Jika kamu copywriter, kamu pasti sudah nggak asing sama metode-metode penulisan iklan seperti AIDA, PAS, dan FAB. Metode ini memang umum digunakan untuk membuat tulisan iklan yang persuasif.
Tetapi dunia penulisan terus berkembang dengan cepat.
Banyak brand besar sudah menemukan formula copywriting-nya sendiri untuk kemudian dipampang di banyak media periklanan. Sebut saja Apple yang terkenal dengan claim headline di banyak iklannya.
Selain claim headline ala Apple, ada lima metode copywriting lain yang menarik untuk Teman Belajar pelajari!
6 Metode Copywriting
Berikut ini adalah enam metode copywriting yang digunakan oleh beberapa brand besar. Pelajari dan coba aplikasikan untuk perusahaanmu, yuk!
1. Claim Headline
Claim headline merupakan metode penulisan copy yang menekankan pada keunggulan produk secara sepihak.
Menulis claim headline bisa membangun otoritas, kredibilitas, dan kepercayaan audiens dengan cepat.
Dalam copy yang ditulis pada produk iPhone 11 Pro ini misalnya.
“Pro cameras. Pro display. Pro performance.”
Apple ingin menekankan bahwa produk iPhone mereka yang satu ini memang ahli dalam banyak fitur, mulai dari kamera hingga performa.

2. Question Headline
Copywriting jenis ini menuliskan pertanyaan yang relate dengan masalah audiens.
Pertanyaan itu menarik karena audiens merasa dimengerti atau dipahami.
Contohnya iklan Sprite ini yang langsung menanyakan masalah ke audiens lengkap dengan ilustrasi gambar yang pas dan produk mereka yang menjadi solusi.

3. Benefit Headline
Untuk produk-produk kecantikan, kesehatan, dan sejenisnya, audiens cenderung tertarik dengan manfaat yang diungkapkan secara gamblang. Baik itu manfaat secara ekonomis, psikologis, ataupun faktor lainnya.
Contohnya seperti iklan dari Azarine ini. Sebagai produsen skincare, Azarine mau meng-highlight manfaat salah satu varian produk mereka yang bisa efektif atasi kusam dan membuat kulit lebih glowing.

4. Personal Headline
Copywriting yang mengganti kata ganti orang kedua menjadi “kamu” adalah ciri khas sebuah brand atau perusahaan untuk bisa seolah-olah bicara langsung ke audiens.
Audiens yang membacanya pun bisa langsung merasa dapat personal yang tertuju langsung ke mereka.
Kunci dari copywriting ini adalah pakai bahasa santai atau non formal biar terkesan lebih friendly.
Contohnya seperti iklan Gopay X Indomaret berikut ini.

5. Curiousity Headline
Copywriting yang satu ini memanfaatkan rasa penasaran audiens mereka.
Untuk pakai teknik curiosity headline, kamu perlu memasukkan unsur spoiler yang bisa bikin penasaran orang.
Cocok banget dipakai untuk mempersiapkan rilis produk atau layanan baru yang bisa jadi udah ditunggu-tunggu kehadirannya sama customermu.
Misalnya iklan dari Momoyo yang mau merilis varian es krim terbaru mereka ini.

6. Urgent Headline
Urgent headline bisa diaplikasikan pada kampanye hard selling.
Copywriting ini bisa efektif memikat audiens, apalagi kalau kamu bisa memanfaatkan tren FOMO.
Dengan adanya urgensi, audiens merasa butuh segera melakukan tindakan supaya nggak ketinggalan.
Ari iklan Blibli ini kita bisa lihat headline copy-nya yang cukup padat dan memuat semua informasi yang urgent.
Diskon dengan periode terbatas ini bisa memancing orang untuk segera membelinya sebelum berlaku harga normal yang jauh lebih mahal.

Penerapan Copywriting yang Tepat untuk Iklan Perusahaanmu
Copywriting yang ditulis dengan cermat pada konten iklan membantu pesan iklan tersampaikan dengan lebih jelas, relevan, dan menarik bagi audiens.
Dengan pendekatan yang sesuai, perusahaan dapat memaksimalkan performa iklan di Google maupun Meta sehingga kampanye yang dijalankan bisa menghasilkan hasil yang lebih optimal melalui konten tersebut.
Jika perusahaan ingin mengelola kampanye iklan secara lebih strategis, Belajarlagi Agency juga memiliki layanan pengelolaan iklan Google dan Meta yang ditangani oleh profesional tersertifikasi, sehingga setiap strategi yang dijalankan dirancang untuk membantu mencapai hasil yang maksimal.
Hubungi Belajarlagi Agency untuk kerjasama pengelolaan iklan perusahaanmu!
