Sudah menjadi rahasia umum jika banyak atlet Indonesia yang kesulitan secara ekonomi pasca pensiun. Salah satu faktornya adalah kurangnya jaminan finansial yang jelas bagi para atlet tersebut. Namun tidak sedikit atlet yang justru bisa sukses berbisnis dengan modal yang sudah dikumpulkan sejak masih aktif menjadi atlet. Mereka adalah Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti, dua sosok dibalik kesuksesan Astec.
Astec sendiri merupakan perlengkapan olahraga lokal yang sudah ada sejak 23 tahun lalu. Meskipun sebelumnya tidak mempunyai latar belakang bisnis yang kuat Astec terbukti bisa bertahan lebih dari dua dekade dengan penerapan strategi marketing yang tepat. Di artikel ini akan tim Belajarlagi bahas rahasia marketing di balik kesuksesan Astec!
Mengenal ASTEC, Lebih Dari Sekedar Brand Bulu Tangkis
Astec sendiri adalah singkatan dari Alan Susy Technology, Alan dan Susy sendiri merujuk pada pendirinya yaitu Alan Budikusuma dan Susi Susanti, atlet bulu tangkis legend asal Indonesia yang berhasil meraih medali emas pada ajang olimpiade Barcelona pada 1992.
Sebenarnya Astec sudah berdiri sejak tahun 2002, namun titik balik kesuksesannya tercatat setelah mereka bergabung dalam ekosistem MAP Active (jaringan Sport Station dan Planet Sport) pada 2018. Produk yang ditawarkan pun beragam tidak hanya perlengkapan badminton saja, tetapi juga ada sepatu lari, fitness, dan perlengkapan olahraga anak.
Eksistensi Astec patut diacungi jempol karena bisa bertahan lebih dari 23 tahun. Terlebih sebagai brand lokal, Astec harus bersaing dengan brand olahraga kenamaan seperti Yonex, Li-Ning, dan Victor.
Heritage Storytelling dengan Menjual Warisan, Bukan Produk
Keunikan marketing ASTEC terletak pada penggunaan heritage storytelling dengan menyambungkan antara warisan kemenangan olimpiade Alan-Susi untuk membangun trust dan national pride. Heritage storytelling inilah yang memperkuat positioning Astec sebagai brand lokal yang autentik.
Selain heritage storytelling, mereka juga berhasil mengolah personal founder-nya menjadi commercial brand dengan value “made by atlet”. Hal ini menimbulkan perspektif psikologis kalau ASTEC punya pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan akan olahraga, terutama bulu tangkis karena dibangun langsung oleh sosok yang memiliki pengalaman panjang di bidang tersebut.
Dari dua poin ini kita bisa belajar bahwa jika personal founder yang kuat bisa memudahkan marketer untuk membangun kredibilitas, mempercepat pembentukan kepercayaan, serta menciptakan diferensiasi yang lebih sulit ditiru dibanding hanya mengandalkan fitur produk atau harga.
Value Positioning, Kompetitif Tanpa Harus Murah
Sebagai brand lokal, Astec sering jadi pilihan yang dirasa lebih affordable dari merek luar. Affordable di sini bukan berarti murahan karena mereka juga punya kualitas di atas brand generic yang bisa memenuhi kebutuhan olahraga segmen amatir hingga menengah.
Pemilihan segmen ini penting karena masyarakat Indonesia adalah audiens yang sangat sensitif dengan harga. Brand yang tidak bisa bermain di value preposition yang jelas akan kalah.
Selain value positioning, brand relevance extension juga jadi perhatian Astec. Mereka merespon kebutuhan akan tren gaya hidup sehat, sehingga turut mengembangkan produk-produk olahraga seperti lari, fitness, dan produk khusus anak-anak.
CSR dan Grassroots Development, Investasi Loyalitas Jangka Panjang

Astec termasuk aktif dalam membangun pendekatan ke masyarakat, khususnya ke target pasar mereka. Astec sering mengadakan turnamen badminton junior dan membuat program pengembangan atlet muda.
Aktivitas ini bukan sekedar kegiatan sosial namun lebih tepatnya adalah community-led marketing yang membangun pipeline pelanggan loyal dari bawah.
Dibandingkan hanya mengadopsi transactional marketing yang langsung hardselling atau memaksa orang buat langsung membelinya, community marketing yang diterapkan Astec ini bisa untuk kebutuhan jangka panjang yang lebih tahan terhadap persaingan harga. Karena atlet muda yang dibantu Astec hari ini adalah brand advocate di masa depan.
Kehadiran Alan dan Susy juga membuat kampanye CSR Astec jadi terasa autentik, bukan sekedar peramai event. Karena atlet bulutangkis mana yang tidak bangga jika pertandingannya disponsori bahkan disaksikan langsung oleh legenda bulutangkis dunia?
