top Brand Award berturut-turut.
3 Strategi FreshCare Mengalahkan Stigma “Minyak Angin Kuno”

Menurut tim Belajarlagi, ada 3 strategi utama marketing FreshCare yang membuatnya bisa memimpin market minyak angin aromaterapi, Yaitu brand repositioning, research and development, dan high brand visibility.
Brand Repositioning, Dari Produk Kuno Jadi Solusi Kesehatan yang Stylish
Minyak angin biasanya identik dengan produknya orang tua karena punya wangi khas kakek-nenek. Tetapi bisa dilihat kalau sekarang minyak angin dari FreshCara justru jadi solusi kesehatan modern yang praktis dan relevan untuk semua usia.
FreshCare bermain pintar dengan mencoba fokus ke generasi muda dan kalangan urban yang butuh solusi cepat, praktis, dan wangi. Maka dari itu FreshCare pun mengembangkan packaging yang lebih ringkas supaya mudah dibawa ke kantor, kampus, atau perjalanan jauh.
Cara FreshCare menyasar lini remaja dimulai pada 2013 – 2014 lewat varian FreshCare Teens. Minyak angin ini punya aroma buah-buahan yang lebih playful dan terbukti masih jadi pilihan anak muda hingga bertahun-tahun.
Keberhasilan brand positioning minyak angin semacam ini nggak bisa terwujud hanya dari sekedar ganti packaging saja, tetapi juga konsisten mengubah konteks penggunaan produk yang awalnya dicap sebagai “obat” beralih ke lifestyle item.
Research and Development, Inovasi yang Dipicu Persaingan
Semua FreshCare cuma meluncurkan minyak angin kemasan roll-on, namun karena kompetitornya Plossa muncul dengan bikin inovasi produk 4in1, FreshCare juga nggak mau kalah. Konsep 4in1 ini mengacu pada fungsinya sebagai alat pijat, kerokan, roll-on minyak angin, dan inhaler.
FreshCare nggak cuma meniru tapi memberikan pembeda dengan mengembangkan kemasan glow in the dark untuk memudahkan penggunanya menemukan FreshCare dalam kondisi gelap. Penambahan kalung seperti lanyard juga membuat produk mudah dibawa dan terasa seperti aksesori yang biasa dipakai sehari-hari.
Selain itu, peluncuran varian matcha menjadi bukti bahwa FreshCare benar-benar mengikuti tren anak muda yang saat ini sedang populer. Ini menjadi contoh nyata dari trend jacking dalam pengembangan produk.
Jadi meskipun kompetitor selangkah lebih maju, FreshCare nggak mau ketinggalan dengan terus mendorong inovasi produk yang lebih cepat.
High Brand Visibility, Konsisten di Semua Channel
Untuk kamu yang dulu masih sering nonton TV di rumah, pasti nggak asing sama iklan FreshCare yang konsisten menggunakan AgnezMo sebagai brand ambassadornya. Selain di TV, kamu juga bisa dengan mudah menemukan iklan produk FreshCare di transportasi umum seperti kereta dan bis.
Brand awareness yang sudah sangat luas ini ditunjang dengan distribusi produk yang luas pula. Kamu bisa dengan mudah menemukan produk mereka di toko kosmetik, minimarket, sampai supermarket.
Bukti kesuksesan FreshCare ini ternyata bisa meluas sampai ke Malaysia, lho. Nggak heran kalau banyak turis asal negeri jiran yang menjadikan FreshCare ini sebagai oleh-oleh yang wajib dibeli saat mereka ke Indonesia.
Dari sini kita bisa belajar kalau konsistensi menggunakan satu brand ambassador dan terus membangun brand awareness bisa menghasilkan hasil yang lebih kuat dibandingkan hanya menerapkan strategi endorsement jangka pendek.
FreshCare vs Plossa
Tim Belajarlagi telah membuat matriks perbedaan antara FreshCare dan kompetitornya yaitu Plossa dari sisi inovasi produk, diferensiasi kemasan, dan pendekatan target audiens.
Persaingan antara FreshCare dan Plossa justru memberikan dampak positif bagi konsumen. Masing-masing brand terus menghadirkan inovasi dari sisi formulasi, kemasan, hingga pengalaman penggunaan, sehingga kategori minyak angin yang sebelumnya cenderung stagnan kini berkembang menjadi lebih praktis, modern, dan sesuai dengan kebutuhan gaya hidup masyarakat saat ini.
Apa yang Bisa Dipelajari Brand Lain dari Transformasi FreshCare?
Transformasi FreshCare menunjukkan bahwa membangun brand yang kuat tidak selalu berarti menciptakan kategori produk baru. Justru, tantangan terbesar sering kali adalah mengubah cara konsumen memandang produk yang sudah lama ada di pasar. Pendekatan ini relevan bagi banyak brand yang dinilai kuno dan hanya dipakai kakek nenek menjadi salah satu kebutuhan segala usia.
Dari sudut pandang strategi branding dan digital marketing, ada beberapa pelajaran yang dapat diterapkan oleh brand lain:
- Repositioning yang efektif berangkat dari menjawab kebutuhan bukan sekadar rebranding visual. Mengubah logo atau kemasan saja belum tentu mengubah persepsi pasar. Yang lebih penting adalah menciptakan alasan baru bagi konsumen untuk menggunakan produk dengan keseharian dan gaya hidup mereka.
- Kompetisi seharusnya menjadi pendorong inovasi, bukan ancaman. Brand yang terlalu nyaman sebagai market leader sering kali terlambat bergerak ketika kompetitor mulai menciptakan gebrakan baru. Sebaliknya, tekanan ini dapat menjadi momentum untuk mempercepat inovasi produk, meningkatkan kenyamanan pelanggan, maupun strategi pemasaran.
- Trendjacking dapat menjadi cara yang efisien untuk menjaga relevansi. Mengadopsi tren yang sedang berkembang dapat menarik perhatian pasar tanpa harus mengubah nilai produk.
- Penggunaan brand ambassador yang konsisten, distribusi yang terus diperluas, serta komunikasi brand yang memiliki pesan seragam dalam jangka panjang akan menciptakan brand recall dan kepercayaan yang lebih tinggi daripada sekadar mengejar kampanye viral sesaat.
Framework seperti ini juga menjadi salah satu fondasi dalam strategi pemasaran brand modern. Di dunia digital marketing, positioning tidak hanya ditentukan oleh identitas visual, tetapi juga oleh pemahaman terhadap perilaku konsumen, diferensiasi yang jelas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar.

Jika kamu ingin memahami lebih dalam cara membangun brand positioning, menganalisis kompetitor, menyusun strategi digital marketing, hingga performance marketing, Program Full Stack Digital Marketing Belajarlagi dapat menjadi pilihan yang tepat. Kamu akan mempelajari framework yang digunakan praktisi industri untuk mengembangkan strategi pemasaran yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berbasis data dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis. Yuk, daftarkan dirimu di Full Stack Digital Marketing Belajarlagi!
Referensi
- Marketing. Fresh Care: Inovasinya Mengubah Pasar Minyak Angin.
- Info Brand. FreshCare: Inovasi Jadi Kunci Freshcare Pimpin Pasar.
- SWA. Freshcare, Market Leader yang Terus Berinovasi.
- FreshCare. FreshCare.
