Minum Coca-Cola karena Kesegarannya? Atau karena Bikin Hepi ya?‍

3 mins read
Ads
Content
Marketing Theory
Sales

Hai, Teman Belajar! Terik panas di siang hari paling cocok minum yang seger-seger nih. Coca Cola adalah salah satu opsi brand minuman yang muncul pertama dalam benak kita, karena kepopulerannya.

Brand  yang berjualan “air gula bersoda” ini sukses menjadi salah satu brand terkenal di dunia. Tapi, apa sih yang membuat brand Coca Cola ini begitu mendunia? Ternyata, rahasia dari kesuksesan Coca Cola ini adalah karena strategi branding yang menempatkan dirinya sebagai “the brand icon of happiness”. 

Ketika konsumen membeli sebuah produk, ada dua value atau nilai produk yang dipertimbangkan. Kedua nilai itu adalah nilai fisik produk (tangible value) dan persepsi terhadap produk tersebut (perceived value).

Nah, yang terkadang terjadi pada konsumen adalah saat mereka membeli produk, mereka hanya mempertimbangkan persepsi terhadap produk. Padahal, nilai fisik produk itu, seperti rasa atau kualitas, memang biasa saja.  

Inilah yang terjadi di Coca Cola. Seorang peneliti bernama R. Montague pernah membuat sebuah blind test antara Coca Cola & Pepsi, untuk meneliti mana brand yang lebih disukai.

Namun ternyata, hasilnya justru membuktikan bahwa bukan rasa yang membuat orang suka terhadap Cola-Cola. Mereka menyukai Coca Cola karena label Coca-Cola yang mampu mengubah persepsi orang.  

Hal ini merupakan efek dari bagaimana Coca-Cola berusaha membangun persepsi brand mereka di benak konsumen mereka. Secara fisik produk, Coca Cola mungkin hanya air gula bersoda. Namun secara persepsi, Coca-Cola berhasil mengaitkan dirinya dengan emosi kebahagiaan kepada para konsumennya.

Bentuk usaha Coca-Cola membangun persepsi kebahagiaan itu terwujud kepada iklan-iklan yang mereka buat. Coca-Cola selalu menampilkan suasana bahagia.

Selain itu, tema-tema iklan yang diciptakan juga sering membangun semangat. Persepsi ini sukses diterapkan di setiap strategi marketing Coca-Cola selama bertahun tahun hingga Coca-Cola menjadi brand ternama dunia.

Nah, itu tadi satu pelajaran yang bisa kita petik dari brand air gula bersoda yang mendunia itu. Bagaimana menurut Teman Belajar? Apakah ada hal lain dari strategi marketing Coca-Cola yang membuat brand ini melekat di benak kita saat kita haus di tengah hari? 

Teman Belajar masih bisa mengintip insight-insight terbaru Belajarlagi tentang Digital Marketing melalui website belajarlagi.id dan twitter @BelajarlagiHQ, lho! Jika kamu ingin mempelajari Digital Marketing lebih dalam lagi, Teman Belajar bisa mendaftar kelas-kelas Digital Marketing maupun kelas spesialis yang tersedia di BelajarlagiHQ! Sampai jumpa, Teman Belajar!