Di Balik Strategi Louis Vuitton

2 mins read
Content
Creative
Marketing Theory

Di Balik Strategi Louis Vuitton Bikin Fans Messi dan Ronaldo Jadi Makin Akur sekaligus Respect

Siapa yang rajin mantengin info pertandiangan Piala Dunia Qatar tahun lalu? Se-excited apa Teman Belajar hingga cari-cari info yang terjadi di luar lapangan hijau?

Emotional marketing kayak gini efektif ningkatin brand awareness mereka. Apalagi momennya pas banget, diunggah bebarengan dengan babak pertama Piala Dunia. 

Kabarnya, buat campaign piala dunia di instagram aja, Louis Vuitton mengeluarkan dana sebesar 64 miliar rupiah. Angka yang fantastis, bukan? Meskipun brand sekelas Louis Vuitton punya banyak duit, tetep gak bisa sembarangan kalau mau pakai Key Opinion Leader (KOL). Apalagi brand mewah ini sudah lumayan sering wara-wiri di gelaran sepak bola dunia yang selalu launching koleksi khusus edisi piala dunia. 

Louis Vuitton tau, kalau selama ini fans bintang lapangan hijau, Ronaldo dan Messi sering banget ribut sana sini. Celah ini dimanfaatin sama LV buat bikin konten kolaborasi Messi dan Ronaldo. Kontennya simple, foto kedua nya lagi bermain catur. Kedua bintang ini dipilih karena prestasinya sebagai Greatest Of All Time (GOAT), sekaligus ajang piala dunia terakhir sebelum keduanya gantung sepatu. 

Tapi kalau diliat liat lebih teliti, ini bukan sembarang papan catur. Rumah mode asal Prancis  ini terkenal sama produk tas yang corak nya mirip papan catur.  “Papan catur” tersebut berasal dari sebuah LV trunk yang merupakan wadah trofi Jules Rimet (nama trofi Piala Dunia) pada 2018 silam, yang digunakan kembali pada 2022..Secara tidak langsung mereka mempromosikan brand identity, yang membuat konsumen punya ingatan tentang produk LV yang khas, yaitu motif catur.

Simple nya, konten ini viral karena kombinasi yang tepat antara KOL dengan momentum yang pas menjelang piala dunia. Viral marketing = KOL + Momentum.

Sebenarnya, banyak objective atau tolak ukur yang bisa dipakai ketika akan berkolaborasi dengan KOL. Diantaranya adalah untuk naikin brand awareness, mendapatkan market baru, naikin penjualan, buat nambah followers, biar konsumen repeat order, atau yang lainnya. Jadi, objectivenya harus di buat jelas sejak awal. 

Teman Belajar bisa juga loh mengintip lebih banyak lagi ulasan mengenai digital marketing dan studi-studi kasus lainnya tentang psychology marketing di website belajarlagi.id dan twitter @belajarlagiHQ

Kalau kamu ingin lebih intensif mempelajarinya lagi, yuk segera daftarkan diri kamu di kelas umum maupun kelas spesialisasi digital marketing di BelajarlagiHQ! Sampai jumpa di kelas!

Jadilah yang pertama tahu

Langganan Newsletter Kami

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.