Momoyo Si Kedai Es Krim “Penglaris Ruko Kosong” Selanjutnya

Marketing Theory

Masih ingat dengan hype-nya es krim asal Tiongkok, Mixue?

Selain terkenal sama harga es krimnya yang terjangkau, satu yang paling mencolok adalah ekspansi outletnya yang gila-gilaan sampai dijuluki “penglaris ruko kosong”. Karena selama ada ruko kosong, pasti nggak lama bakal ada outlet Mixue di situ.

Dalam 1 area saja mungkin kamu bisa menemukan 2 – 3 gerai Mixue yang lokasinya saling berdekatan. Jadi nggak heran kalau dalam 4 tahun saja Mixue udah punya 2 ribu lebih outlet di seluruh Indonesia.

Sayangnya ekspansi yang super masif seperti ini mengakibatkan banyak gerai Mixue gulung tikar karena kanibalisme antar outlet.

Momentum ini langsung dimanfaatkan oleh merek es krim lokal, Momoyo, dengan strategi opportunistic substitution.

Strategi apakah itu? Tim Belajarlagi sudah buatkan detail informasinya untuk Teman Belajar, nih!

Momoyo Sigap Isi Kekosongan Mixue

Mixue dulu memang sempat viral, namun nggak lama banyak juga outletnya yang gulung tikar. Kalau dari hasil riset tim Belajarlagi, ada 3 penyebab utama, yaitu efek kanibal karena radius antar outlet yang berdekatan, tren FnB yang cepat berubah, dan kemunculan kompetitor lokal atau impor yang bikin persaingan semakin ketat termasuk Momoyo.

Nggak butuh waktu lama buat Momoyo untuk mengisi ruko-ruko kosong yang ditinggalkan Mixue.

Sebagai merek lokal yang baru muncul tahun 2023, Momoyo termasuk aktif berekspansi memperluas sebaran outlet mereka seperti Mixue. Makannya cuma butuh 2 tahun aja buat mereka punya 800+ outlet di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Bedanya Momoyo menjadikan kelemahan Mixue sebagai kekuatan mereka.

Saat ekspansi cabang, Momoyo lebih selektif dalam memilih area. Terus mereka juga punya inovasi menu lokal kaya Nusantara Milk Tea, dan pegang sertifikasi halal lebih awal.

Menurut tim Belajarlagi, Momoyo cukup cerdas untuk memanfaatkan momentum ambil alih ruko Mixue yang tutup karena:

  1. Lokasi sudah terbukti ada demand.
  2. Konsumen udah terbiasa sama konsep es krim murah.
  3. Ada efek psikologis seolah Momoyo menggantikan Mixue karena Momoyo punya beberapa kesamaan seperti  color brand, maskot boneka, produk utama yang dijual, dan harga jual yang relatif sama.

Strategi Cerdas Ini Namanya Opportunistic Substitution

Strategi Cerdas Ini Namanya Opportunistic Substitution

Dalam strategi opportunistic substitution, timing jadi faktor utama.

Momoyo muncul segera setelah Mixue goyah buat menangkap konsumen yang belum pindah ke alternatif lain.

Momoyo pun jadi dapat citra dari konsumen sebagai brand penerus Mixue. Padahal mereka sebenarnya adalah 2 entitas yang berbeda.

Mixue sebagai pelopor es krim murah yang masif, viral, dan agresif. Sedangkan Momoyo baru hadir setelahnya namun lebih adaptif, oportunis, serta fokus pada konsep halal dan lokal.

Raih Kesuksesan Dalam Pemasaran Digital Bersama Belajarlagi Agency

Kesuksesan Momoyo menunjukkan bahwa strategi yang tepat bukan selalu soal menjadi yang pertama, tetapi siapa yang paling cepat membaca peluang dan berani mengambil momentum.

Kalau bisnismu juga ingin punya strategi digital marketing yang tajam, adaptif, dan siap memanfaatkan peluang pasar seperti ini, saatnya bekerja bersama Belajarlagi Agency untuk merancang strategi pemasaran di era digital yang benar-benar berdampak pada pertumbuhan bisnis. 

Hubungi Belajarlagi Agency untuk informasi lebih lanjut!

 

 

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Cookie Consent

By clicking “Accept”, you agree to the storing of cookies on your device to enhance site navigation, analyze site usage, and assist in our marketing efforts. View our Privacy Policy for more information.

Cookie preferences