Kenapa sih Wangi Roti Kopi Jadi Bikin Kita Ingin Beli Rotinya?

Hmmm, wangi roti kopi selalu semerbak ketika kita melewati gerai Roti'O di stasiun atau di pusat perbelanjaan. Rasanya, wangi kopinya sangat strong sampai-sampai membuat kita penasaran apa dan bagaimana rasa dari roti kopi yang dibuat.

Tapi, Teman Belajar pada penasaran nggak sih, kenapa wanginya bisa se-strong itu? Kenapa wanginya selalu bikin kita pengen makan rotinya, sehingga membuat kita terpaksa beli? 

Ternyata, oh, ternyata, Teman Belajar. Ini adalah bagian dari strategi marketing lho. Tepatnya, "sensory marketing". Lalu apa sih sensory marketing itu? Yuk, kita bahas!

Strategi sensory marketing merupakan strategi marketing yang memanfaatkan panca indra sebagai cara untuk memikat konsumen. Efek dari sensory ini mampu merangsang otak dan bisa meningkatkan dua hal, yaitu emotional reactions dan cognitive reactions.

Sebanyak 75 persen emotional reactions bisa didapatkan lewat indra penciuman. Emotional reactions pada akhirnya bisa meningkatkan mood seseorang sampai 40 persen.

Itulah alasan mengapa Roti'O memiliki dapur yang jadi satu dengan outletnya. Tak lain ini karena agar wangi rotinya bisa menarik konsumen.

Contoh lainnya adalah gerai minuman kopi Starbucks. Starbucks juga menerapkan strategi ini melalui wangi proses pembuatan kopi yang nikmat. Selain itu, tester minuman pada produk yang baru diluncurkan, juga merupakan "sensory taste marketing".

Nah, sudah tidak penasaran lagi kan mengapa wangi roti kopi sangat menyengat dan menggiurkan kita yang lewat di depan gerainya? Kira-kira, apa lagi ya brand yang juga menggunakan strategi ini?

Teman Belajar bisa mengulik lebih lanjut artikel-artikel lainnya tentang digital marketing di website belajarlagi.id dan juga Twitter @belajarlagiHQ ya! Bagi kamu yang ingin mendalami ilmu ini, kamu bisa daftarkan diri kamu di kelas-kelas digital marketing yang saat ini tersedia di BelajalaguHQ. Sampai jumpa!