Burger King "Rebut" Konsumen McDonald Pakai Cara Ini, Nih!

2 mins read
Ads
Content
Copywriting
Creative
Marketing Theory
Sales

Dalam dunia bisnis, kompetisi antarkompetitor merupakan hal yang lumrah. Sebuah bisnis bahkan harus mengetahui seluk beluk kompetitornya agar bisa mencapai hasil yang sama atau bahkan lebih dari Sang Kompetitor.

Salah satu brand besar yang kita kenal di bidang food and beverage adalah Burger King. Sementara, McDonald merupakan brand besar di bidang yang sama, yang menjadi pesaing atau kompetitor terbesar dari Burger King.

Kedua brand ini sering membuat campaign besar untuk memenangkan hati konsumen. Tak jarang kedua brand ini saling sikut untuk saling mengungguli dalam hal angka penjualan mereka satu sama lain.

Nah, tahu nggak Teman Belajar. Ternyata ada satu campaign frontal dari Burger King untuk "merebut paksa" konsumen McD, lho! Campaign ini langsung "menyerang" kompetitornya itu dengan frontal dan berisiko. Coba yuk kita bahas, apakah campaign ini berhasil dan efektif? Atau malah sebaliknya ya?

Burger King membuat sebuah mobile app atau aplikasi yang terpasang di ponsel, yang memudahkan konsumen mereka ketika membeli Burger King. Untuk mengkampanyekan aplikasi baru mereka itu, Burger King membuat sebuah campaign yang justru menyerang kompetitornya, McD. 

Melalui aplikasinya itu, mereka menggunakan GPS (Geofencing) untuk melacak orang yang berada di sekitar  gerai McD dan yang akan membeli produk McD. Jika calon konsumen terdeteksi, Burger King mengirimkan kupon burger Whopper hanya seharga 1 cent atau setara Rp 143. Artinya, calon konsumen McD yang terdeteksi lewat GPS, akan ditawari produk burger dari Burger King. 

Bayangkan bagaimana kalau Teman Belajar berada di posisi tersebut. Kita yang sedang berada di gerai McD, tiba-tiba ditawari produk yang sama dengan harga nyaris gratis di gerai kompetitor. Tentu sangat menggoda, bukan? Tapi tentu syaratnya adalah dengan melakukan pembelian melalui aplikasi Burger King.

Bisa dikatakan, itu adalah campaign yang cerdik untuk "merebut" konsumen kompetitor sekaligus langkah yang tepat untuk memperkenalkan aplikasi baru yang menjadi fitur terbaru dari Burger King. Meski demikian, teknik ini berisiko menimbulkan gesekan dengan kompetitor, lho Teman Belajar. 

Bahkan, teknik ini bisa berdampak kepada konsumen masing-masing brand. Teknik serangan seperti ini harus memperhatikan consumer culture kedua brand tersebut, seberapa jauh rivalitas mereka dalam menghadapi kejadian seperti ini. Jadi bisa dikatakan, teknik ini ngeri-ngeri sedap ya untuk diterapkan karena tidak bisa sembarangan. Bagaimana menurut Teman Belajar?

Nah, itulah tadi sekelumit pengetahuan baru tentang campaign dari dua brand besar yang kita kenal. Kalau kamu masih ingin tahu pengetahuan lainnya tentang Digital Marketing, ikuti terus artikel di website Belajarlagi.id dan Twitter @BelajarlagiHQ ya! Teman Belajar yang ingin memperdalam ilmu Digital Marketing, juga bisa mendaftar kelas yang tersedia di BelajarlagiHQ, lho. Yuk, gabung!