Seasonal dan Nostalgia Marketing, Emosi sebagai Strategi
Karena founder-nya merupakan legenda bulu tangkis Indonesia, Astec juga pastinya pengin bikin strategi yang bisa bangkitin nostalgia para penggemar. Salah satunya lewat koleksi bertema Juara ’92 pada bulan Agustus.
Tujuannya untuk memicu emotional connection dengan memanfaatkan momen nasional seperti HUT RI yang bersifat nasionalis dan kemenangan founders pada masa olimpiade Barcelona 1992 silam. Diharapkan trafficnya dapat meningkatkan buzz dan relevansi musiman.
Omni-channel Distribution
Untuk memasarkan produknya, Astec menggunakan strategi omni-channel. Artinya mereka memanfaatkan berbagai saluran penjualan, offline dan online, supaya mudah menjangkau banyak orang.
Astec bisa kamu beli secara offline di MAP Active, Sport Station, dan Planet Sport. Atau kamu juga bisa membelinya lewat online store seperti Shopee Official Store, Planetsports Asia, Sportstation.id, atau MAP Club.
Tujuan pemanfaatan omni-channel ini untuk menutup jarak antara availability offline dan convenience online. Hasilnya Astec bisa menjangkau semua lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang, bukan hanya orang yang tinggal diperkotaan.
Strategi Marketing ASTEC yang Bisa Diadopsi Brand Lokal
Di tengah persaingan brand yang semakin ketat, ASTEC menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak selalu harus dibangun lewat diskon atau kampanye besar. Ada beberapa pendekatan yang menarik untuk dipelajari, terutama dari cara mereka membangun identitas, menciptakan kepercayaan, dan menjaga relevansi brand di pasar.
1. Heritage Adalah Aset, Bukan Nostalgia
Sejarah di balik terciptanya sebuah brand perlu ditonjolkan karena menciptakan diferensiasi yang sulit ditiru kompetitor lain. Astec dengan percaya diri terus mengangkat warisan kemenangan Alan–Susi sebagai ciri khas mereka untuk membangun kredibilitas dan kebanggaan terhadap brand lokal.
2. Positioning “Made by Expert” Membangun Trust Lebih Cepat
ASTEC berhasil mengubah reputasi pendirinya yang seorang ahli di olahraga badminton menjadi nilai komersial dengan membangun persepsi sebagai produk yang dibuat oleh atlet. Strategi ini efektif karena keahlian founder dapat mempercepat terbentuknya kepercayaan konsumen.
3. CSR yang Autentik Sama dengan Community Building
Aktivitas sosial akan lebih kuat jika terhubung langsung dengan bisnis utama brand. Dengan mengajak komunitas untuk terus berkontribusi bersama, brand tidak hanya sedang membangun citra positif tapi sekaligus pelanggan loyal di masa depan.
4. Seasonal Marketing Butuh Heritage yang Genuine
Kampanye yang mengangkat tema nostalgia perlu dibarengi cerita atau pengalaman yang memang dimiliki brand dan dikenali audiens. Dengan begitu, momentum musiman terasa lebih emosional dan tidak sekadar promosi.
5. Omni-channel Bukan Opsi, Tapi Survival Kit
Konsumen saat ini berpindah-pindah channel sebelum mengambil keputusan. Karena itu, brand perlu hadir secara konsisten di beberapa titik interaksi, mulai dari media sosial, marketplace, website, hingga offline agar pengalaman konsumen tetap terhubung.
Ciptakan Strategi Marketing yang Tepat untuk Bisnismu
Bertahannya ASTEC selama dua dekade lebih bukan sekedar hasil “nebeng” nama besar pendirinya. Namun karena kemampuan membaca pasar, membangun positioning yang jelas, menjaga kedekatan dengan komunitas, dan mengeksekusikan strategi marketing secara konsisten di berbagai platform pemasaran.
Dari situ kita belajar kalau tidak cukup hanya punya produk yang bagus. Dibutuhkan kemampuan untuk menganalisis perilaku konsumen, menyusun strategi yang tepat, lalu menerjemahkannya menjadi eksekusi yang benar-benar menghasilkan pertumbuhan bisnis.
Kalau brand seperti ASTEC bisa membangun strategi marketing sekuat ini, maka sebagai marketer atau owner bisnis, kamu juga perlu punya cara berpikir dan kemampuan eksekusi yang setara.

Pelajari strategi marketing langsung dari pakar dan bangun skill mulai dari riset, branding, performance marketing, sampai eksekusi kampanye digital melalui program Digital Marketing Full Stack Belajarlagi!
Referensi
- Profil MAP Active – ASTEC
- Antara News. Alan-Susy bantu kembangkan bulu tangkis Indonesia lewat alat olahraga.
- Marketeers. Jalani Seasonal Marketing, ASTEC Rilis Koleksi Juara ’92 Jelang HUT ke-79 RI.
