Bagaimana cara brand non-olahraga memanfaatkan tren HYROX untuk marketing? Kuncinya adalah memahami bahwa HYROX bukan sekadar kompetisi kebugaran, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Peserta bisa mengikuti kompetisi pada hari Minggu, lalu kembali menjalani rutinitas kerja seperti biasa pada hari Senin.
Popularitas HYROX membuka peluang bagi brand untuk menjangkau audiens yang tertarik pada kebugaran, kesehatan, dan komunitas. Menariknya, peluang ini tidak terbatas pada brand olahraga atau kesehatan. Industri fashion, F&B, hingga content creator juga bisa ikut memanfaatkan tren HYROX dengan menghubungkan produk atau konten mereka dengan kebutuhan dan gaya hidup audiens.
HYROX, dari Tren Olahraga Jadi Fenomena Sosial
Setelah padel dan pilates, HYROX menjadi salah satu tren olahraga yang menarik perhatian masyarakat urban. Popularitas kompetisi kebugaran asal Jerman ini turut mendapat sorotan setelah diikuti sejumlah figur publik, mulai dari Irfan Bachdim di Indonesia hingga Choi Minho, idol Korea Selatan. Meski di media sosial HYROX terkadang dijuluki sebagai “olahraga kuli”, minat terhadap olahraga ini terus menjadi perbincangan.
Daya tarik HYROX tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran. Seperti tren lari, bersepeda, padel, dan pilates, olahraga ini juga bisa menjadi sarana membangun koneksi, menunjukkan pencapaian, dan mengekspresikan identitas diri. Peserta tidak hanya berbagi pengalaman berolahraga, tetapi juga persiapan, perlengkapan, dan cerita di balik kompetisi.
Inilah yang membuat HYROX relevan bagi brand di luar industri olahraga. Ketika sebuah tren berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, peluang pemasaran ikut meluas ke berbagai kebutuhan audiens di luar aktivitas utamanya.
Mengapa Brand Non-Olahraga Bisa Ikut Memanfaatkan Tren Ini?
Ketika olahraga menjadi bagian dari gaya hidup, kebutuhan audiens juga berkembang. Mereka mungkin membutuhkan makanan untuk mendukung latihan, pakaian yang nyaman, atau konten yang menggambarkan pengalaman mengikuti kompetisi. Karena itu, brand F&B, fashion, hingga content creator punya peluang untuk ikut memanfaatkan tren HYROX tanpa harus menjual produk olahraga.
Prinsipnya adalah tap into the lifestyle, bukan sekadar mencantumkan nama HYROX dalam kampanye. Brand perlu memahami kebutuhan praktis dan emosional audiens, lalu menemukan hubungan yang masuk akal antara kebutuhan tersebut dengan produk atau layanan yang ditawarkan.
Pendekatan ini juga dapat memanfaatkan FOMO (fear of missing out), yaitu dorongan untuk ikut serta dalam tren atau pengalaman yang sedang ramai dibicarakan. Namun, relevansi tetap menjadi kunci. Kampanye akan terasa lebih natural ketika brand menawarkan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan audiens, bukan sekadar mengejar viralitas.
Strategi Konkret Memanfaatkan Tren HYROX Berdasarkan Industri
Setiap industri bisa mengambil peluang dari tren HYROX melalui pendekatan yang sesuai dengan karakter produk dan kebutuhan audiensnya. Berikut tiga contohnya.
1. F&B: Edukasi Nutrisi dan Produk Pendukung Performa
Brand F&B dapat mengangkat edukasi nutrisi untuk mendukung persiapan latihan, misalnya melalui menu tinggi protein, sumber karbohidrat kompleks, atau informasi mengenai pola makan seimbang. Konten tersebut dapat disertai rekomendasi produk yang relevan dengan kebutuhan audiens.
