Penggunaan Maskot oleh Brand Mulai Ditinggalkan?

Bagi Teman Belajar yang termasuk ke generasi milenial, pasti tak asing dengan maskot dari brand besar food and beverage, McDonald yang bernama Ronald. Maskot berwujud badut berwarna kombinasi merah, kuning, putih ini seakan selalu menemani Teman Belajar saat makan di gerai makanan cepat saji ini, baik melalui patung ataupun hadiah-hadiah mainan khas McD saat kita kecil dulu.

Tapi, kayanya maskot itu sudah lama tak terlihat lagi ya, Teman Belajar? Pada sadar engga sih, kalau ternyata maskot McDonald si Ronald ini emang sudah tak pernah muncul lagi?

Wah, sepertinya mulai hilangnya Ronald di gerai-gerai McD adalah salah satu bentuk mulai ditinggalkannya "mascot marketing". Hmmm, kira-kira apa alasannya ya mulai ditinggalkan?

Hasil riset dari penelitian baru-baru ini tentang penggunaan maskot di beberapa brand menunjukkan ternyata ada banyak brand yang mulai meninggalkan maskotnya. Dari sebanyak 33 brand yang diteliti, saat ini hanya tersisa 21 brand saja yang masih punya maskot. Wah, lumayan banyak yang mulai ninggalin maskotnya ya, Teman Belajar!

Lebih lanjut salah satu alasan brand meninggalkan maskotnya adalah maskot dianggap kurang efektif untuk meningkatkan sales dalam jangka pendek. Sebab, brand membutuhkan waktu yang cukup lama dan effort yang besar buat membangun identitas merek lewat maskot ini. 

Pada akhirnya, penggunaan maskot pun mulai ditinggalkan. Pada trend yang terjadi, penggunaan maskot ini sekarang mulai beralih ke brand ambassador atau KOL. Penggunaan KOL lebih efektif karena menggunakan manusia sebagai role yang lebih nyata dan natural.

Tapi, dalam kasus maskot McD, saat ini mascot badut Ronald dipensiunkan karena alasan tertentu. Badut itu dianggap terlihat menyeramkan bagi anak anak. Selain itu, adanya konflik antara McD dengan agensi yg menangani maskot ini, menjadi alasan kenapa maskot McD tak pernah terlihat lagi.

Meski demikian, tak semua brand benar-benar meninggalkan maskot. Malah, brand ponsel Oppo-Vivo menggunakan maskot yang biasa dipajang di depan konter handphone. Maskot brand Oppo berupa boneka besar berwarna putih yang menggemaskan dengan mengenakan kaos hijau bertuliskan Oppo.

Sementara maskot brand Vivo berupa boneka besar yang hampir mirip dengan maskot brand Oppo, hanya saja mengenakan kaos biru bertuliskan Vivo. Tak asing dengan kedua maskot ini kan, Teman Belajar?

Jika Teman Belajar dengan mudah mengingat kedua maskot ini, bisa dikatakan penggunaan maskot untuk kedua brand ponsel ini cukup efektif. Tapi, apakah ini artinya penggunaan mascot masih efektif? Gimana nih tanggapan Teman Belajar?

Teman Belajar masih bisa mengulik insight baru tentang Digital Marketing di website belajarlagi.id dan Twitter @BelajarlagiHQ ya! Jika kamu ingin belajar lebih dalam lagi, yuk gabung di kelas-kelas Digital Marketing yang tersedia di BelajarlagiHQ!