Salah satu contoh yang disebut dalam materi ini adalah Noii’s Diet Catering Palembang, yang menawarkan double protein package untuk membantu memenuhi kebutuhan protein pelanggan. Pendekatan semacam ini menghubungkan produk dengan kebutuhan audiens yang aktif berolahraga tanpa harus menjadikan brand sebagai penyelenggara atau sponsor kompetisi.
2. Fashion & Apparel: Tonjolkan Fungsi, Bukan Sekadar Tren
Peserta HYROX membutuhkan pakaian dan perlengkapan yang mendukung gerakan intensif, nyaman digunakan, serta sesuai dengan preferensi gaya mereka. Brand fashion dan apparel dapat mengangkat edukasi tentang pemilihan pakaian berdasarkan kenyamanan, sirkulasi udara, dan kebutuhan latihan fungsional.
Brand seperti NIKE memiliki beragam produk olahraga yang dapat digunakan untuk latihan, sementara brand lokal Ortuseight disebut telah meluncurkan sepatu yang ditujukan untuk HYROX pada 2026. Bagi brand apparel, tren ini bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan produk melalui edukasi fungsional, demonstrasi penggunaan, atau cerita persiapan peserta.
3. Content Creator: Angkat Pengalaman yang Relatable
Content creator dapat memanfaatkan tren HYROX dengan mengangkat sudut pandang orang biasa yang penasaran ingin mencoba, bukan hanya menampilkan performa atlet berpengalaman.
Contohnya, konten POV “Budak Korporat Nyoba HYROX untuk Pertama Kali” atau “Minggu Finish HYROX, Senin Lanjut Meeting”. Cerita dapat mencakup persiapan, latihan pertama, kesulitan menyelesaikan gerakan, hingga pengalaman setelah kompetisi.
Pendekatan ini membuat tren terasa lebih dekat dengan audiens yang tertarik mencoba, tetapi belum yakin untuk memulai. Brand yang bekerja sama dengan content creator juga dapat masuk secara natural melalui produk atau layanan yang benar-benar digunakan dalam cerita.
Ketiga pendekatan tersebut memiliki pola yang sama: menghubungkan tren dengan kebutuhan nyata, memberikan nilai bagi audiens, dan menyampaikan pesan melalui konteks yang relevan. Prinsip ini dapat diterapkan oleh berbagai industri tanpa harus memaksakan hubungan dengan HYROX.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Strategi Tap Into the Lifestyle?
Tren HYROX menunjukkan bahwa brand tidak harus berasal dari industri olahraga untuk menjangkau audiens yang mengikuti tren tersebut. Peluang muncul ketika brand mampu memahami kebutuhan, perilaku, dan nilai yang melekat pada gaya hidup audiens.
Ada tiga prinsip yang bisa diterapkan brand:
- Pahami kebutuhan praktis dan emosional audiens. Cari tahu bagaimana tren memengaruhi kebutuhan mereka, lalu hubungkan dengan produk atau layanan yang relevan.
- Utamakan edukasi sebelum hard-selling. Berikan informasi atau referensi yang membantu audiens memahami tren sebelum menawarkan produk.
- Gunakan sudut pandang yang relatable. Cerita dari perspektif orang yang baru mencoba tren dapat terasa lebih dekat dengan pengalaman audiens sehari-hari.
Kemampuan membaca tren dan menerjemahkannya menjadi strategi konten yang relevan merupakan bagian penting dari digital marketing. Melalui program pelatihan Belajarlagi Corporate Training, perusahaan dapat mengembangkan keterampilan trend marketing dan content marketing sesuai dengan kebutuhan tim.

Jika perusahaan Anda ingin meningkatkan kemampuan tim dalam membaca tren dan mengubahnya menjadi strategi pemasaran yang relevan, hubungi Belajarlagi Corporate Training untuk mendiskusikan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Referensi
- CNBC Indonesia. Terbitlah HYROX, Fenomena Baru Beromzet Triliunan.
- The Conversation. Era Fitness Entertainment dan Peluang HYROX.
- DetikHealth. Viral HYROX Disebut Olahraga Kuli.
